
Dua hari kemudian, Erwin menerima informasi bahwa Damon sedang bersiap untuk secara diam-diam mengakuisisi saham pemegang saham lain dari Ricardo Group, mengetahui ini, Erwin merasa bahwa waktunya sudah tepat.
"Sudah waktunya mulai, tapi kita harus memancing Mina Ricardo ini keluar dulu, kalau ada dia di sana, proses akuisisi yang Damon tangani pasti akan mengalami kendala."
Mina ini adalah orang yang paling diperhatikan oleh Erwin semenjak Erwin mengenal Ricardo Group dua hari ini.
Ricardo Group awalnya hanya sebuah perusahaan biasa yang menjual komputer dan ponsel, tidak berkembang banyak selama lebih dari sepuluh tahun. Tapi setelah Mina Ricardo ini pulang dari kuliah di Amerika Serikat, dan menetap di perusahaan, Ricardo Group ini berkembang pesat, dan hanya dalam lima tahun sudah membawa keluarga Ricardo menjadi salah satu dari empat keluarga besar di kota Bandung.
Dapat dilihat bahwa wanita ini sangat hebat, Mina juga adalah orang yang menjalankan Torani Stream, dan berhasil membuat Torani Stream menempati peringkat lima besar di platform siaran langsung dalam waktu kurang dari setahun setelah dirilis, dapat dilihat bahwa wanita ini berkemampuan tinggi.
“Kita harus pisahkan dia dan keluarga Ricardo.” Erwin mengerutkan kening, dan sebuah ide langsung muncul di benaknya, dia pun segera mengirim pesan kepada Boy.
Yang secara kasarnya berarti sudah boleh bergerak.
Setelah Boy menerima informasi, dia dengan cepat membawa timnya dan mengendarai mobil van ke area kompleks Villa Fancy Garden.
Setengah jam kemudian, Erwin masuk ke dalam mobil van milik Boy, dan Boy bertanya dengan cemas,
"Tuan Erwin, kita ke mana selanjutnya?"
"Bawa aku ke pabrik terbengkalai terdekat, lalu beritahu Matthew dan yang lainnya kalau aku berhasil ditangkap dan suruh mereka kirim orang untuk ambil alih." Erwin berpikir sejenak lalu melanjutkan, "Ikat aku dan ambil foto juga."
“Mengikatmu?” Boy sedikit enggan.
“Aku suruh ikat ya ikat, plester juga mulutku, buka aja begitu udah ambil foto nanti." Untuk memancing mereka, Erwin juga sudah berusaha semaksimal mungkin.
Namun, dia percaya bahwa langkah ini pasti akan berhasil memancing Matthew, karena Matthew sudah jelas menyimpan dendam setelah dipukuli, dan begitu melihat Erwin sudah tertangkap, dia pasti akan tidak sabaran untuk datang membalas dendam pada Erwin.
Sedangkan untuk Mina, Erwin punya cara sendiri untuk menghadapinya.
"Tuan Erwin, kalau gitu maaf ketidaksopanannya."
Boy mengambil tali di dalam van, mengikat Erwin dengan kuat, dan menempel plester di mulut Erwin dengan selotip hitam! Setelah melakukan semua ini, Boy mengambil foto Erwin yang diikat.
__ADS_1
Setelah itu Boy mengirim foto Erwin yang diikat kepada Matthew.
“Baik, sudah selesai, maaf Tuan Erwin, akan segera kulepaskan,” kata Boy dengan cepat sambil melepaskan Erwin, dan pada saat yang sama merobek selotip hitam yang menutupi mulut Erwin, karena dia mana mungkin berani benar-benar mengikat Erwin seperti ini.
Pada saat yang sama, Matthew yang menerima foto dari Boy saat sedang menunggu kabar di ruang konferensi VIP Ricardo Group, jadi bergembira.
"Ayah, Tante Boy berhasil tangkap Erwin, lihat."
Sambil berbicara, Matthew mengangkat ponselnya dengan penuh semangat dan menunjukkan foto Erwin diikat kepada Agus dan Mina.
"Baguslah, Boy memang tidak mengecewakan kita, uang yang kita keluarkan juga sepadan, karena Erwin udah ditangkap! Kita tinggal suruh Damon kembalikan ketiga aset kualitas tinggi punyaku." Kata Agus dengan senyum lebar dan merasa sangat bersemangat.
“Berhasil semudah itu, apa jangan-jangan palsu?” Mina berkata dengan cemas.
Bagaimanapun, Damon itu orang yang cukup cerdas, mana mungkin Damon tidak sadar dengan kejanggalan video yang mereka gunakan untuk mengujinya beberapa hari yang lalu?
“Tante, Erwin aja udah diikat, mana mungkin bisa palsu, sudahlah, aku harus memberi Erwin ini sedikit pelajaran buat balas dendamku.” Matthew sudah tidak sabar untuk pergi memberi pelajaran Erwin sebagai balasan dari penghinaan yang dirinya terima dari Erwin sebelumnya.
“Jangan khawatir, aku berjanji tidak akan terjadi apa-apa,” jawab Matthew dan bersiap untuk keluar, tetapi teleponnya berdering lagi.
Boy yang menelepon, jadi Matthew tidak berani mengabaikan dan langsung diangkat,
"Boy, ada apa?"
"Tuan Muda Ricardo, Erwin bilang dia sangat kagum dengan Tantemu, dan mau bertemu dengannya, dia juga bilang mau buat TG Entertainment bergabung ke dalam bisnis keluarga Ricardo." Suara Boy terdengar dari ponsel dengan jelas.
"Buat TG Entertainment bergabung ke dalam bisnis keluarga Ricardo kami???" Tiga orang di ruang konferensi saling memandang, mereka terkejut dengan keuntungan yang tak terduga ini, kemudian Matthew berkata seolah-olah mengingat sesuatu,
"Aku ingat sekarang, Erwin itu kayaknya manajer departemen TG Entertainment."
“Cuman seorang manajer departemen? Mana mungkin bisa mengendalikan kepemilikan perusahaan itu?” Agus tidak percaya, begitu juga dengan Mina, tetapi walau hanya ada secercah harapan sekalipun, Mina tetap akan bersedia mengambil resiko.
Apa jangan-jangan anak itu memegang rahasia TG Entertainment yang tidak boleh diketahui oleh publik?
__ADS_1
Itu hanya tergantung pada apakah resiko tersebut layak untuk diambil, pengembangan Torani Stream yang dia jalani sedang mengalami hambatan. Jika dia bisa memanfaatkan bintang-bintang terkenal dari TG Entertainment dan promosi program milik mereka sendiri, kecepatan pengembangan pasti akan meningkat beberapa kali lipat.
Terutama Wilderness Life, yang tingkat penayangannya bertahan di peringkat tiga besar tingkat internasional, pada saat yang sama, kalau acara ini dimiliki oleh keluarga Ricardo mereka kedepannya, maka tingkat eksposur Torani Stream pasti akan meroket.
Memikirkan hal ini, Mina menanggapi godaan tersebut.
"Bilang sama dia, aku akan ke sana!"
Ini adalah bagaimana cara Erwin memancing Mina, Mina mungkin tidak tertarik pada industri lain saat ini, tetapi masih sangat peduli dengan industri hiburan, jadi walau ada secercah harapan sekalipun, Mina pasti akan mengambil resiko, belum lagi Erwin sedang diikat, jadi tidak berbahaya sama sekali.
Ini membuat Mina lebih berani mencoba, karena tidak ada ruginya, palingan hanya buang-buang waktu.
"Dek, kalau kamu ke sana, aku jadi harus negosiasi dengan Damon tentang mengambil kembali tiga aset itu nanti?" Agus berkata dengan hati nurani yang bersalah.
Kemampuan Agus sangat biasa-biasa saja, menghadapi orang biasa saja kepercayaan dirinya hanya lumayan-lumayan aja, bagaimanapun, dia sudah menjadi CEO bertahun-tahun, jadi setidaknya punya mentalitas seorang atasan. Namun, yang dia harus hadapi itu Damon, salah satu tokoh penting kota Bandung, dia tetap kurang percaya diri kalau harus menghadapi secara sendirian.
"Kak, jangan khawatir, kita lagi unggul sekarang, jadi kamu cuman perlu ingat dua poin. Yang pertama, biarkan Damon bernegosiasi di Ricardo Group kita, kedua, jangan sampai terhasut alur negosiasinya, cukup pegang teguh satu tujuan, yaitu boleh membebaskan Erwin selama ketiga aset itu dikembalikan pada kita tanpa syarat.”
Mina juga memahami kakak laki-lakinya ini dengan cukup baik, walau punya kemampuan yang biasa-biasa saja, tetapi selama memperhatikan dua poin ini, dia yakin bahwa Damon tidak akan dapat keuntungan apapun dalam negosiasi tersebut.
“Akan kuingat, kalau gitu kalian pergi aja dulu.” Agus mengangguk dan mengingat dua poin itu di dalam hatinya.
Segera, Mina dan Matthew berjalan meninggalkan Ricardo Group, dan pergi ke lokasi yang dikirim Boy, yaitu sebuah bangunan pabrik yang ditinggalkan di pinggiran barat kota.
“Tuan Erwin, ucapanmu tepat sekali, Mina beneran tergoda, dan sedang buru-buru datang ke sini bersama Matthew.” Setelah menutup telepon, Boy buru-buru mendekat dan melapor kepada Erwin.
"Tentu aja, Torani Stream lagi di masa terhambat, kalau bisa dapatkan TG Entertainment, pasti bisa tumbuh dengan pesat, jadi dia nggak akan bisa tahan sama godaan seperti itu, walau hanya ada secercah harapan saja, dia pasti tak ragu untuk mencoba, lagipula gagal juga nggak ada ruginya."
Erwin menjelaskan dengan sedikit senyum di sudut mulutnya.
"Tuan Erwin memang hebat, tebakanmu sangat tepat, dan aku jadi kagum." Pada saat ini, Boy sangat mengagumi Erwin yang mampu mengetahui keinginan seseorang dengan sangat akurat.
Sudut mulut Erwin terangkat, langkah selanjutnya hanya perlu menarik tali pancingan.
__ADS_1