Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Mangsa yang Datang dengan Sendirinya


__ADS_3

  Leticia ternyata memintanya untuk pergi ke hotel dan mengatakan bahwa dia sangat merindukannya. Setelah saham Adam ditipu, Adam menjadi sangat pemarah dan sering memukulinya, jadi dia sangat menyesal sekarang dan ingin berbicara dengan Erwin.


    “Tidak, aku sibuk!” Erwin langsung menolak.


    Perasaannya terhadap wanita mata duitan ini sudah mati total, dan tidak ada rencana lainnya.


    "Kalau kau tak datang, aku akan memotong urat nadi pergelangan tanganku dan bunuh diri…" Leticia mengancam dengan keras di telepon.


    “Oke, potong saja, sekalian potong kepalamu itu.” Erwin langsung menutup telepon, Erwin sangat mengerti bahwa Leticia ini adalah orang yang sangat takut mati, jadi tidak mungkin bunuh diri.


    Tapi Erwin tiba-tiba menerima foto wanita itu yang memotong urat nadi pergelangan tangannya di ponselnya, serta darah merah yang mengalir keluar. Jika diperhatikan dengan teliti, itu benar-benar tampak seperti memotong urat nadi pergelangan tangan.


    Erwin mengerutkan kening saat melihat ini.


    "Sepertinya dia akan memakai segala cara untuk membuatku pergi..." Erwin bergumam, Jika dia tidak melihat adegan yang ada di Rumah Sakit Advent pagi tadi, dia mungkin akan percaya dengan kata-kata Leticia, tapi sekarang, dia sangat waspada.


    Erwin merasa bahwa Leticia ini tidak mungkin memintanya untuk pergi ke hotel hanya sesederhana berbicara saja, karena dia sangat mengerti wanita mata duitan ini, Leticia ini adalah wanita yang tidak suka dengan pria miskin, jadi pasti punya tujuan lain, tapi karena mereka ingin mencari masalah dengan dirinya, maka Erwin hanya bisa mengikuti permainan mereka, dan memberi mereka sedikit pelajaran untuk mengingatkan mereka bahwa dirinya ini bukan orang yang boleh sembarang diprovokasi.


    “Karena kau begitu ingin, aku akan ke sana!” Erwin tersenyum sedikit, kemudian mengirim pesan itu pada Leticia.


    Namun, sebelum pergi, Erwin harus sepenuhnya mempersiapkan segalanya dengan matang, karena dia tidak akan berperang dalam pertempuran yang tidak aman, apalagi hotel tempat Leticia ajak itu berada di dekat rumah sakit, jadi sudah pasti dua pria yang bersamanya pagi tadi akan ada di sana juga.


    Hal pertama yang harus diselidiki dengan jelas adalah pria muda yang mirip seperti Adam dan mengenakan kacamata berbingkai hitam itu.


    “Pria yang sangat mirip dengan Adam itu mungkin adalah kakak laki-laki Adam.” Meskipun Erwin menebak seperti ini, tapi dia masih belum yakin, dan segera menelepon Anita yang sedang di rumah.


    "Bantu aku selidiki Tuan muda Sun Group, kirim foto serta semua informasi pribadinya, jangan lupa informasi tentang perusahaan miliknya juga, dan suruh Lisa datang ke Rumah Sakit Advent, aku akan menunggunya di luar pintu.


    Setelah Erwin menyelesaikan semua ini, dia menanyakan informasi tentang hotel tempat Leticia berada.


    “Hotel Aston ini milik High Build Group, sepertinya aku tidak perlu khawatir lagi.” Erwin merasa lebih yakin, dan rasa dingin melintas di matanya, "Aku ingin lihat trik licik seperti apa yang kalian rencanakan, mau memprovokasiku itu harus sanggup menanggung Konsekuensinya."


    Menjelang malam, Lisa bergegas ke Rumah Sakit Advent, kemudian Erwin membawa Lisa langsung ke Hotel Aston di dekat rumah sakit, tapi Erwin tidak langsung ke Kamar No.308, yang telah ditentukan oleh Leticia, tetapi ke ruang keamanan terlebih dahulu.


    “Lisa, tunggu di sini, aku ke ruang keamanan sebentar.” Sebelum Erwin datang, dia sudah menelepon Damon dan menyuruhnya untuk meminta manajer Hotel Aston menunggunya di ruang keamanan.


    “Baik, Tuan muda.” Lisa tetap di lobi hotel dan menunggu Erwin kembali.


    Setelah Erwin memasuki ruang keamanan, Eric Carter yang merupakan manajer Hotel Aston adalah seorang pria paruh baya botak, dan sudah menunggu Erwin di sini, setelah melihat kedatangan Erwin, ekspresinya menjadi sedikit tegang.


    "Tuan Erwin, nama saya Eric Carter, tolong beri perintah jika Anda memerlukan sesuatu."


    “Jangan gugup, aku hanya ingin bertanya, apa ada orang yang masuk ke Kamar No.308 hari ini?" Saat berbicara, mata Erwin sudah melirik bolak-balik di monitor CCTV.

__ADS_1


    “Benar, ada tiga. Mereka datang bersamaan, dua pria dan satu wanita, tapi kedua pria itu langsung keluar, jadi hanya tersisa seorang wanita yang masih tinggal di kamar.” Manajer Eric menjawab dengan jujur.


    "Cari tahu di mana kedua pria itu berada.” Erwin sepertinya tahu apa yang sedang mereka rencanakan, tapi ini masih tebakan, dan belum pasti.


    Kata-kata Erwin membuat orang-orang di ruang keamanan menjadi sibuk seketika, dan mulai memobilisasi kamera pengawasan di seluruh hotel.


    Setelah sepuluh menit, para petugas akhirnya menemukan kedua pria itu yang sedang bersembunyi di sudut lantai tiga.


    “Ketemu, Tuan Erwin, kedua pria ini ada di sana.” Kata Eric sambil menunjuk ke arah dua pria yang ada di salah satu monitor CCTV.


    Erwin melihat lebih teliti, dan memang ada dua pria, satunya adalah Adam, dan yang satunya lagi tampaknya adalah kakak laki-laki Adam.


    “Sepertinya kali ini Adam ingin cari mati sambil membawa kakaknya.” Setelah memastikan bahwa itu adalah mereka berdua, Erwin tersenyum kecil.


    Sebelum ini, Anita sudah mengirim informasi dan foto tuan muda Sun Group, serta properti yang dimilikinya. Dibandingkan dengan Adam, Tuan muda Albert ini memiliki lebih banyak properti daripada adiknya.


    "Oke, beri aku sebuah walkie-talkie. Pertama, halang dua pria yang kusebut tadi, lalu biarkan pergi setelah aku masuk ke kamar No.308, dan saat kedua pria itu masuk ke kamar yang kumasuki, suruh semua penjaga keamanan untuk menunggu di luar kamar No. 308 ini." Erwin tidak ingin mereka melihat dia membawa Lisa, karena itu akan membuat mereka menjadi waspada.


    “Baik, Tuan Erwin.” Manajer Eric memberi Erwin sebuah walkie-talkie, kemudian mulai mengatur seseorang untuk menghalangi Adam dan kakak laki-lakinya.


    Setelah semuanya sudah selesai diatur, Erwin berjalan keluar dari ruang keamanan, dan membawa Lisa langsung ke lantai 3 dengan lift. Pada saat yang sama, Adam dan kakak laki-lakinya yang sedang diam-diam mengamati di sudut lantai tiga, sudah dihampiri oleh beberapa penjaga keamanan, jadi perhatian mereka teralihkan dan tidak menyadari Erwin yang lewat dari sana.


    Setelah tiba di Kamar No.308, Erwin mengetuk pintu dan berkata dengan suara rendah.


    Ada gerakan di dalam ruangan, dan Leticia dengan cepat membuka pintu.


    “Erwin, akhirnya kau datang juga, aku sangat merindukanmu.” Kata Leticia dengan sedikit marah, dia sekarang hanya mengenakan piyama merah seksi, yang sangat menggoda, melihat dia memakai ini, Erwin semakin yakin dengan tebakannya.


    Erwin melirik pergelangan tangan Leticia lagi yang bahkan tidak ada bekas serta noda darah sama sekali. Jadi wanita ini benar-benar ingin mengelabuinya dengan trik licik agar dirinya datang kemari, kalau begitu dirinya juga tidak akan segan-segan lagi.


    “Pergelangan tanganmu sepertinya baik-baik saja!” Erwin berkata sambil mendorong pintu dan berjalan masuk, Lisa yang bersembunyi di samping mengikuti langkah Erwin dengan cermat, saat Leticia hendak memeluk Erwin, kemunculan Lisa yang ikut masuk membuatnya kaget.


    "E-Erwin, kenapa kamu dan sepupumu ada di sini juga."


    “Bukannya lebih ramai itu lebih seru ya?” Erwin tersenyum. Lisa yang sudah menutup pintu langsung mulai mencari di seluruh isi ruangan.


    “E-Erwin, apa yang kau cari?” Leticia bertanya dengan gugup.


    “Bisa apa lagi? Kalian ini tak seberapa kalau mau melawanku!” Kata Erwin dengan ringan.


    Mendengar ini, Leticia tidak bisa tenang lagi, seolah-olah sudah ketahuan, wajahnya langsung memucat, tetapi dia masih bersikeras,


    "Aku tak melawanmu, aku hanya ingin mengobrol denganmu."

__ADS_1


    “Begitu ya?” Erwin menemukan sebuah kamera perekam video yang tersembunyi di meja samping tempat tidur dan menghancurkannya ke tanah.


    "Suruh Adam dan Albert ke sini secepat mungkin! Langsung tatap muka saja kalau ada masalah, kenapa harus susah-susah merencanakan ini semua? Merepotkan sekali." Kata Erwin dengan dingin sambil duduk di sofa di kamar.


    “Kau, bagaimana kau bisa tahu Albert?” Leticia sedikit kaget saat ini, merasa bahwa semuanya sudah ketahuan, dan semua trik licik ini terasa sia-sia di hadapan Erwin.


    “Cepat, kesabaranku terbatas,” Desak Erwin.


    Leticia merasa bahwa dia hampir tidak mengenal Erwin yang ada di depannya ini, Erwin yang ini membuatnya merasa asing, dan perasaan yang hanya dimiliki oleh orang yang berstatus tinggi. Di bawah paksaan Erwin, pada akhirnya Leticia hanya bisa melakukannya dengan patuh.


    Setelah menyingkirkan penjaga keamanan yang menghalangi, Adam dan Albert, menerima pesan Leticia, dan ketika membaca pesan tersebut, mereka terkejut.


    "Kenapa Erwin sudah ada di kamar? Aku tidak melihatnya muncul sama sekali."


    "Mending cepat, kalau tidak Leticia benar-benar akan dalam bahaya," Teriak Adam buru-buru.


    "Tunggu sebentar lagi, kita harus merekam adegannya, agar bisa dijadikan bukti untuk mengancamnya." Albert tidak terburu-buru, lagipula, itu bukan pacarnya juga, dia hanya ingin memiliki sedikit lebih banyak bukti untuk mengancam Erwin.


    “Aku tak tahan lagi.” Adam serasa ingin membunuh kakak laki-lakinya ini, karena ini terlalu tidak adil.


    Adam langsung pergi ke sana dan Albert segera menyusul.


    Setelah tiba di depan Kamar No.308, begitu mereka membunyikan bel pintu, pintu langsung terbuka. Lisa bersembunyi di balik pintu, sementara Erwin dan Leticia berada di sisi lain, jadi mereka berdua tidak melihat siapa pun yang ada di ruangan sama sekali.


    “Sepi kali.” Albert sedikit curiga, tetapi Adam masuk lebih dulu, sehingga Albert yang tak berdaya juga ikut masuk.


    Begitu mereka berdua masuk, pintu kamar tiba-tiba tertutup, dan Lisa sudah menjaga pintu.


    Pada saat ini, Albert dan Adam baru menyadari ada seseorang yang bersembunyi di balik pintu, saat mereka melihat bahwa itu adalah Lisa, wajah Adam langsung memucat dan tubuhnya gemetar hebat.


    “Sepupu Erwin, kenapa dia ada dia sini?” Adam berkeringat dingin di dahinya ketika melihat wanita tangguh ini.


    “Apa yang kau takutkan?” Albert belum melihat kemampuan Lisa, jadi berpikir, apa yang perlu ditakutkan dari seorang wanita?


    “Kita harus pergi, kita sudah ketahuan.” Adam tidak peduli dengan Leticia lagi saat ini. Melihat Lisa muncul, dia tahu bahwa rencananya telah gagal, dia ingin melarikan diri, tapi pintu dihalangi oleh Lisa, jadi tidak bisa keluar sama sekali.


    “Karena sudah datang jauh-jauh, untuk apa buru-buru mau pergi? Lagipula kalian juga tak bisa kabur walau pintunya terbuka sekalipun!” Erwin tersenyum sedikit, lalu berjalan keluar, dan membuka pintu untuk mereka, dan Albert serta Adam menyaksikan jumlah penjaga keamanan hotel yang tengah berdiri di luar kamar sudah memblokir jalur kabur mereka.


    Adam ketakutan hingga terduduk di lantai.


    Dan Albert sepertinya mengerti mengapa mereka dihentikan oleh keamanan barusan . Memikirkan hal ini, saat melihat Erwin lagi, dia bisa merasakan kengerian dari Erwin yang disebut sebagai pecundang miskin ini, yang membuat keringatnya terus mengalir keluar, serta firasat buruk yang muncul di hatinya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2