Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Tidak Ingin Dibanding-bandingkan oleh Orang Lain Lagi


__ADS_3

Satu buket, dua buket, tiga buket, empat buket...mawar blue enchantress yang tak terhitung jumlahnya terus dibawa ke kamar medali emas oleh staf, dan semua orang di tempat itu gempar lagi.


"Wah, ada berapa banyak semua ini?!"


"Sepertinya sudah lebih dari 999 tangkai, tapi para staf masih terus membawa masuk lagi, sejak kapan Erwin ini begitu kaya?"


"Aku iri sekali, ada banyak bunga mawarnya."


......


Orang-orang di tempat kejadian, terutama para wanita, sangat iri dengan sejumlah besar bunga mawar blue enchantress dan benar-benar kehilangan perlawanan mereka.


Selama satu jam penuh, 9999 tangkai mawar blue enchantress di tata rapi sampai memenuhi seluruh kamar pribadi medali emas, dan dikombinasikan dengan keindahan virtual tiga dimensi lautan bunga di dinding dan langit-langit di sekitar, yang membuat seluruh kamar pribadi medali emas menjadi lautan romantis.


Melihat waktunya sudah tepat, Erwin berjalan turun dari panggung dan perlahan mendekati Lina, meraih tangannya, dan berkata, "Lina, ini semua untukmu, suka?"


Lina membuka mulutnya, sulit untuk percaya bahwa semua mawar blue enchantress biru benar-benar untuknya, dan merasa tersentuh sampai-sampai tidak tahu harus berbuat apa.


"Terima kasih~" Wajah cantik Lina dengan cepat memerah, dan detak jantungnya juga berdebar-debar, karena sentuhan tiba-tiba ini membuatnya merasa kewalahan, jadi dia tidak bisa menahan diri dan berjinjit untuk mencium pipi Erwin, yang membuat wajahnya semakin memerah lagi.


Teman-teman sekelas sewaktu SMA Lina yang awalnya merendahkan Lina karena memiliki pacar miskin, sekarang menjadi merasa iri pada Lina.


"Lina, seleramu memang bagus, punya pacar yang begitu romantis."


"Betul, sangat murah hati juga, 9999 tangkai mawar ini pasti setidaknya 600 juta!"


"Kenapa Erwin bisa terlihat begitu keren sekarang! Hanya dalam sekejap sudah bisa mendapatkan saham Skyrim No.1, keren sekali~"


......

__ADS_1


Erwin melakukan ini karena dia tidak ingin Lina dipandang rendah dan dibandingkan oleh orang lain karena dia.


Tidak lama kemudian, teman-teman Lina mendekat satu persatu, tapi tidak dengan niat pamer dan membandingkan seperti sebelumnya, kali ini mereka semua iri pada Lina karena punya pacar yang romantis.


"Lina, seleramu memang bagus, dapat pacar yang begitu romantis, tidak seperti pacarku yang serakahan."


"Lina itu bunga kelas kita, otomatis pria yang dia cari pasti lebih baik dari kalian! Apa yang perlu kalian iri?"


"Lina, ceritakan gimana kamu bisa kenal dengan Erwin, dia keren sekali."


......


“Aku hanya beruntung!” Meskipun Lina tidak tertarik dengan perbandingan itu, tapi tiba-tiba dikelilingi oleh mereka yang iri, entah kenapa sedikit membuatnya merasa bahagia.


Terutama dibandingkan dengan sinisme yang mereka lakukan sebelumnya, Lina juga sedikit merasa bangga.


Lina minum anggur merah karena sangat senang, wajahnya juga sudah merah merona, ketika Erwin mengantarnya pulang, wajah cantik Lina malu-malu dan matanya penuh dengan sosok Erwin, mobil yang mereka naik penuh dengan mawar biru, begitu juga dengan bagasi belakang.


Lisa yang duduk di barisan belakang, tertekan untuk sementara waktu, dan dia dikelilingi oleh mawar blue enchantress sialan ini.


Pada saat yang sama, Fiona yang telah meninggalkan tempat tadi, sedang menemani Farzan berobat di rumah sakit. Lisa menamparnya beberapa kali, jadi wajah Farzan membengkak dan butuh berobat untuk mengurangi pembengkakan.


Farzan merasa kesal dan frustasi karena wajah tampannya terkena cedera.


"Erwin ini punya identitas seperti apa? Sampai beraninya menjebakku, dan sepupunya juga, aku pasti akan membuatnya menyesal kalau berhasil menangkapnya."


"Identitas apa yang akan dia punya? Aku sudah bertanya secara rinci pada Lina, Erwin ini hanyalah anak miskin dari pedesaan. Sepupunya mungkin juga dari pedesaan, kalau tidak, tidak mungkin seorang gadis kota bisa begitu kasar." Fiona juga awalnya sedikit tertekan, karena dia ingin mendekatkan Lina dan Farzan, dan bisa memanfaatkan ini untuk mendapat investasi dari Farzan, tapi sepertinya jalan ini akan semakin sulit dicapai sekarang.


"Tidak, aku akan merebut kembali sahamku dari tangan Erwin, ini saham yang bernilai 40 miliar, tidak mungkin akan kubiarkan begitu saja."

__ADS_1


Farzan merasa tidak puas, karena Erwin benar-benar membeli sahamnya yang bernilai 40 miliar seharga 200 juta, dan itu membuatnya tidak bisa menahan rasa kesal.


“Sepertinya kita harus cari Kak Goldy, karena akan sulit untuk mengalahkan sepupunya.” Farzan tiba-tiba teringat temannya yang memiliki organisasi di selatan kota, Kakak Goldy ini hampir sama dengan Kak Dragon yang ada di timur kota, termasuk organisasi yang menguasai suatu daerah, tetapi kekuatannya sedikit lebih kuat dari Kak Dragon, ada puluhan bawahan yang mengikutinya, jadi kekuatan organisasi bisa dianggap cukup kuat.


“Kakak Goldy? Goldy? Apa orang ini bisa diandalkan?” Fiona sepertinya pernah mendengar tentang orang yang bernama Kakak Goldy ini, tapi dia masih bertanya dengan sedikit khawatir.


“Bisa, aku pernah meminta bantuannya, selama uang yang ditawarkan memuaskan, masalah pasti akan beres.” Farzan tersenyum dingin di sudut mulutnya, dan berkata kepada Fiona setelah memikirkannya, "Fiona, bantu aku ajak Lina dan Erwin besok, bilang saja aku ingin minta maaf sama mereka, jadi ingin mengajak mereka makan bersama."


"Minta maaf?” Fiona mengerutkan kening, berdasarkan sifat dan karakter Tuan Muda Lewis ini, mana mungkin dia akan minta maaf pada orang miskin? Dia pasti merencanakan sesuatu.


“Kamu ingin memberi anak miskin itu kejutan besar kan? Tuan Muda Lewis memang hebat." Fiona dengan cepat mengerti arti dari kata-kata Farzan.


“Pintar, ternyata kau bisa langsung paham, aku akan merebut kembali barang milikku, sekaligus memberinya pelajaran, agar dia tahu seberapa hebatnya diriku, sedangkan untuk sepupunya, aku juga akan menyiksanya saat itu, kalau tidak, kebencianku akan sulit untuk dihilangkan."


Farzan merasa kesal ketika memikirkan Lisa.


“Oke, Tuan Muda Lewis, aku akan mengajak mereka keluar, tapi Tuan Muda Lewis, kapan kamu akan menginvestasikan sejumlah uang untuk proyek Ayahku?” Fiona kembali ke tujuannya, karena dia tidak mengikuti Farzan ini secara cuma-cuma.


Rantai keuangan keluarga mereka sudah mau putus, jadi mereka membutuhkan sejumlah besar dukungan keuangan, jika tidak, keluarga mereka mungkin akan bangkrut, oleh karena itulah Fiona begitu memihak dan menyenangkan Farzan


"Jangan khawatir, saat aku mendapatkan Lina dan mempermalukan Erwin nanti, aku pasti akan berinvestasi pada proyek Ayahmu, dan jumlah investasinya tidak akan kurang dari 2 triliun."


Farzan tersenyum dingin di sudut mulutnya. Dia tidak pernah bermaksud untuk berinvestasi pada proyek Ayah Fiona, karena proyek Ayah Fiona selalu menghabiskan banyak uang, dan tidak tahu harus investasi berapa banyak untuk balik modal, jadi dia tidak akan memilih berinvestasi pada proyek yang tidak pasti seperti ini, jadi setelah mendapatkan Lina nanti, dia akan langsung menyingkirkan Fiona.


Tapi Fiona justru sangat berterima kasih kepada Farzan saat ini.


"Kalau begitu terima kasih Tuan Muda Lewis, aku pasti akan membantumu mendapatkan Lina."


"Bagus, bagus." Rasa dingin melintas di mata Farzan.

__ADS_1


__ADS_2