
Rapat tingkat tertinggi dewan direksi di Laws Group sedang diadakan saat ini, beserta pemilihan ulang CEO dan posisi penting lainnya.
Erwin, Giselle dan Bruce totalnya memegang 55% saham Laws Group, sementara Frendy dan Frank hanya 45%.
“Tolong angkat tangan bagi yang setuju Giselle menjadi CEO.” Bruce memimpin, karena sebagai senior Laws Group, dia memenuhi syarat untuk mengatakan ini.
Hanya saja Frendy sangat marah saat melihat ini, tinjunya diam-diam mengepal! Sedangkan Frank sedang memikirkan cara untuk mundur, karena pengangkatan Giselle menjadi CEO ini sudah tidak bisa diganggu gugat, jadi lebih baik dia memikirkan cara untuk mundur dan bertahan hidup.
Setelah kata-kata itu keluar, Giselle langsung angkat tangan, yang menunjukkan pernyataan setuju.
Namun, yang mengejutkan adalah Frank si manajer umum yang paling dipercaya oleh Frendy juga ikut angkat tangan dan setuju.
Hasil ini mengejutkan beberapa orang di tempat kejadian, begitu juga dengan Erwin dan Giselle, tapi tak lama kemudian mereka langsung mengerti, tingkat dukungan suara Giselle awalnya memang sudah 55%, jadi mau Frank itu angkat tangan atau tidak, hasil akhirnya tetap tidak akan berubah.
Jadi, lebih baik angkat tangan dan membantu Giselle menjadi CEO, dengan begitu dia bisa bertahan dan bisa mundur tanpa mengalami kerugian besar, Frank ini memang orang yang cerdas.
“Frank, bahkan kau juga mengkhianatiku?!” Frendy menampar meja dengan marah dan memasang ekspresi jelek.
"Frendy, aku memilih Giselle itu karena sesuai dengan situasi yang sedang terjadi, Aliansi Bisnis Bandung yang kau pilih itu tak lama lagi akan runtuh, aku tidak ingin melihat perusahaan ini diseret olehmu ke ambang kehancuran! Sedangkan Giselle punya dukungan dari High Build Group dan Aliansi Bisnis Dagang Erlin, perkembangan pesat cabang di utara kota adalah bukti terkuatnya, aku percaya dengan adanya Giselle menjadi CEO yang baru, pasti bisa membawa Laws Group ke tingkat yang lebih tinggi."
Frank berkata dengan cukup serius, yang tujuan sebenarnya hanya mementingkan dirinya sendiri untuk mundur.
“Baiklah, lihat saja nanti! Aku pasti akan membuat kalian menyesal!” Teriak Frendy dengan marah sambil berdiri dan hendak berjalan keluar, tapi Erwin sepertinya tidak berniat membiarkannya pergi.
“Frendy, kapan aku bilang kau boleh pergi? Untuk apa terburu-buru?” kata Erwin dengan ringan dan dingin!
"Apa maksudmu? Aku bahkan tak boleh pergi? Kau pikir kau siapa?!" Frendy menoleh dan memelototinya.
"Serahkan 35% sahammu kalau mau pergi."
__ADS_1
Kata Erwin sambil mengangkat sudut mulut, Frendy ini memegang 35% saham, jadi kalau dibiarkan pergi begitu saja, bisa saja Frendy berbalik dan bergabung dengan Frank dan Bruce lagi untuk melawan, dan situasi itu akan membahayakan posisi Giselle, jadi Erwin harus mengontrol secara mutlak Laws Group ini.
“Erwin, jangan terlalu sombong, mau 35% saham di tanganku? Kau pikir kau siapa?” kata Frendy dengan jijik, dia memang punya niat untuk mencari cara untuk membalikkan keadaan, dan 35 % saham ini adalah satu-satunya kesempatannya untuk itu, jadi mana mungkin diserahkan begitu saja.
"Akan kubeli dengan 20 miliar, kalau menolak kulempat keluar dari jendela lantai delapan ini," kata Erwin dengan sedikit ancaman.
Ini membuat orang-orang yang hadir mengambil napas dalam, sungguh kejam sekali! Wajah Frendy semakin berubah menjadi ketakutan.
"Erwin, aku tidak takut, jangan harap mau beli sahamku hanya dengan 35% saham!" Sambil berteriak, Frendy perlahan-lahan bersandar ke pintu ruang konferensi, dan berencana untuk kabur.
35% saham di tangannya itu bernilai beberapa triliun, tapi Erwin ingin beli dengan 20 miliar? Mana mungkin Frendy setuju?
Erwin tahu niat Frendy untuk kabur, tapi tidak menghentikan dan membiarkannya bersandar ke pintu, karena di luar pintu ada Sharon, Lisa dan Leona, jadi mustahil bagi Frendy untuk kabur!
Ternyata benar, tepat ketika Frendy diam-diam membuka pintu dan melarikan diri, Frendy langsung didorong kembali ke dalam ruang konferensi oleh Sharon, itu membuatnya sangat putus asa.
“Frendy, kesabaranku ada batasnya, 20 milliar itu sudah cukup untuk dana pensiun seumur hidup!" Erwin sudah sangat sopan, karena biasanya dia menghabiskan 2 miliar untuk mengakuisisi saham orang lain saja tidak terlalu rela.
“Erwin, jangan paksa aku!” Frendy panik saat ini, karena tidak bisa melarikan diri ataupun melawan, itu membuatnya tak berdaya sekaligus putus asa.
Pada saat ini, Frendy mengalihkan perhatiannya ke arah Frank, karena dulunya tiap kali menghadapi masalah, dia biasanya meminta bantuan Frank, tapi kali ini Frank sengaja memalingkan kepala dan tidak mau melihat Frendy sama sekali, Frank sendiri saja tidak bisa melindungi diri sendiri, jadi mana mungkin membantu Frendy.
Melihat keengganan Frendy untuk setuju, Erwin sedikit mengernyit dengan tidak sabar, berjalan mendekat dan meraih kerahnya, lalu menyeretnya ke jendela ruang konferensi.
“Mau nantang kesabaranku?” Erwin dengan dingin mendorong tubuh Frendy keluar jendela, sehingga seluruh bagian atas tubuh Frendy sudah berada di luar jendela sekarang.
Wajah Frendy pucat ketakutan, tubuhnya bahkan sampai gemetar, Ini adalah lantai delapan, jadi begitu jatuh dari sini pasti mati!
“Aki setuju, akan kutanda tangan!” Frendy dengan cepat menjawab dengan ketakutan, dibandingkan dengan nyawa, saham ini tidak sepadan sama sekali, terlebih lagi masih ada 20 miliar, jadi dia hanya bisa menerima takdirnya.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu." Erwin mengangkat sudut mulut dan menarik kembali tubuh Frendy ke dalam ruangan.
Adegan ini membuat kaget Bruce dan Frank di ruang konferensi, mereka takut dengan tindakan kejam dari Erwin, Erwin ini bahkan lebih menakutkan daripada Damon.
Tak lama kemudian, menyiapkan kontrak akuisisi saham dan menyerahkannya kepada Frendy.
Frendy melirik kontrak tersebut, kemudian melirik Giselle dengan wajah penuh keengganan sekaligus tak berdaya, putri haram yang selalu diwaspadai ini pada akhirnya mengambil segalanya darinya.
Ketika Frendy menandatangani kontrak tersebut, kakinya bahkan menjadi lemas dan tak bertenaga, mulai saat ini, Laws Group tidak ada berhubungan dengan dia lagi, Laws Group yang dengan susah payah dia kembangkan selama ini telah jatuh ke tangan High Build Group.
"Kamu bisa pergi sekarang, 20 miliarnya sebentar lagi akan masuk ke rekeningmu."
Erwin melirik kontrak akuisisi dengan puas, dengan 35% saham ini, Erwin totalnya punya 75% saham, kalau dikurangi dengan 5% untuk hadiah Bruce, maka tersisa 70%, yang artinya Erwin saat ini telah memegang kendali mutlak terhadap Laws Group, dan posisi Giselle sebagai CEO pada dasarnya akan stabil tanpa khawatir bisa digoyahkan.
Giselle melihat punggung Frendy yang pergi, hatinya tidak merasa simpati sama sekali, melainkan merasa kenikmatan balas dendam.
"Bu, apa kamu melihatnya? Aku sudah membalaskan dendammu!" Giselle sudah mengalami penghinaan selama ini, dan hari ini akhirnya bisa mengalahkan Frendy beserta mengambil alih Laws Group.
Setelah mengusir Frendy, Giselle langsung mengumumkan,
"Selanjutnya adalah penggantian posisi penting di perusahaan, Frank akan diberhentikan dari posisi manajer umum dan aku akan bertanggung jawab untuk posisinya, Direktur keuangan Brandon akan diberhentikan, direktur administrasi Dixon akan diberhentikan, dan....."
Serangkaian pengangkatan dan pemindahan jabatan diatur dengan rapi, semua posisi inti digantikan oleh bawahan Giselle sendiri! Saat itulah Laws Group sepenuhnya berada di bawah kendalinya.
Frank sedikit tidak puas, tapi ketika mengingat cara Erwin berurusan dengan Frendy barusan, dia tidak berani menentangnya, dan mengerti bahwa Laws Group telah sepenuhnya berubah sejak hari ini, kemudian era Giselle akan segera dimulai.
"Giselle, aku ingin pensiun, jadi izinkan aku mengundurkan diri." Kata Frank dengan suara beratnya.
“Oke, pengajuan diterima.” Giselle segera menjawab tanpa ragu-ragu.
__ADS_1
Mulai saat ini, Laws Group akan memiliki pemilik baru, dan pengumuman pertama yang resmi dirilis atas nama Laws Group adalah penarikan diri dari Aliansi Bisnis Bandung dan sepenuhnya bergabung dengan Aliansi Bisnis Dagang Erlin!