Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 266 Mempermainkannya


__ADS_3

Disya adalah sebuah merek kosmetik yang relatif terkenal dalam negeri yang perusahaannya berlokasi di Kota Santa, setelah Erwin meluangkan waktu untuk memeriksa informasi umum dari merek ini di ponselnya, dia memutuskan untuk mengakuisisi saham yang dipegang oleh Keluarga Cassanova.


Pada saat yang sama, dia mengirim pesan untuk menyuruh Damon memeriksa persentase saham yang dipegang oleh Keluarga Cassanova, dan balasan dari Damon menyatakan bahwa total hanya 10% saja atas nama Carel, yang tidak heran Carel bisa merekomendasikan Jocelyn untuk syuting dengan penawaran yang begitu tinggi.


Setelah mengetahui informasi ini, Erwin memutuskan untuk menelan saham yang datang dengan sendirinya ini.


Jocelyn, Ametta dan Carel menatap dengan kaget setelah mendengar kata-kata dari Erwin barusan.


"Hei, apa yang kau bicarakan? Apa artinya Keluarga Cassanova nanti bukan lagi menjadi pemegang saham perusahaan merek Disya? Sebaiknya kau jelaskan baik-baik," kata Carel sembari menunjuk ke arah Erwin.


"Bukan apa-apa, hanya ingin memperingatkanmu untuk menjauh dari Jocelyn, atau jangan salahkan aku kalau bersikap kasar," kata Erwin tanpa emosi, tetapi dengan nada bicara yang sangat dingin.


"Memangnya kau siapa? Berani-beraninya memberiku pelajaran seperti ini! Percaya tidak, kubunuh kau dasar miskin!" teriak Carel sambil memandang Erwin dari atas ke bawah, yang jelas merupakan penampilan orang miskin dari pedesaan.


Itu sebabnya dia berani menunjuk hidung Erwin sambil meneriakinya dengan arogan, lagi pula, Erwin hanya orang miskin tanpa uang dan kekuasaan, jadi Carel sama sekali tidak takut untuk menyingkirkannya.


"Ingin bunuh aku? Yakin?" Erwin mengerutkan kening, mengulurkan tangan untuk mencengkeram lehernya, dan mengangkat seluruh tubuhnya. Alhasil Carel sampai memucat ketakutan, dan sesak napas.


"Sialan, aku tak bisa bernapas, lepaskan aku." Carel yang diangkat terus mengayunkan tangan dan kakinya, penampilannya benar-benar terlihat menyedihkan sekarang.


Melihat ini, amarah Jocelyn serasa sudah terlampiaskan, mustahil dia tidak marah dengan Carel yang merencanakan semua ini untuk mendekatinya.


Justru Ametta yang takut akan jatuh korban jiwa di sini, Keluarga Cassanova relatif terpandang di negeri ini, meskipun tidak masuk dalam peringkat keluarga besar, tetap saja kekuatannya tidak boleh diremehkan.


Tetapi Ametta juga benci dengan tingkah laku Carel yang seperti itu.

__ADS_1


"Erwin, kenapa tidak turunkan dia dulu untuk tarik napas, lalu angkat lagi nanti." Kata-kata itu membuat Erwin dan Jocelyn menoleh ke arah Ametta, ternyata Ametta ini pintar juga dalam menyiksa orang lain, sehingga sudut mulut Erwin langsung terangkat.


"Oke, kalau begitu sesuai saran darimu, biar aku yang urus orang ini, kalian lanjut syuting iklan saja."


"Erwin, beneran lanjut syuting saja?" Jocelyn tidak ingin pergi, terutama setelah mengetahui semua itu direncanakan oleh Carel.


"Pergilah, semuanya akan baik-baik saja, lagi pula denda pelanggaran kontraknya 400 miliar," bujuk Erwin kepada Jocelyn.


"Baiklah kalau begitu, aku lanjut syuting dulu, kamu jangan jauh-jauh." Jocelyn mulai sedikit bergantung pada Erwin sekarang, seolah kehadiran Erwin bisa memberinya rasa aman.


"Iya, aku tidak akan ke mana-mana, hanya nonton di sini," Erwin juga tidak berani karena takut orang-orang dari Keluarga Gibson akan datang untuk menculik Jocelyn, dan dia tidak akan sempat untuk mengejar lagi.


Tetapi Jocelyn telah memakai gelang giok yang ditanam pelacak, yang merupakan lapisan perlindungan terakhir, jadi Erwin tetap dapat menemukan lokasi Jocelyn.


Setelah Jocelyn dan Ametta pergi untuk syuting iklan, Erwin meraih leher Carel dan mengangkatnya lagi. Melihat Erwin yang berani mempermainkannya seperti ini, Carel berteriak marah.


"Oke, kalau begitu sesuai keinginanmu," kata Erwin dan melepaskan Carel, yang membuat tubuh Carel langsung jatuh, tetapi untungnya hanya lima puluh sentimeter dari tanah, jadi tidak menimbulkan cedera serius sama sekali.


"Dasar sialan, berani-beraninya mempermainkanku, akan kuberi kau sedikit pelajaran!" Carel mengeluarkan belati dari saku celana, dan menusuk ke arah Erwin sambil memasang wajah muram. Dia akan membunuh Erwin karena telah mempermalukannya di depan Jocelyn.


"Oh, pakai belati?" kata Erwin dengan remeh karena serangan diam-diam dari Carel terlalu lambat.


Dengan genggaman ringan, Erwin dengan akurat menangkap tangan kanan Carel yang memegang belati, lalu memutar dengan keras hingga sendi pergelangan tangan Carel bergeser, belati tersebut langsung jatuh, dan Carel juga melolong kesakitan.


"Sakit, sakit, akan kuutus seseorang untuk bunuh kau!" Carel hampir menangis dan diam-diam bersumpah untuk membunuh Erwin.

__ADS_1


"Mau bunuh aku? Sepertinya aku harus bertindak duluan." Erwin mengangkat sudut mulutnya, berniat untuk memberinya sedikit pelajaran lagi, jadi meraih dan membuat sendi tangan kiri Carel bergeser.


Carel melolong lagi, dan suara sengsara itu benar-benar bergema dengan nyaring.


“Masih mau bunuh aku?” Erwin tiba-tiba meraih kaki Carel dan mengancamnya.


"Tidak akan, aku salah, aku salah." Melihat bahwa Erwin akan mematahkan pahanya, Carel langsung menangis ketakutan dan memohon belas kasihan.


“Bagus, tetapi gimana dengan kompensasi percobaan tikamanmu barusan?” kata Erwin dengan dingin sembari memungut belati di tanah.


“Tikaman barusan 'kan tidak kena? Harus bayar juga?” jawab Carel dengan wajah sedih, merasa kali ini telah salah singgung orang.


"Ini termasuk percobaan pembunuhan, kalau aku menuntutmu, kau setidaknya akan dipenjara beberapa tahun, apa ini tidak cukup serius? Masih tidak perlu bayar kompensasi?" Erwin melambaikan belati tersebut di depan Carel.


Carel awalnya tidak takut tuntutan hukum karena punya orang dalam, tetapi ketika melihat Erwin memindahkan belati ke arah selangkangannya, Carel langsung menyerah.


"Aku menyerah, langsung bilang saja, berapa yang kau mau." Carel merasa mengalami kesialan hari ini.


"Aku tak mau uang, bukannya kau punya 10% saham Perusahaan Merek Disya? Aku akan anggap ini tak pernah terjadi kalau kau transfer semuanya kepadaku, atau siap-siaplah untuk masuk penjara!" Erwin menunjuk selangkangan Carel dengan belati dan mengancam dengan terang-terangan.


Ini lebih mengancam ke arah selangkangan Carel dibandingkan mengancam masuk penjara.


"Bro, kau keterlaluan!" Carel menggertakkan giginya karena permintaan Erwin.


"Kau bahkan ingin menikamku dengan belati, ini sudah cukup baik minta kompensasi dengan beberapa saham, atau kubalas tikam saja, dan kita anggap impas?" Erwin mengenggam belati itu dan menusuk ke arah selangkangan Carel.

__ADS_1


Carel panik sampai hampir kencing di celana, tanpa barang di selangkangannya, dia jelas tidak bisa bersenang-senang dengan wanita di luar sana lagi.


"Oke, baiklah, aku setuju!"


__ADS_2