
Seratus lebih orang yang menerobos masuk ke manor ini adalah orang-orang Erwin yang sudah siap siaga di luar dari awal, di antara mereka ada dua puluh master dari Aula Seni Bela Diri Pencak Silat, yang bergegas ke garis depan dan mengalahkan siapapun mereka. menghalangi.
Para penjaga keamanan sama sekali bukan lawan mereka dan dikalahkan satu per satu, mereka juga ditakutkan oleh aura ganas yang menyeramkan dan mundur perlahan. Mereka semakin mundur ke manor hingga lama kelamaan menjadi kekalahan.
Semakin mereka mundur, semakin momentum dari seratus orang ini yang menyerbu ini terus mendominasi.
Ketika Delny melihat ini, matanya membelalak tak percaya.
"Bagaimana mungkin? Kau sudah menyiapkan orang-orang ini dari awal, 'kan?" Delny dengan memikirkan sesuatu. Bala bantuan yang bisa datang secepat ini hanya memiliki satu kemungkinan, yaitu sekelompok orang ini sudah siap siaga di luar.
"Kamu lumayan pintar, tapi terlalu pintar itu mungkin bia membuatmu mati lebih awal." Erwin mengangkat sudut mulut dan menjauhkan belati dari leher Delny saat berbicara. Sekarang pasukannya telah tiba dan mengendalikan situasi, jadi dia tidak perlu menggunakan paksaan atau ancaman seperti itu lagi.
Sebenarnya memang tidak ada gunanya menggunakan Delny sebagai tameng barusan, para penjaga keamanan tetap saja menyerang. Dapat dilihat bahwa wanita ini tidak memiliki posisi yang penting dalam Keluarga Gibson, sejenis keberadaan yang dapat dibuang kapan saja, meskipun ini adalah sesuatu yang sudah diduga, tapi Erwin masih mereka kecewa dan pergerakan kali ini berakhir sia-sia.
“Kau membawa orang sebanyak ini hanya untuk pertukaran kesepakatan tadi?” Delny merasa sedikit gemetar, tindakan Erwin benar-benar tidak dapat diprediksi.
"Menginjakkan kaki di tempat kekuasaan Keluarga Gibson pasti harus memiliki persiapan demi keamanan nyawa sendiri. Lihat baik-baik, bagaimana aku meruntuhkan tempat ini, pegang kata-kataku!" ujarnya dengan cukup tegas.
Cahaya dingin melintas di mata Erwin. Orang yang akan menculik Jocelyn mungkin berasal dari sini, jadi mencederai para penjaga keamanan dan meratakan tempat ini setidaknya akan menyulitkan pihak musuh.
Delny merinding saat melihat tatapan Erwin, pria ini terlalu menakutkan dibandingkan dengan sosok yang ada di lantai dua.
“Mohon perhatian semuanya, patahkan kaki semua penjaga keamanan di sini.” Erwin berteriak dan mengambil keputusan yang bulat, dengan mencederai para penjaga keamanan, maka mereka tidak akan bisa melakukan pergerakan seperti menculik Jocelyn untuk sementara ini.
Setelah mendengar instruksi dari Erwin, para ahli bela diri semakin bersemangat dan kuat dalam melawan para penjaga keamanan.
__ADS_1
Di loteng lantai dua, seorang pria paruh baya berjanggut melihat situasi di bawah melalui jendela sambil mengerutkan kening.
"Siapa sebenarnya Erwin ini? Sampai bisa mengumpulkan ahli bela diri sebanyak itu ke sini, yang jelas ingin menghancurkan tempat ini, apa mungkin punya dendam dengan Keluarga Gibson?"
Orang ini adalah anggota keluarga nomor dua dari cabang Keluarga Gibson di Kota Santa sekaligus paman Delny, Yanto Gibson, yang merupakan pendiri tempat ini, tapi dia benar-benar tidak menyangka tempat ini akan dirusak oleh anak laki-laki yang terlihat biasa-biasa saja seperti Erwin.
Ini membuatnya benci sekaligus marah karena segala sesuatu yang ada di sini dibangun olehnya dengan susah payah. Bukan hanya itu, tapi tempat ini juga berkaitan dengan tugas penting bulan depan, jika terjadi kesalahan pada tugas tersebut, maka itu akan jadi bencana.
Pada saat ini, suara yang cukup serak terdengar dari belakangnya.
"Paman ketiga, biarkan aku turun dan mencobanya," kata seorang pria muda berjaket hitam yang sedang berdiri dalam kegelapan dengan hormat di belakangnya.
"Tak ada yang bisa kau perbuat, di sana ada lebih dari 20 ahli bela diri, kecuali gurumu datang ke sini. Kita hanya bisa mundur sekarang. Sedangkan untuk misi bulan depan, kita hanya bisa minta bantuan guru dan saudara-saudari seperguruanmu.”
Yanto dengan cepat mengambil keputusan, orang-orang yang dibawa Erwin sangat kuat, jadi penjaga keamanan di manor tidak kuat melawan sama sekali.
Setengah jam kemudian, orang-orang yang dibawa oleh Erwin pada dasarnya sudah melumpuhkan semua penjaga keamanan di manor ini, yang berarti kekuatan tempur Keluarga Gibson di Kota Santa sudah hancur parah.
“Tuan Muda, semua penjaga keamanan di sini sudah dilumpuhkan, apa yang harus kami lakukan sekarang?” Baka yang berlumuran darah datang melapor kepada Erwin sambil terengah-engah.
"Ratakan tempat ini." Erwin berkata dengan kilatan dingin yang melintas di mata.
'Baik, bagaimana dengan barang-barang di manor ini? Hancurkan semua juga?" Baka melirik ke arah manor yang terdapat banyak kaligrafi, lukisan berharga, ataupun vas antik. Lagi pula, tema tempat ini bergaya kuno, jadi barang-barang seperti itu pasti sangat banyak.
"Hancurkan saja, akan kusuruh Damon untuk membagikan bonusnya pada kalian nanti." Kata Erwin dengan ringan, dia datang untuk menghancurkan kekuatan Keluarga Gibson, bukan untuk merampok harta.
__ADS_1
"Baik Tuan Muda," jawab Baka dan dengan cepat mundur untuk melaksanakan perintah Erwin.
Delny yang melihat bahwa orang-orang Erwin benar-benar menghancurkan manor, tiba-tiba gemetaran, paman ketiga di lantai dua ke mana? Kenapa tidak keluar untuk menghentikan semua ini? Atau bahkan dia saja kabur?
Memikirkan hal ini, mata Delny menjadi semakin ketakutan, kekuatan seseorang yang bahkan ditakuti oleh paman ketiganya membuatnya terpikir akan sebuah ide.
"Erwin, namaku Delny, akan ku tepati janjiku yaitu menjadi anak buahmu mulai hari ini." Saat berbicara, dia melepaskan ikatan tali yang mengikat rambutnya dan rambut hitamnya yang indah langsung menjuntai.
Wajah putih yang awalnya sangat tampan, menjadi semakin menawan setelah ditambah dengan sedikit feminitas rambut panjang, Erwin sedikit terpana ketika melihatnya dan masih sulit akan wajah Delny yang begitu menawan.
Setelah kembali ke dalam mobil, Erwin melepaskan Teguh karena sudah tak berguna lagi.
Delny duduk berhadapan dengan Erwin.
“Kamu orang Keluarga Gibson, mama mungkin jadi anak buahku?” Erwin tidak begitu percaya pada wanita ini.
"Di loteng lantai dua barusan, suara itu punya paman ketiga kami dari cabang Keluarga Gibson di Kota Santa. Di mata mereka, keponakan sepertiku bisa disingkirkan atau dikorbankan sesuka hati untuk mencapai tujuan tertentu."
Delny menatap langsung ke arah Erwin dan berkata dengan sedikit tekad dalam ekspresinya.
Erwin mengerutkan kening. Delny ini tampaknya adalah karakter yang sama dengan Giselle. Dalam keluarga adalah tipe keberadaan yang samar dan dibully, tapi Delny ini belum diuji.
“Bagaimana caramu membuatku percaya?” Erwin bertanya dengan ringan.
Delny menjawab tanpa pikir panjang. "Mau menangkap paman ketigaku? Aku bisa membantu, dia itu orang nomor dua di cabang Keluarga Gibson di Kota Santa kami, alasan kamu menginginkanku karena mau menggali informasi dariku, 'kan?" Aku tidak tahu banyak hal tentang Keluarga Gibson."
__ADS_1
"Sayangnya informasi dariku tidak banyak karena posisiku di dalam keluarga terlalu rendah, kamu pasti kecewa, tapi berbeda dengan paman ketigaku, dia bahkan tahu lebih banyak dari ayahku." Delny benar-benar pintar dan menebak tujuan kedatangan Erwin.
"Komunikasi dengan orang pintar memang lebih cepat. Baiklah, aku akan mengincar paman ketigamu." Kata Erwin sambil tersenyum, sepertinya Delny masih cukup berguna.