
Di pagi yang cerah, Lina bangun dari kantong tidurnya, begitu membuka matanya, dia menemukan bahwa tenda telah dipotong terbuka dengan pisau.
“Siapa yang begitu jahat sampai memotong robek tendaku.” Lina sedikit tidak senang, kemudian membangunkan Lisa yang sedang tidur di sebelahnya, dan mendengar jawaban Lisa dengan nada yang mengantuk.
“Mungkin karena angin!” Lisa lebih dingin dan tidak pandai berkata-kata, jadi dia hanya bisa menggunakan kebohongan kaku ini untuk menipu Lina, tapi Lina sepertinya percaya.
“Apa angin malam tadi begitu kuat?” Lina terkadang juga sangat imut.
Semua orang keluar dari tenda satu per satu, sebagian besar dari mereka masih menguap. Sepertinya tidur mereka tidak nyenyak tadi malam! Kalau dipikir-pikir kembali hal ini wajar juga, berkemah di alam liar pasti tidak akan terbiasa, apalagi jika ada nyamuk atau serangga lain yang mengganggu.
Namun, mereka dengan cepat menjadi bersemangat, karena seorang pria tampan memanjat dari kaki gunung untuk mencari mereka pagi-pagi begini, sambil membawakan mereka banyak makanan dan minuman dari luar negeri.
“Woah, Farzan di sini!” Banyak wanita cantik berkumpul, dan bahkan Fiona juga sedikit bersiap-siap sebelum pergi menyapanya.
Farzan ini memang tampan, dan tidak hanya tampan, kekayaannya juga diakui di Kota Bandung, dan keluarga Lewis mereka juga merupakan keluarga kaya kelas atas di Kota Bandung yang tentunya lebih hebat daripada keluarga Vincent.
Orang seperti ini otomatis akan disambut oleh para gadis
"Farzan, ternyata kamu datang juga, tak kusangka kamu akan datang sepagi ini. Kami baru saja keluar dari tenda dan kami belum sempat mandi" Fiona tersenyum penuh semangat.
"Penampilan tanpa riasan adalah kecantikan yang alami, aku membawakan kalian banyak minuman dan buah-buahan dari luar negeri, cobalah." Sambil berbicara, Farzan membagikan apa yang dia bawa kepada semua orang.
“Ngomong-ngomong, di mana gadis foto kirimanmu tadi malam?” Farzan memanfaatkan kesempatan ini untuk melihat gadis-gadis ini, tetapi tetap tidak melihat wanita cantik yang ada di dalam foto yang dikirim oleh Fiona tadi malam.
“Pfftt.” Fiona tiba-tiba tertawa. "Ternyata kamu datang ke sini pagi-pagi hanya untuk mencari Lina?! Pantesan aku heran kamu datang ke sini sepagi ini!"
Fiona adalah seorang wanita licik. Kemarin, setelah mengetahui bahwa pacar Lina adalah orang miskin, dia langsung berencana untuk memperkenalkan Lina kepada Farzan, jadi dia mengirim foto Lina untuk Farzan.
Dan juga mengirim sebuah pesan singkat, 'Mau kenalan dengannya?'
Setelah Farzan melihat foto Lina, dia langsung terkejut, karena dia telah bermain dengan banyak wanita, tapi belum pernah bertemu dengan seorang gadis yang penampilannya sebanding dengan artis kelas atas.
Dan Fiona juga otomatis ingin mendekatkan Lina pada Farzan. Dengan alasan, pertama, demi kebaikan sahabatnya, Erwin yang hanya seorang anak miskin dari pedesaan benar-benar tidak cocok dengan Lina yang kaya dan cantik. Kedua dia memanfaatkan perkenalkan ini untuk mendapat investasi dari Farzan.
“Lina sepertinya sudah bangun sekarang, jadi seharusnya ada di sana,” kata Fiona sambil menunjuk ke suatu arah.
Pada saat ini, Lina baru saja keluar dari tenda dan bersiap untuk mandi.
__ADS_1
Dengan wajahnya yang tanpa riasan, dia tetap cantik dan tak tergantikan, seperti bidadari yang turun ke bumi, yang membuat Farzan merasa semakin tertarik."
"Memang wanita cantik kelas atas, bahkan terlihat jauh lebih cantik daripada di foto, tak kusangka wanita secantik ini ada di Kota Bandung." Farzan bergumam sendiri.
“Penampilannya memang tak tertandingi, tapi sayangnya sudah ada yang punya.” Fiona berkata dengan sedikit kecewa.
“Dia punya pacar?” tanya Farzan sambil mengerutkan kening.
“Iya, tapi padanya hanya seorang anak miskin dari pedesaan, Tuan Muda Lewis seharusnya punya banyak cara yang bisa membuat anak miskin ini meninggalkan Lina.” Fiona sangat percaya diri pada Farzan, karena bagaimanapun juga, perbedaan Erwin dan Farzan benar-benar jauh sekali.
“Hehe, betul juga, selama itu adalah wanita yang aku suka, tidak ada yang tidak bisa kudapatkan, tidak terkecuali dia.” Farzan sangat percaya diri.
Terlepas dari penampilan, bakat, atau latar belakang keluarga, Farzan adalah itu berada di posisi kelas atas di Kota Bandung, singkatnya merupakan orang kaya tampan yang legendaris.
"Perkenalkan aku padanya!" Senyum percaya diri melintas di mulut Farzan.
Fiona mengangguk, dan secara alami senang membawa Farzan untuk bertemu dengan Lina.
Pada saat ini, Lina sedang memegang handuk serta baskom untuk mencuci wajahnya, dan dia pun bertemu dengan Fiona dan Farzan
“Halo, namaku Farzan.” Farzan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan sama Lina dengan percaya diri, tapi dia tidak menyangka akan diabaikan Lina, apalagi berkenalan.
"Fiona, sudah kubilang aku punya pacar, jangan kenalkan orang yang sembarangan seperti ini padaku lagi kedepannya, kalau tidak, kita teman pun tak akan jadi lagi." Lina sedikit marah, karena dia sudah menolak untuk berkenalan kemarin, tapi Fiona ini justru membawa orangnya kemari, yang membuatnya merasa sedikit kesal!
Itu memalukan bagi Farzan karena tangannya yang ingin menjabat tangan Lina masih menggantung di tengah udara, tetapi dia tampaknya tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, sebaliknya, dia menghalangi jalan Lina, dan mengundangnya dengan percaya diri,
"Aku sudah memesan tempat makan siang untukmu siang nanti di Hotel Sheraton, jadi tidak tahu apa kamu tertarik ikut..."
Sebelum Farzan selesai berbicara, dia tiba-tiba ditendang minggir oleh Lisa dari belakang. Dan Lisa juga memperingatkan,
"Jangan macam-macam pada Lina, pacarnya bukanlah orang yang sanggup diprovokasi oleh pengecut sepertimu!"
Farzan ditendang hingga terjatuh ke tanah oleh Lisa, dan berguling-guling di tanah beberapa kali sebelum berdiri kembali, pakaiannya yang indah menjadi kotor dan gaya rambutnya yang tampan juga berantakan, benar-benar penampilan yang menyedihkan.
Tapi Fiona di samping tercengang, karena Lisa ini menendang dan memberikan peringatan tanpa memberi sedikitpun muka pada Farzan sama sekali, dan yang paling keterlaluan adalah Lisa memanggil Tuan Muda Lewis dengan sebutan 'pengecut'.
Bukankah itu tindakan yang terlalu meremehkan orang lain?
__ADS_1
“Tuan Muda Lewis, Tuan Muda Lewis, kamu baik-baik saja?” Fiona buru-buru pergi untuk membantu Farzan karena karena takut dia akan terluka.
“Tidak apa-apa, wanita desa dari mana ini? Beraninya menendangku.” Farzan dengan gemetar bangkit dari tanah, mengeluarkan sisir untuk merapikan rambutnya yang berantakan, Fiona juga membantunya membersihkan debu yang menempel di pakaiannya.
“Pria yang dinafkahi wanita, kau lebih baik tidak main-main denganku!” Lisa berkata dengan dingin. Tugasnya saat ini adalah melindungi keselamatan Lina, jadi tidak ada yang boleh mendekati Lina.
Lina diam-diam bertepuk tangan sambil berteriak dalam hati, Lisa benar-benar seorang pahlawan wanita baginya.
"Kau bilang aku pria yang dinafkahi wanita? Kau tak tahu siapa aku? Aku ini putra Keluarga Lewis di Kota Bandung, kau pasti akan berakhir dengan menyedihkan kalau menyinggungku." Farzan berkata dengan arogan dan sombong, dia sangat marah karena disebut dengan sebutan yang begitu direndahkan.
"Banyak omong kali orang ini." Lisa sedikit tidak sabar, dan berjalan ke arahnya secara langsung dengan tatapan dingin yang melintas.
Saat Farzan melihat Lisa berjalan ke arahnya, dia sangat ketakutan hingga buru-buru mendepankan Fiona di depannya, benar-benar pengecut sekali.
“Lisa, hentikan!” Saat suasana dengan tegang, Erwin datang dari tidak jauh, Erwin juga sudah melihat adegan tadi. Meskipun kata-kata pria ini sangat sombong, tapi dia masih tidak seberani Vincent, tentu Erwin bahkan malas untuk melayani pengecut seperti ini.
“Apa kau pacar Lina?” Farzan yang melihat Erwin datang, tiba-tiba melangkah maju dari belakang Fiona.
“Ada apa?” Erwin bertanya dengan datar.
"Aku berinvestasi di klub rekreasi kelas atas bernama Skyrim No.1, apa kau tertarik untuk datang berkunjung?" Farzan ingin menunjukkan keuangan dan kemampuannya di depan Erwin, dan pada saat yang sama ingin membiarkan Lina sadar bahwa hanya pria sehebat dirinya ini yang cocok dengannya.
Erwin sedikit mengerutkan kening, Skyrim No.1 ini adalah klub rekreasi kelas atas di bagian selatan kota. Dia ingat klub itu sepertinya juga milik High Build, tampaknya pria ini berinvestasi dan punya saham di sana.
“Boleh, aku pasti akan pergi berkunjung ke sana.” Erwin tidak ragu dan mengangguk setuju, berpikir untuk merebut sahamnya, agar dia tidak bisa sombong seperti ini lagi!
__ADS_1