Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Selanjutnya akan Membuatmu Sibuk untuk Menyanjungku


__ADS_3

Begitu Erwin duduk, dia mengeluarkan sebuah kotak hadiah sederhana dan memberikannya kepada Lina.


    "Lina, ini untukmu."


    “Apa ini?” Lina sedikit bersemangat, karena ini adalah pertama kalinya Erwin memberinya hadiah setelah dia bertemu dengan Erwin lagi.


    “Kamu akan tahu saat melihatnya.” Erwin tersenyum sedikit di sudut mulutnya.


    Setelah Lina mengangguk, dia membuka kotak hadiah tersebut, dan di dalamnya ada sebuah gelang giok ungu.


    “Gelang giok ungu ini indah sekali.” Lina sangat menyukainya, matanya penuh kegembiraan, dan dia langsung memakai gelang tersebut untuk mengekspresikan kasih sayangnya.


    Erwin sangat senang melihat Lina menyukainya, tetapi Mary yang ada di sebelahnya justru tidak bisa menahan ejekan.


    "Gelang biasa saja sudah membuatmu sebahagia itu, tapi gelang emas mawar Cartier senilai lebih dari 200 juta justru kamu tolak, dan lebih memilih gelang warung pinggir jalan yang entah dari mana itu, aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi padamu"


    Dia tidak tahu bahwa gelang giok ungu ini adalah gelang peninggalan seorang putri Kerajaan yang senilai 600 juta, dan gelang emas mawar Cartier bukanlah tandingannya.


    Mary dalam suasana hati yang sangat buruk saat ini. Karena Erwin duduk bersama mereka, jadi banyak kerabat yang menghampiri, namun setelah mengetahui bahwa Erwin adalah pacar Lina, mereka semua menunjukkan tatapan penasaran. Dan tatapan penasaran mereka seketika berubah menjadi tatapan jijik saat mengetahui Erwin adalah anak miskin dari pedesaan.


    Dan Mary benar-benar kesal dengan rumor para kerabat dan teman-temannya.


    "Kau sudah dengar kalau putri dari keluarga Lucas itu punya pacar seorang anak miskin dari pedesaan? Dan Lucas justru sangat menyanjungnya seperti seekor anjing penjilat, benar-benar lucu sekali."


    "Serius? Lina itu kan sangat cantik, tapi kenapa punya pacar miskin?"


    "Siapa yang tahu? Kudengar juga kalau perusahaan Lucas itu bakal bangkrut, dan rantai modal terjebak oleh investasi tanah di timur kota."


    "Hehe, keluarga mereka tidak beruntung sekali akhir-akhir ini, Kakak ipar kedua itu dulunya sering pamer. Tapi kau lihat dia yang sekarang? Dia bahkan tidak berani mengangkat kepalanya! Benar-benar lucu sekali."


 


 


    …


 


 


    Yang disebut kerabat dan teman itu, di saat ada yang tidak beruntung, semuanya justru menjadikannya sebagai tontonan yang menghibur.

__ADS_1


    Mary tidak tahan mendengarkan lagi, dia menekan amarah di hatinya, menoleh dan berkata kepada Erwin.


    "Erwin, keluarlah dengan Tante, Tante ingin mengobrol secara empat mata denganmu."


    Mary tidak tahan dengan rumor itu, karena dia tidak pernah diejek seperti ini sebelumnya.


    “Oh.” Erwin mengangguk, kemudian mengikuti Mary ke luar ruangan, dan saat sampai di sudut yang sepi, Mary langsung berkata terus terang.


    "Erwin, aku harap kamu bisa meninggalkan putriku, kamu itu tidak cocok dengannya."


    Erwin tampak tercengang, mengapa sekarang giliran ibu Lina yang membujuknya kali ini, tetapi dia tidak akan meninggalkan Lina, dan tidak akan membiarkan Lina menjadi milik pria lain, jadi dia dengan tegas menjawab.


    "Tante, aku tidak akan meninggalkan Lina."


    "Apa kamu memang ingin membuatku marah ya? Lina kami adalah yang paling cantik di antara anggota keluarga Aleda, tapi justru punya pacar yang paling miskin, wajah dan harga diriku ini mau sehancur apa? "Mary marah hingga menghentakkan kakinya.


    "Tante, aku akan bekerja keras. Sekarang aku sudah menjadi seorang manajer departemen, jadi tolong beri aku sedikit waktu lagi, aku janji akan mencapai hasil yang lebih baik." Erwin menanggapi dengan serius.


    “Erwin, aku akui kalau kamu itu memang sangat hebat, karena setelah tiga tahun lulus, dari kamu yang hanya seorang anak pedesaan bisa mencapai posisi manajer departemen memang suatu hal yang tidak mudah, tapi masyarakat sekarang ini adalah masyarakat yang bergantung pada koneksi dan hubungan, jadi walaupun kamu sudah berjuang sekuat tenaga seumur hidupmu, terkadang titik batasan akhir anak pedesaan sepertimu hanyalah sebuah titik awal dari para anak-anak orang kaya."


    Mary berhenti sejenak, kemudian melanjutkan,


    "Kamu tahu Vincent kan? Dia juga menyukai Lina, dengan kekayaan bersih lebih dari dua triliun, ditambah keluarga Louis juga merupakan salah satu keluarga papan atas di Kota Bandung. Apa kamu bisa menghasilkan uang lebih dari dua triliun seumur hidup? Kamu tidak bisa dibandingkan dengan dia sama sekali."


    Mary sangat marah saat mendengar kata-kata sombong Erwin.


    "Erwin, aku sangat membencimu yang besar mulut tau? Sudah tak punya kekuasaan tapi masih sok kaya di sini. Aku malas basa-basi denganmu, ambil cek senilai 400 juta ini, dan tinggalkan Lina."


    Mary tampaknya telah menyiapkan cek ini sejak awal, dan mengambil cek tersebut dari tasnya kemudian memberikannya kepada Erwin.


    Erwin membuka mulutnya dan tidak tahu harus berkata apa. Apa komunikasi zaman sekarang ini sesederhana itu? Menjelaskan segala sesuatu dengan uang? Tapi dari pada dia menghabiskan waktu untuk meyakinkan Mary, mungkin akan lebih baik untuk memberinya hadiah pertemuan, seperti yang dilakukan pada Ayah Lina sebelumnya.


    Untuk apa meyakinkan dengan susah payah kalah bisa menjelaskan semuanya dengan uang?


    “Tante, aku tidak akan menerima uang ini." Kata Erwin sambil mengeluarkan buku cek dari sakunya, menulis 20 miliar di atasnya, kemudian merobek dan memberikannya pada Mary


     "Tante, ini 20 miliar, anggap saja sebagai hadiah pertemuan kita! Kamu akan tahu apa yang aku katakan itu benar di masa depan."


    Mary tercengang. Dia tidak menyangka bahwa bocah miskin ini akan begitu besar mulut, jadi dia sangat marah, dan berpikir kalau cek itu adalah cek palsu, yang digunakan oleh Erwin untuk bertingkah sok kaya.


    "Erwin, kamu terlalu mengecewakan Tante, aku tidak akan pernah setuju Lina berpacaran denganmu, karena kamu tidak layak."

__ADS_1


    Tidak peduli seberapa baik temperamen Erwin, dia tetap tidak senang saat mendengar itu, dan menjawab,


    "Tante, kamu sekarang memang memandang rendah diriku, tapi selanjutnya, kamu mungkin akan sibuk untuk menyanjungku."


    Setelah Erwin meletakkan cek 20 miliar ke tangan Mary, dia langsung kembali ke ruangan.


    Mary melihat cek yang dia pikir palsu ini dengan marah.


    Setelah kembali ke ruangan, Erwin terkejut saat melihat asisten pribadinya, yaitu Damon berada di ruangan ini. Damon yang memiliki pihak di bidang hukum maupun organisasi gelap, sekaligus merupakan penguasa High Build Group di Kota Bandung ini membuat orang-orang kaya dalam ruangan ini berebutan untuk berkenalan dengannya.


    Banyak orang yang mengelilinginya untuk ajak bersulang dan berbicara dengannya, tapi mereka semua diabaikan, sebaliknya, dia hanya bersulang pada David yang berulang tahun hari ini, karena dia juga pernah menjadi mahasiswa didikan Profesor David selama setahun, tapi itu masa kampus yang sudah lama sekali.


    Alasan kedatangannya hari ini itu awalnya ingin memeriksa Hotel Padma ini yang merupakan hotel milik High Build Group, tapi kebetulan bertemu dengan mantan profesornya yang sedang merayakan ulang tahun ke-80, jadi dia sekalian datang ke sini untuk bersulang segelas anggur.


    "Tuan Damon, saya Darwin, putra ketiga Profesor Aleda, senang bertemu denganmu."


    "Tuan Damon, saya Simon, putra tertua Profesor Aleda, jika ada kesempatan mohon kerja samanya di masa depan."


 


 


    ...


 


 


    Tidak hanya beberapa putra David yang bergegas untuk berkenalan dengan Damon, bahkan teman-teman siswa David yang lain juga ingin bersulang pada Damon, karena dengan bersulang sekali dengan Damon saja sudah cukup untuk membuat mereka bisa membual tentang diri mereka yang saling kenal dengan salah satu tokoh penting di Kota Bandung.


    “Maaf semuanya, Tuan Damon sangat sibuk, jadi lain kali saja.” Asisten pribadi dan pengawal Damon menghentikan para tamu yang mengelilingi Damon.


    Setelah Damon selesai bersulang pada David, dia mengikuti pengawalnya untuk pergi. Namun, matanya tiba-tiba melihat Erwin yang berdiri di sudut, tubuhnya tiba-tiba sedikit gemetar, dan wajah sangat bersemangat.


    "Semuanya tolong beri jalan." Damon, yang baru saja ingin pergi, tiba-tiba berbalik dan berjalan kembali. Dia juga dengan bersemangat mendorong kerumunan dan berjalan masuk, yang membuat semua orang di tempat kejadian penasaran terhadap apa yang dilakukan Tuan Damon?


    Hampir semua mata mengikuti, dan sementara Damon bergegas di jalan, dia tidak lupa juga untuk merapikan pakaiannya sendiri yang sedikit berantakan akibat kerumunan tadi.


    Segera, Damon dengan hormat datang ke hadapan Erwin, yang mereka anggap sebagai anak miskin dari pedesaan, dan menyambutnya dengan senyuman.


    "Tuan mud… Tuan Erwin, kenapa Anda bisa ada di sini? Kenapa tidak memberitahuku sebelumnya, supaya saya punya persiapan."

__ADS_1


    Damon sangat teliti, karena sebelum Erwin pernah menyuruhnya untuk tidak mengungkapkan identitasnya di depan umum, jadi dia segera mengubah dan memanggil Erwin dengan sebutan Tuan Erwin, dia bahkan menuangkan segelas anggur untuk menghormati Erwin.


    Tapi adegan ini mengejutkan semua orang di tempat kejadian, mereka semua terkejut dan kehabisan kata-kata. Salah satu tokoh penting di Kota Bandung justru menuangkan anggur untuk seorang bocah pedesaan? Ini benar-benar tidak dipikirkan oleh mereka, suasana tempat kejadian menjadi penuh kejutan yang mengerikan.


__ADS_2