Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Mulai Beraksi


__ADS_3

Malam hari pertama di Gunung  Tambakruyung berlalu dengan damai, Xavier sepertinya tidak terburu-buru untuk mengambil tindakan, atau mungkin ingin menunggu sampai Bashan mengetahui kondisi dulu.


Setelah matahari terbit, Erwin keluar dari tenda dan meregangkan tubuhnya dengan malas sambil menarik napas dalam, udara di pegunungan ini beneran jauh lebih segar daripada di kota! Tapi juga lebih banyak nyamuk daripada di kota.


Para bintang wanita kru, termasuk Jocelyn, justru tidak bisa tahan tidur di tenda dan pindah ke dalam mobil tadi malam, yang membuat Erwin sedikit kehabisan kata-kata, tapi tidak boleh sepenuhnya menyalahkan mereka juga.


“Sepupuku, ada sosok yang berkeliaran di dekat kita tadi malam, itu seharusnya Bashan dan bawahannya.” Lisa tidak banyak istirahat tadi malam karena sedang bertugas di luar.


Meskipun ada sepuluh penjaga keamanan yang bertugas secara bergantian saat malam hari, tapi Erwin masih menyuruh Lisa untuk memeriksa pergerakan di luar untuk berjaga-jaga.


“Mm, kalau mereka nggak mendekat, nggak usah pedulikan mereka dulu,” ujar Erwin setelah berpikir sejenak.


Boy tidak mengirim informasi apapun, jadi sepertinya Xavier tidak berencana untuk bergerak untuk saat ini, yang harus dilakukan Erwin sekarang adalah menunggu dan melihat kondisi dulu, kalau musuh tidak bergerak, dia juga akan melakukan hal yang sama, tapi begitu musuh bergerak, dia akan mengerahkan semuanya.


Setelah langit sudah cerah, kru mulai melanjutkan syuting dan perekaman.


Ini adalah pertama kalinya bagi Jocelyn yang cantik bagaikan bidadari ini syuting di alam liar hutan seperti ini, dia seharusnya merasa tidak terbiasa, tapi dia sepertinya menyukai kehidupan yang seperti ini, kecuali nyamuk yang menyebalkan.


Saat pagi-pagi sekali, dia sudah membawa bambu runcing untuk menangkap ikan di sungai. Juru kamera juga ikut ke sana, kegiatan ini tidak termasuk ke dalam naskah, hanya sebuah keinginan dari Jocelyn itu sendiri untuk menangkap ikan.


Banyak anggota kru yang pergi ke sana karena penasaran untuk melihat Jocelyn menangkap ikan. Sepertinya Jocelyn sudah bosan tinggal di vila, jadi begitu dibebaskan, dia itu jadi seperti bayi penuh rasa ingin tahu yang mau coba main apapun yang belum pernah dicobanya.


Namun hal ini membuat para juru kamera jadi sangat sibuk, harus membawa kamera berat sambil ikut Jocelyn untuk menangkap ikan.


Setelah bermain seharian penuh, Jocelyn kelelahan sampai berbaring di dalam mobil dan tidak ingin bergerak lagi.


Ametta tidak bisa menahan diri dan mengeluh sambil memijatnya,

__ADS_1


"Apa yang akan dipikirkan Ayahmu kalau melihatmu bermain seperti ini? Citra dan Image sebagai seorang wanita elegan sudah dirusak penuh oleh dirimu sendiri."


"Hanya sesekali aja kok, dia nggak akan bilang apa-apa, sejak kecil aku nggak pernah bermain sepuas ini, kamu tak liat aku tangkap dua ikan tadi?" Kata Jocelyn seperti sudah berhasil mencapai sesuatu dalam hidupnya.


"Dua ikan itu hasil tangkapanmu? Karena para kru tak sanggup lagi menontonmu nggak dapat apa-apa selama setengah jam, jadi mereka membantumu dengan menuang banyak ikan dari hulu, tapi kamu yang cuma dapat dua ikan aja udah sebangga ini." Kata Ametta dengan sedikit candaan.


“Yang penting aku udah nangkap dua ikan itu,” kata Jocelyn dengan sedikit bangga.


Lebih dari 20 ikan yang dituang, tapi hanya berhasil tangkap dua ikan, para kru sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Jocelyn bahagia!


Namun, pada hari kedua dan hari ketiga, minat Jocelyn untuk bermain semakin memudar, jadi dia mulai syuting film dan merekam sesuai dengan skrip selangkah demi langkah.


Pada saat yang sama, setelah beberapa malam pengamatan, Bashan akhirnya mendapatkan beberapa informasi yang berguna, dan buru-buru datang ke hadapan Xavier dengan gembira.


"Tuan Muda Baxter, aku sudah selesai menyelidiki gerakan Erwin."


"Kru Erwin totalnya ada sepuluh penjaga keamanan yang berjaga bergiliran di sekitar, sepertinya agak sulit kalau mau serang terang-terangan, tapi setelah beberapa malam yang habiskan untuk pengamatan, Erwin selalu ke toilet saat tengah malam, jadi kita bisa manfaatkan kesempatan ini untuk menyerangnya."


Bashan sudah tidak sabaran untuk menyiksa Erwin, karena ingin membuat Erwin membayar kembali penghinaan yang diterimanya saat diusir di depan semua orang sebelumnya, kemudian karirnya juga akan sukses tak lama lagi.


“Kerja bagus, Jocelyn tinggal di mana udah tau?” Xavier juga sangat memperhatikan Jocelyn sekarang, bahkan lebih dari perhatiannya terhadap Erwin.


“Dia dan asistennya tinggal di mobil van terakhir kaki gunung saat malam hari, jadi mudah ditemukan.” Bashan secara alami mengamati gerakan Jocelyn secara detail, karena ini adalah permintaan yang diinginkan Xavier, mana mungkin dia lupa.


“Dia tinggal di dalam mobil kaki gunung saat malam hari?!” Sebuah seringaian muncul di sudut mulut Xavier, kaki gunung itu tempat yang lumayan sepi, kebetulan adalah tempat yang sangat cocok untuk melakukannya, bahkan Tuhan memihak padanya!


“Kita mulai beraksi malam ini dan jangan lupa panggil Boy juga.” Xavier siap beraksi, Bashan bahkan lebih bahagia saat mendengar ini, karena saat yang ditunggu-tunggunya akhirnyahirnya tiba juga.

__ADS_1


"Baik, akan segera kupanggil Boy!"


Setelah menjawab, Bahan langsung mundur dan memanggil Boy si gemuk untuk masuk, begitu melihat Boy datang, Xavier langsung menjatuhkan perintah,


"Malam nanti, kamu bawa orang dan ikuti Bashan buat awasi Erwin, begitu Erwin keluar untuk kencing tengah malam nanti, langsung buat dia cacat kalau situasinya memungkinkan, ingat, hati-hati dan jangan sampai menarik perhatian orang lain, ngomong-ngomong aku lagi butuh, jadi mau pinjam dua bawahanmu juga."


Xavier dengan cepat menerapkan ide yang ada di dalam benaknya, menyuruh Bashan dan Boy membawa orang untuk membuat Erwin cacat, sementara dia sendiri membawa dua bawahan untuk mencari Jocelyn, sedangkan tante Jocelyn, Xavier tidak menganggap serius sama sekali, karena tempat ini hutan, jadi keberaniannya jauh lebih besar.


“Baik, Tuan Muda Baxter, aku akan membiarkan bawahan untuk bersiap-siap!” Boy mengangguk dan menjawab, berpikir untuk segera melapor pada Tuan Muda Smith nanti.


"Pergilah." Setelah mengirim Boy pergi, mulut Xavier mulai menyeringai.


"Erwin, Erwin, berani pukul aku? Akan kubuat kau menanggung konsekuensinya! Tapi sekarang ditambah adanya Jocelyn juga bukan hal buruk!"


Pada saat ini, Erwin sedang menonton beberapa selebriti syuting bersama Jocelyn dengan penuh minat, dan tiba-tiba menerima pesan dari Boy, dia membuka tanpa sadar, dan tiba-tiba sudut mulutnya sedikit tersenyum.


"Xavier ini akhirnya sudah tak sabaran untuk beraksi, kebetulan aku bisa memberimu pelajaran malam ini."


Tak lama kemudian, Lisa dipanggil kemari.


“Apa kontrak akuisisi yang kuminta udah siap?” Erwin akan memberi Xavier pelajaran mendalam dan membuatnya miskin dalam satu malam. Namun, dia sepertinya ingat bahwa Xavier juga membeli sebagian saham Synthetic Entertainment, kalau dia berhasil akuisisi, bukannya dia bisa sekalian memecat Bashan sekali lagi?


Memikirkan hal ini, Erwin menganggap ide ini sangat bagus.


"Sudah siap, Anita sudah menyuruh seseorang untuk mengirimkan kontrak akuisisinya ke sini." Lisa mengangguk dengan jujur.


"Baiklah, kamu tidur sama Jocelyn aja di mobil malam ini, akan ada serangan tengah malam nanti, lindungi Jocelyn baik-baik, ingat untuk hati-hati juga." Untuk jaga-jaga, Erwin mengirim Lisa untuk melindungi Jocelyn, dengan adanya Lisa, mungkin Xavier kali ini akan dihajar sampai babak belur lagi.

__ADS_1


__ADS_2