
Erwin bekerja sama dengan Damon untuk sebuah sandiwara, yang mana sangat mengejutkan semua orang, bahkan Divia juga sedikit terkejut bahwa Erwin yang tampak biasa-biasa saja ternyata seberbakat itu. Sepertinya Kekayaan dan kekuasaan Erwin bisa meroket hanya dengan setuju tawaran.
“Erwin, kenapa melepaskan kesempatan yang sebagus itu?” Ayah Divia, Abbas, menuangkan segelas anggur untuk Erwin dan tanpa sadar bertanya dengan penasaran, sikapnya terhadap Erwin juga sudah berubah 180 derajat.
Ini juga merupakan hal yang ingin ditanyakan oleh Evano dan Darren, mengapa Erwin memilih untuk menolak kesempatan yang begitu bagus? Jika berada di posisi Erwin, mereka pasti akan langsung setuju, mendapat 100 triliun hanya dengan mengorbankan 20% saham itu jelas untung besar.
"Aku tak seperti orang yang membual tentang betapa banyak harta yang mereka miliki, dan pamer di mana-mana walau hanya dapat prestasi yang tak seberapa, hidup itu sederhana saja sudah cukup. Aku lebih memilih untuk melakukan hal yang kusukai dan tidak akan mengejar ketenaran ataupun kekayaan," kata Erwin dengan ringan.
Kata-kata ini jelas menyinggung Evano dan Darren, mereka sangat malu dengan apa yang telah mereka sendiri katakan barusan!
Di pertengahan makan bersama, mereka berdua mencari alasan untuk pergi. Dibandingkan dengan Erwin, mereka merasa pencapaian dan prestasi mereka benar-benar bukan apa-apa.
Lina mungkin adalah yang paling bahagia di tempat kejadian. Bagaimanapun Erwin sudah mempermalukan mereka, itu membuatnya merasa segala sesuatu yang dilakukan Erwin selalu benar.
Setelah makan malam, Erwin langsung kembali ke Vila Gardeners, besok adalah hari pertukaran kesepakatan Teguh dengan Keluarga Gibson, jadi dia harus melakukan beberapa persiapan lebih awal.
Di vila Gardeners, Erwin sedang duduk di sofa dan memegang ponsel sambil membaca informasi yang dikirimkan Damon tentang Keluarga Gibson dan Klub Vodka.
Keluarga Gibson masih memiliki pengaruh yang cukup besar di Kota Santa, Draco Group merupakan perusahaan besar mereka di Kota Santa dengan nilai pasar lebih dari 200 triliun, yang bisnisnya terutama terfokus di bidang industri hiburan, film dan lainnya.
Lebih dari separuh bioskop di Kota Santa pada dasarnya dimiliki oleh Keluarga Gibson dan dikelola oleh Draco Group, yang menunjukkan posisi mereka dalam industri hiburan Kota Santa.
“Konser Jocelyn itu tepatnya bulan depan, dia harus mengetahui berapa banyak orang yang telah yang diposisikan di tempat kejadian, sehingga dapat menargetkan dengan cerdas.” Erwin mengerutkan kening. Rencana ini bukan hanya tentang menyelamatkan Jocelyn, tetapi juga memusnahkan Keluarga Gibson yang merupakan masalah ke depannya nanti.
Untuk mengetahui tata letak Keluarga Gibson, maka transaksi kesepakatan besok di Klub Vodka akak jadi titik masuk yang bagus.
Klub Vodka ini adalah klub swasta milik Draco Group, terdapat banyak penjaga pribadi yang terlatih oleh Keluarga Gibson, mirip dengan penjaga keamanan swasta yang menangani beberapa masalah rahasia, sangat mungkin orang-orang ini yang akan menculik Jocelyn.
__ADS_1
“Kira-kira orang seperti apa yang akan diutuskan Keluarga Gibson sebagai perwakilan untuk berdiskusi denganku kali ini?” Erwin merasa bahwa untuk penyanyi baru kelas tiga, Keluarga Gibson seharusnya tidak akan mengirim karakter penting, paling hanya pemuda atau keturunan termuda dari keluarga.
“Damon dan Darius harus mengirim lebih banyak orang, sekalian pertimbangkan apakah ingin menculik perwakilan dari Keluarga Gibson itu nanti.” Erwin berpikir dalam hati.
Keesokan paginya, Baka, yang sudah lama tidak Erwin temui membawa dua orang pria ke Vila Gardeners.
Ketika Erwin melihat Baka mendekat, ekspresi gembira melintas di wajahnya.
"Baka, kenapa datang ke sini?"
"Tuan Damon bilang hari ini Tuan Muda akan menangani urusan besar, jadi menyuruhku datang untuk melindungi Tuan Muda. Ini dua bersaudara bernama Cale dan Calum, merupakan dua orang terkuat yang terpilih di aula bela diri pencak silat."
Baka memperkenalkan dua bersaudara yang terlihat mirip.
“Oke, tidak buruk.” Erwin memperhatikan kedua bersaudara yang penuh energi, terlihat bahwa mereka telah mencapai batas energi, jadi kekuatan mereka seharusnya tidak akan lemah.
“Apa orang-orang di Klub Vodka sudah diposisikan?” Erwin berkata dengan mata serius.
"Semuanya sudah ditempat, ada seratus orang yang siap menyergap, yang dua puluh dari mereka berasal dari Aula Seni Bela Diri Pencak Silat kita. Mereka semua adalah master yang dibawa oleh Tuan Damon dari Kota Bandung, yang memiliki kemampuan setidaknya bisa satu lawan sepuluh." Ucap Baka dengan percaya diri.
Erwin mengangguk dan cukup puas dengan efisiensi Damon.
"Oke, ayo pergi." Erwin berjalan ke depan sambil berbicara, sedangkan Baka, Cale, dan Calum mengikuti di belakang.
Setelah masuk ke dalam mobil van, Erwin menatap penyanyi kelas tiga yang juga ada di dalamnya, tetapi tangan dan kakinya diikat dan mulutnya juga disumpal.
Melihat Erwin masuk, matanya ketakutan, seluruh tubuhnya meringkuk di sudut mobil dan tidak berani berbicara.
__ADS_1
Erwin mengabaikannya dan menyuruh Baka untuk menyetir ke Klub Vodka di timur kota.
Klub ini terletak di pinggiran timur kota yang relatif jauh, jadi biasanya tidak terlalu ramai di sana.
Ketika Erwin dan yang lainnya tiba, banyak orang yang telah disiapkan oleh Baka telah siap siaga di rerumputan sekitar.
“Kita masuk, tinggalkan saja Teguh di dalam mobil dulu dan suruh orang awasi.” Setelah Erwin mengatakan ini, dia berjalan masuk, Baka mengikuti dari dekat, begitu juga dengan Cale dan Calum.
Ada dua penjaga keamanan yang berdiri di pintu masuk klub, yang satunya adalah Brandon, manajer dari Teguh.
Melihat Erwin dan yang lainnya akhirnya muncul, Brandon berteriak dengan arogan, "Kau benar-benar berani datang ternyata, di mana Teguh?"
"Tentu saja kami akan melepaskannya setelah kondisinya terpenuhi," kata Erwin dengan ringan.
"Oke, ayo masuk." Wajah Brandon menjadi muram, di dalam sana penuh dengan orang-orang dari Keluarga Gibson, hanya dengan empat sudah dipastikan tidak mungkin bisa keluar dari sana, kebetulan perhitungan sebelumnya juga bisa diselesaikan kali ini.
Erwin tidak takut, dia mengikuti Brandon berjalan ke dalam dan menemukan bahwa dekorasi di dalam klub cukup elegan, dengan paviliun, jembatan kecil, dan air yang mengalir, sungguh gaya kuno yang khas.
Brandon membawa Erwin dan yang lainnya ke sebuah gazebo yang terdapat setidaknya 20 penjaga keamanan di sekitar, mereka semua tinggi dan berotot, kemudian ada seorang pemuda mengenakan pakaian tradisional yang sedang duduk di dalam.
Terlihat pemuda ini memiliki bibir merah dan gigi putih, fitur halus dan bagus, benar-benar sangat tampan dan poin kuncinya adalah pria ini mengenakan pakaian tradisional merah tua, memegang kipas kertas di tangan dengan rambut yang terikat rapi, Erwin yang melihat ini sampai berpikir dirinya sudah menembus ruang dan waktu hingga tiba ke zaman kerajaan.
"Sialan, apa pria bisa setampan itu?" Erwin merasa sedikit terpesona dan melihat lagi lingkungan yang dirancang penuh dengan gaya kuno tradisional, sepertinya pemuda ini sangat menyukai gaya kuno!
"Duduk dan nikmatilah tehnya." Pria muda itu memandang Erwin dan membuka bibir tipisnya dengan ringan untuk berbicara dengan suaranya yang merdu.
Mendengar suara menawan tersebut, Erwin bahkan sampai merinding, apa jangan-jangan itu waria?
__ADS_1