Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 268 Kedatangan Selebriti Internet


__ADS_3

Setelah kembali dari syuting iklan di South Dragon Bay, Erwin dan Jocelyn tinggal di Vila Gardeners. Erwin masih berlatih seperti biasanya, dan pada saat yang sama meningkatkan latihan beban.


Dia mengenakan pakaian besi seberat 100 kilogram di tubuhnya. Ini adalah pakaian beban yang dibuat khusus untuk pelatihan Erwin. Pada saat yang sama juga membuat yang 50 kilogram untuk Kaila, setelah mengenakan pakaian beban seperti itu, bergerak sedikit saja sudah sangat sulit.


"Pakaian beban ini beneran berat sekali." Erwin mulai jogging dan berlatih di area Vila Gardeners. Sementara Kaila yang mengenakan pakaian besi seberat 50 kilogram, juga berjuang untuk mengikuti langkah Erwin dari belakang, wajah cantiknya bahkan sampai memucat, berkeringat tanpa henti, dan terengah-engah.


Seorang gadis menahan beban seberat itu dan masih bisa bertahan dalam pelatihan, yang menunjukkan bahwa ada rasa obsesi dan tekad yang luar biasa di dalam hatinya.


Erwin sangat penasaran, melambat langkah kakinya untuk berlari di sebelah Kaila, dan bertanya tanpa sadar.


"Kaila, boleh ceritakan tentang pengalamanmu? Kenapa kamu bisa masuk ke kamar pribadi kami dengan kondisi terluka di Klub Emgrand waktu itu?"


Erwin sangat penasaran tentang ini, tetapi tidak pernah memiliki kesempatan untuk menanyakannya, dan sekarang adalah waktu yang tepat. Kaila hanya menatap dengan wajah dingin dan berkata ringan dengan bibir tipisnya.


"Aku juga mau tahu gimana cara kamu memaksa mundur Trevor?"


"Kamu beritahu aku dulu, lalu aku akan menjawab pertanyaanmu," kata Erwin dengan senyum tipis.


"Baiklah." Kaila mengangguk, kemudian melambatkan langkah kaki untuk menenangkan napas, begitu juga dengan Erwin.


"Semuanya bermula pada tanggal satu bulan lalu. Nama ayahku adalah Kyler Xenia, bos dari wilayah abu-abu di bagian timur Kota Santa, dengan total lima sampai enam ratus bawahan, dan memiliki hampir seratus macam aset, seperti klub hiburan, ruang catur, hotel, dan lain sebagainya, dengan total kekayaan yang mendekati puluhan triliun, tetapi dia terbunuh hari itu …."


Erwin mendengar cerita Kaila dengan tenang, dan mata Kaila sampai memerah ketika menceritakan kesedihannya.


Setelah mendengarkan seluruh proses itu, Erwin bisa dikatakan hampir memahami situasinya secara kasar, dan hanya bisa menghela nafas.


Setelah ayah Kaila terbunuh, keempat perwiranya justru mengklaim dan membagi rata semua kekayaan Kyler, tanpa memberikan aset apa pun kepada keturunan Kyler. Abang Kaila yang marah menyatukan sekelompok bawahan lama untuk merebut kembali kekayaan tersebut, tetapi malah berakhir dibacok sampai mati.


Kaila dibiarkan hidup sendirian, dan secara tidak sengaja mengetahui bahwa orang yang membunuh ayahnya adalah utusan dari Trevor, jadi dia bergabung dengan beberapa orang yang membenci Trevor untuk membunuh Trevor, tetapi salah satu dari mereka berkhianat.


Jadi pada saat itu, Kaila dan beberapa temannya yang tersisa melarikan diri dengan panik, dan kebetulan masuk ke kamar pribadi Erwin, kemudian kejadian selanjutnya persis seperti yang dilihat Erwin di kamar pribadi.

__ADS_1


"Sepertinya kita telah ditakdirkan, waktu itu kamu seharusnya tahu kalau Klub Emgrand itu sedang disewa, kami yang bisa masuk juga beruntung sekali," kata Erwin dengan emosional, seolah itu adalah kehendak Tuhan.


"Sekarang giliranmu." Kaila dengan cepat menyesuaikan suasana hatinya untuk bertanya balik.


"Apa?" tanya Erwin dengan sadar.


"Gimana cara kamu memaksa mundur Trevor waktu itu? Kita sudah sepakat saling cerita," Kaila menoleh dan berkata dengan dingin.


"Kalau aku bilang menakutinya sampai pergi? Kamu percaya?" Erwin mengangkat bibirnya, dan siap untuk diam-diam menyelidiki kekuatan di timur kota ini, untuk melihat apakah dia bisa membantu Kaila.


"Takut?" Kaila jelas tidak mempercayai kata-kata Erwin, tetapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa dengan Erwin yang tidak ingin bercerita.


Dalam beberapa hari ke depan, Erwin tetap berlatih dengan pakaian beban di area Vila Gardeners, jadi kekuatan serta staminanya telah meningkat pesat, kini pukulan Erwin bisa mencapai 350 kilogram, dan kekuatannya akan lebih besar lagi jika ditambah dengan One Inch Punch.


Setelah berlatih dengan cara seperti ini, energi Qi dalam tubuhnya juga terus mengalir melalui delapan meridiannya tanpa henti.


Sekarang kekuatan Erwin telah sebanding dengan ahli bela diri seperti Baka, dan dia percaya kekuatannya akan sebanding dengan Lisa dalam waktu dekat.


Seiring Erwin mengulangi pelatihannya setiap hari, waktu syuting musim kedua Wilderness Life Phase 2 juga sudah semakin dekat.


Pada hari ini, Nora membawa kopernya ke Villa Gardeners, dia dipanggil oleh Erwin yang sudah berjanji akan mengizinkannya ikut dalam Wilderness Life.


"Sepupuku, aku sangat merindukanmu." Nora meletakkan barang bawaannya dan melompat ke arah Jocelyn dengan wajah penuh gembira.


"Aku juga merindukanmu, Nora kita yang sekarang ini sudah jadi selebriti internet dengan jutaan penggemar, ya! Hebat sekali!" Jocelyn memeluknya dengan penuh kasih sayang.


"Mana bisa dibandingkan dengan bintang besar sepertimu, aku masih jauh di belakangmu," kata Nora dengan rendah hati.


"Untung kamu masih sadar diri." Erwin baru saja kembali dari pelatihan, dan mendengar percakapan antara Nora dan Jocelyn begitu masuk ke dalam vila.


"Erwin, bisa berhenti mengejekku seperti itu?" Nora cemberut dan berkata dengan tidak puas, tetapi dia diam-diam teringat dengan penggemar berat nomor satunya, penggemar beratnya pasti akan menyemangatinya dan benar-benar bertolak belakang dengan Erwin.

__ADS_1


'Akan kuberitahu sebuah kabar baik malam ini, agar dia juga bisa ikut bahagia untukku.' Pikir Nora dalam hati, dan ingin berbagi kabar gembira dengannya.


Semua orang sangat senang dengan kedatangan Nora, tetapi tidak cukup ruang untuk Nora lagi di vila ini.


Erwin terpaksa menempati sebuah vila di belakang lagi, dan meminta Jocelyn, Ametta, beserta Nora, yang saling kenal untuk pindah dan tinggal bersama di sana, sedangkan demi keamanan, Erwin juga akan ikut pindah ke sana.


Dengan begitu, meski dalam bahaya, Erwin dapat segera melindungi Jocelyn.


Ketiga wanita itu tidur di lantai atas, sedangkan Erwin tidur di kamar tamu di lantai bawah, ketiga wanita itu juga tidak keberatan karena butuh Erwin untuk memasak buat mereka.


"Sepupuku, nanti kamu muncul di siaran langsungku, ya! Penggemarku pasti akan heboh!" Setelah duduk, Nora langsung berkata pada Jocelyn.


"Muncul di sana? Akan kupertimbangkan." Jocelyn duduk di sofa sambil memegang semangkuk salad buah, dan pura-pura berkata dengan ragu.


"Kumohon muncul sebentar saja di siaran langsungku, boleh?” Nora meraih lengan Jocelyn dan memohon dengan manja.


Erwin terdiam beberapa saat, tetapi pemandangan kedua wanita cantik itu terjerat bersama cukup menggembirakan.


"Oke, oke, sebentar saja, 'kan?" Jocelyn setuju sambil tersenyum.


"Sepupuku memang yang terbaik, sini cium." Nora langsung mencium wajah halus Jocelyn setelah berbicara. Erwin yang menonton itu langsung terpana, tetapi dia juga menantikan adegan di mana kedua wanita cantik itu muncul di waktu yang sama malam nanti.


Pada pukul sembilan malam, di ruang siaran langsung Nora, kemunculan Jocelyn langsung menghebohkan penggemar Nora.


Erwin sedang berbaring di tempat tidur dan menyawer 2 milliar rupiah untuk Nora.


Nora sangat senang begitu melihat penggemar nomor satunya muncul kembali, jadi segera mengirim pesan pribadi padanya, dan membagikan kabar baik tentang dia yang akan berpartisipasi dalam musim kedua Wilderness Life Phase 2.


"Semangat! Aku optimis tentang kamu, soalnya kamu yang terbaik!" Erwin menyemangati melalui pesan pribadi.


Tak lama kemudian, wajah cantik Nora terlihat seperti bunga yang mekar, dan diam-diam merendahkan Erwin yang selalu mengejeknya sepanjang waktu.

__ADS_1


“Kenapa perbedaan antara orang-orang bisa sebesar itu, ya?” Nora tidak bisa menahan helaan nafas dengan emosional.


__ADS_2