
Saat malam hari, Erwin membawa pengawal cantiknya dan mengendarai mobil Ferrarinya langsung ke apartemen kelas atas tempat Lina tinggal.
Apartemen Garden adalah apartemen yang relatif mewah di kota Bandung, karena dekat dengan tempat kerja, sehingga Lina memilih untuk tinggal di sini sendirian.
Ketika Erwin tiba, Lina sudah menunggu di sana. Hari ini Lina berpakaian dengan cantik, ditambah riasan tipis, yang membuatnya semakin terlihat cantik. Lina mengenakan gaun pendek seksi berwarna putih, yang memperlihatkan tulang selangka serta kaki panjangnya yang halus dan lembut, dengan rambut hitam panjang, sepasang sepatu hak tinggi berwarna merah muda, dan tas tangan berwarna merah muda di tangannya. Sosok Lina benar-benar terlihat bagaikan berlian hari ini, jika dibandingkan dengan Jocelyn, masing-masing memiliki gaya tersendiri.
Erwin tercengang, dia belum pernah melihat Lina yang begitu cantik.
“Bagaimana? apa aku cantik hari ini?” Setelah Lina duduk di kursi sebelah pengemudi, dia tersenyum sedikit, seolah sangat puas dengan ekspresi terpana Erwin.
“Cantik, tapi bukankah ini terlalu terbuka?” Erwin melihat pakaian Lina yang memperlihatkan tulang selangka, tanpa sadar menarik kain tali bahu Lina sampai tertutup.
Melihat perilaku ini, Lina tiba-tiba menutup mulutnya dan tertawa terbahak-bahak.
“Apa yang kamu tertawakan?” Erwin bertanya dengan bingung.
“Aku tiba-tiba teringat sebuah kalimat yang lumayan lucu di internet, yang mengatakan bahwa kalian para lelaki, selalu ingin wanita milik kalian sendiri untuk memakai pakaian setertutup mungkin, sedangkan untuk wanita lain seterbuka mungkin." Lina berkata sambil tersenyum, tetapi diam-diam bahagia.
__ADS_1
Tindakan Erwin menunjukkan bahwa dia masih peduli pada Lina, jika tidak, dia tidak peduli seterbuka apa yang Lina kenakan.
Mendengar itu, Erwin merasa sedikit canggung, karena apa yang dikatakan Lina itu benar.
"Ngomong-ngomong, aku ingin memperkenalkan sepupuku yang duduk di belakang. Namanya Lisa, dia baru saja datang ke kota Bandung, jadi aku berencana membawanya ke Shelter Bar untuk bermain bersama."
Setelah Erwin mengatakan itu, Lina baru menyadari bahwa ada seorang wanita cantik yang duduk di kursi belakang, tetapi ekspresi wanita itu sedikit dingin.
“Ternyata sepupumu, dia sangat cantik.” Lina menyapa dan mengambil inisiatif untuk memulai percakapan, tetapi reaksi Lisa sedikit datar, dia hanya mengangguk dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
“Dia biasanya memang dingin seperti ini.” Erwin menjelaskan dengan canggung, Lina baru tahu, jika tidak, dia awalnya mengira bahwa sepupu Erwin tidak menyukainya.
Shelter Bar adalah bar terkenal di kota Bandung, biasanya dikunjungi oleh generasi kedua yang kaya, sehingga menarik banyak perhatian beberapa gangster untuk dating, dan oleh karena itu, perkelahian sering terjadi di bar ini. Tanpa Lisa, Erwin benar-benar khawatir jika membawa Lina, karena penampilan Lina yang bagaikan bidadari, yang akan menarik perhatian gangster. Tetapi dengan adanya Lisa, Erwin menjadi tidak terlalu khawatir lagi.
Setelah Erwin turun dari mobil, dia melihat banyak mobil mewah yang parkir di tempat parkir pinggir jalan, terdapat Mercedes-Benz serta BMW yang termasuk mobil biasa di sini, ada juga mobil mewah seperti Maserati dan Porsche, sedangkan Ferrari yang dibawa Erwin sudah termasuk di atas standar jika dibandingkan dengan yang ada di sini.
"Ini pertama kalinya aku datang ke sini, ayo masuk." Lina meraih lengan Erwin dengan penuh kasih sayang, terlihat sangat berperilaku baik.
__ADS_1
“Baiklah, ayo jalan!” Erwin juga menikmati lengannya dipeluk oleh Lina. Mereka berdua berjalan di depan, sementara Lisa mengikuti sambil melindungi di belakang.
Ini masih awal, jadi tidak banyak orang di bar, beberapa orang duduk bersama sambil mengobrol dan minum, serta ada juga beberapa wanita cantik yang duduk sendirian sambil minum. Tentu saja sudah ada orang yang menari di lantai dansa.
“Erwin, ayo pergi kita ke ruang pribadi, di sini terlalu berisik.” Lina sepertinya tidak terbiasa dengan musik keras di bar, jadi dia ingin pergi ke ruang pribadi yang sudah disewa Leticia.
"Ya." Erwin juga mengangguk, dan berjalan cepat.
Mereka bertiga tiba di ruang pribadi nomor 1024. Erwin meminta Lisa untuk tetap di luar, sementara dia memimpin Lina membuka pintu dan berjalan masuk.
Sudah ada beberapa orang di dalam kamar pribadi. Adam dan Leticia duduk di tengah, ada beberapa teman sekelas yang dikenal Erwin, dan beberapa yang tidak Erwin kenal yang mungkin adalah sahabat atau teman baik Leticia .
Penampilan Erwin dan Lina segera menarik perhatian semua orang yang ada di dalam kamar pribadi, terutama para pria, yang langsung fokus pada kecantikan Lina, bahkan Adam sekalipun.
Ini adalah pertama kalinya dia melihat Lina secara langsung, Lina benar-benar sangat cantik, Leticia tidak bisa dibandingkan dengannya sama sekali, dan Adam diam-diam menelan ludah sambal membulatkan tekad untuk mendapatkan Lina.
"Erwin, Lina, kenapa kalian datang bersama?..." Leticia sedikit terkejut karena mereka berdua datang bersama. Pada saat yang sama, dia melihat Lina benar-benar memegang lengan Erwin dengan penuh kasih sayang, dan mereka berdua terlihat sangat dekat.
__ADS_1
“Aku pacar Erwin sekarang, tapi aku masih harus berterima kasih padamu Leticia, kalau tidak aku tidak akan punya kesempatan untuk bersama Erwin.” Lina berkata dan menyandarkan kepalanya di bahu Erwin, sambil mengedipkan mata pada Leticia.
Kata-kata Lina membuat ekspresi Leticia berubah, sementara Erwin hanya tersenyum pahit, karena tidak menyangka Lina akan dengan sengaja membuat Leticia kesal, dan sepertinya dia benar-benar sudah meremehkan Lina.