Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Reaksi tentang Pembatalan Pernikahan


__ADS_3

Menghadapi balas dendam dari keluarga Ricardo, High Build Group mengambil kesempatan untuk mengakuisisi sejumlah besar saham dari pemegang saham Ricardo Group yang totalnya sekitar 30%, ditambah 25% dari saham yang ditransfer Mina, yang berarti High Build Group sekarang memegang 55% saham Ricardo Group, dan merupakan pemegang saham terbesar.


Ditambah dengan kepergian Mina, Ricardo Group dengan cepat jatuh dari posisi salah satu dari perusahaan empat keluarga besar di Kota Bandung menjadi perusahaan cabang High Build Group.


Sedangkan untuk Torani Stream, Erwin membuatnya menjadi sebuah perusahaan independen yang utuh sesuai dengan perjanjian, TG Entertainment juga menginvestasikan 200 miliar sebagai dana muka, dan pemegang 70% saham, kemudian akan menambah 1 triliun dan 800 miliar lagi nantinya, ini bisa dikatakan sebagai ekspansi bisnis TG Entertainment.


Agus dan putranya juga menjadi lebih tahu diri kali ini, sekarang mereka harus melewati High Build Group dulu kalau ingin melakukan sesuatu, jika tidak, posisi CEO Agus mungkin tidak bisa dijamin, jadi ini bisa dianggap sebagai sedikit pelajaran untuk mereka!


“Akhirnya kelar juga.” Erwin duduk di sofa vila Jocelyn sambil melihat-lihat berita lokal di ponselnya, dan terlihatlah berita tentang kejadian akuisisi High Build Group terhadap 55% saham Ricardo Group.


Kejadian ini juga membuat orang-orang Kota Bandung merasakan kehebatan High Build Group, hanya dalam beberapa hari, Ricardo Group yang merupakan perusahaan milik salah satu dari empat keluarga besar di Kota Bandung, telah menjadi cabang perusahaan High Build Group, benar-benar memalukan sekali.


Sehingga untuk sementara di Kota Bandung tidak ada yang berani menyinggung High Build Group.


"Erwin, beberapa hari lagi aku akan pergi, ini tiket konserku di Kota Surabaya tiga bulan nanti, datanglah kalau punya waktu." Jocelyn memakai gaun tidur putih sependek lutut, yang memperlihatkan dua kaki putih mulusnya yang indah.


Dia hanya datang ke hadapan Erwin dan memberikan tiket konser itu.


"Udah mau pergi?” Erwin sedikit terkejut, lalu meletakkan ponselnya dan menoleh, lalu kebetulan melihat wajah cantik Jocelyn yang membuatnya tertegun sejenak, tetapi dia langsung sadar kembali, kalau ternyata sudah hampir sebulan tinggal bersamanya.


Tapi masalah tentang pembatalan pernikahan masih belum dia beritahukan, kalau sekarang masih tidak buka mulut, mungkin akan tidak punya kesempatan lain lagi!


Erwin berpikir sebentar, dan hanya bisa menggunakan perumpamaan untuk mendengar pendapat Jocelyn tentang pembatalan pernikahan dulu, jadi dia segera bertanya pada Jocelyn dengan ragu-ragu,


"Jo, aku punya teman yang mau membatalkan pernikahan dengan tunangannya, apa menurutmu tunangannya bakal setuju?"


Setelah jeda, Erwin melanjutkan, "Mereka berdua itu dijodohkan sama orangtua dari kedua belah pihak, dan sudah ditunangkan sejak lahir, tapi mereka belum pernah bertemu sama sekali, dan tak punya perasaan terhadap satu sama lain."


“Temanmu mau batalkan pernikahan?" Jocelyn memiringkan kepalanya untuk berpikir sejenak dan berkata, “Kayaknya nggak baik deh! Karena udah ditunangkan orang tua sejak lahir, seharusnya menepati janji.”


"Tapi temanku udah punya pacar yang dicintainya, dan hubungan mereka juga sangat baik," kata Erwin dengan cemas.


"Kalau gitu perbuatannya salah total! Kalau udah tau ada tunangan, kenapa menjalani hubungan asmara sama gadis lain? Bukannya laki itu brengsek banget? Kalau aku tahu siapa, aku pasti akan kasih laki brengsek seperti itu pelajaran." Jocelyn tampak sangat membenci perilaku seperti itu, dan tiket konser di tangannya juga diremas kuat olehnya.


Hati Erwin terasa dingin, dia tidak menyangka Jocelyn akan begitu menentang pembatalan pernikahan. Untungnya, dia tidak langsung bilang dengan jujur, kalau tidak masalah pasti akan membesar.


“Aku cuma tanya iseng aja, jangan anggap serius, aku bakal coba bujuk temanku untuk nggak batalkan pernikahannya nanti.” Erwin menelan seteguk air liur dan tersenyum canggung, berusaha menutupi masalah itu, dan menghela nafas, karena hanya bisa menunda lagi!

__ADS_1


Karena Jocelyn hanya tersisa beberapa hari lagi di Kota Bandung, Erwin awalnya ingin mengajaknya keluar untuk bersenang-senang, tapi seorang tamu tak diundang tiba-tiba mengganggu mereka.


Bel pintu di vila berbunyi, Erwin ingin membuka pintu, tetapi dihentikan oleh Jocelyn yang sedang makan sarapan.


“Biar aku aja, mungkin itu Nora.” Jocelyn meletakkan kembali telur goreng yang sedang dimakannya, kemudian buru-buru berdiri untuk membuka pintu, dapat dilihat bahwa Nora yang disebut ini sangat penting bagi Jocelyn.


Setelah pintu terbuka, Jocelyn melihat seorang gadis muda cantik yang ramping, polos dan manis di depan. Dengan kain hitam yang menutupi bahu, Poni yang menambahkan sentuhan imut, serta aksesoris pita bersimpul kupu-kupu di atas rambut.


Wajahnya yang polos dan manis memberikan kesan cinta pertama sewaktu SMA kepada orang-orang, dia mengenakan gaun one-piece berwarna merah muda, yang memperlihatkan dua kaki putih dan juga memakai dengan kaus kaki putih yang membuat imajinasi orang semakin liar.


Ini sudah termasuk wanita idaman yang manis.


“Nora, udah datang ya, ayo cepat masuk.” Jocelyn sangat senang saat melihat kedatangan Nora, dan juga membantunya membawa koper untuk masuk ke dalam vila.


“Sepupuku, lama tak bertemu, makin cantik aja.” Mulut Nora sangat manis, saat berbicara, dia sudah masuk ke dalam vila dan melihat dengan penasaran.


Namun, setelah melihat sekeliling dan menyadari keberadaan seorang pria yang bernama Erwin di dalam vila, kemudian melihat pakaian murahan Erwin dari atas ke bawah, dan jejak penghinaan melintas di matanya.


"Sepupuku, ini pengasuh laki-lakimu yang baru ya?"


"Jangan mengada-ngada, dia itu pemanduku di Kota Bandung sekaligus penggemar beratku, kalau kamu tinggal di sini kedepannya, kamu bisa tanya dia aja kalau mau cari tempat bersenang-senang, dia itu tahu semua tempat makan dan bersenang-senang yang bagus. Ngomong-ngomong, kamu menyelinap keluar kali ini berencana tinggal di sini beberapa hari ya?"


Jocelyn mau tidak mau bertanya dengan khawatir.


"Aku tak menyelinap keluar kali ini, aku udah buat perjanjian dengan pria tua di rumahku itu, aku akan dikasih waktu satu tahun untuk membiarkanku melakukan apapun yang ku mau, kalau dapat hasil yang memuaskan, aku akan bebas seperti burung yang terbaik di langit selamanya, tapi kalau aku tidak sukses, aku harus balik bekerja di perusahaan dengan patuh." Nora duduk di sofa dan merasa sedikit haus, jadi sekalian menyuruh Erwin. "Anu, siapa, cepat bawakan aku segelas air, aku haus."


Dia benar-benar menganggap dan menyuruh Erwin seperti seorang pengasuh laki-laki.


“Nggak bisa tuang sendiri? kamu kan punya tangan!” Erwin mengerutkan kening, temperamen Nona Nora ini benar-benar manja sekali, sepertinya semua pria yang ditemuinya pasti selalu memanjakannya, dan selalu memuaskan apapun permintaan wanita ini, sehingga bisa punya temperamennya yang sulit diatur dan semanja ini.


"K-kamu, kamu, dasar, siapa tadi?" Nora sedikit marah, pria ini ternyata tidak terpengaruh dengan penampilan manisnya, biasanya pria-pria di luar sana selalu menanggapinya dengan ramah.


Beraninya pria sialan di depannya ini berani memarahinya.


“Namaku Erwin, jangan bilang siapa lagi, tolong jaga mulutmu itu, percaya tidak kupukul nanti.” Erwin mengangkat tangan untuk menakut-nakutinya.


“K-kamu, kamu membullyku, Jo, cepat usir dia, aku tak mau lihat pria sialan ini.” Nora sangat marah, karena dirinya adalah seorang Nona ketiga dari keluarga Florenza, tapi malah dibully oleh seorang pria berpakaian murahan seperti itu, mana mungkin dia bisa menahan itu.

__ADS_1


"Udah, udah, jangan membuat masalah lagi.” Jocelyn buru-buru menuangkan segelas air untuk Nora, menghiburnya, kemudian mengalihkan topik pembicaraan.


"Ngomong-ngomong, apa yang mau kamu lakukan kali ini, perlu bantuanku?"


“Aku mau jadi bintang besar sepertimu, jadi begitu pulang nanti, pria tua itu tidak akan mengurusku lagi.” Nora melirik Erwin dengan marah, lalu berbalik untuk melihat Jocelyn, saat berbicara matanya juga terlihat sangat berharap.


“Kamu mau jadi bintang? Kamu bisa nyanyi atau akting??” Jocelyn merasa pusing, karena gadis ini tidak punya tujuan yang tetap dan selalu berubah-ubah.


Nora menggelengkan kepala, yang berarti tidak pandai kedua-duanya, tetapi dia segera berkata lagi,


"Aku nggak bisa nyanyi dan akting, tapi aku bisa ikut acara! Bukannya kamu ikut musim kedua Wilderness Life kali ini? Setelah beritanya rilis, topik tentangmu menduduki peringkat pertama di sosial media, aku yakin setelah acaranya disiarkan, peringkatnya pasti bakal meroket."


Berbicara tentang ini, Nora tiba-tiba bersikap kasihan dan memohon pada Jocelyn


"Jo, bantu kasih tau produser programnya biar aku bisa ikut musim terbaru Wilderness Life dong."


Mendengar ini, Jocelyn tanpa sadar membuka mulutnya dengan terkejut, sepertinya gadis ini sudah melihat berita musim terbaru Wilderness Life menjadi topik hangat, jadi sengaja datang ke sini untuk menumpang acara Wilderness Life untuk menjadi terkenal dalam sekejap.


"Kalau kamu mau ikut musim terbaru Wilderness Life, kamu salah orang, orang yang harus kamu mohon itu dia. "Jocelyn menunjuk Erwin dengan jarinya.


Pandangan Nora mengikuti arah jari Jocelyn yang tertuju pada Erwin yang memakai pakaian murah, dia membuka mulutnya dan bertanya dengan tidak percaya,


"Apa hubungan aku yang mau ikut Wilderness Life dengan pria itu? Dia itu tak punya latar belakang apapun, apa yang bisa kuharapkan darinya?"


“Kalau gitu kamu salah besar, dia itu produser Wilderness Life sekaligus manajer departemen produksi TG Entertainment, lebih teliti ya lain kali,” kata Jocelyn sambil menggelengkan kepalanya tanpa sadar.


“D-dia, dia itu produser Wilderness Life?” Nora tercengang, dia baru saja marah-marah pada pria itu, memperlakukannya seperti pengasuh, dan menyuruhnya menuangkan air, sekarang harus bagaimana!


Baru keluar rumah sehari, apa dia harus balik lagi begitu aja? Kalau begitu, bukannya dia akan ditertawakan oleh pria tua di rumah dan para kakak-kakaknya?


Nora menggertakkan gigi putih kecilnya, demi impian menjadi bintang besar, dia sudah tak peduli lagi, jadi dia datang ke hadapan Erwin untuk meminta maaf dengan lembut.


"Erwin, maaf ya tentang yang barusan, tolong jangan masuk ke hati."


Jocelyn tercengang oleh permintaan maaf Nora, gadis ini bisa minta maaf sama orang lain juga?


“Aku haus, tuangkan aku segelas air.” Sudut mulut Erwin berangkat, cuma seorang gadis tapi berani melawannya tadi? Lihat saja bagaimana dia memberinya sedikit pelajaran.

__ADS_1


__ADS_2