
Lucas tercengang, dia tidak menyangka bahwa bocah miskin yang ada di depannya ini tidak memohon ataupun pergi dengan cek itu. Sebaliknya justru mengeluarkan sebuah cek senilai 20 miliar rupiah, dan ini membuat Lucas semakin marah.
"Jangan membuat lelucon konyol seperti itu denganku. 20 miliar rupiah, mana mungkin anak miskin sepertimu bisa memiliki uang sebanyak itu? Kamu pasti hanya ingin menggunakan cek palsu ini untuk membohongiku!"
"Paman, aku tidak berbohong padamu, aku mengatakan yang sebenarnya, dan cek ini asli, jika lama tidak percaya, paman bisa memverifikasinya di berbagai jenis bank, bahkan telah diakui oleh bank-bank besar di seluruh dunia." Erwin menjelaskan dengan serius.
Cek ini dijamin oleh konsorsium kakeknya, dan sudah pasti diakui oleh semua bank.
"Oh, jadi diakui oleh semua bank besar di seluruh dunia ya? Menyombongkan diri juga ada batasnya, kenapa tidak bilang saja kalau bank besar seluruh dunia itu milik keluargamu." Lucas menyesap kopinya, dan berpikir kalau pecundang miskin ini hanya berbohong seperti yang tertulis di surat itu.
“Aku benar-benar tidak berbohong, Paman, percayalah padaku, 20 miliar ini asli, Paman dapat memverifikasinya di bank.” Erwin sedikit cemas, karena Lucas tidak percaya dengan apa yang dia katakan.
"Jangan membual di sini, aku tidak ingin dengar omong kosongmu lagi, aku tidak peduli kamu mau ambil uang itu atau tidak, pokoknya jangan dekati putriku lagi." Lucas memperingatkan lagi.
“Paman, Lina dan aku adalah teman baik, sama sekali tidak perlu bagimu untuk melakukan ini, dan dengan berada di dekatku, tidak akan ada yang bisa membully Lina.” Erwin merasa bahwa kemunculan ayah Lina ini terlalu tiba-tiba.
__ADS_1
Apa jangan-jangan orang tuanya yang memperingatkan mereka? Tetapi jika ini masalahnya, Lucas tidak mungkin akan memberinya uang agar dirinya meninggalkan Lina. Erwin tidak tahu apa alasan spesifiknya, sehingga menjadi semakin bingung.
"Kamu terlalu menyombongkan dirimu itu, apa yang bisa dilindungi oleh anak miskin tanpa kekuatan dan tanpa kekayaan sepertimu itu? Bahkan seorang preman di jalanan saja bisa memukulmu. Selain itu, lingkungan di mana putriku tinggal itu benar-benar berbeda denganmu, putriku itu tinggal di lingkungan kelas atas sejak kecil, sedangkan dirimu itu lahir di pedesaan. Bagaimana kamu bisa membantu karirnya di masa depannya?" Lucas melemparkan pandangan mencemooh pada Erwin, berhenti sejenak kemudian melanjutkan,
"Selain itu juga, semua teman-teman di sekitarnya adalah anak orang kaya ataupun CEO muda, apa kamu tidak merasa kalau kalian berdua itu tidak cocok? Bukankah kamu hanya akan membuatnya malu di depan teman-temannya?"
Lucas semakin emosional ketika mengatakan itu, dan suaranya juga semakin keras.
“Paman, aku tidak akan membuat Lina merasa malu di depan teman-temannya.” Erwin memikirkannya dan berkata dengan serius, sebagai anak orang yang sangat kaya, anak kaya di kota Bandung ini tidak lebih dari semut kecil baginya.
"Anak muda, apa yang kamu pikirkan masih terlalu sederhana, aku juga telah menjelaskan situasinya padamu, dirimu tidak memiliki kekuatan serta kekayaan, tidak mungkin bisa membantu masa depan putriku, apalagi melindunginya. Kamu tidak lebih hanya sebatas beban saja jika terus bersamanya, kusarankan kamu terima uang ini dan pulang untuk menjalani hidupmu sendiri, bagimu, uang ini tidak sedikit bukan? Aku juga sudah bermurah hati."
Lucas sekali lagi mendorong kedua cek itu ke arah Erwin.
"Aku taruh ceknya di sini, jika kamu masih mengganggu putriku, aku mengenal cukup banyak orang penting di kota ini, jadi bisa saja aku menyingkirkanmu dari kota ini."
__ADS_1
"Maaf, Paman, aku benar-benar tidak bisa menerima uang ini, cek milikku ini juga bukanlah cek palsu, dan aku yakin bisa melindungi Lina serta memberinya masa depan yang cerah." Kata Erwin dengan serius.
Melihat bahwa Erwin menolak untuk mendengarkan nasihatnya, Lucas menepuk meja dan mendengus dingin,
"Hah, jangan berpikir hanya dengan menolak cek ini dapat membuatku setuju putriku berpacaran denganmu, sama sekali tidak mungkin."
Lucas sampai berdiri saat mengatakan itu, dan berjalan keluar tanpa menoleh ke belakang, dia juga tidak mengambil cek di atas meja, seolah-olah sengaja meninggalkan cek itu untuk mempermalukan Erwin yang dinafkahi oleh wanita.
“Paman, cekmu!” Erwin tidak ragu dan segera mengumpulkan ketiga cek tersebut, kemudian mengejar Lucas dan meletakkan ketiga cek tersebut ke tangan Lucas sambil berkata dengan tegas,
"Paman, waktu yang akan membuktikan apa yang kukatakan."
“Sampai seratus tahun sekalipun kami tidak bakal bisa membuktikannya, lanjutkan saja mimpi indahmu itu” Setelah Lucas mendengus dingin, dia langsung pergi dengan ketiga cek itu, tanpa melihat dengan teliti.
Melihat punggung Lucas yang semakin menjauh, Erwin menghela napas, dan sepertinya makan malam dengan Lina hari ini akan dibatalkan.
__ADS_1