
Erwin yang bangun pagi langsung menerima telepon dari Damon, yang melaporkan bahwa pengakuisisi Pameran Sun Galery sudah berhasil, serta juga telah menukar beberapa orang sendiri ke sana, jadi sekarang Erwin memiliki kendali penuh atas pameran yang merupakan pusat di timur kota tersebut, dan tinggal menunggu kedatangannya.
“Bagus sekali, kerja bagus.” Erwin terkejut, karena tidak menyangka Damon bisa begitu cepat dan rapi dalam menyelesaikan perjanjian akuisisi Pameran Sun Galery.
Pameran Sun Galery adalah pusat pameran paling terkenal di timur kota, selain berbagai pameran seni, bangunan ini juga memiliki fungsi lelang yang merupakan fungsi utamanya, ini adalah bangunan yang relatif penting di kalangan penggemar antik dan seni Kota Bandung.
Setelah menerima kabar itu, Erwin langsung berangkat ke Pameran Sun Galery yang merupakan satu-satunya bisnis pribadinya sekarang, jadi dia sangat mementingkannya, hari ini kebetulan adalah hari pameran koleksi pribadi David dibuka, jadi tentu tidak ada alasan lain baginya untuk tidak pergi ke sana.
Sekitar pukul sembilan pagi, Pameran Sun Galery telah dibuka, dan banyak orang yang datang, kerabat keluarga Aleda juga meluangkan waktu mereka untuk berpartisipasi dalam pameran koleksi pribadi ini, serta murid-murid dan teman-temannya David juga, mereka semua datang untuk meramaikan dan menyemangati David.
Kali ini, jumlah orang yang datang untuk berpartisipasi dalam pameran koleksi pribadi David jauh lebih banyak daripada jumlah orang yang hadir di makan malam hotel sebelumnya, dia juga mengundang Tuan Brian yang merupakan penilai terbaik dari industri barang antik.
Selain itu, ada beberapa pecinta barang antik juga mendengar kalau pameran pribadi ini akan memiliki dua lukisan "Ali Sadikin Pada Masa Kemerdekaan" Dan bagi mereka yang bisa menebak mana yang asli, akan mendapat hadiah besar, itu membuat orang-orang menjadi semakin bersemangat.
Jadi meskipun ini adalah pameran koleksi pribadi, namun menarik banyak orang untuk berkunjung.
Ketika Erwin tiba, Lina dan keluarganya juga tiba. Begitu dia memarkir mobil, Lina berlari ke arah Erwin dengan gembira, meraih lengan Erwin dengan wajah manis.
"Erwin, kau akhirnya datang juga, yuk!"
Lina hari ini mengenakan gaun putih, rambutnya yang berwarna sedikit kecoklatan dengan potongan rambut bergelombang yang menambahkan kesan cantiknya, ditambah kulit dan sepasang kaki yang putih halus membuatnya terlihat indah sekali.
Banyak orang yang lewat tidak bisa menahan diri untuk tidak melihatnya beberapa kali, terutama para pria, mereka merasa sangat iri dengan Erwin.
“Lina, orang tuamu ada di sini?” Erwin merasa sangat puas dengan wanita secantik ini yang memeluk lengannya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
“Di sana, di sana.” Begitu Lina selesai berbicara, dia melihat Lucas berlari kemari dengan gembira, dan bahkan mengesampingkan putrinya sendiri untuk berjabat tangan dengan Erwin.
Lina sangat tertekan, ini terasa seperti ayahnya sendiri ingin merebut pacarnya.
"Erwin, kamu akhirnya datang juga, paman sudah lama menantikan kedatanganmu, kenapa sudah jarang main ke rumah kami? Bagaimana kalau makan malam di rumah paman nanti? Paman akan memasak untukmu." Semenjak mendapatkan 400 miliar dari Erwin dan masalah pembangunan terselesaikan, dia menjadi selalu mengutamakan Erwin.
Dia harus menjalin hubungan yang baik dengan anak kaya yang misterius ini.
“Ayah, Ibu pasti akan mengomel lagi kalau kau terus bersikap seperti itu.” Lina sedikit kehabisan kata-kata dengan Ayahnya yang selalu bersikap sopan seperti itu terhadap Erwin, itu membuatnya sulit untuk percaya.
Mary berjalan mendekat dengan ekspresi tidak senang, dan tidak bisa menahan ejekan ketika Lucas bersikap seperti itu terhadap Erwin lagi.
"Siapa yang mengizinkannya makan malam di rumah?"
"Aku yang suruh, kenapa? Kalau tidak, kita voting saja, Lina, yang setuju dengan Erwin untuk makan di rumah kita malam ini angkat tangan." Kata Lucas sambil mengangkat tangannya, kemudian Lina juga ikut angkat tangan, yang membuat hasil votingnya terlihat jelas.
“Aku malas berdebat dengan kalian berdua, entah apa bagusnya seorang anak miskin dari pedesaan?” Mary sangat marah, dan bahkan merasa kesal setiap kali melihat Erwin.
Tapi untungnya, dia sudah tahu bahwa perusahaan Lucas telah kembali beroperasi normal, dan Lina juga meminjamkannya kartu emas super, jadi dia tidak membutuhkan kedua orang ini untuk sementara ini, dan dia juga sudah dapat pamer dengan para kerabat serta temannya lagi.
“Erwin, makan malam ke rumah kami yuk, masakan Ayahku tidak enak, jadi biar aku saja yang masak.” Lina mengedipkan mata pada Erwin dengan nakal dan ekspresi yang imut.
“Boleh.” Erwin belum pernah makan masakan Lina, jadi dia juga sangat menantikannya.
Sementara Erwin mengobrol bersama ketiga orang yang ada di sisinya, Vincent baru saja turun dari mobil mewah bersama sekelompok anak kaya.
__ADS_1
Yaitu Kay, Daisy dan Rosa dari keluarga Aleda, kecuali Lina, pada dasarnya mereka semua berada di pihak Vincent, tentu saja karena Vincent adalah bujangan muda dengan kekayaan lebih dari dua triliun, dan kemungkinan besar Daisy serta Rosa sudah mencoba mendekatinya.
Namun, Vincent memandang ke arah Lina yang sedang berbicara dengan Erwin tidak jauh dari sana, dan tiba-tiba mengepalkan tinjunya, karena kemarahan di dalam hatinya melonjak tinggi.
“Erwin, kesombonganmu tak akan bertahan lama lagi, saat lukisan palsumu itu terungkap, disitulah kehancuranmu tiba!” Vincent sangat menantikan apa yang akan terjadi hari ini, untuk membuat Erwin benar-benar kalah total sekaligus sebagai balasan dari perbuatannya beberapa hari yang lalu di Klub Hiburan Gold.
Meskipun berpikir seperti itu di dalam hati, tapi Vincent tetap berjalan ke sana untuk menyapa Lina yang ada di sebelah Erwin, karena dia menyadari bahwa hari ini Lina sangat cantik sehingga membuatnya susah untuk berpaling, inilah wanita cantik yang cocok dengan dirinya.
"Lina, kau sangat cantik hari ini."
“Terima kasih.” Setelah Lina menjawab dengan sopan, dia berhenti memperhatikan Vincent, tapi memeluk erat lengan Erwin, untuk membuat Vincent mengerti secara tidak langsung bahwa dia ini menyukai Erwin, jadi jangan ganggu dia lagi.
Vincent menahan amarahnya yang meluap-luap, menggertakkan giginya dan berkata kepada Erwin,
"Erwin, aku akan menghancurkanmu hari ini."
“Lebih baik khawatir dengan dirimu sendiri!” Erwin menggelengkan kepalanya, dia itu benar-benar terlalu percaya diri, mungkin karena kekayaannya.
Melihat suasana menjadi berbeda, Kay tidak bisa menahan diri untuk berpaling dari topik pembicaraan.
"Ngomong-ngomong Kak Vincent, kudengar sore nanti akan ada pelelangan di Pameran Sun Galery, yuk kita ikut juga, aku sampai sekarang belum pernah melihat pelelangan itu seperti apa"
"Kudengar hanya orang yang punya setidaknya 20 miliar sebagai jaminan aset yang boleh memasuki pelelangan, sedangkan yang tak punya itu tak diperbolehkan untuk masuk." Kata Daisy yang seksi dan bertubuh tinggi, karena tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut dalam pembicaraan.
"Tidak masalah, pemilik Pameran Sun Galery ini adalah teman lamaku, aku akan perlu memberitahunya untuk membiarkan kalian masuk." Vincent berkata dengan bangga, dan memberikan tatapan provokatif pada saat yang sama pada Erwin sambil menyeringai,
__ADS_1
"Tidak seperti seorang anak miskin dari pedesaan yang tak bakal mungkin bisa masuk ke pelelangan itu seumur hidupnya."
“Begitu ya? Haha.” Erwin tidak membela diri, aku hanya perlu membuatmu tak diizinkan untuk masuk, aku mau lihat apa yang bisa kau sombongkan lagi, pikirnya dalam hati.