
Erwin tentu memiliki rencana tersendiri saat menangkap Teguh, sedangkan untuk mencegahnya melarikan diri, Erwin sengaja memukul pingsan dan menguncinya di dalam Perguruan Bela Diri Silat, di sana ada Sharon, Lisa dan yang lainnya, jadi tidak perlu mengkhawatirkan apapun.
Setelah menyelesaikan semua ini, Erwin baru mengantar Giselle dan Nora kembali ke Vila Fancy Garden.
Keesokan paginya, saat Erwin sedang berlatih tinju di halaman vila, Giselle yang mengenakan kamisol tiba-tiba datang menghampiri Erwin dengan ponsel.
"Erwin, bos bar tadi malam mencarimu, dia bilang manajer Teguh ingin berbicara denganmu," kata Giselle sembari menyerahkan ponselnya kepada Erwin.
Erwin menerima ponsel Giselle dan mengangkat teleponnya.
“Ini masih pagi sekali, apa maumu?” Erwin berkata dengan acuh tak acuh.
"Cepat kembalikan Teguh, atau Keluarga Gibson akan datang mencarimu."
Manajer Teguh bernama Brandon, merupakan manajer yang relatif terkenal di Perusahaan Hiburan Gibson, dia sangat optimis dengan penyanyi baru bernama Teguh yang sudah dilatihnya dengan susah payah ini, kemudian berencana untuk mengembangkannya hingga ke acara televisi dan film.
Jadi ketika mengetahui bahwa Teguh diculik, dia langsung menghubungi Erwin tanpa berlama-lama.
"Boleh saja, tapi harus anggota keluarga Gibson kalian yang minta secara langsung atau tidak ada yang bisa kita bicarakan lagi." Erwin langsung menutup telepon setelah mengatakan itu.
Tujuan menangkap Teguh sebenarnya hanya ingin bertemu dengan orang-orang dari Keluarga Gibson, Erwin jelas tidak tertarik dengan penyanyi kelas tiga!
Pada saat yang sama, Brandon yang merupakan manajer Teguh sedang marah besar di Flower Bar ketika mendengar permintaan dari Erwin, hingga hampir saja melempar ponselnya sendiri.
"Apa-apaan ini? Mau anggota Keluarga Gibson yang minta secara langsung? Mana mungkin mereka mau luangkan waktu untuk penyanyi kelas tiga?" Brandon merasa enggan, tapi Teguh ini adalah pendatang baru yang paling menjanjikan, akan terasa sayang sekali jika menyerah begitu saja, jadi dia segera bertanya kepada Ripal.
“Kamu tahu Giselle ini tinggal di mana?” Brandon ingin mencari sendiri, tapi jawaban Ripal membuatnya merasa sedikit tak berdaya.
"Manajer Brandon, Giselle itu CEO Laws Group yang punya dukungan penuh dari High Build Group. Jika ingin membicarakan kekuatan High Build Group di Kota Bandung, kamu mungkin terlalu gegabah." Jawab Ripal dengan cukup serius.
__ADS_1
Bahkan gangster seperti dia saja tidak berani menyinggung Giselle, apalagi Brandon yang merupakan orang luar, jelas tidak mungkin untuk macam-macam dengan Giselle.
“High Build Group beneran sekuat itu di Kota Bandung?” Brandon berasal dari Kota Bekasi, jadi tidak terlalu paham dengan situasi di Kota Bandung.
"High Build Group itu menguasai lebih dari 70% pasar yang ada di seluruh Kota Bandung, baik yang ada di jalur legal maupun ilegal tetap berada di bawah pimpinan mereka, bahkan tiga perempat tanah di distrik baru juga mereka kuasai, walikota saja harus menghormati mereka, jadi apa menurutmu kamu yang dari luar bisa macam-macam dengan mereka?"
Ripal hanya mengatakan fakta yang sebenarnya, kedengarannya memang sangat menakut-nakuti, tapi itu untuk kebaikan Brandon juga, sedangkan omongannya didengar atau tidak itu bukan urusannya lagi.
"Ini bisa dianggap monopoli, tak kusangka Kota Bandung yang kecil bisa muncul keberadaan seperti itu." Brandon tahu Ripal tidak sedang berbohong dari ekspresinya, tapi setelah berpikir sejenak, dia akhirnya menyadari akan bahaya High Build Group ini.
"Baiklah aku mengerti, tapi Ripal, kamu harus bayar dua kali lipat biaya pertunjukan Teguh tadi malam, atau kamu tidak akan bisa lolos dari hukuman atas kelalaian melindungi tamu." Brandon berpikir untuk meraup keuntungan daripada tidak ada sama sekali.
"Oke, oke, anggap aku takut padamu kali ini, tapi janji dulu kalau aku tidak akan terlibat dengan masalah ini setelah kubayar dua kali lipat." Ripal juga takut menyinggung kedua belah pihak, jadi lebih baik menghabiskan sejumlah uang untuk memisahkan diri dan tidak terlibat.
"Iya, iya, cepat serahkan uangnya," kata Brandon dengan tidak sabar.
Adelio adalah putra ketiga dari CEO Gibson, dia adalah seorang pria yang sudah menginjak usia paruh baya, merupakan orang yang bijaksana dan memiliki kemampuan yang kuat untuk menangani urusan. Namun, dia menyukai selebriti-selebriti dari perusahaan hiburannya dan bahkan ada yang sudah melahirkan anak haramnya.
Itu adalah rahasia besar dari Perusahaan Hiburan Gibson.
“Manajer Brandon, kenapa mencariku?” Adelio berkata dengan tidak sabar setelah mengangkat telepon, bahkan suara seorang wanita yang sedang terengah-engah masih terdengar, yang menunjukkan bahwa Adelio ini sedang di atas ranjang.
"Manajer umum, penyanyi kita yang bernama Teguh telah diculik dan pelaku ingin anggota Keluarga Gibson yang turun tangan untuk berbicara secara langsung dengannya," kata Brandon dengan hati-hati karena takut mengganggu manajer umum.
"Siapa pelakunya? Berani-beraninya menculik orang milik Perusahaan Hiburan Gibson?" Adelio tiba-tiba meninggikan suaranya dan menjawab dengan marah.
"Pelakunya orang dari High Build Group, kudengar High Build Group ini keberadaan yang memonopoli Kota Bandung, sepertinya akan sedikit sulit untuk menemukan mereka di Kota Bandung," kata Brandon sembari menyeka keringat.
"High Build Group di Kota Bandung? Oke, tunggu sebentar, akan kusuruh bawahanku untuk selidiki dulu, nantiku telepon lagi." Setelah mengatakan itu, Adelio langsung menutup telepon, tidak jelas apakah dia benar-benar memerintah bawahannya untuk menggali informasi atau tidak.
__ADS_1
Brandon tidak berani mengurus urusan Adelio, jadi hanya bisa menunggu kabar.
Setelah hampir sepanjang hari, telepon dari Adelio akhirnya datang saat Brandon sedang berbaring di hotel sambil menonton TV dengan bosan.
"Sudah kuselidiki tentang High Build Group ini, memang ada seorang pria bernama Damon yang merupakan tokoh penting! Akan kukirim seseorang dari Keluarga Gibson ke sana, tapi tempat pertemuannya harus di Kota Santa. Atur waktu pertemuannya pada tujuh hari kemudian di Klub Vodka Kota Santa, sudahi dan biarkan saja jika pelakunya menolak, lagipula hanya seorang penyanyi kelas tiga."
Adelio sepertinya tidak terlalu memperdulikan seorang penyanyi pemula kelas tiga, tapi dia masih bersedia jika pelaku ingin membuat kesepakatan, sedangkan alasan tempat pertemuannya harus di Kota Santa, jelas karena tidak ingin menghabiskan uang sama sekali untuk kesepakatan itu.
Bagaimanapun, kekuatan High Build Group di luar Kota Bandung itu hampir sama saja dengan nol, jadi Adelio sengaja memilihnya di Kota Santa, sungguh pemikiran yang licik sekali.
"Baiklah manajer umum, akan segera kuhubungi pelakunya." Brandon juga sangat setuju dengan ini, karena pelakunya sangat kuat di Kota Bandung, jadi lebih baik menipunya ke Kota Santa dan ingin melihat masih bisa sesombong apa pelaku tersebut.
Setelah menutup telepon, Brandon langsung menelepon Erwin, nomor telepon Erwin ini sudah didapatkannya dari panggilan sebelumnya.
Pada sore harinya, Erwin baru saja menerima panggilan dari ibunya yang akan datang ke Kota Bandung, dia hendak pergi ke stasiun kereta untuk menjemput ibunya dan saat ini ponselnya berdering.
Setelah Erwin melirik nomor yang muncul, dia segera mengangkat teleponnya.
"Erwin, 'kan? Manajer umum kami ingin pertemuannya di Kota Santa, salah satu anggota Keluarga Gibson akan menemuimu secara langsung di sana, kalau kamu tidak berani ke sana maka ambil saja Teguh itu, Perusahaan Hiburan Gibson kami tak mau penyanyi itu lagi."
Suara provokatif Brandon terdengar dari ponsel.
“Tak masalah, beritahu aku alamat dan waktu spesifiknya, aku janji akan tiba tepat waktu.” Erwin mengerutkan bibir dan akhirnya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Keluarga Gibson, dia tidak mau melewatkan kesempatan ini walau tahu semua itu adalah jebakan.
“Oke, sampai jumpa di Klub Vodka Kota Santa tujuh hari lagi.” Brandon menutup telepon setelah mengatakan itu.
Erwin diam-diam menyimpan kembali ponselnya.
"Sepertinya memang harus ke Kota Santa kali ini." Erwin bergumam dengan sudut mulut terangkat.
__ADS_1