
Para anak kaya ini dikejutkan oleh Erwin, seorang anak miskin dari pedesaan, mereka tidak menyangka Erwin tidak hanya dapat memesan kamar pribadi hanya dengan sedikit berbicara dengan Manajer itu, tapi juga hasil pesannya mendapat kamar pribadi mewah kelas atas.
Karena kamar pribadi mewah kelas atas ini hanya untuk orang-orang penting, anak orang kaya seperti mereka tentu masih tidak dapat memesannya sama sekali. Namun, Erwin berhasil memesannya, dan itu benar-benar membuat mereka terkejut.
"I-ini, anak miskin ini sungguh memesan kamar pribadi.” Ekspresi terkejut di wajah Daisy masih belum pulih.
“Manajer itu sungguh menghormati anak miskin ini, sama sekali tidak masuk akal.” Kay sedikit bingung saat ini, karena seperti yang dia katakan tadi, jika Erwin dapat memesan kamar pribadi, maka dirinya harus menggonggong seperti anjing.
Yang paling terkejut di antara orang-orang ini adalah Vincent, dia bersikap seperti paling berkuasa pada awalnya tapi barusan justru dipermalukan seperti itu, mengingat itu, Vincent masih merasa tidak senang saat berpikir kalau dirinya bahkan tidak sebanding dengan anak miskin dari pedesaan ini.
Dan yang paling bahagia tentunya adalah Lina.
"Erwin, kau hebat sekali, dalam satu percakapan saja sudah berhasil memesan kamar pribadi, terlebih lagi kamar pribadi mewah kelas atas." Saat berbicara, mata Lina menatap dengan penuh kekaguman pada Erwin.
"Tidak juga, aku hanya beruntung, Manajer itu menghargaiku." Kata Erwin dengan rendah hati, kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Kay.
"Barusan entah siapa yang bilang akan menggonggong seperti anjing ya, kalau aku bisa memesan satu kamar."
Begitu suara itu keluar, Daisy, Rosa dan yang lainnya langsung menunjuk ke arah Kay.
“Langsung mulai saja, aku dengar kok.” Erwin tersenyum sedikit, karena Kay yang terlihat seperti penjilat inilah yang paling sering menghina Erwin sebelumnya.
Ketika Kay mendengar dirinya harus benar-benar menggonggong seperti anjing, dia tiba-tiba tersipu, dan ragu sejenak, tapi akhirnya juga memberanikan diri untuk mengeluarkan suara, "Guk...guk...guk"
Lina dan gadis-gadis lain tidak bisa menahan tawa saat Kay menggonggong seperti anjing.
"Kay, ternyata gonggongmu itu mirip sekali dengan yang asli." Kata Daisy sambil tertawa.
__ADS_1
"Sudah puas kan? Ayuk, kita ke kamar pribadi kelas atas." Kay tampaknya cukup tak tau malu, dan tidak peduli dengan ejekan Daisy, karena dia sudah tidak sabaran untuk melihat isi kamar pribadi kelas atas, tapi dia memang merasa sedikit tidak puas dengan Erwin di dalam hati.
“Tunggu, aku harus memastikan satu hal lagi.” Kata Erwin sambil menghentikan mereka.
“Ada apa lagi?" Daisy dan yang lainnya menoleh dan bertanya.
“Aku memang sudah memesan kamar pribadi, tapi ada yang bilang mau traktir kan?" Erwin tersenyum sedikit, Vincent ini berulang kali mencari masalah dengannya, jadi dia ingin memberinya sedikit pelajaran bahwa orang pedesaan itu juga tidak boleh disinggung sembarangan.
“Bukannya Kak Vincent bilang mau traktir malam ini? Apa masih berlaku?” Kay segera mengubah cara berbicara dan bertanya.
Klub Hiburan Gold ini adalah klub hiburan kelas atas, dan kamar pribadi mewah adalah kamar pribadi papan atas. Biaya kamar seperti ini setidaknya 400 juta rupiah per malam, dan biaya tersebut bahkan belum termasuk konsumsi lainnya, jadi tentu pengeluaran malam ini tidak akan sedikit. Namun, Vincent memiliki kekayaan senilai lebih dari dua triliun, jadi seharusnya jumlah uang ini bukan apa-apa baginya.
“Tentu saja aku akan menepati kata-kataku, aku akan traktir semuanya malam ini.” Vincent akhirnya merasa harga dirinya kembali terbentuk.
“Oh, Kak Vincent memang yang terbaik.” Melihat Vincent setuju, Kay langsung menyanjung dengan kegirangan.
Vincent melirik Erwin, dan diam-diam mengingat kebencian di hatinya.
Erwin melirik wajah cemberut Vincent, tahu bahwa Vincent ini tidak senang, tetapi dia tidak terlalu peduli, karena Klub Gold ini adalah wilayahnya, jadi apa yang harus dia takutkan?
Kelompok yang terdiri dari delapan orang itu dengan cepat masuk ke koridor kamar pribadi mewah yang legendaris di bawah panduan seorang wanita muda yang cantik. Di sepanjang jalan, mereka bertemu banyak pria tampan dan cantik, terutama Kay, yang merupakan seorang playboy, kecepatan dia ganti pasangan itu bahkan lebih cepat dari ganti pakaian, tentu dia mencari wanita cantik dan ingin sedikit bersenang-senang di sini, hanya saja dia masih menahan diri untuk sementara.
Gerbang kamar pribadi mewah semuanya berwarna kuning keemasan, gerbangnya diukir dengan sembilan naga raksasa yang berputar bersama, melewati awan dan kabut, yang membuat semuanya terlihat mengesankan, hanya gerbang itu sendiri pasti sudah menghabiskan banyak sekali uang.
“Kamar pribadi ini benar-benar luar biasa, bahkan pintunya sangat megah.” Daisy tidak bisa menahan diri untuk tidak kagum.
“Masuklah, jangan pasang wajah seperti orang pedesaan yang baru datang ke kota.” Vincent tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata, dan pernyataan ini jelas merupakan sindiran bagi Erwin.
__ADS_1
“Ya, betul, bagaimanapun, kita ini juga anak orang kaya, dan tidak bisa dibandingkan dengan yang daru pedesaan.” Jawab Kay kemudian mengikuti Vincent masuk.
Setelah membuka pintu dan masuk, terlihatlah ruang pribadi mewah yang kira-kira seluas 200 meter persegi. Di dalamnya ada air mancur kecil yang dikelilingi miniatur buatan, dan juga terdapat danau kecil yang ada ikannya.
Ini benar-benar di luar imajinasi mereka, di seberang air mancur adalah panggung kecil, di mana layar besar dipajang di atasnya, dan berbagai alat musik ditempatkan di kiri dan kanan bawah layar.
Di sisi kiri panggung ada sebuah sofa super besar dan mewah, di belakang sofa ada berbagai macam wine, jadi bisa langsung ambil saat ingin minum, dan di sisi kanan panggung ada lantai dansa kecil.
Selain itu, ada komputer super keren, game VR, bar counter, dan tempat rekreasi dan hiburan lainnya di sudut. Bahkan ada kompartemen rahasia dengan tempat tidur mewah.
"Woah, ini terlalu mewah, kedepannya kalau ada pesta akan keadaan di sini, tempat ini sangat keren untuk memenuhi hobi berbagai jenis orang." Kay sangat bersemangat saat melihat ini, dan sepertinya gonggongannya tidak sia-sia.
“Wah, lihatlah langit-langitnya yang dirancang penuh dengan bintang, pemandangannya pasti sangat indah kalau lampunya dimatikan semua." Daisy juga bersemangat, dan melihat langit-langit dengan matanya yang penuh dengan bintang-bintang kecil.
Bahkan Vincent, yang pernah datang ke Klub Hiburan Gold ini dikejutkan oleh dekorasi mewah ruangan ini.
"Kamar pribadi ini keren sekali, akan terasa membosankan kalau tidak ditemani gadis-gadis cantik, kalian main dulu, aku akan ajak beberapa gadis cantik ke sini." Kay memang sudah gatal sejak awal, dia sudah melihat beberapa gadis seksi yang masih di koridor tadi.
Setelah berbicara, sosok Kay sudah menghilang untuk memulai pencariannya.
Tidak ada yang peduli padanya saat ini. Mereka sudah sibuk sendiri, mau bernyanyi, menari, ataupun game VR, mereka semua menikmatinya.
Setelah Vincent menuangkan segelas anggur untuk dirinya sendiri, dia merasa marah ketika melihat bernyanyi bersama Erwin dengan penuh kasih sayang.
“Hehe, seorang pecundang miskin berani melawanku ya? Akan kuperlihatkan padamu, apa itu kekuasaan.” Mata Vincent terlihat dingin, dan dia segera mengeluarkan ponselnya dan mulai menelepon.
"Halo, Kak Dragon, ini Vincent…"
__ADS_1