
Meskipun Lucas terkejut, namun dia masih belum percaya sepenuhnya sebelum berhasil mendapatkan uang cek tersebut. Lagi pula, bocah miskin itu benar-benar tidak terlihat seperti orang kaya, dan surat yang dia terima juga mengatakan bahwa Erwin berasal dari pedesaan.
Namun dalam hatinya ia berharap cek ini asli, karena ini akan menyelesaikan masalah paling kritisnya.
“Cek ini memang asli, tapi anehnya ini ditandatangani oleh seseorang yang bernama Erwin Smith.” Etan dengan hati-hati mengidentifikasi cek ini untuk sementara waktu, cek ini memang asli, namun dia hanya ragu dengan tanda tangannya.
“Apa yang salah dengan tanda tangannya?” Tanya Lucas dengan serius, karena dia tidak ingin secercah harapan yang baru saja muncul menjadi padam lagi.
"Saya belum pernah melihat tanda tangan ini sebelumnya, jadi saya tidak yakin cek ini diakui oleh bank, Presdir Lucas, dari siapa Anda menerima cek ini?" Etan tidak yakin apakah cek tersebut bisa mencarikan uang.
“Tidak usah pedulikan itu lagi, kita langsung pastikan saja ke bank, tidak ada gunanya menebak di sini.” Lucas hanya bisa menggantungkan harapannya pada cek ini sekarang.
“Baik, akan segera saya atur transportasi Anda.” Setelah Etan mendapatkan instruksi, dia buru-buru melaksanakannya.
Mereka berdua dengan cepat tiba di bank dan masuk dengan jalur VIP, bagaimanapun, perusahaan milik Lucas adalah pelanggan tetap bank mereka.
Mereka disambut oleh seorang manajer pelanggan yang bertanggung jawab atas bisnis pinjaman.
__ADS_1
“Presdir Lucas, saya tidak menyangka Anda akan datang langsung ke sini hari ini.” Manajer tersebut menyapa sambil tersenyum.
“Selain membahas pembayaran dengan bank kalian kali ini, ada satu hal yang sangat penting yang ingin kutanyakan padamu.” Lucas sudah memikirkannya, jika cek ini tidak berfungsi, maka dia akan berdiskusi dengan mereka untuk memperpanjang pembayarannya, jadi kedatangannya tidak akan sia-sia.
“Saya akan menjawab sebisa saya terkait pertanyaan Anda.” Kemudian manajer pelanggan tersebut menuangkan secangkir teh untuk Lucas dan Etan.
"Sebenarnya, Presdir Lucas ingin Anda memeriksa apakah cek ini dapat dicairkan di bank ini." Etan melirik isyarat mata dari Lucas, dan segera menyerahkan cek tersebut dengan hati-hati pada manajer itu.
“Coba saya lihat.” Setelah manajer menerima cek tersebut, dia langsung memeriksa dengan teliti.
Pada saat yang sama, Lucas merasa sangat gugup, cek yang diberi bocah miskin itu awalnya dikira palsu olehnya, jika cek ini benar-benar bisa mencarikan uang, maka dia salah paham terhadap bocah itu. Tapi dia tidak peduli dengan kesalahpahaman tersebut lagi karena yang terpenting sekarang adalah bisa melunasi pinjaman terlebih dahulu.
“Baik.” Lucas merasa sangat gugup saat ini, bahkan telapak tangannya saja sudah berkeringat, tapi dia berpura-pura tenang sambil meminum teh yang disajikan secara perlahan.
Mereka berdua menunggu hampir satu jam, dan Lucas juga menghabiskan satu jam dalam kegelisahan. Untungnya, manajer itu kembali, tetapi ada satu orang lagi yang datang bersamanya, yaitu Luke Peter yang merupakan presiden bank ini.
Lucas sedikit terkejut ketika melihat presiden bank keluar secara langsung.
__ADS_1
“Presdir Lucas, cek milikmu ini telah dikonfirmasi dari jarak jauh oleh kantor pusat kami, keasliannya sudah dipastikan. Tapi aku ingin bertanya, dari siapa kamu menerima cek ini.” Luke berhenti di depan Lucas dan bertanya dengan serius.
Lucas benar-benar terdiam saat ini, ketika presiden bank secara pribadi mengkonfirmasi bahwa cek senilai 20 miliar rupiah ini asli, dia benar-benar terkejut, dan bahkan tubuhnya sedikit gemetar.
Dia tidak menyangka bahwa bocah miskin itu akan benar-benar memberinya 20 miliar sebagai hadiah pertemuan.
Dia diam-diam menyesali semua perbuatannya ketika mengingat adegan di mana dia menunjuk Erwin sambil marah besar, keringat terus mengalir keluar dari dahinya, dan dia bahkan tidak mendengar pertanyaan dari presiden bank itu.
“Berakhir sudah, aku telah menghina orang dengan kekayaan dan status yang setinggi itu, dan aku bahkan berdebat dengan putriku.” Lucas sangat menyesal hingga terasa ingin menampar dirinya sendiri.
“Presdir Lucas, presiden bank sedang bertanya pada Anda.” Etan dengan lembut menyentuh Lucas, yang membuat Lucas bereaksi kembali, "Maaf, boleh diulangi sekali lagi?"
“Aku ingin bertanya, dari mana Presdir Lucas mendapatkan cek ini?" Tanya Luke sekali lagi, dia juga ingin tahu dari mana cek itu berasal, karena tanda tangan orang bernama Erwin Smith ini bahkan diakui oleh Konsorsium Maroko, jadi tentu saja Erwin ini merupakan seorang pelanggan berkualitas super di antara para pelanggan berkualitas tinggi lainnya, dan harus mencari cara untuk berkenalan ataupun menjalin hubungan yang baik.
"D… dia, dia itu..." Lucas menyeka keringatnya, dan melanjutkan sambil menatap mata presiden bank yang lebih semangat, itu, "Dia itu pacar putriku, dan memberiku cek ini sebagai hadiah pertemuan. "
"Pacar putrimu?" Luke tidak pernah menyangka pelanggan berkualitas super ini adalah pacar putri Lucas, jadi dia segera memerintah pada manajer pelanggan yang ada di sebelahnya setelah mendengar itu, "Semua bisnis yang terkait dengan Presdir Lucas akan ditingkatkan ke tahap pelayanan platinum kedepannya, tolong diingat"
__ADS_1
Lucas terkejut hingga kehabisan kata-kata ketika mendengar itu, bocah miskin yang bahkan tidak perlu hadir, dan hanya dengan tanda tangan saja sudah cukup membuat presiden bank memperlakukan dirinya dengan sangat sopan pasti memiliki identitas yang luar biasa, Lucas terus menyalahkan dirinya sendiri akan betapa bodohnya dirinya ini!
"Etan, tetaplah di sini dan tangani pinjamannya, aku masih punya urusan penting jadi akan kembali dulu." Lucas yang menyesal merasa tidak boleh menunggu lebih lama lagi, jadi dia harus segera kembali untuk meminta maaf pada anak itu, untuk orang kaya setinggi itu, dia harus membiarkan putrinya untuk mempertahankan anak itu sebisa mungkin.