
Erwin menawar 200 miliar dan membuat orang-orang gempar lagi, bahkan Benjamin sendiri terpana, tapi dia merasa lega begitu mengingat kembali bahwa semua pengeluaran Erwin akan ditanggung oleh High Build Group, dan Damon.
“Tuan Erwin No.148 menawar 200 miliar, apakah ada yang ingin menaikkan harga lagi?” Benjamin merasa tidak ada yang menawar lagi, jadi mulai menghitung.
"200 miliar satu kali."
Semua orang di tempat kejadian menarik napas dalam begitu mendengar harga yang mengejutkan ini, dan tidak berani menawar lagi, karena mereka tidak punya dana sebanyak itu.
"200 miliar dua kali." Suara Benjamin bergema di aula resepsi lagi, tetapi masih belum ada yang menaikkan harga, sepertinya cincin Bvlgari ini kemungkinan besar akan dimiliki oleh Erwin.
Namun, tak lama kemudian, suara yang sedikit memikat memecahkan suasana yang hening.
"400 miliar."
Seorang pemuda dengan plat nomor 16 mengangkat plat nomornya dan langsung menyebut 400 miliar dengan tenang.
Tempat kejadian kembali mendidih lagi, mata semua orang beralih ke pemuda misterius tersebut.
"Wah, siapa sebenarnya orang itu?! Sekali sebut bukan main!"
"400 miliar, sepertinya putra dari empat keluarga besar juga tak mampu mengeluarkan uang sebanyak itu!"
"Sebenarnya siapa dia? Apa dia orang Bandung?"
…
Orang-orang di tempat kejadian mengalihkan perhatian mereka ke pemuda misterius itu. Pemuda tersebut berpakaian indah dan punya wajah yang tampan, aksesori yang dikenakannya juga bukan barang bermerek biasa, dari penampilannya saja sudah bisa dilihat bahwa dia itu sangat kaya.
"Ganteng kali~ ditambah sekaya itu~" Banyak gadis tidak bisa menahan diri dan terpesona begitu melihat pemuda misterius itu, dapat dilihat bahwa pemuda kaya ini punya daya tarik yang cukup memikat.
“400 miliar, apakah ada yang ingin menaikkan harga?” Suara Benjamin bahkan sedikit gemetar, harga ini sudah menembus rekor dalam lelang amal yang sebelumnya.
Yang lain juga diam-diam kagum, 400 miliar itu terlalu tinggi, mereka percaya seharusnya tidak ada yang akan menaikkan harga lagi kali ini.
Namun, Erwin tersenyum sedikit, segera mengangkat plat nomornya, dan menaikkan harga sekali lagi.
"800 miliar."
Erwin menggandakan harganya, dia sudah bertekad untuk mendapatkan cincin Bvlgari ini, tidak peduli sebesar apa harga yang ditawarkan oleh lawan, dia tetap harus memenangkannya.
Dan harga ini tidak hanya memecahkan rekor lelang yang baru saja diperbarui, tetapi juga kembali mengejutkan para hadirin.
"Astaga Tuhan, apa asal usul anak ini, dia bahkan menyebut 800 miliar tanpa berkedip mata sekalipun!"
__ADS_1
"Anak ini luar biasa, 800 miliar!"
"Hebat sekali, sebuah cincin dijual seharga 800 miliar, aku angkat tangan."
"Apa status sosial anak ini, dia berpakaian biasa, tapi harga tawarannya bukan main tinggi!"
"Ini sungguh luar biasa, tak sia-sia aku datang ke resepsi ini."
…
Semua orang di tempat kejadian mulai berbisik satu sama lain, kali ini bahkan Lina dan Fiona pun tercengang, ini terlalu berlebihan! Rasanya mereka seperti tidak mengenal Erwin sedikit pun.
Dan orang-orang di tempat kejadian tentu terkejut dengan tawaran 800 miliar ini, yang merupakan rekor harga tertinggi! Bahkan Nicky juga terdiam.
"Orang ini sudah gila! Menawar cincin Bvlgari seharga 800 miliar, dia pikir dia itu siapa! Sanggup mengeluarkan uang sebanyak itu?"
Tatapan orang-orang di tempat kejadian kembali tertuju pada Erwin sekali lagi.
Benjamin yang membawa acara masih dalam suasana hati yang belum stabil, tapi tiba-tiba terkaget oleh ini, harga sebuah cincin langsung melambung menjadi 800 miliar dalam sekejap mata.
"800 miliar satu kali."
Benjamin mulai menghitung, dan kali ini semua orang mengharapkan pemuda misterius itu untuk membuka mulut lagi.
Banyak orang di tempat kejadian sedang menunggu pemuda misterius itu menawar lagi, tapi mereka pada akhirnya kecewa, karena pemuda misterius itu tidak memilih untuk menaikkan harga.
"800 miliar tiga kali! Selamat kepada Tuan Erwin telah berhasil membeli cincin Bvlgari ini." Benjamin mengumumkan hasilnya.
Semua orang di tempat kejadian mulai berdiskusi dengan panas, terutama mereka mulai berspekulasi tentang identitas Erwin, seseorang yang mampu mengeluarkan uang sebanyak 800 miliar tentu bukan orang kaya biasa.
Di sisi lain, Erwin sedikit mengerutkan kening, karena merasa dirinya terlalu menonjol kali ini.
Benjamin segera mengantarkan cincin Bvlgari yang dikemas dengan indah kepada Erwin secara langsung, dengan sikap yang sangat hormat.
"Tuan, ini cincin Bvlgari Anda, tolong simpan."
"Ya, nanti Damon yang bayar," kata Erwin sambil mengangguk dan menerima cincin Bvlgari tersebut.
“Baik Tuan!” Benjamin mengangguk sebagai jawaban.
Dalam hatinya, dia menduga bahwa Tuan ini pasti punya hubungan dengan Damon, sehingga Damon bisa bersedia membayar semua pengeluaran Tuan ini.
Setelah Benjamin pergi, Erwin menghadiahkan cincin tersebut kepada Lina dan berkata sambil tersenyum,
__ADS_1
"Lina, cincin ini untukmu."
"Untukku? I-ini terlalu berharga." Lina sangat bersemangat dan senang, dia ingin terima, tapi sedikit takut, karena bagaimanapun, cincin ini seharga 800 miliar, terlalu berharga!
"Terima saja gapapa." Erwin tahu apa yang dikhawatirkan Lina. Awalnya, Erwin ingin memakainya untuk Lina, tapi di sini sangat ramai sekarang dan tidak cocok untuk melakukan hal seperti itu, jadi dia membiarkan Lina pakai sendiri saja nanti malam.
“Baiklah.” Lina juga menyukai cincin Bvlgari ini, tapi dia lebih suka lagi dengan kasih sayang Erwin padanya. Lina segera berbalik untuk mencium pipi Erwin saat Erwin sedang lengah, wajahnya yang cantik memerah dengan cepat, begitu juga dengan detak jantungnya yang berantakan.
Erwin sedikit tersenyum, dan tanpa sadar meraih tangan lembut Lina.
Fiona yang sedang menonton merasa iri. Dia awalnya mengira Erwin itu hanyalah seorang anak miskin dari pedesaan, jadi ingin memisahkan mereka, tetapi sekarang dia sudah sadar kalau dirinya ini tidak pandai menilai seseorang!
Berikutnya adalah pengumuman sepuluh pemuda teratas, Erwin tidak terlalu peduli dengan gelar ini, menurutnya itu tidak membuat banyak perbedaan baginya.
Namun, banyak orang yang sangat mementingkan ini, terutama tuan muda dari keluarga kaya, yang ingin mendapatkan gelar untuk mempromosi diri mereka sendiri secara tidak langsung, atau memberi diri mereka sendiri sebuah nama baik yang akan sangat membantu sampai batas tertentu di masa depan.
“Para hadirin sekalian, saya akan mengumumkan daftar sepuluh pemuda teratas tahun ini.” Benjamin naik ke panggung lagi dengan daftar yang baru saja dibuat.
Para anak muda di tempat kejadian semua menahan napas dengan ekspresi gugup!
Bahkan Fiona dan Lina sangat menantikan ini, tentu saja, mereka tidak menantikan diri mereka sendiri, melainkan penasaran apa Erwin akan terpilih.
Melihat mereka seperti ini, Erwin menggelengkan kepala tanpa sadar.
"Yang pertama adalah Nicky, putra keluarga Greyson..." Benjamin membacakan nama pemuda pertama yang terpilih sebagai salah satu dari sepuluh besar.
Segera, Nicky menjadi bersemangat, dia sudah menghabiskan banyak uang dalam pelelangan barusan, dia otomatis terpilih sesuai dugaan, yang membuatnya kembali merasa bangga lagi.
"Yang kedua adalah Earl Ragnarson, yang ketiga adalah Noah Davis, dan yang keempat adalah ..." Benjamin terus membacakan nama dalam serangkaian nama-nama, kebanyakan dari mereka adalah anak orang kaya di Kota Bandung yang menawarkan harga tinggi untuk membeli barang lelang tadi.
Mereka yang terpilih tentu sangat senang, karena bisa memberi penjelasan pada orang tua mereka saat pulang nanti! Bahwa uang yang mereka habiskan tidak sia-sia.
"Yang kesembilan adalah Drake Baxter, putra keluarga Baxter dari ibu kota~"
Ketika nama itu dipanggil, semua orang di tempat kejadian tercengang, ternyata ada pemuda kaya dari ibu kota, dan tak lama kemudian orang-orang juga mulai sadar akan Drake Baxter ini.
Dia adalah pemuda misterius yang baru saja menawarkan 400 miliar.
Erwin sedikit mengerutkan kening begitu melihat Drake naik ke panggung untuk menerima sertifikat sepuluh pemuda teratas. Drake yang tiba-tiba datang ke Kota Bandung ini pasti punya tujuan atau niat tersendiri!
Erwin pernah menipu aset keluarga Baxter, jadi keluarga Baxter pasti tidak akan membiarkannya begitu saja, akan tetapi berdasarkan dengan kondisi, Erwin tidak takut sama sekali!
"Yang terakhir adalah ..." Benjamin tiba-tiba menaikkan suaranya.
__ADS_1