Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 190 Tetap Tangkap


__ADS_3

Melihat situasi keseluruhan sudah beres, Erwin berjalan menuju Earl.


"Earl, apa menurutmu aku perlu kabur sekarang?"


Earl terpana dengan kekuatan anak miskin di depannya yang sudah diluar imajinasi, karena bisa memerintahkan tokoh seperti Liam sesuka hati, yang menunjukkan bahwa Erwin sebenarnya memiliki identitas yang tidak sederhana.


“Erwin, jangan sombong dulu, siapa yang menang masih belum tentu!" Earl tidak mau mengaku kalah begitu saja, sambil berbicara, dia menoleh ke arah Liam yang berpakaian serba hitam, dan berkata dengan lantang,


"Kau Liam, kan? Ayahku itu orang terkaya di Kota Bandung, kalau kau masih mau bertahan di timur kota, sebaiknya minggir sekarang juga."


Earl ingin memakai ayahnya untuk mengancam Liam, tapi Liam sudah berada di organisasi jahat selama lebih dari 20 tahun, jadi mana mungkin terbujuk semudah itu? Di Kota Bandung ini, dia hanya melayani Damon seorang saja, jangankan orang terkaya di Kota Bandung, bahkan walikota sekalipun Liam tidak akan mempan.


"Berhenti bicara omong kosong, bahkan jika Steve di sini pun tetap akan kupukul!" Teriak Liam dan membuat Earl semakin marah.


“Liam, kuakui kau punya nyali, lihat saja nanti, akan kubunuh kau nanti!” Earl menghentakkan kaki sambil berteriak marah, karena tidak menyangka Liam ini akan begitu tidak tahu diri.


Teriakan Earl justru membuat Liam kesal, ekspresinya berubah, dia berjalan mendekat dan langsung menampar wajah Earl sambil berkata dengan dingin,


"Ayo sini! Aku ada di depanmu sekarang! Ayo coba bunuh aku!"


Earl menutupi wajah yang terpukul, matanya menunjukkan ketakutan dan tidak berani lagi sama sekali, dia sekarang berada dalam kondisi yang gawat, jadi terpaksa harus tunduk, kalau tidak dia pasti sangat arogan.


“Liam, hajar semua bawahan Earl, lalu bawa dia pergi.” Erwin berkata dengan ringan, dia belum sempat menyelidiki aset Earl, tapi karena Earl itu anak kedua dari orang terkaya di Kota Bandung, maka seharusnya memiliki banyak aset.


Bicara nanti setelah akuisisi terlebih dahulu. Selain itu, dia juga ingin melihat sikap Steve terhadap putranya dulu, kalau Steve cukup mementingkan putra keduanya ini, maka itu memungkinkan Erwin untuk meraup beberapa aset lagi.


"Baik Tuan Erwin," jawab Liam.


Namun, ini membuat Earl merespon dengan takut dan berteriak keras,


"Kau berani?! Aku anak orang terkaya di Kota Bandung, ayahku punya perusahaan dengan 500 penjaga keamanan, kalau berani menyentuhku, tunggu saja balas dendam dari ayahku!"


"Tuan Muda Ragnarson, maaf sudah menyinggung," kata Liam sambil melambaikan tangan untuk mengerakkan lebih dari 100 bawahannya untuk mengepung tim keamanan Mike.


"Liam, kubunuh kau kalau berani menyentuh orangku!" Melihat ini, Mike langsung marah besar, para personel keamanan ini adalah bawahannya, mana mungkin dia hanya melihat Liam membantai semua bawahannya tanpa melakukan apapun.


Tak lama kemudian, Mike mengepalkan tinjunya dan bergegas menuju Liam, Liam tentu saja tidak takut dan bertarung dengannya secara langsung.


Melihat situasi yang kurang mendukung, Earl mulai berpikir untuk melarikan diri, memanfaatkan kegelapan malam untuk menyelinap ke mobil sport Maserati-nya, tapi begitu membuka pintu mobil dan hendak masuk, sebuah suara dingin tiba-tiba terdengar dari belakang.


“Earl, mau ke mana?” Erwin mencibir, mengambil langkah dan meraih Earl.


"Mau kabur ya? Jangan harap! Aku sudah melepaskamu sebelumnya, tapi kau malah membawa orang untuk menyergapku, kalau tidak kuberi pelajaran, kau pasti pikir aku ini boleh disinggung sesuka hatimu, kan?"


Saat mengatakan itu, Erwin meraih Earl dan berjalan ke samping, dan mengikat Earl dengan tali.


"Erwin, aku salah, aku benar-benar sudah sadar akan kesalahanku, aku tidak akan berani lagi. Gimana kalau aku beri 2 milliar sebagai kompensasi?" Earl tidak punya pilihan lain, saat ini baru terpikir untuk memohon belas kasihan dan membayar Erwin untuk melepaskannya.


“2 miliar? Nyawa putra kedua dari orang terkaya di Kota Bandung hanya bernilai 2 miliar??” Erwin mengangkat mulutnya dan mendengus.

__ADS_1


Earl sangat membenci Erwin, tapi sekarang nyawanya ada di tangan Erwin, jadi dia terpaksa mengaku kalah, dan mengertakkan gigi sambil berkata,


"Begini saja, aku kasih 10 miliar! Lepaskan aku, aku akan menyuruh seseorang untuk membawa uangnya padamu, aku janji tak akan mengganggumu lagi."


Earl berpikir bisa membujuk Erwin dengan uang, tapi sebenarnya dia terlalu naif, yang Erwin inginkan itu lebih dari sekedar uang, memprovokasi Erwin itu bagaikan memprovokasi dewa kematian.


"Aku tidak tertarik dengan uang," kata Erwin dan langsung meraih Earl, dia juga merobek sepotong kain besar dari pakaian Earl untuk menutup mulut Earl yang berisik.


Earl terus mengeluarkan suara, tapi itu hanya tindakan sia-sia.


Tak lama kemudian, pertempuran di tempat kejadian pada dasarnya sudah berakhir, Mike akhirnya dikalahkan oleh Liam, dan bawahan Mike juga tumbang semua.


“Liam, terima kasih banyak kali ini! Kuserahkan Earl ini padamu, awasi dengan ketat, orang ini sangat penting!” kata Erwin sambil menyerahkan Earl kepada Liam, Erwin akan membuat keputusan setelah menemukan kesempatan untuk menyelidiki aset keluarga Ragnarson.


"Jangan khawatir Tuan Erwin, aku pasti akan mengawasi Earl dengan ketat," jawab Liam dengan tegas.


Setelah semuanya beres, Erwin membantu Lina kembali ke dalam mobil, melihat wajah Lina yang masih pucat, Erwin merasa sedikit tidak tega.


"Lina, kamu baik-baik saja?"


"Sudah jauh lebih baik setelah muntah, tadi itu membuatku takut setengah mati, untungnya ada kamu." Lina mengelus dada sendiri, dan masih merasa ada ketakutan yang tersisa tentang adegan tadi.


“Aku akan mengantarmu pulang.” Erwin menyalakan mesin, dan mobil perlahan melaju keluar dari kuil kuno terbengkalai.


Dalam perjalanan kembali, Erwin mengendalikan kecepatan dengan sestabil mungkin, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat, karena takut Lina akan mabuk perjalanan lagi dan menyebabkan ketidaknyamanan.


Ketika kembali ke vila lagi, langit sudah hampir subuh, Lina yang lelah mengantuk, dan tertidur di kursi sebelah pengemudi.


Namun, ketika hendak berjalan ke pintu, Lina di pelukannya tiba-tiba bergumam dalam tidur.


"Erwin, kapan kamu akan menikah denganku?"


Mendengar ini, Erwin sedikit terkejut, kapan dia akan menikah dengan Lina? Dia juga tidak bisa menjawab dengan pasti tentang pertanyaan ini!


Jika identitasnya adalah anak miskin seperti sebelumnya, dia tidak mungkin bisa melindungi Lina yang secantik bidadari, sama seperti apa yang terjadi malam ini, jika identitas adalah anak miskin, maka diperkirakan Lina pasti sudah dibawa pergi oleh Earl, dan mungkin saja sudah disiksa sekarang.


Tetapi identitasnya adalah anak keluarga Smith, meskipun memiliki kekuatan dan kekayaan yang cukup untuk melindungi Lina, tapi dia memiliki kontrak pernikahan, belum lagi keluarga Taylor adalah salah satu keluarga terbesar di negara ini, jadi menikahi Lina secara terbuka, resmi dan sah itu benar-benar sulit, akan tetapi Erwin tidak akan menyerah.


"Beri aku sedikit waktu lagi, aku akan menikahimu secara terbuka, resmi dan sah." Erwin menundukkan kepalanya dan berbisik di telinga Lina, tanpa yakin apakah Lina bisa mendengar itu atau tidak.


Di dalam vila, tepat ketika Erwin masuk dengan Lina di pelukan, kedua orang tua Lina sedang menunggu di sofa, sepertinya mereka juga khawatir dengan Lina. Untungnya Erwin membawa Lina kembali ke tempat yang aman, yang membuat mereka lebih lega.


"Erwin, ada apa dengan Lina? Kenapa teleponnya tak diangkat?" Mary bertanya dengan khawatir.


“Kami pergi main seharian, dan makan camilan saat malam, jadi pulangnya bisa selarut ini.” Erwin tidak ingin mengatakan yang sebenarnya kepada mereka, karena takut mereka akan khawatir.


“Kalau sudah larut malam lebih baik nginap di luar saja, cukup telepon untuk kabari kami.” Lucas melangkah maju dan berkata dengan datar.


Mary memutar matanya ke arah Lucas. Setiap ayah selalu memperlakukan putri mereka seperti harta, tapi Lucas ini justru ingin menyerahkan putrinya kepada Erwin setiap saat.

__ADS_1


“Erwin, datanglah untuk makan bersama besok, ada sesuatu yang ingin paman didiskusikan denganmu.” Lucas baru saja teringat tentang suatu hal penting, tapi karena sekarang sudah larut malam, akan tidak baik menunda waktu istirahat orang lain, jadi meminta Erwin untuk datang besok.


“Baik paman, aku akan datang besok, kalian istirahat saja, aku pamit dulu.” Setelah pamit, Erwin pulang dan tidur di Vila Teluk Oak yang lebih dekat dari sini.


Pada saat yang sama, Steve Ragnarson, orang terkaya di Kota Bandung, dibangunkan oleh bawahannya karena masalah mendesak.


Steve memiliki wajah kotak, alis tebal, mata besar, dan tubuh yang sedikit gemuk. Steve yang mengenakan piyama berjalan keluar, terdapat seorang pria yang babak belur di depannya, pria tersebut tidak lain adalah Mike.


“Sudah selarut ini, memangnya ada apa?” Steve sedikit tidak senang karena dibangunkan.


“CEO, Tuan Muda Earl dibawa pergi oleh Liam dari timur kota.” Mike menjawab dengan gemetar, seolah takut Steve akan menyalahkannya.


"Apa? Earl dibawa pergi? Liam ini sungguh berani sekali!" Steve menepuk kuat meja kopi di depannya, dan tiba-tiba menjadi marah. Ternyata ada yang berani menangkap putranya di Kota Bandung ini, sungguh sudah bosan hidup!


“Beritahu aku detailnya, atau kupatahkan kakimu!” Steve mengepalkan tinjunya, orang yang berani menangkap putranya pasti bukan orang biasa.


"B-Baik." Mike tidak berani menyembunyikan apapun, dan melaporkan semua yang dia ketahui kepada Steve secara rinci.


Setelah mendengarkan sampai selesai, Steve bersandar di sofa dan memikirkannya dengan hati-hati.


"Maksudmu, Earl ditangkap karena seorang pria bernama Erwin, yang memerintahkan Liam untuk menangkap Earl?" Steve berkata tidak percaya.


Steve mengenal Liam yang dulu adalah bawahan Damon, dalam beberapa tahun terakhir Liam ini semakin sukses berkat bantuan dari Damon, diperkirakan hanya Damon satu-satunya orang yang bisa menggerakkan orang ini, tapi mengapa sekarang mendengar perintah seorang pemuda berusia dua puluhan? Ini membuatnya sangat bingung.


"Benar, Liam itu terlihat sangat patuh pada pria yang bernama Erwin ini, dan bahkan tidak menganggapmu serius.” Mike berkata dengan gemetar.


“Dari mana asal usul Erwin ini? Bisa-bisanya memerintah orang seperti Liam.” Steve menyipitkan matanya dan menganalisisnya dengan cermat, dia yang bisa duduk di posisi orang terkaya di Kota Bandung, jelas tidak bodoh.


Steve tidak akan melakukan tindakan gegabah sebelum mengetahui situasi dan musuh yang dihadapi secara rinci.


"Aku sudah menyelidiki Erwin ini, dia adalah manajer departemen TG Entertainment, berasal dari pedesaan dan seharusnya tidak mampu memerintah Liam." Mike melaporkan informasi dengan jujur.


“Anak pedesaan itu hanya seorang manajer departemen dari sebuah perusahaan hiburan?” Steve sedikit terkejut, jika informasi ini benar, maka kemampuan Erwin seharusnya tidak akan bisa menggerakkan Liam sama sekali.


Apa jangan-jangan meminta bantuan Damon? Satu-satunya orang yang dapat memerintah Liam hanyalah Damon di Kota Bandung, yang merupakan informasi yang sudah diketahui oleh umum.


“Mike, besok pergilah dengan Rizal untuk meminta kebebasan Earl kepada Liam." Steve ingin menguji pihak lain terlebih dahulu, baru-baru ini Damon sangat populer karena menaklukkan bisnis utara kota, jadi sebisa mungkin dia tidak ingin menyinggungnya.


Tetapi kalau terpaksa berakhir bermusuhan, Steve tidak akan takut pada Damon.


"Baik Tuan CEO, akan segera kuatur.” Mike langsung pergi setelah mendapat perintah.


Saat tengah hari keesokan harinya, Erwin dibangunkan oleh ponsel yang berdering.


Kali ini Liam yang menelepon, dan karena terus ditelepon secara beruntun, ini menunjukkan bahwa ada masalah  yang sangat mendesak.


Setelah Erwin membuka mata, dia dengan cepat mengangkat telepon.


“Tuan Erwin, keluarga Ragnarson sudah mengepung klub hiburanku dengan 200 lebih orang untuk meminta kebebasan Earl, apa yang harus kita lakukan sekarang?” Suara Liam yang sangat mendesak terdengar dari ponsel.

__ADS_1


“Jangan khawatir, tahan dulu situasinya, Earl ada di tangan kita, jadi kita yang memegang kendali, jangan takut.” Erwin tidak menyangka Steve akan bertindak secepat itu, dan mengirim 200 lebih personel keamanan, yang berarti Steve sangat mementingkan putra keduanya, tapi pada saat yang sama membuat masalah ini lebih mudah untuk ditangani.


Sudut mulut Erwin sedikit terangkat karena kemungkinan besar bisa menukar harga yang bagus.


__ADS_2