
“Bukannya aku sombong, tapi kalau aku tak sengaja membuatmu cedera atau cacat, tanggung sendiri konsekuensinya.” Matthew mengingatkan sambil mencibir.
Pada saat yang sama, dia telah memutuskan dalam hati untuk membuat Erwin ini jadi cacat, karena sudah sok pahlawan di depan para wanita, tentu haru membayar konsekuensi yang berat.
“Kalau gitu aku juga bukannya mau sombong, tapi kalau aku tak sengaja membuatmu cacat atau cedera, tanggung juga sendiri resikonya.” Erwin mengembalikan kata-kata itu kepada Matthew sambil tersenyum.
Matthew mengerutkan kening, sepertinya anak ini kepedean, dan itu membuatnya sangat tidak senang.
“Hehehe, cari mati.” Mata Matthew menjadi dingin, dan langsung menerjang ke arah Ewin berdiri dengan serangan tangan pisaunya.
Matthew pantas disebut sabuk hitam peringkat enam, kecepatan serangannya jauh lebih cepat daripada Michael dan Edric.
Erwin mengerahkan sedikit kekuatan di bawah kakinya dan menggeser tubuh ke samping untuk menghindari serangan tangan pisau tersebut.
“Mayan juga kau, rasakan tangan pisauku!” Matthew tidak nyangka Erwin bisa menghindari serangannya, dan segera menggunakan serangan tangan pisau untuk menebas ke arah leher Erwin lain, kecepatannya tetap sangat cepat, sampai-sampai ada suara udara terbelah yang terdengar samar, kalau terkena serangan tersebut, cederanya pasti tidak ringan.
Tampaknya Matthew beneran ingin membunuhnya dengan serangan mematikan, dan tidak menunjukkan belas kasihan sama sekali. Karena begitu, Erwin juga tidak akan menahan diri lagi.
“Cuman segini aja?” Mata Erwin menjadi dingin, pada saat tangan pisau itu membelah udara ke arahnya, dia mengelak ke samping dan menendang bahu Matthew hingga Matthew terpental jauh.
Para penonton di tempat kejadian terpana, kecepatan tendangan tersebut terlalu cepat, dan itu menjadi bahan diskusi untuk sementara waktu.
"Anak ini beneran berani memukul Matthew, sekarang Matthew pasti tak akan membiarkannya begitu saja."
"Matthew ini udah terbiasa sombong, tapi kali ini sepertinya dia ketemu yang tidak takut, mungkin bakal sedikit kesulitan."
"Siapa yang akan menang ya? Tapi tak peduli siapapun yang menang nanti, hidup anak miskin itu kayaknya nggak akan aman lagi, menyinggung keluarga Ricardo di Kota Bandung, cepat atau lambat pasti akan dibuat cacat."
…
Para penonton di tempat kejadian tidak optimis tentang Erwin, bagaimanapun, identitas kedua orang terlalu berbeda jauh.
“Berani menendangku? Lihatlah bagaimana aku menyiksamu nanti!” Matthew marah besar, dan akan bertarung dengan serius, dia bahkan membuka kuda-kuda judo dan perlahan mendekati Erwin.
Erwin mengerutkan kening, Matthew ini sepertinya sudah serius kali ini, tapi semangat Erwin juga tidak akan kalah.
Untuk mengetes, Erwin bergerak ke samping untuk menendang Matthew, tapi ternyata langsung diblokir oleh tangan pisaunya sambil menyerang balik.
Erwin langsung memutarkan badannya untuk melakukan tendangan pisau kaki ke arah wajah Matthew, Matthew tentu tidak berani ditendang seperti ini, jadi dia segera menarik kembali tangan pisau yang untuk menyerang balik tadi untuk menutup wajah.
__ADS_1
Melihat ini, Erwin tersenyum sedikit di sudut mulutnya. Dia hanya memancing saja, kaki yang menendang langsung ditarik kembali dalam sekejap mata, kemudian dengan kecepatan bagaikan kilat, dia sedikit menunduk dan meninju perutnya.
Pada saat ini, tangan Matthew menutup area wajah, jadi perutnya terbuka lebar, serangan ini benar-benar mengejutkan Matthew.
Tinju kuat tersebut tepat mengenai perut Matthew dan terpental lagi hingga jatuh ke tanah dengan menyedihkan.
Para penonton tidak bisa menahan tawa, tetapi pada saat yang sama juga diam-diam mengagumi kemampuan Erwin.
Michael dan Edric diam-diam terkejut saat melihat ini, mereka tidak nyangka anak miskin itu ternyata sekuat ini, bahkan Matthew, sabuk hitam peringkat 6 dari Judo juga bukanlah tandingannya.
Mereka buru-buru maju untuk bantu Matthew berdiri, tetapi didorong menjauh.
"Minggir! Aku harus memberinya pelajaran." Matthew belum pernah dipermalukan seperti ini sebelumnya, dan sudah memutuskan untuk tidak menahan diri.
“Ha!” Matthew melakukan pose Judo lagi dan menyerang Erwin.
Kali ini, momentumnya sangat kuat, begitu juga dengan teriakannya.
Erwin juga meluncurkan tinjunya untuk menyerang, setelah keduanya terus melakukan kontak serangan dekat seperti ini, tapi belum ada satupun dari mereka yang unggul.
Setelah Matthew berteriak dan menyerang Erwin lagi.
Erwin tentu tidak berani mengabaikan, dan sekali lagi menghadapi serangan dengan ekspresi tak kenal takut, dengan begitu, tinju dan tangan pisau terus menyerang satu sama lain, keduanya terlihat bertarung tanpa menahan diri, tetapi mereka juga menyiratkan taktik mereka sendiri, nafas Erwin nafas masih teratur, namun nafas Matthew berangsur-angsur menjadi terengah-engah seiring berjalannya waktu.
“Kesempatan!” Melihat bahwa tangan pisau tangan Matthew sudah tidak dapat mengimbangi kecepatan tinjunya, Erwin menemukan celah, jadi langsung menerobos pertahanannya, dan meninju wajahnya.
Sebuah kekuatan besar membuatnya terpukul hingga mundur beberapa langkah, tapi sebelum dia bisa menstabilkan tubuhnya, Erwin langsung melihat dan menendang dadanya hingga Matthew terpental jauh,
Setelah menabrak dinding, dia mengerang.
Semua ini terjadi begitu tiba-tiba sehingga para penonton masih belum sempat bereaksi, dan Matthew sudah dihajar sampai tidak bisa berdiri lagi.
“Hanya dengan kemampuan segitu mau melawanku?” Erwin menepuk tangan untuk membersihkan debu, dan sudut mulutnya terangkat tanpa sadar.
Setelah pertarungan ini, Erwin merasa lega, pengalaman bertarungnya secara langsung juga meningkat pesat.
Para penonton di tempat kejadian tercengang, dan ekspresi Michael dan Edric juga sedikit berubah.
Melihat Matthew tidak bisa berdiri lagi, Erwin menoleh dan berkata kepada Jocelyn dan Ametta,
__ADS_1
"Bungkus aja makanannya, kita makan sambil berbelanja di luar."
Lingkungan dan kondisi tempat ini sangat kacau, jadi akan lebih baik makan di luar, tetapi sebelum itu, Erwin perlu meminta Matthew untuk menandatangani perjanjian akuisisi.
Tak lama kemudian, dia berjalan perlahan ke tempat Matthew jatuh, Michael dan Edric yang melihat ini mundur tanpa sadar, sepertinya sudah takut dengan Erwin.
"Udah mati ya? Kalau belum cepat bangun, tolong tepati kata-katamu." Erwin menepuk wajah Matthew, dan barulah Matthew sedikit mulai sadar kembali.
"Tamatlah sudah riwayatmu karena udah nyinggung salah orang, aku udah diam-diam kirim lokasi ini ke pamanku, tak akan lama dia bakal tiba, tunggu masuk penjara sama denda aja kau!" Matthew tertawa dan tiba-tiba berdiri dari tanah.
Ternyata terbaring berpura-pura mati di tanah hanya untuk diam-diam mengirim informasi dan lokasi ke pamannya
Dalam hal ini, Erwin mengerutkan kening, Matthew ini ternyata cukup berbahaya, tetapi dia masih perlu bertanya siapa pamannya, sehingga dia dapat tahu musuh dan sasaran yang harus dia hadapi.
“Memangnya siapa pamanmu? Siapa namanya, dari departemen mana?” Erwin ingin memancingnya membocorkan informasi, agar Damon bisa menghadapi secara tepat sasaran.
“Pamanku, Robert Stewart, seorang eksekutif senior di departemen Hukum, tunggu ditangkap aja kau!” Matthew tampak bangga.
Ketika dia membocorkan nama pamannya, semua orang di sekitarnya menarik napas dalam.
"Berakhir sudah anak miskin ini, Matthew itu ternyata keponakan Robert, karena udah pukul Matthew, anak miskin ini pasti akan masuk penjara dan menderita di dalam sana."
"Kenapa tak kabur? Apa yang dia lakukan?"
…
Orang-orang di sekitar masih tetap tinggal untuk menyaksikan tontonan. Setelah Jocelyn dan Ametta mendengar diskusi orang-orang di sekitar, mereka juga menyadari keseriusan masalah ini dan mendekat untuk berkata kepada Erwin dengan khawatir,
"Erwin, ayo kita pergi sekarang! Kalau pamannya datang, akan semakin sulit buat diatasi nanti."
Erwin mengerutkan kening, kalau pergi begitu saja, perjanjian akuisisi ini takkan bisa ditandatangani dan dia merasa tak puas.
Jadi di mengeluarkan ponsel dan diam-diam mengirim pesan kepada Damon.
"Bisa bantu aku bereskan masalah Robert Stewart dari departemen hukum ini?"
Erwin ingin memastikan apakah Damon mampu menangani pihak eksekutif dari departemen hukum, kalau beneran mampu, maka Erwin tidak akan ragu lagi.
Erwin pun menerima pesan dari Damon.
__ADS_1
"Kebetulan aku lagi minum teh dengan walikota, jadi tinggal bilang sama dia saja dan masalah ini akan beres."
Ketika Erwin melihat ini, dia tersenyum sedikit, dia tidak menyangka Damon akan begitu membantu, karena Damon sedang minum teh dengan walikota, maka masalah ini tidak perlu dikhawatirkan lagi.