Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 200 Tuan Muda Kelas Atas


__ADS_3

Kemunculan dan keraguan Earson menimbulkan keributan di antara orang-orang di tempat kejadian.


Mereka semua dari awal memang sudah memiliki keraguan ini, tapi begitu keraguan ini diangkat, mereka merasa keuntungan yang ditawarkan ini benar-benar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, dan menimbulkan banyak diskusi untuk sementara waktu.


"Apa kalian pikir Tuan Damon bisa menerapkan semuanya?"


"Sepertinya keuntungan ini memang terlalu bagus sampai terasa tidak realistis!"


"Mari kita lihat dulu apa yang akan dikatakan Damon!"


...


Damon tampaknya sudah menduga akan muncul seseorang yang akan mengacaukan resepsi ini, dia tidak terlihat marah, melainkan mengangkat mikrofon dan terus berbicara.


"Keraguan pemuda ini ada benarnya, bagaimanapun, keuntungan yang diberikan Aliansi Bisnis Dagang Erlin kami jauh lebih baik daripada Aliansi Bisnis Bandung, tapi untuk menghilangkan keraguan semua orang, aku dapat mengonfirmasikan satu per satu."


Damon sangat percaya diri dengan apa yang dia katakan, dan langsung memanggil CEO dari tiga keluarga besar di utara kota untuk naik ke atas panggung, kemudian meminta mereka untuk berdiri di sampingnya, dan memperkenalkan diri.


"Anda semua seharusnya mengenal ketiga orang ini, mereka adalah CEO dari tiga Group keluarga besar di utara kota, aku akan meminta mereka untuk mengkonfirmasi pembukaan pasar di utara kota."


Meskipun Damon memegang satu-satunya kekuatan di utara kota, tapi akan lebih baik bagi CEO dari tiga keluarga besar untuk berbicara dan pastikan secara pribadi, Morgan Cole segera berbicara sebagai perwakilan.


"Para hadirin sekalian, untuk mengaktifkan suasana pasar di Distrik Kota Utara, kami bertiga dan Tuan Damon sudah memutuskan untuk bekerja sama dan membuka distrik baru khusus untuk anggota Aliansi Bisnis Dagang Erlin, dan melarang bagi yang bukan anggota."


Begitu pernyataan ini keluar, ada diskusi panas di antara para bos bisnis, tapi hal ini berada dalam kendali High Build Group, jadi keuntungan ini sudah diduga oleh mereka, tapi tetap ada beberapa bos yang berminat.


Utara kota kira-kira memiliki 200.000 penduduk, dulunya tempat itu didominasi oleh tiga keluarga besar, jadi tidak bisa masuk atau ikut campur, tapi sekarang mereka diberi kesempatan terbaik untuk memasuki pasar utara kota, oleh karena itu mana mungkin mereka melewatkan ini?


"Selanjutnya kita akan mengkonfirmasi keuntungan kedua, untuk mendapatkan kepercayaan anda semua, aku secara khusus mengundang Andy, manajer umum Klub Keuangan Jade untuk menjelaskannya secara langsung."


Sambil berbicara, Damon menyerahkan panggung kepada Andy, di depan tokoh yang bagaikan dewa keuangan di Kota Bandung ini, bahkan Damon tidak berani meremehkan. Selain itu, Andy setuju untuk bergabung juga karena memberi muka pada Erwin.


Begitu Andy naik ke atas panggung, semua orang di tempat itu langsung memandangnya, bagaimanapun, Andy bertanggung jawab atas Klub Keuangan Jade, jelas mereka akan berusaha untuk menyenangkannya.


Setelah Andy mengangkat mikrofon dan menyapa semua orang, dia langsung mulai ke intinya.


"Para hadirin sekalian, mulai hari ini, Klub Keuangan Jade kami akan secara resmi bergabung dengan Bisnis Dagang Erlin, dan semua anggota Bisnis dagang Erlin akan diperbolehkan memasuki Klub Keuangan Jade tanpa syarat, selain itu, untuk perusahaan dengan kondisi yang sesuai, bunga pinjaman yang kami tawarkan itu 1% lebih rendah dari bank keluarga Ragnarson!”


Begitu kata-kata itu keluar, para bos bisnis menjadi semakin bersemangat, manajer umum Klub Keuangan Jade secara pribadi menjelaskan ini, yang berarti sudah jelas kebenarannya, dengan keuntungan yang lebih baik, tentu itu menarik minat dari para bos bisnis.


Ekspresi Earson yang mendengar ini semakin jelek, tindakan ini tidak lain adalah merebut bisnis keluarga Ragnarson, jika para bos bisnis ini bergabung dengan Aliansi Bisnis Dagang Erlin, maka industri keuangan keluarga Ragnarson mereka pasti akan mengalami dampak yang besar.


Mana mungkin Earson hanya tinggal diam? Untungnya, keluarga Ragnarson masih punya dukungan keluarga Baxter dari ibukota, ini adalah kartu pamungkas mereka, meskipun surat undangan Damon menyatakan bahwa Tuan Muda Smith akan hadir, tapi Earson masih tidak percaya Damon bisa menggerakkan Tuan Muda kelas dunia seperti itu untuk menghadiri resepsi kelas tiga, jadi dia lagi secara provokatif,


"Tuan Damon, bagaimana dengan Tuan Muda Smith yang disebut dalam surat undangan? Mana orangnya? Kenapa tak ada sosoknya? Tanpa dukungan keluarga Smith, Aliansi Bisnis Dagang Erlin ini masih tertinggal jauh dibelakang Aliansi Bisnis Bandung, paling-paling hanya bisa bertahan tanpa bisa berkembang pesat di Kota Bandung."


Kata-kata Earson membangunkan keraguan semua orang yang hadir, dan membuat mereka semua angkat bicara.


"Benar, Tuan Damon, bagaimana dengan Tuan Muda Smith? Mana orangnya?"


"Tuan Damon, biarkan Tuan Muda Smith keluar dan bicara beberapa kata dengan kami!"

__ADS_1


"Kami juga mau berteman dengannya."


...


Sebagian besar alasan mereka datang ke sini kali ini adalah untuk berteman dengan Tuan Muda Smith, mereka bahkan sampai membawa anak perempuan mereka untuk memikat hati Tuan Muda Smith.


Melihat kerumunan yang berteriak, Earson mengangkat sudut mulutnya, karena ini adalah efek yang diinginkannya.


Melihat ini, Erwin yang berdiri di tengah kerumunan tahu bahwa sudah waktunya untuk tampil, tapi dia tidak boleh tampil dengan pakaian ini dan harus ganti pakaian, jadi dia menoleh dan berkata kepada Lina,


"Lina, aku ke toilet dulu, tunggu aku di sini."


Setelah mengatakan itu, Erwin buru-buru keluar dan mengirim pesan kepada Damon. "Aku lagi di kantor Andy, suruh mereka tunggu setengah jam, aku akan segera keluar."


Damon yang menerima pesan itu langsung menghela nafas lega, dan segera umumkan kepada semua orang.


"Para hadirin sekalian, Tuan Muda Smith akan tiba setengah jam, jadi harap bersabar! Aku, Damon, tidak akan pernah menipu kalian, jadi silahkan nikmati waktu kalian di sini"


Setelah mengatakan ini, Damon meletakkan mikrofon dan turun dari panggung, kemudian ke kantor Andy untuk mencari Erwin.


Setelah Damon pergi, semua orang sangat menantikannya dan mulai berdiskusi, terutama para gadis, sangking menantikannya seolah penggemar fanatik yang sedang menunggu kemunculan idola mereka.


Fiona tanpa sadar ingin maju agar dapat perhatian Tuan Muda Smith itu, jadi berkata pada Lina,


"Lina, kamu makan di sini dulu! Aku mau ke depan sebentar, kalau tidak ibuku pasti akan mengomelku lagi." Kata Fiona sambil berjalan maju dengan gaun panjangnya.


“Hati-hati jangan sampai jatuh.” Lina tanpa sadar mengingatkannya dari belakang.


“Oke.” Suara Fiona berangsur-angsur menghilang di antara kerumunan.


Tetapi Mary tidak berpikir begitu, setelah lama mencari, Mary akhirnya menemukan Lina dan mengomel lagi,


"Cuman tahu makan terus, coba lihat para gadis yang rebutan ke tengah panggung, bahkan sepupumu saja dandan secantik itu, cuman kamu sendiri yang berpakaian sesantak ini, kamu pikir sedang Jalan-jalan ya?!"


“Bu, kan sudah kubilang aku punya Erwin! Jangan coba-coba membujukku.” Lina sedikit kesal dan ingin menghindar, tap Mary menangkap tangannya dan berkata dengan tidak puas,


“Tidak, jangan sia-siakan paras cantikmu, berdiri di situ dan tunggu Tuan Muda itu keluar, aku yakin dia pasti akan melihatmu begitu keluar nanti."


"Aku tidak mau." Lina sedikit marah.


Saat mereka berdua sedang berdebat, Lucas buru-buru datang untuk membujuk.


"Di sini sangat ramai, apa yang kalian berdua lakukan? Ini sangat memalukan, kalau Lina tidak mau ya jangan dipaksa!"


Lucas masih berpikir Erwin sudah cukup baik dari lubuk hatinya, lagipula dia sudah mengambil banyak uang dari Erwin, dan kebutuhannya juga banyak yang telah terpenuhi, jadi dia telah merasa cukup puas kalau punya Erwin sebagai menantu, menjadi manusia itu lebih baik merasa bersyukur dan puas dengan apa yang sudah dimiliki.


"Ayah tetap yang terbaik, kalau mau kamu ke sana aja sendiri, mana tahu Tuan Muda itu tertarik padamu, aku dan ayah tidak keberatan." Lina mendengus pelan.


“Dasar gadis tengil, berani mengolok-olok ibumu, sini kupukul kau.” Mary marah dengan apa yang dikatakan Lina, jadi mengangkat tangan dan ingin memukul, sedangkan Lina hanya bisa tertawa sambil bersembunyi di belakang ayahnya.


Sementara di sisi lain, Erwin sudah tiba di kantor manajer umum Andy.

__ADS_1


Tidak hanya Erwin yang di sini, tapi Damon dan Andy juga ada, kedua orang ini adalah rekan sendiri, jadi otomatis tahu identitas dan wajah Erwin.


"Tuan muda, pakaian dan topengnya sudah siap, nanti akan kuperkenalkan seseorang pada Tuan Muda nanti," kata Damon dengan hormat.


“Siapa ?” Erwin bertanya dengan penasaran sambil ganti pakaian, jika Damon ingin memperkenalkannya, maka status orang tersebut jelas tidak biasa.


"Oswin, walikota Bandung, kali ini dia setuju untuk datang ke resepsi, selain member muka, dia cuman mau berteman dengan Tuan Muda." Kata Damon dengan sedikit gugup, karena takut Tuan Muda menolak untuk bertemu dengan Walikota.


“Oke, suruh dia masuk setelah aku ganti pakaian!” Erwin berkata dengan ringan, lagipula jika dia ingin menetap di kota ini lebih lama, maka dia setidaknya harus memberi muka walikota.


Setelah mengatakan ini, Erwin menanggalkan semua pakaian murah, kemudian ganti pakaian merek internasional, kemeja putih, jas hitam edisi terbatas, celana panjang Inggris, dan bahkan sepatu kulit khusus.


Dalam hal detail, Damon dan Andy telah menyiapkan banyak hal.


“Tuan muda, ini adalah jam tangan khusus eksklusif dari keluarga kerajaan Dubai, yang totalnya hanya ada dua di dunia ini.” Andy dengan hormat menyerahkan jam tangan bangsawan kepada Erwin, kemudian Erwin bertanya dengan santai setelah memakainya dengan penuh minat.


"Jam tangan satunya lagi dipakai siapa?"


“Pangeran Dubai.” Andy menjawab dengan hormat.


Sudut mulut Erwin tersenyum setelah mendengar ini, karena ini menjelaskan identitasnya sebanding dengan Pangeran Dubai.


“Bagus sekali, aku sangat menyukai jam tangan ini.” Erwin mengangguk dan berkata dengan puas, hanya jam tangan semulia ini yang cocok dengannya.


Setelah ganti pakaian, Erwin merias rambutnya sendiri, begitu semua perawatan selesai, Erwin melihat ke cermin, dan sosoknya menjadi orang yang sama sekali berbeda.


“Setelah ganti pakaian ternyata aku tampan juga.” Erwin sangat puas dengan kondisinya saat ini, kalau dia berdiri di depan Lina, sepertinya Lina sendiri bahkan tidak akan mengenalnya.


Setelah mengatakan itu, Erwin memakai topeng putih yang telah disiapkan Damon, dia pakai topeng untuk menutupi wajah karena masih belum ingin mengungkapkan identitasnya.


"Panggil walikota ke sini sekarang! Dia mungkin akan sangat berguna nanti."


“Baik tuan muda!” Damon tidak berani meremehkan, dan meminta walikota untuk masuk.


Begitu walikota Oswin datang ke kantor manajer umum Andy di bawah kepemimpinan Damon, dia sedikit mengernyit saat melihat melihat Erwin memakai topeng putih.


"Saudara Oswin, ini adalah Tuan Muda Smith, karena banyak orang yang mengincarnya, jadi tuan muda hanya bisa menyembunyikan identitas untuk saat ini, mohon pengertiannya."


"Bisa dimengerti, bisa dimengerti, lagipula kamu adalah pewaris keluarga kaya top dunia, pasti ada banyak orang yang menargetkanmu, menyembunyikan identitas memang tindakan yang bagus." Oswin dengan cepat memahami pendekatan perlindungan diri Erwin, dan juga setuju pada saat yang sama.


Oswin tidak sombong kepada Erwin, tapi sangat sopan kepada Erwin. Lagipula, Oswin hanya seorang walikota, jadi masih belum ada tekanan bagi Erwin untuk memusnahkan walikota ini.


Erwin juga mengucapkan beberapa kata sopan, dan setelah mengobrol sebentar, Erwin bilang bahwa sudah hampir waktunya.


"Tuan Walikota, aku akan keluar sekarang untuk menyapa para bos bisnis itu, atau mereka mungkin akan berpikir aku tidak datang!"


"Seharusnya, memang sudah seharusnya, aku sangat optimis tentang Aliansi Bisnis Dagang Erlin, dan aku juga sangat mendukungnya! Hanya saja, investasi di Distrik Baru utara kota, kuharap kamu bisa pelajari lebih banyak tentang itu." Oswin dengan cepat menyatakan sikapnya, jika bisa berteman dengan pewaris keluarga Smith, maka itu akan sangat bermanfaat.


"Distrik Baru utara kota ya, aku pasti akan berinvestasi di sana, jangan khawatir walikota" Erwin tersenyum ringan, dia tidak menyangka ternyata Oswin mengincarnya karena mau dia berinvestasi di Distrik Baru utara kota, tidak heran walikota begitu bersemangat saat melihatnya, tapi begini tidak buruk juga, Erwin juga akan investasi mau Oswin minta atau tidak.


"Kalau begitu terima kasih Tuan Muda Smith, biarkan aku pergi bersamamu." Oswin sangat bersemangat, pembangunan distrik baru Kota Bandung dan promosi investasi selalu membuatnya pusing, sekarang dengan adanya Tuan Muda Smith, maka tidak perlu khawatir tentang kekurangan investor lagi.

__ADS_1


Setelah mengobrol dengan Oswin, Erwin berkemas dan berjalan keluar dari kantor, bersiap untuk bertemu dengan para bos lainnya


Damon, Andy, dan Oswin mengikuti di belakang, ketiga ini sudah merupakan tokoh paling penting di Kota Bandung, tapi saat ini, mereka bertiga hanya bisa mengikuti Erwin, yang menunjukkan betapa mulianya identitas Erwin itu.


__ADS_2