
Gunung Tambakruyung adalah pegunungan yang berjarak puluhan kilometer dari pusat Kota Bandung. Pemandangannya relatif terpelihara dengan baik, sehingga ada banyak sumber daya alam liar di sini.
Namun, karena pegunungannya lumayan curam dan lingkungan sekitar yang mudah tersesat, sehingga hanya ada sedikit wisatawan yang datang ke sini untuk berwisata.
Alasan mengapa Erwin memilih untuk syuting musim terbaru Wilderness Life di sini adalah untuk menghubungkan petualangan misterius dengan kehidupan para bintang di alam liar.
Untuk syuting ini, Erwin membawa lusinan orang, 7 di antaranya adalah para bintang, dan sisanya adalah orang di belakang layar, termasuk sutradara, manajer drama, dokter, dan lain-lain, Ini termasuk syuting dan produksi besar.
Sebanyak delapan mobil van yang perlahan berhenti di kaki selatan Gunung Tambakruyung.
Erwin keluar dari mobil, dan Lisa ikut dengan hati-hati untuk berjaga-jaga, Erwin membawa Lisa bersamanya.
"Faira, suruh mereka mulai mengatur sesuai rencana!"
Sebelum datang ke sini, seseorang dari perusahaan mereka sudah memeriksa area di sekitar sini dan membuat rencana pemotretan yang sesuai, jadi Erwin tidak perlu turun tangan, sebagai seorang produser, pekerjaan Erwin sebenarnya cukup mudah.
"Oke, bos." Setelah Faira menjawab, dia mulai menyuruh semua orang untuk mulai bekerja.
Di sisi lain, Erwin mendatangi mobil van terakhir, dan Jocelyn perlahan turun dari mobil dengan bantuan Ametta.
“Erwin, ini lokasi yang kamu pilih buat syuting musim terbaru?” Setelah Jocelyn menginjak tanah, dia melihat sekeliling, pemandangan pegunungan hijau dan air jernih, ditambah udara segar, dia tidak bisa menahan diri dan menarik napas dalam untuk merasakan kesegaran.
“Tempat ini jauh lebih baik daripada tinggal di vila.” Jocelyn sangat menyukai tempat ini.
"Ini adalah Gunung Tambakruyung yang kaya akan sumber daya alam liar, ilmu yang kamu dapat setelah tinggal sehari di sini, itu lebih banyak dari apa yang kamu dapat dari baca buku alam liar selama setahun," kata Erwin sambil tersenyum.
“Udah, udah, cepat!” Wajah Ametta tidak sabar, karena sudah ditipu sama Erwin, sehingga melihat wajah Erwin saja sudah membuat dia tidak senang, ditambah mendengar omong kosongnya.
“Kalau gitu ikut aku, gunung ini lumayan curam, jadi hati-hati saat jalan.” Erwin mengingatkan mereka sambil memandu jalan.
Jocelyn dan Ametta mengikuti Erwin dari belakang, tapi Jocelyn tidak terbiasa dengan jalan pegunungan seperti ini, jadi dia terpeleset dan jatuh ke depan.
“Ah,” teriak Jocelyn, begitu mendengar itu, Erwin menoleh tanpa sadar, dan melihat sosok cantik yang jatuh ke arahnya.
Erwin tidak punya waktu untuk berpikir, dan langsung mengulurkan tangan dan memeluk Jocelyn, agar Jocelyn jatuh tidak jatuh ke jalan gunung, tetapi postur mereka berdua saat ini sangat ambigu.
“Hei, hei, hei apa yang kamu lakukan, mau ambil keuntungan di kesempitan? Kamu pikir Jocelyn itu boleh disentuh sembarang?” Ametta terkejut begitu bereaksi dan buru-buru maju untuk menarik tubuh Jocelyn dari pelukan Erwin.
“Dia yang jatuh sendiri tadi, aku cuman bantu.” Erwin ingin menjelaskan, tetapi dimarahi oleh Ametta lagi.
“Lebih baik kamu jangan macam-macam ya, kalau tidak, aku takkan memaafkanmu.” Dengan begitu, Ametta dengan marah menarik tubuh Jocelyn, tetapi Jocelyn menoleh dan berbisik dengan lembut pada Erwin. "Makasih ya."
__ADS_1
Erwin menghela nafas, membantu tunangannya sendiri aja harus dimarahi orang lain, ini menyulitkan sekali!
Ketika Jocelyn yang bagaikan bidadari muncul di kamp kru, seluruh kru menjadi bersemangat, meskipun mereka sudah dengar berita dari mulut Faira, tapi mereka masih tidak percaya, karena semenjak Jocelyn debut, Jocelyn hanya fokus bernyanyi dan tidak pernah berpartisipasi dalam program lain, bahkan syuting film.
Saat ini, ternyata Jocelyn beneran berpartisipasi dalam Wilderness Life mereka, yang membuat mereka sangat bersemangat, beberapa orang bahkan mendekat untuk minta foto dan tanda tangan Jocelyn.
"Sudah kubilang, bos kami berhasil tandatangan kontrak sama Jocelyn, masih tak percaya?” Kata Faira mengangkat dagunya dengan bangga.
“Iya, iya, bosmu memang hebat!” Orang-orang di departemen lain juga mulai menyanjung.
Erwin tidak bisa menahan senyum saat melihat ini.
Tak butuh waktu lama bagi Erwin dan kru untuk mendirikan kemah di sisi selatan Gunung Tambakruyung, dan mulai melakukan pekerjaan mereka sendiri.
"Tidak tau apakah orang-orang Synthetic Entertainment sudah sampai belum?"
Memikirkan hal ini, Erwin duduk di bawah pohon besar sambil mengirim pesan kepada Boy yang menyamar.
Tak lama kemudian, Erwin menerima pesan balasan dari Boy, yang mungkin bermaksud kalau orang-orang Synthetic Entertainment sedang berada di utara Gunung Tambakruyung, dan Xavier juga ikut, sementara Boy membawa tiga puluh orang, dan Bashan akan dikirim ke sini untuk melihat kondisi, begitu kondisi sudah pas nanti, mereka akan mulai bergerak.
“Tak kusangka Bashan akan jadi penjilat Xavier.” Erwin tersenyum kecil, sepertinya Bashan ini dapat dukungan besar kali ini.
Tapi begitu muncul, dia langsung ketahuan sama anggota kru dan informasi ini dilaporkan kepada Erwin.
“Bos, Bashan dari Synthetic Entertainment sudah membawa orang ke sini!” Faira datang untuk mencari Erwin dengan terengah-engah.
“Oke, lanjutkanlah kerjaanmu,” Erwin tidak menyangka Bashan akan datang secepat ini.
Tapi Erwin sudah menunggunya, jadi dia membawa Lisa berjalan ke arah tempat Bashan berada. Pada saat ini Bashan sedang menjulurkan kepala untuk melihat semua anggota kru, tapi dia langsung kaget begitu melihat adanya Jocelyn yang bagaikan bidadari dari kejauhan.
"Erwin sialan ini sampai mengundang Jocelyn ke sini? Kira-kira habis berapa banyak uang itu?! Aku harus lapor ke Tuan Muda Baxter, ini berita besar!"
Setelah Bashan mendapat informasi sepenting ini, dia tidak langsung kembali. Sebaliknya, dia justru menyapa mantan rekannya dengan akrab, dan ingin mendapat sedikit lebih banyak informasi dari mulut mereka, namun, mereka sepenuhnya mengabaikannya, bahkan ada satpam khusus yang mengusirnya keluar dari daerah kru.
Bashan tentu marah besar,
"Kenapa ini? Mau ngapain? Hari ini kalian memang mengabaikanku, tapi besok nanti akan kusuruh kenalan ku membeli TG Entertainment kalian, aku bakal balik lagi! Jangan sampai aku liat kalian sibuk menyenangkanku nanti!"
Semenjak Bashan mendekati Tuan Muda Baxter, dia menjadi semakin percaya diri, begitu dengar Tuan Muda Baxter ingin berurusan dengan Erwin, dia langsung memanfaatkan kesempatan ini, dan merasa hari di mana dia kembali ke TG Entertainment sudah semakin dekat.
Sementara dia memikirkan itu, Erwin sudah datang kehadapannya sambil diikuti oleh Lisa.
__ADS_1
"Bashan, kau dapat dukungan siapa? Sampai-sampai ngomong aja udah makin pede aja"
Kedua orang yang bermusuhan ini pun bertemu secara langsung.
“Hehe, Erwin, kusaran jangan macam-macam, kau nggak bakal sanggup menyinggung orang yang mendukungku dari belakang ini," ujar Bashan dengan bangga dan sombong saat melihat orang datang adalah Erwin.
"Memangnya siapa pendukungmu?" tanya Erwin.
“Kenapa aku harus kasih tau? Kau pikir aku bodoh ya! Hehe, liat aja nanti, kesenanganmu nggak bakal bertahan lama lagi.” Setelah Bashan meninggalkan kata-kata ini, dia kembali dengan dua orangnya.
Erwin tersenyum di sudut mulutnya saat melihat Bashan mundur.
Setelah Bashan kembali ke kamp kru di sisi utara Gunung Tambakruyung, dia segera datang ke hadapan Xavier.
"Tuan Muda Baxter, coba tebak apa yang kulihat di kru Erwin?"
"Apa yang kamu liat? Berapa banyak orang yang dia bawa?" Xavier bertanya dengan tidak sabar.
Lingkungan hutan belantara ini terlalu buruk, ada banyak nyamuk yang membuatnya tak tahan.
"Aku melihat bintang besar terkenal, Jocelyn, di kru Erwin, seperti Erwin sialan itu berhasil mengundang Jocelyn, kalau membiarkan mereka menyelesaikan syuting dengan lancar, peringkat musim terbaru Wilderness Life pasti akan melesat begitu dirilis nanti!" ujar Bahsan dengan iri sekaligus benci.
"Apa kamu bilang? Jocelyn juga ada di kru mereka?!" Xavier memasang ekspresi tidak percaya. Sejauh yang dia tahu, Jocelyn itu hanya fokus nyanyi, jadi tidak pernah menerima syuting film atau dan acara, gimana dia bisa bergabung dengan Wilderness life?
“Ya, beneran, aku ada foto tadi," kata Bashan dan memperlihatkan ponselnya ke arah Xavier, Xavier buru-buru mengambilnya dan melihat dengan teliti, kemudian jadi gembira besar.
"Tak kusangka Jocelyn bisa ada di hutan belantara ini, baguslah."
Sebuah ide berani tiba-tiba muncul di hati Xavier. Bagaimanapun, tempat ini hutan belantara, jadi bisa ambil kesempatan ibu untuk memperkosa Jocelyn dan mengambil beberapa foto lagi, walau Jocelyn mencari keluarganya untuk balas dendam sekalipun, Jocelyn juga tak bakal berani membongkar semuanya!
Hahaha, bahkan Tuhan memihak padaku!
"Oke, Bashan, kerja bagus kali ini! Begitu membereskan Erwin nanti, aku akan membeli TG Entertainment, dan kamu akan kuangkat jadi manajer umum," kata Xavier sambil tertawa lebar.
"Kalau gitu terima kasih banyak Tuan Muda Baxter.” Bashan sangat senang, keluarga Baxter ini memang berkuasa, bahkan High Build Group saja tidak mereka pandang, orang kaya dari ibukota memang hebat! Tak lama lagi dia bakal untung besar!
"Pergilah, ingat lebih hati-hati dan kirim lebih banyak orang buat awasi mereka, langsung lapor padaku kalau mereka ada pergerakan." Xavier dalam suasana hati yang sangat baik sekarang, begitu berpikir bisa mendapatkan Jocelyn nanti, seluruh darah dan semangat di dalam tubuhnya terus membara!
“Baik Tuan Muda Baxter, akan segera saya atur.” Bashan juga sangat bersemangat sekarang, karena berpikir tak lama lagi akan jadi manajer umum TG Entertainment, dia merasa hari kemakmuran akan datang.
Sedangkan Erwin justru sangat tenang sekarang, dengan adanya Boy yang menjadi agen ganda, dia tahu persis situasi yang ada di sisi Xavier, dan sekarang hanya menunggu kedatangan mereka.
__ADS_1