
Setelah Erwin selesai mengatur, dia dengan cepat kembali ke vila Jocelyn.
Ametta sedikit terkejut melihat Erwin kembali secepat ini.
“Kok cepat kali baliknya?” Ametta sedikit kehabisan kata-kata, karena tak diberi kesempatan untuk bersantai tanpa ada ganggu orang asing, Erwin ini benar-benar menyebalkan.
"Aku udah cari orang buat beresin lalat-lalat pengganggu di luar, kayaknya sebelum makan malam nanti bakal beres, tidak akan ada paparazzi dalam satu kilometer di sekitar sini sebulan kedepannya," kata Erwin dengan ringan.
Lalat pengganggu yang dimaksud Erwin sudah jelas mengacu pada paparazzi yang spesialis memotret kehidupan sehari-hari para selebritis.
“Udah suruh orang buat beresin para paparazzi itu?” Ametta tidak bisa menahan kejutan saat mendengar ini, dia tidak percaya Erwin bisa punya kemampuan untuk itu.
“Yah, kalian cukup liat aja sendiri saat agak malam nanti,” kata Erwin sambil melihat ke langit.
“Oke, kita liat nanti!" Ametta tidak percaya Erwin bisa menyingkirkan semua paparazzi yang berkeliaran sekitar secepat itu.
Saat malam hari, Ametta memakai masker dan diam-diam berjalan keluar dari vila, begitu keluar dari vila, dia melihat pemandangan yang mengejutkan.
Ada banyak satpam yang berpatroli di luar, dan paparazzi yang berkeliaran di luar benar-benar hilang sepenuhnya, bahkan orang lalu lalang yang berhenti sedikit lebih lama saja bakal didesak oleh satpam, apalagi mau mengeluarkan ponsel atau kamera buat motret vila, yang tentu tidak mungkin bisa.
“Astaga Tuhanku, siapa sebenarnya Erwin ini? Sampai bisa menggerakkan satpam sebanyak ini!” Ametta sedikit terkejut, dia menghitung secara kasar, ada setidaknya lima puluh satpam yang ada di depan kompleks gerbang vila, kalau di arah lain juga sama, berapa orang yang dibutuhkan untuk mencapai pembersihan penuh di kompleks ini?
Ametta berjalan maju beberapa langkah lagi, paparazzi yang awalnya ada di mobil van yang terparkir di depan pintu vila mereka sudah menghilang, orang-orang yang biasanya ada di taman kecil seberang juga menghilang, bahkan kios koran juga ditutup untuk mencegah adanya paparazzi yang pura-pura membeli surat kabar, atau memotret dari sana.
“Ini beneran dibereskan semua.” Ametta diam-diam terkejut, dan dengan cepat berbalik ke vila.
Namun, Erwin sudah menunggunya di luar pintu.
“Gimana? Udah kubilang semua paparazzi itu bakal kuberesin!” Erwin berkata sambil tersenyum.
“Gimana cara kamu melakukannya? Sampai bisa menggerakkan satpam sebanyak itu?” Ametta mulai curiga dengan identitas Erwin.
“Pamanku penanggung jawab di kompleks vila ini, aku memberitahunya, dan dia membantuku menyelesaikannya!” Erwin sudah memikirkan kata-kata ini sebagai alasan.
“Pamanmu penanggung jawab di sini??” Ametta benar-benar kehabisan kata-kata kali ini.
“Yah, tolong tepati janjimu dan tandatangani kontrak ini!” Ketika berbicara, Erwin menyerahkan kontrak program Wilderness Life kepada Ametta.
__ADS_1
Kali ini, tidak hanya Ametta yang tercengang, bahkan Jocelyn yang sedang menonton TV pun terkejut.
Setelah kontrak ini ditandatangani, itu bukan lelucon lagi.
Sebelum Erwin datang, dia sudah menyiapkan kontrak ini, karena kontrak ini awalnya buat Devin yang sebagai rencana B, tapi Devin sudah didahului oleh Synthetic Entertainment, dan kebetulan kontrak ini bisa dimanfaatkan, bagaimanapun, kolom nama yang tertera masih belum diisi.
“Tunggu, kamu sampai udah siapin kontraknya?” Ametta dan Jocelyn sama-sama terkejut, kemudian Ametta mengambil kontrak itu dan membaca dengan teliti.
“Kalau kalian tidak puas dengan gaji yang tertera, aku bisa revisi sampai kalian puas.” Erwin mulai duduk, karena sudah waktunya untuk berbicara tentang kerja sama program ini.
Mendengar ini, Jocelyn juga tidak peduli dengan TV lagi, memakai sandal imutnya dan mendekat kemari.
Ametta dan Jocelyn membaca kontrak tersebut dengan teliti, dan menyadari bahwa persyaratan yang tercantum di atas sangat profesional, yang jelas bukan kontrak asal-asalan yang bisa dibuat dalam waktu sesingkat ini.
“Kamu jelas udah siapin ini dari awal, kan?” Ametta akhirnya sadar dan merasa dirinya sudah ditipu oleh Erwin ini.
Jocelyn tiba-tiba mengerti mengapa Erwin menyebut tentang Wilderness Life ini sebelumnya, ternyata kedatangannya ke sini punya tujuan tertentu.
“Erwin, pekerjaanmu itu apa? Kok bisa terpikir buat tawarin aku bergabung ke Wilderness Life ini?” Jocelyn juga tidak bodoh, meskipun dia memang mau pergi ke alam liar untuk cari udara segar, tapi dia juga tak mau serasa menjual dirinya tanpa tau apa-apa.
"Aku manajer departemen di TG Entertainment, aku prosedur dari Wilderness Life ini." Erwin secara singkat memperkenalkan identitas dan pekerjaannya, kemudian menceritakan ulang bagaimana perusahaan saingannya menargetkan program ini, yang tentunya memanfaatkan cerita sedih ini dan berharap bisa memenangkan simpati mereka.
Saat program ini dirilis, program ini bisa dibilang cukup populer di dalam negeri, dan juga sudah membuka arah ke acara baru yang lainnya.
Dan begitu dirilis, Wilderness Life ini benar-benar populer di seluruh negeri. Saat itu, dia juga meluangkan sedikit waktu untuk menonton beberapa episode. Belum lagi, Jocelyn memang sangat ingin berpartisipasi, hanya saja tantenya tidak mengizinkannya untuk ikut program alam liat semacam ini.
“Tolong tepati janji, dan tanda tangani kontrak ini,” Erwin tidak ingin menunda-nunda yang akan menimbulkan masalah baru nanti, jadi dia harus mendesak Jocelyn menandatangani kontrak selagi bisa.
"Maaf, tapi aku harus amati dulu, besok pagi, kalau paparazzi masih belum muncul, aku akan suruh Jocelyn tanda tangan." Ametta jelas ingin menunda waktu, dan pada saat yang sama masih butuh waktu untuk mempertimbangkan pro dan kontra, beserta keuntungan dan kerugian, bagaimanapun, ini adalah pertama kalinya Jocelyn berpartisipasi dalam acara luar selain nyanyi, terlebih lagi acara luar ini merupakan acara alam liar.
Memang kabar ini pasti akan meledak jadi topik pembicaraan netizen di sosial media, tapi apakah itu berdampak baik atau buruk, dia masih harus mengevaluasi semua ini secara rinci. Selain itu, dia masih kurang menonton acara Wilderness Life ini secara teliti, jadi dia butuh waktu semalaman ini untuk menonton habis semua episodenya, karena dia tidak ingin reputasi baik yang sudah dibangun oleh Jocelyn selama bertahun-tahun ini rusak hanya karena acara seperti ini.
"Oke, kalau gitu aku kasih waktu satu malam untuk mempertimbangkannya, ngomong-ngomong, biar aku aja yang masak," kata Erwin sambil menarik lengan bajunya dan bersiap untuk memasak makan malam untuk mereka berdua, Erwin masih mencoba untuk memberi kesan baik pada mereka berdua.
“Kamu seorang pria bisa masak?” Ametta dan Jocelyn sama-sama tercengang sejenak, mereka berdua itu dari keluarga Taylor yang kaya, jadi jelas tidak turun tangan untuk masak sendiri, kan? Kadang-kadang juga turun tangan, tapi rasa masakannya benar-benar tidak enak, jadi mereka lebih sering memilih untuk memesan gofood atau makan di hotel.
“Ya, masakanku lumayan enak kok, aku pernah diajar sama koki profesional.” Erwin mengangguk, ini bukan omong kosong, tapi memang fakta, saat pacaran dengan Leticia sebelumnya, biasanya Erwin yang masak.
__ADS_1
Setelah tinggal di Villa Mahkota, meskipun Anita mengkhususkan diri dalam memasak, tapi Erwin tetap masak sesekali, dan Anita juga pernah mengajarinya beberapa kali, sehingga rasa masakan Erwin bisa dibilang lumayan enak.
"Okelah kalau gitu, bahan mentahnya ada di kulkas, cari aja sendiri.” Ametta tidak mau repot-repot memedulikan Erwin, dia langsung mengambil kontraknya dan pergi mempertimbangkan program Wilderness Life ini.
Jocelyn lumayan menantikan makanan yang dibuat oleh Erwin, soalnya dia sudah bosan makan masakan tantenya yang tidak enak sama sekali.
Setelah Erwin tiba di dapur, dia mengeluarkan semua bahan mentah yang bisa digunakan dari kulkas, dan bersiap untuk membuat hidangan lezat hari ini, yang dia anggap sebagai perayaan keberhasilan penandatanganan Jocelyn yang dirayakan lebih awal.
Satu jam kemudian, Erwin memasak satu meja yang penuh dengan hidangan, sudah lama dia tidak turun tangan untuk masak, jadi tangannya masih sedikit kurang terbiasa, untungnya setelah menghabiskan beberapa waktu ekstra, dia akhirnya berhasil membuat semua ini, meskipun semua ini hanya masakan rumah, tapi tetap saja terlihat lumayan bagus.
“Kamu yang buat semua ini?” Ametta tidak percaya seorang pria tulen di zaman sekarang pandai masak begitu banyak hidangan.
“Ya, kamu akan tahu begitu dicoba!” kata Erwin, lalu langsung mulai makan duluan, dan rasa masakannya sendiri benar-benar lumayan enak juga.
Ametta dan Jocelyn yang melihat satu meja penuh hidangan ini diam-diam menelan ludah, lalu mulai mencicipinya.
“Ikan asam manis enak banget! Tak kusangka kamu beneran pandai masak.” Ametta tiba-tiba jadi tak ingin mengusir Erwin lagi, dengan adanya Erwin yang masak, mereka berdua pasti bisa makan hidangan enak tiap hari.
“Daging rebus ini nggak berminyak, dan jauh lebih enak dari yang dibuat tante.” Jocelyn tidak bisa menahan diri dan mulai memuji.
Erwin tersenyum di sudut mulutnya, baguslah kalau kalian suka.
Saat malam hari, Erwin tinggal di vila Jocelyn, tetapi kedua gadis itu tidur di lantai atas, sementara Erwin tidur di sofa lantai bawah.
Mereka berdua juga mengunci pintu saat tidur, karena takut Erwin akan menyelinap masuk saat mereka tertidur, tetapi kenyataannya mereka yang terlalu banyak pikir.
Ketika Erwin bangun keesokan harinya, dia menemukan kontrak di samping sofa tempat dia tidur.
Erwin membuka matanya dan melihat bahwa kontrak tersebut adalah kontrak yang dia berikan kepada Ametta tadi malam, dan segera membacanya, begitu melihat tanda tangan Jocelyn yang tertera di atas, dia langsung bersemangat dan senang sekali.
"Kayaknya Ametta udah setuju Jocelyn ikut dalam Wilderness Life! Syukurlah."
Akhirnya dia berhasil membuat Jocelyn menandatangani kontrak ini setelah begitu banyak usaha! Dan dia percaya bahwa dengan adanya partisipasi dari Jocelyn, peringkat musim baru Wilderness Life pasti akan menjadi berita hangat.
Tapi jelas, hal-hal baik tidak akan berjalan semulus itu.
Erwin awalnya mengangkat ponsel untuk melihat waktu, tetapi menemukan adanya pesan yang belum dibaca, pesan tersebut dikirim oleh Damon saat tengah malam tepatnya tadi malam, tentang Xavier.
__ADS_1
Setelah membuka pesan tanpa sadar, Erwin melirik sekilas dengan cepat isi pesan, dan tiba-tiba tersenyum sedikit di sudut mulutnya.
"Kamu pasti tidak terpikir kalau pergerakanmu yang sebesar ini sudah kuawasi, kan?"