
Setelah menyetujui undangan Lina, Erwin meninggalkan acara reuni terlebih dahulu, tetapi sebelum pergi, Erwin membayar biaya pesta ini, karena tentu saja Erwin akan menepati kata-katanya, lagipula sejumlah kecil uang ini tidaklah seberapa baginya.
Setelah mengantar Daniel kembali ke Rumah Sakit Advent Bandung, Erwin langsung ke tempat lama tersebut, yaitu taman Vanda, yang juga merupakan tempat di mana Lina sering bertemu dengan Erwin saat masih kuliah.
Yang juga merupakan tempat lama yang dikatakan Lina tadi, dan tempat lama ini hanya mereka berdua yang tahu.
Hampir setengah jam kemudian, Erwin pergi ke Taman Vanda, sekarang sudah malam hari, sehingga hanya ada sedikit orang yang ada di taman.
Setelah Erwin memarkir mobilnya di pinggir jalan, dia berjalan-jalan di halaman.
“Masih sama seperti dulu!” Erwin merasa nostalgia, dalam empat tahun terakhir, penampilan tempat ini tidak banyak berubah. Bahkan pohon dan bunga tidak jauh berbeda, seolah pepohonan serta bunga di sini tidak tumbuh dalam empat tahun terakhir.
__ADS_1
“Paviliun juga masih ada!” Erwin melihat paviliun tempat Lina sering ditemui dari kejauhan, Erwin tersenyum di dan berjalan mendekat, bersandar pada pagar kayu paviliun, dan menikmati pemandangan sekitarnya.
Tapi tidak lama setelah itu, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya.
Erwin menyalakan ponsel dan memeriksanya, dan ternyata adalah pesan dari Leticia, yang mengatakan bahwa besok merupakan hari ulang tahunnya, jadi mengundang Erwin ke Shelter Bar besok malam untuk merayakan bersama.
Erwin berpikir sejenak, sepertinya besok memang adalah hari ulang tahun Leticia, meskipun merupakan mantan pacarnya, tapi tidak mungkin juga sampai tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, namun Adam pasti akan berurusan dengannya lagi.
"Oke, aku akan ke sana besok malam." Erwin menjawab dengan senyum, jika Adam berani berurusan dengannya lagi, maka dia juga akan bertindak, karena dia tidak takut ada tuan muda kedua itu sama sekali.
"Adam, pria miskin itu sudah membalas pesan dan setuju akan datang untuk menghadiri pesta ulang tahunku besok malam."
__ADS_1
"Baiklah, kali ini kita adalah penyelenggara, jadi besok malam kita harus membuatnya sadar. Hanya sekadar menang lotre dan punya sedikit uang saja sudah berani sok-sok kaya di depanku," kata Adam dengan tatapan matanya yang dingin.
Dalam pandangan Adam, Erwin ini tetap hanyalah seorang bocah miskin, Ferrari dan Rolls-Royce pasti tipuan dari Erwin yang bekerja sama dengan karyawan toko mobil mewah, jadi dia ingin membongkar kebohongan tersebut dan mempermalukan Erwin secara habis-habisan.
“Ngomong-ngomong, Leticia, jangan lupa undang lebih banyak sahabat serta teman-temanmu untuk datang besok malam, biarkan lebih banyak penonton yang menyaksikan kemalangannya," kata Adam sambil tersenyum dingin.
“Yah, aku akan segera mengundang mereka.” Leticia juga mendengar tentang Erwin yang menang lotre, jadi dia menjadi cukup yakin bahwa Erwin hanya sedang berpura-pura kaya di depan mereka.
“Ajak Lina juga, kudengar Erwin sepertinya menyukainya. Besok malam aku akan mempermalukan Erwin di depan gadis yang dia sukai, aku ingin melihat Erwin yang dihina dan ditolak oleh gadis yang disukainya, membayangkan itu saja sudah membuatku puas."
Adam tersenyum dingin, alasan dia menyuruh Leticia mengajak Lina, itu karena dia memiliki tujuan untuk mendekati Lina.
__ADS_1
Sejak awal dia memang ingin mendekati Lina di acara reuni kali ini, tapi dia tidak menyangka dirinya akan diusir dan dipermalukan oleh Erwin seperti itu. Kebetulan besok adalah hari ulang tahun Leticia, jadi dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk mempermalukan Erwin.
Pada saat yang sama, dia juga ingin mendekati Lina, meskipun dia belum pernah melihat Lina secara langsung, tapi dia pernah melihat foto-foto Lina, kecantikan Lina memang berlipat ganda lebih cantik daripada Leticia. Jika besok malam dia dapat mempermalukan Erwin sekaligus mendekati Lina, bukankah ini yang namanya membunuh dua burung dengan satu batu? Cukup memikirkannya saja sudah membuatnya senang.