Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Kalah Sekali Lagi


__ADS_3

Damon bertindak cepat, dan langsung mulai mengirim orang untuk melaksanakannya begitu menerima perintah dari Erwin.


Industri keluarga George sebagian besar terkonsentrasi di department store, supermarket dan bangunan pembelanjaan komprehensif lainnya, industri semacam kurang lebih memiliki risiko keamanan. Bahkan jika tidak, kami akan mengirim seseorang untuk mengetahui beberapa potensi bahaya keamanan, walau tidak ada sekalipun, tidak akan sulit untuk membuatnya, kemudian tinggal mengirim seseorang untuk melaporkan hal tersebut, dan menindaklanjuti dengan sedikit bantuan departemen terkait. Jadi keesokan harinya, sebagian besar supermarket dan gedung perbelanjaan keluarga George menerima berita harus ditutup untuk menjalani pemeriksaan keamanan.


Supermarket dan gedung perbelanjaan diblokir, dan pelanggan tidak bisa masuk, sehingga tidak bisa beroperasi seperti biasa.


Ellard, CEO perusahaan Mardes Group, menerima puluhan kali telepon di kantor CEO sejak pagi, semua tentang berita penutupan pusat perbelanjaan untuk pemeriksaan keamanan, dan itu membuatnya sangat marah.


"Apa-apaan ini? Kenapa 70% dari total properti Group bisa dikabari tutup hanya dalam satu malam? Cepat pergi cari tahu!"


"Tuan CEO, itu karena ada seseorang melapor bahwa pusat perbelanjaan dan supermarket kita terdapat bahaya keamanan, sehingga bisa terjadi penutupan skala besar." Kata Asisten Ellard dengan jujur.


“Ada seseorang yang sengaja menargetkan keluarga George!” Ellard mengerutkan kening, dan mulai berusaha mengingat-ingat, tentang bos besar mana yang telah dia singgung baru-baru ini, sampai-sampai 70% dari bisnis keluarganya bisa ditutup hanya dalam semalam, jelas ini tidak mungkin dilakukan oleh orang biasa.


Tapi setelah berpikir lama, Ellard tetap tidak mengerti, karena baru-baru ini dia tak menyinggung bos manapun, dia bahkan minum dan makan bersama para pemimpin departemen terkait kemarin, tidak mungkin dia menyinggung orang-orang itu, dan orang-orang itu juga tidak berkemampuan untuk melakukan sampai sejauh ini.


“Siapa yang menargetkan keluarga George kami?” Tepat ketika Ellard mengerutkan kening, telepon di kantor CEO berdering lagi, Ellard menjawabnya tanpa sadar. Setelah mendengarkan isi panggilan, dia langsung mengerti apa yang terjadi, jadi tiba-tiba menepuk meja, dan berteriak keras,


"Bawa William ke sini sekarang juga."


“Baik Tuan CEO, akan segera saya bawa ke sini.” Asisten itu belum pernah melihat CEO begitu marah hingga memucat sebelumnya.


Satu jam kemudian, William dibangunkan dari tidurnya, suasana hatinya sedang buruk tadi malam, jadi dia minum banyak alkohol, dan tertidur sampai sekarang, sehingga tidak tahu apa yang terjadi pada keluarga George.


Dia dengan enggan datang ke kantor CEO, walaupun CEO adalah ayahnya, Ellard adalah orang yang sangat ketat, sampai-sampai beberapa putranya lebih takut padanya.


"Ayah, kenapa manggil aku ke sini? Ada apa?"


“Kau mau buat keluarga George kita bangkrut ya?!” kata Ellard sambil mendekat, sebuah tamparan tiba-tiba mengenai wajah William, yang membuat wajahnya langsung membengkak, dapat dilihat betapa kuatnya tamparan tersebut.

__ADS_1


“Ayah, kenapa pukul aku?” William bingung, tetapi tamparan ini membangunkannya dari sisa mabuk semalam.


“Masih bertanya kenapa? Keluarga George kita akan bangkrut karenamu!” Ellard teriak dengan marah, tetapi William masih tidak mengerti.


Sampai asisten di sebelah memberitahunya dengan suara rendah.


"Tuan William, pagi ini ada seseorang yang melapor bahwa ada bahaya keamanan tersembunyi di department store, supermarket, dan gedung perbelanjaan kita, jadi 70% dari total toko diblokir serta ditutup untuk pemeriksaan."


"Mana mungkin?” William juga terkejut setelah mendengar ini, jelas bahwa seseorang sedang mengacaukan keluarga George, dan pengaruh dalang dari semua ini sangat besar sampai bisa membuat departemen terkait bekerja sama untuk membuat pusat perbelanjaan mereka tutup.


"Siapa yang melakukannya? Sudah diselidiki?" William tidak bisa menahan diri dan bertanya secara refleks.


“Justru aku yang mau tanya, siapa yang sudah kau singgung?!” Ellard teriak dengan marah.


"Memangnya siapa yang kusinggung? Mana mungkin aku singgung orang yang berpengaruh besar seperti itu?" Ketika William berbicara, dia tiba-tiba teringat seseorang, yaitu pria yang dinafkahi wanita itu.


Jangan-jangan Erwin? Seharusnya tidak mungkin, dia itu hanya anak miskin yang bergantung pada wanita, dan tidak mungkin memiliki pengaruh sebesar itu.


"Tuan itu sudah menelepon kemari, kau harus berlutut dan memohon pengampunan pada seorang pria bernama Erwin, selesaikan masalah ini sebelum matahari terbenam, kalau tidak, jangan pernah menginjakkan kakimu di rumah keluarga George lagi, kami anggap tidak pernah ada keturunan sepertimu," kata Ellard dengan tegas, karena yang tersinggung itu orang berpengaruh besar, maka dia terpaksa harus tegas.


"Apa? Berlutut dan memohon pengampunan??” William kaget, apa yang dikatakan Erwin tadi malam benar-benar menjadi kenyataan, yang lebih mengejutkannya adalah mengenai identitas seperti apa yang dimiliki Erwin? Sampai bisa menutup 70% bisnis keluarganya.


“Kuingatkan sekali lagi! Dapatkan pengampunannya sebelum matahari terbenam.” Ellard menekankan sekali lagi.


Tubuh William tiba-tiba melunak, matanya penuh keputusasaan, tanpa adanya perlindungan keluarga George, William itu bukanlah siapa-siapa. Jadi saat ini, satu-satunya jalannya hanya pergi berlutut dan meminta maaf pada Erwin.


Pada saat yang sama, Erwin sedang memeriksa lokasi pembangunan hotel baru, sebenarnya tidak ada yang perlu diperiksa, karena Mandor yang baru cukup profesional, jadi masalah di sana tidak perlu terlalu dikhawatirkan.


Dia tiba-tiba menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal, melihat ini, Erwin tersenyum kecil dan segera angkat telepon

__ADS_1


"Erwin, di mana kamu? Aku mau bertemu denganmu."


“Hotel di sebelah lokasi konstruksi dan kamar pribadi VIP yang sama seperti semalam, kutunggu kau di sana!” Erwin tersenyum, akhirnya aku datang juga untuk memohon padaku, tapi akan kubuat kau membayar harganya, dan membiarkanmu sadar diri kalau aku adalah yang tidak sanggup kau singgung, pikirnya.


Setelah menutup telepon, Erwin membawa beberapa kontrak yang sudah disiapkan dan berjalan ke hotel kemarin.


Saat hampir tengah hari, William yang kehabisan akal, akhirnya datang ke kamar pribadi VIP, saat ini Erwin sedang makan siang dengan antusias.


“William, udah datang ya.” Erwin melirik William yang putus asa dan berkata dengan ringan.


"Erwin, aku sudah mengaku salah, tolong lepaskan keluarga George kami, aku tak akan membalas dendam pada Hotel Aleda lagi kedepannya." William datang dan memohon.


“Kemarin aku sudah bilang berlutut dan memohon padaku, tapi kau lagi berdiri sekarang, itu tidak tulus sama sekali lho.” Erwin berkata sambil tersenyum tipis.


William ragu-ragu, dibandingkan dengan keluarganya, harga dirinya bukanlah apa-apa lagi sekarang.


Tiba-tiba, dia berlutut, dia tidak punya pilihan lain, karena Erwin di depannya ini adalah seseorang yang tidak boleh dia singgung.


"Tuan Erwin, aku salah, tolong ampuni keluarga George kami."


Erwin tersenyum dingin, mana mungkin dia melepaskan William semudah itu? Jadi dia mengeluarkan tiga kontrak perjanjian dan menyerahkannya pada William.


"Ini adalah kontrak pemindahan untuk tiga saham propertimu, selama kau tandatangani, masalah ini akan selesai, dan bisnis keluarga George akan kembali beroperasi seperti biasa."


"Oke, akan kutandatangani." William tidak punya pilihan selain menandatangani, kalau tidak dia mungkin akan kehilangan lebih banyak lagi.


William mengambil tiga kontrak dan pena, kemudian menandatangani di atasnya kontraknya, kali ini bukan ditipu dengan kertas kosong, melainkan bersedia menyerahkan.


Setelah menandatangani, William tiba-tiba ambruk ke lantai, matanya tidak bernyawa, kali ini dia kehilangan sebagian besar asetnya, yang benar-benar membuatnya putus asa.

__ADS_1


“Baik, aku yang traktir makan siang ini, nikmati waktu luangmu.” Setelah Erwin mengambil tiga kontrak perjanjian tersebut, sudut mulutnya sedikit terangkat, akhirnya masalah tentang William ini sudah beres.


__ADS_2