
Ini memang pertama kalinya Erwin melihat karakter yang begitu istimewa, meskipun pernah melihat banyak kali di Internet, ini adalah pertama kalinya dia melihatnya secara langsung di kehidupan kenyataan, terlebih lagi adalah seorang pemuda yang tampan.
"Erwin, 'kan? Di mana Teguh?" Pemuda tampan itu mengayunkan kipas kertas di tangan dan menatap Erwin dengan mata besarnya yang indah.
"Aku di sini untuk membuat kesepakatan denganmu, jadi aap menurutmu aku akan membawa orangnya ke sini?" Erwin berkata dengan ringan.
"Hanya seorang penyanyi kelas tiga tidak perlu adanya kesepakatan, aku justru sangat tertarik padamu, menarik sekali ada yang tiba-tiba menculik penyanyi kelas tiga untuk membuat kesepakatan dengan Keluarga Gibson kami." Pemuda itu tersenyum dan menatap Erwin dengan penuh minat.
"Tolong jangan tertarik padaku, aku tidak suka laki-laki." Erwin dengan sengaja memalingkan muka agar tidak memandangnya, kemudian melanjutkan, "Dia memukul orangku di bar dan menolak untuk minta maaf, bagaimana menurutmu penanganan masalah ini?"
"Lalu apa maumu? Berapa? Sebut saja harganya, kalau masih masuk akal akak kuterima," kata pemuda itu dengan isyarat dan membuka kipas dengan postur yang sangat anggun.
“Aku tak mau uang, aku ingin pertukaran antar orang.” Erwin ingin memaksa dan mendapatkan sesuatu dari tuan muda dari Keluarga Gibson yang di depannya ini, kalau memang tidak bisa setidaknya tubuh orang ini akan dipasang alat perekam tersembunyi sebelum dilepaskan.
Tetapi jika pemuda ini cukup berharga, maka Erwin akan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk menghubungi tokoh yang lebih tinggi di Keluarga Gibson untuk memaksa mereka mengadakan pertemuan dengannya.
“Pertukaran antar orang? Memangnya siapa yang kau mau?” Pemuda tampan itu mengerutkan kening.
"Mau kamu." Erwin menatap tuan muda itu dan berkata dengan ringan.
Mendengar ini, Brandon menunjuk Erwin sambil marah-marah,
"Erwin, sungguh berani sekali kau ingin Tuan Muda kami!"
Pemuda tampan itu juga mengerutkan kening, dan berkata dengan wajah terpana,
"Aku punya banyak penjaga di manor ini, hanya dengan kalian berempat, bagaimana kau ingin memaksaku?"
__ADS_1
"Tentu saja dengan ini," kata Erwin sambil melangkah maju untuk meraih dada tuan muda tampan itu, tapi begitu mencapai dada pemuda itu, Erwin tiba-tiba terkejut.
"Lembut sekali, ini jelas perempuan."
Ketika Erwin meraih dadanya, dia tiba-tiba sadar bahwa pemuda tampan di depannya ini ternyata adalah seorang wanita dan tanpa sadar menarik kembali tangannya, tapi Delny Gibson langsung berteriak karena malu sekaligus marah.
"Bajingan, bunuh orang-orang ini."
Delny benar-benar kesal, pria bernama Erwin ini bahkan menyentuh dadanya, yang membuatnya serasa ingin mencabik-cabik Erwin hidup-hidup.
"Panggil pasukan!" teriak Erwin dan segera mengejar Delny, wajah Delny langsung menjadi pucat karena ketakutan dan berteriak sambil bersembunyi di belakang para penjaga, beberapa penjaga juga dengan cepat memblokir jalan Erwin.
Namun, mereka bukan lawan Erwin dan langsung dikalahkan hanya dengan satu pukulan. Pada saat yang sama, Baka, Cale, dan Calum juga sedang melawan para penjaga keamanan.
Meski jumlahnya jauh lebih sedikit dari jumlah penjaga keamanan, tapi pihak Erwin adalah sekelompok ahli bela diri.
Setelah beberapa saat, para penjaga keamanan berhasil dikalahkan, Erwin menyusul Delny dan menangkapnya.
"Dasar bajingan Erwin, lepaskan aku, kau tak mungkin bisa keluar dari sini, masih banyak penjaga kami yang ada di luar." Wajah Delny menjadi pucat karena ketakutan, sedangkan Brandon bersembunyi di samping dan tidak berani keluar. Brandon tidak menyangka Erwin dan orang-orangnya akan sekuat itu dan bisa mengalahkan dua puluh penjaga dalam sekejap mata, jadi dia bersembunyi dan menelepon untuk meminta pertolongan.
"Kekuatan penjagaanmu tidak ada artinya di mataku, percaya tidak aku hancurkan tempat ini sampai rata dengan tanah." Erwin mengancam dengan santai.
“Aku tak percaya, aku jadi anak buahmu kalau kau bisa melakukan itu.” Delny sangat percaya diri karena ada lebih dari seratus penjaga di manor ini dan merasa mustahil bagi keempat orang ini untuk bisa melarikan diri.
Walau mereka benar-benar bisa melakukannya sekalipun, itu berarti Erwin benar-benar berkuasa dan menjadi anak buah dari orang berkuasa seperti itu bukanlah sesuatu yang buruk. Lagi pula, orang tuanya menanam kuat rasa patriarki dan tidak peduli dengan dirinya yang sebagai seorang putri, jadi tidak buruk juga untuk mencari seseorang dengan keberadaan yang kuat sebagai pendukung.
"Jadi anak buahku? Akan kuperlihatkan seberapa kuatnya diriku," kata Erwin sambil mengeluarkan belati dan mengancam leher Delny.
__ADS_1
Baka, Cale, dan Calum sedang menjaga di sekitar Erwin. Tak lama kemudian sejumlah besar penjaga keamanan tiba-tiba muncul di manor untuk mengepung pihak Erwin dan menutup gerbang manor pada saat yang bersamaan.
"Erwin, masih besar mulut? Cepat lepaskan aku dan akan kuampuni dirimu, atau aku pasti akan membuat hidupmu lebih buruk daripada mati." Ancam Delny sambil menggertakkan gigi putih kecilnya.
"Kamu tak merasa mengancam orang yang salah? Sekarang hidupmu ada di tanganku," kata Erwin sambil mendekatkan belati arah leher Delny, yang membuat Delny takut hingga tidak berani berbicara lagi.
Delny bahkan diam-diam membenci Erwin.
"Mundur atau kubunuh Nona kalian," teriak Erwin.
Para penjaga keamanan menjadi ragu-ragu untuk melakukan apapun dan Brandon diam-diam tampak cemas.
Namun, saat ini sebuah suara nyaring terdengar dari loteng lantai dua.
"Tak usah peduli dengan Nona, tangkap orang-orang ini."
Mendengar suara ini, Erwin tercengang, siapa sebenarnya orang dibalik suara itu? Bahkan tidak peduli dengan nyawa Nona Keluarga Gibson?
"Sepertinya tidak ada yang peduli dengan hidup atau matimu." Erwin menghela nafas, ternyata tebakannya benar, Keluarga Gibson hanya mengutuskan anggota keluarga yang tidak penting.
Delny yang diancam oleh Erwin juga merasa sedih saat mendengar suara di loteng lantai dua.
Setelah diinstruksikan oleh orang misterius di loteng lantai dua, para penjaga keamanan mulai mempersempit pengepungan ke arah Erwin dan memakai tongkat panjang, dengan jumlah orang yang sebanyak itu, memang akan sangat sulit untuk dilawan.
Untungnya, Baka, Cale, dan Calum tahan banting, mereka bertiga menahan musuh di sekitar Erwin serta mengalahkan siapapun yang berani mendekat. Tetapi, Baka dan yang lainnya lambat laun juga kewalahan hingga dan melemah.
“Orang-orangmu sudah mencapai batas, cepat berlutut dan mohon belas kasihan, mungkin aku masih bisa menyelamatkan hidupmu.” Delny membujuk lagi karena tidak ingin dipaksa mati oleh orang-orangnya sendiri.
__ADS_1
"Pertunjukan bagus baru saja dimulai, lihat bagaimana aku ratakan tempat ini dengan tanah." Erwin mengangkat sudut mulut, saat selesai berbicara, gerbang besi tiba-tiba terbuka paksa dan segerombolan orang masuk dengan paksa seperti air pasang.
Melihat ini, Delny tiba-tiba melebarkan mata dengan ekspresi tidak percaya, Brandon bahkan ketakutan sampai memilih untuk bersembunyi.