
Timothy langsung berlutut begitu melihat Giselle.
“Giselle, soal kontraknya, ayo cepat kita tanda tangani." Kali ini Timothy yang memohon pada Giselle untuk menandatangani kontrak, dengan ekspresi rendah hati.
Meskipun Giselle sudah mempersiapkan diri, tapi dia tetap kaget dengan tindakan Timothy.
“Tuan Timothy, bangunlah dulu, kamu tidak perlu berlutut untuk menandatangani kontrak.” Giselle ingin membantunya berdiri, tapi karena takut Timothy macam-macam lagi, jadi dia tidak berani menyentuhnya.
“Giselle, jika kamu tidak menandatangani kontrak, aku tidak akan bangun!” Timothy berlutut dan memohon, seolah jika tidak tanda tangan, dia akan terus berlutut.
Giselle bingung, tapi begitu hendak setuju, dia tiba-tiba dihentikan oleh Frendy.
“Giselle, ikut aku keluar sebentar, ada yang ingin kudiskusikan denganmu.” Frendy seharusnya sangat senang melihat Timothy memohon untuk menandatangani kontrak dengan sikap yang serendah hati itu, tapi pria yang mementingkan bisnis dan keuntungan ini tentu punya pikiran lain.
Giselle tidak berani menolak, mengikutinya keluar dari ruang resepsi VIP, Giselle awalnya berpikir Frendy akan memarahinya, atau mempertanyakan tentang apa yang terjadi kemarin, namun ternyata tidak begitu.
“Giselle, karena Tuan Timothy begitu ingin bekerja sama dengan kita, coba kamu naikkan 30% tawarannya dan lihat apa dia masih ingin terima." Frendy berpikir untuk menaikkan tawaran sehingga perusahaannya dapat mendapat lebih banyak keuntungan.
Langkah ini tidak diragukan lagi karena sifat Frendy yang mementingkan keuntungan dan bisnis, Giselle tersenyum pahit, dia seharusnya menduga akan hasil seperti ini.
"Ayah, harga setinggi itu sudah lebih tinggi dari harga pasar, apa Tuan Timothy akan terima?"
"Lihatlah dia yang berlutut dan memohon padamu untuk menandatangani kontrak, aku yakin kalau kita naikkan harganya pasti tetap akan diterima." Frendy sangat yakin dengan penilaiannya.
“Baiklah kalau begitu, aku akan menyiapkan kontrak baru.” Giselle mengangguk, berbalik dan pergi untuk menyiapkan kontrak baru.
Sebenarnya kontraknya tidak perlu dibuat ulang semua, hanya ada bagian yang perlu dinaikkan 30%, jadi tak butuh waktu lama bagi Giselle untuk mencetak kontrak dan kembali ke ruang resepsi VIP lantai pertama.
“Tuan Timothy, ini kontrak kita, tapi harganya 30% lebih tinggi dari sebelumnya, apa masih mau terima?” Giselle masih sedikit gelisah, ini adalah pertama kalinya dia menegosiasikan harga setinggi itu.
"Terima, tentu saja terima! Akan segera kutandatangani." Timothy setuju tanpa ragu-ragu. Tapi Frendy yang duduk di sebelah justru diam-diam menyesal, karena jiika tahu, dia pasti akan naikkan sampai 50%.
Dapat dilihat bahwa Frendy ini sangat serakah.
“Bagus, tanda tanganlah di sini.” Giselle sedikit terkejut akan Timothy yang menyetujui harga setinggi itu, dan membuatnya bingung, kenapa Timothy serasa berubah seperti orang lain dalam satu malam?
Timothy berlutut dan menandatangani kontrak dua rangkap.
Setelah itu, Timothy akhirnya menghela napas lega dan bangkit dari tanah.
“Senang bisa bekerja sama denganmu, kalau begitu aku tidak akan mengganggu lagi, aku pamit dulu.” Setelah Timothy menandatangani kontrak, dia sudah menyelesaikan tugas yang diberikan Damon, dan suasana hatinya tiba-tiba menjadi jauh lebih baik.
"Tuan Timothy, biar kuantar." Frendy mengantar dengan senyuman, sedangkan Giselle menemani Timothy pergi.
Erwin tidak ikut, tapi tetap tinggal di ruang resepsi VIP sambil minum teh dengan ekspresi puas.
"Giselle, kerja bagus untuk Sea Group kali ini, tapi kemarin kamu bersekongkol dengan bocah miskin bernama Erwin untuk menipu saham kakak laki-lakimu, itu merupakan hal yang salah."
Setelah mengantar Timothy pergi, ekspresi Frendy langsung berubah dari senyum menjadi serius.
"Ayah, aku tidak menipu saham Aaron, dia sendiri yang bersedia mentransfer sahamnya ke High Build Group." Giselle tidak bodoh, dan tentu saja tidak akan mengaku menipu saham Aaron.
“Bersedia Transfer sendiri ke High Build Group?” Frendy mengerutkan kening, kenapa ini berbeda sekali dengan yang dilaporkan Aaron?
__ADS_1
“Benar, perwakilan High Build Group juga sudah datang bersamaku ke sini, dan sekarang sedang menunggu di ruang resepsi VIP.” Giselle menjawab dengan tenang, sepertinya Erwin yang datang menemaninya ke sini merupakan keputusan yang tepat.
“Oh, begitu ya?” Ekspresi Frendy berubah, High Build Group adalah grup teratas di Kota Bandung, bahkan empat keluarga besar saja tidak berani menyinggung Damon.
Bulan lalu, keluarga Ricardo yang merupakan salah satu dari empat raksasa pernah melawan Damon, namun tidak hanya berakhir dikalahkan oleh High Build Group, tapi juga menjadi cabang perusahaan High Build Group. Berita itu mengejutkan banyak orang, sehingga tidak ada yang berani memprovokasi High Build Group untuk waktu yang lama.
Meskipun Frendy ini sangat sombong, tapi di depan High Build Group dia tetap tidak berani.
Saat kembali ke ruang resepsi VIP lantai pertama, Frendy tidak berani mengabaikan Erwin.
"Tuan, maaf sudah membuatmu menunggu lama, Giselle, pergi bawakan sebotol Lafite tahun 82 di kantorku untuk menjamu Tuan ini."
“Tidak perlu, aku minum air putih saja.” Erwin sangat puas dengan sikap rendah hati Frendy, jika Frendy berani tidak sopan di depannya, Erwin tidak keberatan menghancurkan keluarga Lawrence seperti keluarga Ricardo.
"Tuan, kudengar saham ini dibeli dari putraku, Aaron, apa boleh tahu berapa harga pembeliannya?" Frendy bertanya dengan sedikit rasa ingin tahu.
Tadi malam, Aaron melaporkan bahwa sahamnya ditipu oleh Giselle dan Erwin, tapi tidak menyebutkan harga akuisisinya, karena sekarang sudah tahu bahwa sahamnya diakuisisi oleh High Build Group, dia secara alami ingin bertanya tentang harga pembeliannya.
“dua miliar, itu tertulis jelas dalam kontrak.” Erwin tidak berencana menyembunyikan apapun, dan mendorong kontraknya ke hadapan Frendy. Frendy yang mendengar 10% saham Laws Group terjual hanya dengan dua miliar, hampir saja mengamuk di tempat.
Tetapi begitu berpikir bahwa pihak lain adalah perwakilan dari High Build Group, dia menahan diri, tapi ekspresi wajahnya masih jelas sangat berubah, Laws Group tidak pernah menderita kerugian besar dalam berbisnis, kontrak yang berhasil ditandatangani dengan Sea Group barusan adalah salah satu contoh terbaik.
Siapa sangka jika dibandingkan dengan Erwin ini, dia masih belum berpengalaman.
“Tuan, bagaimana kalau aku membeli kembali 10% saham ini dengan 20 miliar?” Frendy tidak ingin menyinggung High Build Group, jadi hanya bisa membeli kembali saham itu, untuk mengurangi kerugiannya sebisa mungkin.
"Apa kamu bercanda? Aku datang ke sini untuk melaksanakan tugas yang diberikan Tuan Damon, Laws Group harus memiliki satu anggota dewan dari High Build Group," kata Erwin dengan nada yang tak terbantahkan.
“Aku harus mendiskusikan masalah ini dengan para anggota dewan, aku tidak bisa ambil keputusan sesuka hati sendiri." Frendy ingin menunda, tetapi Erwin tidak memberinya banyak waktu.
"Baiklah, aku akan menunggu di sini, cepat buka rapat dengan para dewan direksi, jika aku tidak diberi hasil hari ini, maka tanggung konsekuensinya. Jangan sok hebat hanya karena keluarga Lawrence kalian itu salah satu dari empat keluarga besar di Kota Bandung, kamu seharusnya tahu apa yang akan terjadi pada keluarga Ricardo!"
Erwin berkata dengan sedikit ancaman, dia datang ke sini untuk mendapatkan posisi dewan direksi, posisi ini kelas disiapkan untuk Giselle, agar Giselle dapat lebih mudah untuk naik menjadi CEO di masa depan.
Posisi itu hanya sementara diduduki oleh High Build Group saja.
Mendengar ini, Frendy langsung ketakutan. Keluarga Ricardo juga salah satu dari empat keluarga raksasa, tapi bisa hancur dalam satu malam karena menyinggung High Build Group, dan berakhir menjadi cabang perusahaan High Build Group. Hidup dan mati perusahaan keluarga Ricardo berada di tangan High Build Group, dan Frendy tidak ingin Laws Group berakhir seperti itu.
“Tuan, mohon tunggu sebentar ya, aku akan segera berdiskusi dengan para pemegang saham.” Frendy menyeka keringat, dan diam-diam memarahi Aaron sampai dalam hati, apa yang telah Aaron sampai bisa memprovokasi High Build Group?
Setelah Frendy kembali ke kantor CEO, ekspresi wajahnya jelas sangat muram, setelah memanggil sekretarisnya datang, dia langsung berteriak-teriak,
"Panggil Aaron ke sini! Anak sialan itu benar-benar keterlaluan!"
"CEO, tuan muda tertua sudah tidak masuk kerja selama beberapa hari, teleponnya juga diangkat oleh seorang wanita yang tidak berbicara banyak," jawab Isabella dengan sedikit gelisah.
"Sudah di kondisi seperti ini masih main wanita di luar, dasar tidak berguna. Panggil saja Frank ke sini." Frendy menepuk meja dengan marah, dan segera meminta sekretarisnya untuk memanggil Frank.
Frank adalah sepupu Frendy yang berjabat sebagai manajer umum di Laws Group, dan sekaligus memegang saham. Frank ini cukup berpengaruh dari segi suara ataupun kemampuan untuk menangani masalah, setiap kali Frendy ragu-ragu, dia akan mencari dan berdiskusi dengan sepupunya ini, Frank adalah orang yang sangat dipercayai Frendy.
“Frendy, ada apa mencariku?” Frank memiliki wajah yang terlihat jujur dan polos, dengan mengenakan kacamata berbingkai hitam, dan tampak berusia 40 sampai 50-an. Dari segi penampilan, Frank tampak seperti orang yang sangat jujur, tapi sebenarnya dalam dirinya itu menyimpan berbagai kelicikan.
"High Build Group menipu saham Aaron, mereka sekarang sudah mengirim perwakilan ke perusahaan ini untuk meminta sebuah kursi di posisi dewan direksi, menurutmu apa yang harus dilakukan?" Frendy berkata dengan sedikit sakit kepala.
__ADS_1
Karena High Build Group ini tidak boleh disinggung dan sahamnya tidak bisa dibeli kembali, sehingga masalah ini sangat sulit untuk ditangani.
"Karena High Build Group menginginkan kursi di dewan direksi, maka beri saja, kuingat Aaron hanya punya 10% saham, jadi pada dasarnya tidak akan berdampak pada pengambilan keputusan perusahaan."
Frank tidak berani menyinggung High Build Group juga, jadi dia hanya bisa memilih cara ini, tetapi setelah jeda, dia bertanya, "Tetapi aku sangat ingin tahu, bagaimana cara saham Aaron ditipu oleh High Build Group?"
Frendy ragu untuk sementara waktu, tetapi masih memberitahu sepupunya apa yang dilaporkan Aaron sebelumnya, Frank yang mendengar itu diam-diam memikirkan sesuatu.
“Tak kusangka Giselle akan bersekongkol dengan orang-orang dari High Build Group, dan mereka juga menipu saham Aaron, ini kabar yang gawat sekali.” Frank juga tahu tentang Giselle, seorang anak haram yang merupakan identitas memalukan, awalnya tidak ada yang akan memperhatikan pengaruh anak haram ini pada perusahaan, tetapi sekarang sudah berbeda.
“Bagaimana menurutmu?” Frendy sepertinya juga menyadari keanehan, dan pikirannya tiba-tiba menjadi gugup.
“Jika tebakanku benar, Giselle ini sepertinya mengincar posisi CEO.” Frank menganalisisnya dengan sangat bijak.
“Giselle mengincar posisi CEO?” Setelah Frendy mengerutkan kening dan berpikir sejenak, dia sepertinya juga terpikir akan kemungkinan ini, dia tidak akan pernah menyerahkan masa depan Laws Group kepada putri haram ini, tapi dengan adanya ikut campur High Build Group sekarang, sepertinya rencana jaga-jaga harus dipersiapkan, jika tidak, Aaron jelas bukan lawan Giselle dan Erwin itu.
“Benar, jika kamu tidak berencana untuk menyerahkan Laws Group kepada putri haram ini, kamu seharusnya membuat rencana lebih awal.” Setelah jeda, Frank menyarankan lagi.
"Atau turunkan statusnya dengan mengirimnya ke utara kota, agar dia tidak dapat berhubungan dengan inti Laws Group, dengan begitu, seiring berjalannya waktu, orang-orang di perusahaan secara perlahan akan melupakannya."
“Ide bagus, kita sepemikiran, baiklah, sudah kita putuskan.” Frendy diam-diam merasa bahwa strategi ini sangat cocok untuk Giselle saat ini, lagipula Giselle harus diberi penghargaan karena berhasil menandatangani kontrak besar. Alasan kedua itu karena Giselle mengincar posisi teratas, jadi langkah yang paling tepat adalah memindahkannya dari inti anggota perusahan dan mengasingkannya.
Setelah menerima saran Frank, Frendy tiba-tiba merasa jauh lebih lega.
Setelah kembali ke ruang resepsi VIP di lantai pertama, Erwin dan Giselle mengobrol dan tertawa santai seolah sangat dekat, yang semakin memperkuat ide Frendy untuk memindahkan Giselle dari inti perusahaan.
“Tuan, setelah diskusi kami, pemberian kursi dewan pada High Build Group telah disetujui.” Frendy berkata sambil tersenyum, dia tidak punya pilihan lain, dan tidak mampu menyinggung High Build Group.
"Bagus, Laws Group memang bagus! Aku akan membujuk Tuan Damon untuk lebih banyak bekerja sama dengan Laws Group, yang bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak." Erwin sengaja mengatakan ini untuk membuat Frendy menaruh sedikit harapan, yang bisa bermanfaat jika Erwin ingin melakukan sesuatu di masa depan.
"Benarkah? Kalau begitu mohon bantuan Tuan untuk berbicara hal baik tentang kami di depan Tuan Damon." Frendy sangat gembira ketika mendengar bahwa perusahaannya memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan High Build Group. Bagaimanapun, High Build Group adalah salah satu grup terbaik di Kota Bandung.
Setelah mengobrol dengan Erwin tentang kursi dewan, Frendy menoleh dan berkata kepada Giselle.
"Giselle, karena kali ini kamu berhasil menandatangani kontrak besar untuk perusahaan, diskusi anggota dewan sudah mendapat keputusan yang bulat, yaitu memberimu promosi dan kenaikan gaji."
"Terima kasih Ayah!” Giselle secara alami senang dengan promosi dan kenaikan gaji, yang berarti dirinya sudah semakin dekat dengan inti perusahaan, tetapi kata-kata selanjutnya dari Frendy membuatnya ekspresinya berubah.
"Dewan direksi memutuskan untuk mempromosi kamu menjadi manajer umum perusahaan baru di Distrik utara kota, bertanggung jawab atas semua manajemen dan operasi, gajimu akan berlipat ganda, kamu dapat tinggal di utara kota kedepannya, cukup lapor padaku setiap tiga bulan sekali." Frendy berkata sambil tersenyum.
"Terima kasih, Ayah." Setelah mendengar itu, hati Giselle merasa dingin, tapi tetap berterima kasih pada Frendy.
Laws Group tidak memiliki bisnis apapun di utara kota, perusahan baru Laws Group di sana bagaikan perusahaan cangkang kosong, karyawan di dalam sana juga hanya dua sampai tiga.
Jika prospek pengembangan utara kota menjanjikan, Giselle masih memiliki peluang untuk bangkit, tetapi utara kota dikendalikan oleh tiga keluarga besar, dan tidak ada ruang untuk pengembangan sama sekali. Giselle yang dipindahkan untuk tinggal dan bekerja di sana, jelas telah diasingkan.
"Bekerja keraslah putriku yang baik." Setelah Frendy menyemangatinya dengan senyuman, dia berbalik dan meninggalkan ruang resepsi VIP, niatnya sudah terlihat jelas.
Ekspresi Giselle sedikit sedih, ini sama saja ditendang keluar dari keluarga Lawrence secara tidak langsung.
"Sungguh menggelikan aku sempat berpikir bisa mendapat perhatian Ayah, ternyata dia sudah lama memutuskan untuk mengasingkan."
“Belum tentu, itu justru memberimu kesempatan untuk berkembang.” Erwin berdiri dari kursi dan berkata dengan senyum misterius.
__ADS_1