
Setelah kembali ke perusahaan, Erwin mengatur pekerjaan untuk Lucy terlebih dahulu, namun karena Lucy belum pernah bekerja sebagai penulis skenario sebelumnya, jadi Erwin membiarkan seorang rekan bernama Kak Jane yang berpengalaman di departemen produksi untuk membantu Lucy, hingga Lucy terbiasa dengan skrip berbagai program.
Setelah selesai mengatur itu, Erwin duduk di kantor dan mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Damon.
“Tuan muda, apakah alasan Anda menelepon saya itu karena terdapat masalah lain yang perlu saya tangani?” Suara Damon terdengar dari ponsel.
"Apa ada orang yang bernama Kak Dragon di kota Bandung ini? Yang memiliki banyak bawahan yang berhubungan dengan Shelter Bar." Tanya Erwin, karena sebelum pergi ke sana, dia setidaknya harus tahu tentang identitas orang ini.
“Kak Dragon?” Damon berpikir untuk waktu yang lama, kemudian menjawab, “Apakah maksud Anda Hans Dragon? Dia sangat aktif di sekitar Shelter Bar.”
"Ya, itu orangnya, Lisa telah melukai beberapa bawahannya, jadi dia mencariku untuk menagih biaya pengobatan bawahannya," kata Erwin dengan ringan.
“Dia itu cari mati! Hanya seorang preman biasa saja sudah berani menagih biaya pengobatan pada tuan muda, jangan khawatir, saya akan mengirim seseorang untuk membunuhnya.” Damon sangat marah, karena beraninya seorang preman menagih biaya pada Tuan muda, itu tidak ada bedanya dengan cari mati!
“Tidak, kamu hanya perlu bantu aku cari seorang kepala organisasi kejahatan yang akan mengikutiku ke sana, aku ingin menemui orang bernama Kak Dragon ini besok sekaligus memberi seseorang pelajaran.” Erwin sedikit marah ketika mengingat Adam, karena Adam ini terus memprovokasinya berkali-kali, jadi dia tidak mungkin membiarkannya begitu saja.
__ADS_1
"Baik Tuan muda, akan saya siapkan untuk Anda, orang bernama Hans ini benar-benar tidak tahu diri. " Damon di telepon sangat marah, dan bertekad tidak akan membiarkan siapapun berani memprovokasi Erwin hidup dengan damai.
Setelah menutup telepon, suasana hati Erwin sedikit membaik, sepertinya besok akan menjadi hari yang kurang beruntung bagi orang yang bernama Hans ini.
Sementara Erwin berbicara dengan Damon tadi, pada saat yang sama, Lucas sedang mendidik putrinya sendiri di vila, Lucas bahkan menyita ponsel, komputer, dan perangkat elektronik lain milik Lina, agar Lina tidak bisa menghubungi Erwin.
"Kuberitahu sekali lagi, aku tidak akan membiarkanmu pergi mencari bocah miskin bernama Erwin itu lagi, mengerti?"
“Ayah, kamu salah paham, aku benar-benar tidak berpacaran dengan Erwin.” Lina mencoba untuk menjelaskan, tetapi masih ditentang oleh Lucas.
"Aku tidak peduli, bahkan menjadi teman biasa saja tetap tidak boleh, dia itu hanyalah bocah miskin, jadi pasti punya tujuan ketika mendekatimu," kata Lucas dengan wajah marah.
"Aku tidak peduli dia itu berbakat atau tidak, aku sangat tidak suka dengan perilakunya yang terlalu menyombongkan diri, itu benar-benar membuatku merasa jijik. Aku memberinya sejumlah uang tadi malam agar dia meninggalkanmu, tapi dia justru memberiku 20 miliar dan mengatakan bahwa uang tersebut untukku sebagai hadiah pertemuan, apanya yang baik dari seseorang yang hanya besar mulut."
Lucas sangat marah ketika mengingat kejadian tadi malam, karena tidak suka dengan perilaku Erwin yang miskin tapi besar mulut.
__ADS_1
"Mengapa Ayah menghina Erwin dengan uang? Dia pasti merasa sangat tidak nyaman sekarang. Tidak, aku harus pergi mencarinya." Lina tidak menyangka ayahnya akan menggunakan uang untuk menyuruh Erwin menjauh, yang membuat dia sangat khawatir dan takut Erwin tidak ingin bertemu dengannya lagi.
“Jangan berpikir untuk pergi ke mana pun hari ini, Johan, jangan sampai wanita ini meninggalkan vila.” Kata Lucas sambil melirik pelayan tua bernama Johan, kali ini dia harus menghentikan putrinya, karena putrinya terlalu dimanjakan.
“Ayah, kamu terlalu berlebihan, aku tidak ingin melihatmu lagi.” Lina tidak pernah sesedih ini, dan air mata terus mengalir dari kedua matanya.
"Tidakkah kamu melihat putri kita sudah menangis?" Mary yang merupakan Ibu Lina berjalan keluar dari kamar dan memeluk putrinya dengan rasa yang penuh tidak tega.
“Ini semua salahkan dirimu karena terlalu memanjakan anak ini!” Kata Lucas dengan marah, dan tepat pada saat ini, ponselnya berdering.
Setelah melihat nomor yang tertera di layar, Lucas berjalan ke samping untuk mengangkat telepon.
"Ada apa?"
"Presiden direktur, pinjaman perusahaan kita yang senilai 20 miliar rupiah sudah jatuh tempo dan harus dilunaskan hari ini, tapi keuangan likuiditas perusahaan sedang kosong, sekarang para dewan direksi sangat cemas, dan sedang menunggu Anda kembali untuk membahas masalah ini." Kata Direktur Keuangan dengan cemas.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan segera ke sana.” Lucas sedikit kesal, karena urusan keluarga saja belum terselesaikan, sekarang ditambah masalah perusahaan, dan kredit perusahan mungkin kn terpengaruh jika pinjaman 20 miliar rupiah ini tidak dilunasi tepat waktu.
"Tetap tinggal di rumah untukku beberapa hari ini, jangan berpikir untuk pergi ke mana pun, apalagi mencari bocah miskin itu, kalau tidak, aku akan menyuruh seseorang untuk mengusir bocah itu dari kota Bandung ini." Sebelum pergi, Lucas tidak lupa untuk memperingatkan putrinya lagi dengan serius.