Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Aku Punya Kartu Emas Berlian


__ADS_3

Keluarga Lewis itu salah satu dari lima pemimpin aliansi bisnis selatan kota. Jadi dalam aliansi bisnis, mereka masih punya hak bersuara dan banyak hak istimewa lainnya.


Menghadapi provokasi dari Farzan, Ayah Lina, yaitu Lucas adalah yang pertama membuka mulut, karena begitu dia melihat situasi ini, dia langsung mengerti bahwa saat seperti ini adalah kesempatannya untuk berpihak pada Erwin.


"Farzan, Jade Private Club ini seharusnya tak punya aturan yang mewajibkan pengunjung untuk memakai pakaian formal, kenapa kau begitu peduli dengan pakaian yang orang lain pakai?"


Lina juga tidak sanggup terus menonton saja, jadi dia melangkah maju untuk membantu Erwin.


"Kalau tak ada aturan seperti itu, ngapain kau ngatur-ngatur orang mau pakai? Menjengkelkan kali."


Begitu selesai berbicara, Lina mau membawa Erwin pergi, tetapi Farzan tersenyum dingin di sudut mulut, dan berkata,


"Memang benar kalau tak ada aturan seperti itu saat memasuki Jade Private Club, tapi tidak dengan pertemuan Aliansi Bisnis selatan kota."


Lucas dan yang lainnya saling memandang, terutama Lina yang terdiam, mereka bukan anggota aliansi bisnis, jadi tak begitu jelas tentang aturannya.


Namun, pada saat ini, Fiona dan kedua orang tuanya berjalan kemari, setelah Harry mendengar ini, dia mengerutkan kening dan buru-buru berkata,


"Kok aku tak ingat kalau Aliansi Bisnis selatan kota punya aturan seperti itu ya? Atau hanya kamu yang mengada-ngada, Farzan?"


Farzan terkejut dengan sikap Harry yang begitu berani untuk membantu Erwin, pada saat yang sama, dia malu sekaligus marah karena Harry sudah mengungkapkan kebohongannya.


"Kau yang hanya seorang pria bangkrut, tak punya hak bersuara di sini, Ayahku dan empat pemimpin lainnya sudah putuskan untuk cabut hakmu di aliansi bisnis."


"Maaf mengecewakanmu, perusahaan kami baru saja dapat investasi 1 triliun dari High Build Group, jadi kami sehat walafiat sekarang, kalau mau mengeluarkanku dari aliansi bisnis sekalipun, tetap harus dari pemungutan suara semua anggota, keputusan akhir tidak berada di tangan keluarga Lewis kalian." Harry tidak mudah dibodohi.


Beberapa anggota aliansi bisnis di sekitar yang mendengar ini memandang Harry dengan iri.


Dapat investasi dari High Build Group tidak hanya sebagai pelengkap rantai dana, tetapi yang lebih penting adalah High Build Group juga akan mengirimkan personel khusus untuk membantu meningkatkan transformasi dan peningkatan perusahaan yang mereka akuisisi atau kerja sama.


Untuk sementara, anggota lingkaran bisnis di sekitarnya mulai berbisik, karena iri dengan apa yang didapatkan Harry

__ADS_1


"Ck ck ck, Harry beruntung sekali!"


"Kok Tuan Damon bisa tertarik dengan pada proyek Harry yang tak menjanjikan itu ya?! Ini tak masuk akal!"


"Dengan adanya investasi dan bantuan dari Tuan Damon, Harry sepertinya akan bangkit di selatan kota!"


......


Farzan tak bisa menahan emosi saat mendengar ini, tapi dia tak punya alasan lain untuk melawan, saat ini Ayahnya, Hartono Lewis, tina-tiba menepuk pundaknya dan berjalan keluar.


"Harry, sejak kapan anggota kecil sepertimu berhak bersuara di sini? Hari ini, aku akan larang pemuda berpakaian santai ini untuk berpartisipasi dalam aliansi bisnis kami di selatan kota, penampilannya ini akan mempermalukan citra aliansi bisnis kami."


Ekspresi kemarahan Hartono memancarkan aura yang tak bisa dibantah.


“Hartono, kamu itu jelas punya dendam.” Harry tahu bahwa perselisihan antara Erwin dan Farzan, alasan mengapa Farzan tak mau Erwin masuk pasti karena mau mempermalukan Erwin, dan tentu bukan masalah pakaian sama sekali.


"Memangnya kenapa kalau punya dendam? Keluarga Lewis kami ini salah satu dari lima pemimpin aliansi bisnis, jadi punya hak untuk melarang anggota non-aliansi untuk berpartisipasi dalam pertemuan aliansi bisnis." Hartono secara langsung terang-terangan mengungkapkan tujuan sebenarnya, momentum agresifnya benar-benar tak memberi muka pada Harry sama sekali.


Orang-orang di lingkaran bisnis lain juga tidak berdaya, lima pemimpin memang punya hak seperti ini. Non-anggota aliansi dilarang mereka untuk berpartisipasi dalam pertemuan aliansi.


“Yaudah kalau gak boleh masuk, Erwin, yuk kita pergi!” Wajah cantik Lina menjadi pucat karena marah, dia langsung meraih tangan Erwin dan mau pergi, tapi Erwin sendiri menghentikannya.


“Tak perlu terburu-buru.” Erwin tersenyum tipis di sudut mulutnya, lalu mengeluarkan sebuah kartu emas berlian emas sambil berkata dengan tenang.


"Maaf, tapi aku punya kartu emas berlian dari Aliansi Bisnis selatan kota kalian, jadi aku seharusnya dapat pelayanan layaknya anggota inti, apa aku boleh masuk sekarang?"


Begitu kartu emas ini dikeluarkan, semua orang di tempat kejadian terkejut, karena kartu emas berlian ini hanya dimiliki oleh para pemimpin dari aliansi bisnis, dan kenapa orang ini bisa punya.


Lucas, Harry bahkan Mary dan yang lainnya juga dikejutkan oleh Erwin.


Tempat kejadian jadi hening seketika, Hartono yang awalnya yakin bisa menang telak, sekarang justru dibuat malu oleh pemuda biasa, sehingga ekspresinya berubah total.

__ADS_1


Farzan si pria dinafkahi wanita bahkan lebih tak puas, dan langsung berteriak,


"Erwin, dari mana kau dapat kartu itu? Aku curiga itu pasti palsu."


Begitu pernyataan ini keluar, beberapa orang di tempat kejadian mulai menyuarakan keraguan, lagipula, kartu emas berlian ini berpengaruh besar di sini.


“Sini, silakan diperiksa asli atau gak!” Erwin berkata dengan ringan.


Kartu emas berlian ini hadiah dari Kelvin yang merupakan salah satu dari lima pemimpin Aliansi Bisnis selataj kota, jadi, tentu kartu emas berlian yang dia kasih ini takkan mungkin palsu, tapi Erwin tak nyangka kartu ini bisa berguna di situasi seperti ini!


"Akan kuperiksa, kau akan diusir kalau kartu itu palsu.” Farzan berjalan mendekat dengan marah dan mengambil kartu emas berlian dari tangan Erwin.


Namun, setelah periksa sana sini, kartu tersebut memang sama persis dengan kartu emas berlian asli, yang membuatnya sedikit terkejut.


“Jangan-jangan anak ini beneran punya kartu emas berlian? Tidak, aku pastikan dulu sama Ayah.” Ketika Farzan memikirkan ini, dia berbalik sambil membawa kartu emas berlian tersebut dan berjalan ke arah Hartono.


Saat Hartono mengambil kartu emas berlian tersebut dan memeriksanya dengan cermat, ternyata kartu tersebut memang asli, yang membuatnya mengerutkan kening.


Siapa yang memberinya kartu emas berlian ini??


Hartono tidak bisa menahan diri untuk sedikit berhati-hati, sebelum mengetahui semuanya dengan jelas, dia akan berencana untuk membiarkan Erwin masuk dulu, bagaimanapun, begitu Erwin masuk nanti, akan ada banyak kesempatan untuk berurusan dengannya, berani-beraninya mengambil saham dan aset milik keluarga Lewis, cari mati itu namanya.


“Anggap aja kau untung kali ini.” Hartono melemparkan kartu emas berlian itu kembali ke Erwin dengan sedikit penghinaan.


"Tapi jangan berpikir bisa menjalin hubungan dengan pengusaha kaya lainnya di sini setelah masuk nanti, akan kutunjukkan seberapa hebatnya keluarga Lewis, kubuat kau nyesal datang ke sini."


“Kita pergi.” Hartono membawa anggota keluarga Lewis dan masuk ke dalam Jade Private Club terlebih dahulu.


“Erwin, yuk kita masuk juga!” Setelah Lina mengambil kartu emas, dia berkata dengan gembira, karena tak nyangka Erwin punya kartu emas berlian dari Aliansi Bisnis selatan kota, yang benar-benar mengejutkannya.


“Oke, kita masuk!” Erwin mengangguk, tapi dia mengingat penghinaan keluarga Lewis tadi, dan akan membuat mereka yang menyesal karena sudah datang ke sini.

__ADS_1


__ADS_2