Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Serangan Balik Berturut-turut


__ADS_3

Dengan adanya saham Hotel Aleda, Erwin akan berhak berpendapat di rapat pemegang saham, bahkan William kehabisan alasan untuk mengusirnya.


"Kamu memang sudah berhak, tapi kuperingatkan jangan asal ngomong, atau aku akan menuntutmu merusak nama baik dan fitnah." William menunjuk hidung Erwin sambil memperingatkan.


“Tentu saja aku takkan asal ngomong, soalnya yang kubilang itu berdasarkan fakta." Erwin tersenyum sedikit, kemudian berkata dengan sedikit nada bertanya.


"William, kamu tadi bilang yang tak memegang saham itu tak berhak berada di sini, kan?"


"Tentu, bukan pemegang saham itu tak berhak di sini." William mendengus dingin.


"Kalau gitu silakan keluar, kamu tak berhak lagi di sini." Erwin tersenyum sedikit, dan memanfaatkan cara yang sama persis seperti yang digunakan William untuk mengusirnya.


"Omong kosong, aku tak berhak? Kamu sudah gila ya? Aku punya 20% saham Hotel Aleda!" Teriak William, karena berpikir Erwin ini keterlaluan.


Pemegang saham lainnya juga, mereka semua tahu bahwa William memiliki 20% saham dan merupakan pemegang saham nomor dua yang terbanyak di Hotel Aleda.


“Gitu ya?” Erwin berkata dan melemparkan sebuah perjanjian transfer saham di depan William, dan berkata dengan ringan. “Seingatku Tuan William memindahkan 20% sahamnya padaku dengan harga 200 juta?"


“Oh ya, mungkin kamu belum ambil uang tunainya jadi lupa.” Erwin berkata dan melemparkan sebuah tas berisi 200 juta rupiah ke depannya.


Dihadapkan dengan peristiwa yang tiba-tiba ini, pemegang saham lain termasuk William tercengang di tempat, tetapi William langsung menunjuk Erwin dan teriak dengan marah,


"Sejak kapan aku pindahkan sahamku?!"


"Lihat aja kontrak perjanjiannya, lagian staf hukum perusahaan juga ada di sini, tinggal pastikan aja secara langsung," kata Erwin dengan santai.


“Aku tidak percaya!” William segera mengambil perjanjian transfer saham dan mulai baca, semakin dia baca, semakin pula dia ketakutan, sampai halaman terakhir yang terdapat tanda tangannya.

__ADS_1


“Ini, mustahil, ini mirip dengan tandatanganku.” Bagaimana mungkin William tidak mengenali tanda tangannya sendiri, tetapi dia tidak ingat pernah menandatangani perjanjian transfer saham ini, dan juga tidak mungkin akan melakukannya.


“Kamu tahu pemalsuan tandatangan itu melanggar hukum, kan?” William dengan marah melemparkan perjanjian itu ke atas meja, dia tidak mengakui perjanjian transfer saham tersebut, kemudian menunjuk Erwin dengan marah.


"Kita tinggal minta Darius untuk pastikan saja." Erwin memberi isyarat dan memanggil Darius yang ada di sebelahnya.


William benar-benar tidak percaya, tanda tangan ini miliknya.


Dia menyerahkan perjanjian itu kepada Darius, setelah Darius mengambil, dan dengan teliti memeriksa serta membandingkan dengan yang asli, dia mengumumkan hasilnya,


"Tanda tangan ini memang milik Tuan William."


“Apa?” Tidak hanya William yang terkejut, tetapi juga pemegang saham lainnya, 20% saham William dijual kepada Erwin seharga 200 juta?


“ini tidak mungkin.” William kehabisan kata-kata, dia tidak pernah menandatangani perjanjian ini sama sekali, dan tidak akan sebodoh itu sampai menjual sahamnya dengan harga sekecil itu, tetapi kenapa bisa ada tanda tangannya di situ?


Namun, serangan balik Erwin tidak berhenti di situ.


“Selain itu, ada satu hal penting lagi yang ingin kuumumkan!” Erwin melihat ketidakpuasan William dan menyeringai.


"Selama masa jabatannya, William memanfaatkan posisinya untuk melakukan tindakan korupsi terhadap potongan harga dari pemasok, yang berjumlah lebih dari 10 miliar rupiah, jadi dia akan diberhentikan dari posisi wakil manajer umum."


“Omong kosong apa lagi ini! Dari mana aku korupsi uang dari potongan harga pemasok, apa kamu punya bukti?” William tidak menyangka Erwin ini benar-benar ingin mengeluarkannya dari perusahaan Hotel Aleda, mana mungkin dia bisa menerima ini?


"Tentu saja ada buktinya," kata Erwin dan memanggil Etan, yang sedang menunggu di luar pintu ruang konferensi, sambil membawa setumpuk laporan dan dokumen.


Ketika William melihat Etan masuk, ekspresinya sangat berubah, tetapi dia masih mencoba menahannya, karena Etan ini pernah disogok olehnya, jadi bisa dibilang juga terlibat dalam masalah ini, William tidak percaya Etan akan menggali kuburan sendiri.

__ADS_1


Namun, apa yang dikatakan Etan selanjutnya membuatnya benar-benar kaget besar.


"Tuan William telah memanfaatkan posisinya untuk korupsi demi keuntungan pribadi, dan bahkan menyuruhku untuk membuat dua akun rekening untuknya, yang ada di tanganku adalah buktinya." Setelah Etan menjelaskan situasinya, dia menyerahkan buku rekening di tangan kepada para pemegang saham.


Melihat Etan sepatuh itu pada Erwin, William terkejut sekaligus terdiam lagi, wajahnya langsung memucat, dan  kakinya gemetaran, jika masalah ini akan berbahaya jika sampai di kepolisian!


Dan pemegang saham itu juga sedikit terkejut ketika melihat buktinya. Tentu saja, yang mengejutkan mereka bukanlah William yang korupsi, tetapi anak muda bernama Erwin ini bisa membuat Etan bersedia bersaksi secara langsung di depan semua orang, dan bahkan menipu saham milik William, itulah yang mereka takutkan.


Karena para pemegang saham ini kurang lebih juga pernah menerima keuntungan dari William, pada saat ini, buktinya sudah sangat kuat, ditambah saham William telah ditipu! Mereka jelas tidak mau membantu William saat ini, karena itu sama saja dengan mengakui perbuatan mereka, sehingga mereka bahkan diam-diam menyeka keringat di dahi, takut Erwin ini akan melibatkan mereka dalam masalah ini.


"Seharusnya sudah jelas sekarang! Tuan William, kamu sudah bekerja di perusahaan ini lebih dari sepuluh tahun, jadi aku akan menghargaimu dan tidak akan lapor polisi, tetapi mulai sekarang, kamu bukan lagi salah satu orang penting di Hotel Aleda!"


Erwin akhirnya mengeluarkan kata-kata usirannya, menipu saham, merampas posisi wakil manajer umum, dan sepenuhnya mengusir William dari Hotel Aleda secara bersamaan.


"Aku adalah wakil manajer umum, dan sudah bekerja di perusahaan ini setidaknya lima belas tahun, kamu pikir akan semudah itu mengusirku? Dengan posisiku sebagai wakil manajer umum, harus ada persetujuan dari para dewan direksi untuk mengeluarkanku!" William juga ingin melakukan upaya terakhir, dan bergantung pada para pemegang saham ini.


Namun, sikap acuh tak acuh para pemegang saham menunjukkan bahwa William tidak bisa lagi tinggal di sini.


“Oke, bagus kalian satu-satu! Hari ini memang aku yang diusir, tapi besok akan jadi giliran kalian!” William tidak menyangka para pemegang saham ini memilih untuk melindungi diri mereka sendiri pada saat situasi kritis seperti ini, para senior berpengalaman ini malah setakut ini dengan pemuda yang hanya berusia dua puluhan.


“Erwin, aku takkan melupakanmu yang mempermainkanku seperti ini, lihat saja! Aku akan kembali, lalu membuat perhitungan denganmu.” William pergi dengan wajah penuh amarah, dan bersumpah akan melakukan apapun untuk membalas dendam ini termasuk mengerahkan seluruh kekuatan keluarganya.


William pergi, dan bahkan tidak mengambil 200 juta uang tunai yang telah disiapkan Erwin untuknya.


Sedangkan untuk para pemegang saham lain, ada jejak ketakutan di mata mereka saat melihat Erwin, pemuda ini tidak mudah untuk dilawan!


"Para pemegang saham sekalian, aku telah menjadi pemegang saham terbesar di Hotel Aleda mulai sekarang, jika ada yang mencoba mengikuti jejak William, aku tidak keberatan untuk mengeluarkan kalian semua."

__ADS_1


Erwin mengingatkan sambil menatap mereka dengan dingin. Tujuan lain dari mengadakan rapat pemegang saham kali ini adalah menyingkirkan dan memperingatkan hama perusahaan, sehingga pemegang saham yang tersisa dapat belajar dan tidak berani membuat masalah lagi, kalau tidak merekalah yang akan diusir selanjutnya.


__ADS_2