Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Berbalik Mengusir Keluarga Lewis


__ADS_3

Di panggung tengah ruang pertemuan, sudah ada anggota staf yang menghitung suara dengan gugup, tapi orang-orang di bawah sudah punya rencana sendiri!


Kelvin, Rick, Harry dan yang lainnya sudah memikirkan hal yang harus dilakukan setelah ini.


keluarga Lewis penuh percaya diri, karena semuanya telah diatur sebelumnya, jadi sekarang hanya menunggu hasil pemungutan suara diumumkan, kemudian mereka akan sepenuhnya meledakkan kesombongan Erwin, dan membuat Erwin memuntahkan kembali saham milik mereka.


Dalam penantian yang gugup, penghitungan suara dengan cepat selesai, Aisyah kembali ke panggung dengan mikrofon, berdehem dan mengumumkan.


"Penghitungan suara sudah selesai, sekarang saya akan mengumumkan hasil pemungutan suara."


Begitu kata-kata itu keluar, Kelvin, Rick dan yang lainnya, sudah merasa putus asa dengan nasib mereka, mereka berempat yang ingin melawan gabungan dua keluarga kelas atas Itu sama saja seperti ingin menghancurkan batu dengan kerikil.


"Kali ini nasib bisnisku beneran hancur karena Erwin! Kayaknya aku akan pensiun dini." Rick sudah memilih untuk pensiun dini, begitu dia dikeluarkan dari Aliansi Bisnis selatan kora, bisnisnya sudah pasti akan anjlok, jadi lebih baik dia menjual perusahaannya dan langsung pensiun.


Kelvin dan Harry juga sudah memikirkannya, kalau mereka dikeluarkan dari Aliansi Bisnis selatan kota, mereka hanya bisa mengandalkan dukungan dari High Build Group, jika tidak, bisnis mereka pasti akan ditekan oleh anggota aliansi bisnis lainnya.


Dibandingkan dengan orang-orang di sekitar Erwin yang gelisah, keluarga Lewis justru memasang senyum bahagia di wajah mereka, dan bahkan menyiapkan sampanye untuk perayaan setelah ini.


"Farzan, pergi siapkan beberapa botol sampanye, kita akan rayakan nanti," kata Hartono dalam suasana hati yang sangat baik.


“Oke, akan kukumpulkan orang-orang keluarga Zibrano juga, biar bisa rayain bersama.” Farzan juga sangat bersemangat, karena akhirnya bisa menginjak-injak Erwin, setelah Erwin dibenci orang-orang di sekitarnya sendiri, Lina juga akan pergi dari Erwin.


Sama seperti keluarga Lewis yang bersiap untuk merayakan, Aisyah di atas panggung sudah mengumumkan hasil pemungutan suara.


"Saya akan mengumumkan hasil pemungutan suara, ada 108 suara yang mendukung pengusiran keluarga Lewis dengan huruf perwakilan A, dan 20 orang yang mendukung pengusiran Lucas, Rick, Harry dan Kelvin dengan huruf perwakilan B. Empat dari lima pemimpin lainnya juga mendukung pengusiran keluarga Lewis, dan hanya satu pemimpin yang mendukung proposal Kelvin."


"Jadi, sesuai dengan aturan aliansi bisnis, hasil pemungutan suara adalah pengusiran keluarga Lewis dari Aliansi Bisnis selatan kota, dan hasil ini akan langsung berlaku mulai detik ini."


Ketika Aisyah mengumumkan hasilnya melalui mikrofon kepada semua orang, Rick, Kelvin, Lucas, dan Harry benar-benar terkejut.


Pembalikan ini terjadi begitu tiba-tiba dan tak terduga. Untuk sementara, mereka sulit untuk mempercayainya, dan bahkan mengira telinga mereka salah dengar.


"I-ini, situasi apaan ini?! Kenapa bisa keluarga Lewis yang dikeluarkan?"

__ADS_1


"Sepertiya jumlah anggota yang mendukung pengusiran keluarga Lewis mencapai 108 suara."


"Pasti salah hitung, kan?! Keluarga Zibrano dan tiga pemimpin lainnya diam-diam sudah bekerja sama dengan keluarga Lewis, jadi kenapa bisa ada begitu banyak orang yang mendukung pengusiran mereka!"


......


Tak lama kemudian, hati Rick menjadi bersemangat, karena permainan yang awalnya dipastikan akan kalah, tiba-tiba berbalik dengan penuh kejutan, hasil ini benar-benar di luar nalar mereka.


Kelvin dan Harry juga tidak nyangka akan hasil ini, sungguh suatu keajaiban!


Mulut Mary, dan kedua bibi Lina juga terbuka saat ini, dengan ekspresi tidak percaya.


"Kenapa bisa, keluarga Lewis yang dikeluarkan?"


Mary sepenuhnya tak bisa mempercayai dalam kondisi seperti ini akan menghasilkan hasil yang seperti itu. Dia sungguh tak terpikir akan hasil ini.


“Wah, Erwin!” Lina langsung bersemangat, karena perusahan Kakek dan Ayahnya tak perlu dikeluarkan dari Aliansi Bisnis selatan kota, yang berarti dia tak perlu berpisah dengan Erwin, Inilah alasannya dari kegembiraannya.


“Sekarang udah bisa makan, kan?” Erwin tersenyum, mengoper sepotong kue untuknya.


Lucas juga diam-diam menghela nafas lega, kemudian melirik Erwin yang tenang di sebelahnya dari awal hingga akhir, dan tiba-tiba teringat dengan kata-kata Erwin sebelumnya, bahwa semuanya sudah siap dan terkendali.


Memikirkan hal ini, Lucas merasa bahwa Erwin ini terlalu misterius dan sulit diprediksi. Dalam kondisi seperti ini saja bisa membuat situasi berbalik, dia mengakui itu sebuah hal yang sangat luar biasa sekali, pada saat yang sama, tekadnya untuk berdiri di pihak Erwin semakin besar.


Keluarga Lewis juga sama terkejutnya dengan orang-orang di sekitar Erwin, hanya saja terkejutan mereka disusul dengan rasa syok yang penuh keraguan dan kecemasan


"Gak mungkin, ini mustahil, pasti Aisyah yang salah baca, mana mungkin begitu banyak yang mendukung pengusiran kami, dan hanya sedikit yang mendukung pengusiran mereka?" Hartono sudah kacau saat ini, karena lelucon ini tak lucu sama sekali!


"Farzan, cepat ikut aku tanya Aisyah dan kita periksa kertas pemungutan suaranya."


Pada saat ini, Farzan juga tercengang, apa-apaan ini? Keluarga Zibrano dan Lewis, ditambah tiga pemimpin lainnya, mana mungkin ini bisa terjadi setelah mendapat dukungan kekuatan sebesar itu.


"Pasti ada kesalahan, ayah, kita periksa bersama!"

__ADS_1


Hartono dan Farzan tidak menerima hasil ini, dan buru-buru naik ke atas panggung untuk menanyai Aisyah dengan kasar,


"Aisyah, aku mau periksa pemungutan suaranya di tempat sekarang juga! Aku tak puas dengan hasilnya! "Kata Hartono dengan marah.


“Ya, harus kami periksa, kami curiga kau mengotak-atik hasilnya!” Farzan juga naik ke panggung dengan marah.


Begitu suara mereka keluar, yang lain di tempat kejadian memasang ekspresi ingin menonton tontonan, mereka tak nyangka keluarga Lewis yang sombong sebelumnya akan tak terima sampai mau periksa, ini benar-benar tak terpikirkan oleh mereka.


“Tak masalah kalau mau periksa, tapi tolong jangan asal tuduh!” Aisyah mengerutkan kening dan meminta para staf untuk menyerahkan kotak suara dan kertas suara, sehingga bisa diperiksa, begitu kotak tersebut dibawa kemari, Hartono dan Farzan buru-buru menghampiri para staf.


Mereka mengambil kertas dan kotak suara dari staf, dan kemudian memeriksanya satu per satu.


Namun, di atas kertas pemungutan suara, memang benar bahwa sebagian besar orang memilih untuk mendukung pengusiran keluarga Lewis.


"Tak mungkin, mustahil, ini pasti palsu!"


Hartono sangat kacau saat ini, karena sebagian besar bisnis keluarga Lewis mereka ada di selatan kota. Begitu mereka dikeluarkan dari aliansi bisnis, sumber daya utama dan keuntungan mereka akan semakin berkurang, bahkan mereka pasti akan ditekan oleh anggota aliansi lain, jadi konsekuensinya bagaikan bencana besar.


"Yah, apa yang harus kita lakukan sekarang! Kertas suara ini sepertinya tak bermasalah." Farzan juga cemas saat ini, dia tak nyangka keluarga Zibrano dan tiga pemimpin lainnya akan berbalik mengkhianatinya.


"Aku harus cari keluarga Zibrano, kenapa mereka mengingkari janji mereka!"


Hartono dengan marah merobek kertas pemungutan suara, dan mau pergi mencari Paul yang merupakan kepala keluarga Zibrano, dan mau bertanya mengapa dia berkhianat seperti ini. Namun, begitu berbalik, Paul sudah muncul di belakangnya.


"Hartono, aku minta maaf, kekuatan yang mendukung mereka dari balik layar terlalu besar, dan bukanlah sosok yang mampu kami singgung." Kata Paul dengan permintaan maaf.


“Paul, beraninya kau mengkhianatiku, memangnya kekuatan apa yang mereka miliki di balik layar?” Hartono sudah sangat marah saat ini, ditambah pengkhianatan pada saat kritis seperti ini, bagaimana keluarga Lewis mereka bisa bertahan di selatan kota kedepannya nanti?


Erwin yang melihat percakapan Paul dan Hartono dari kejauhan, sedikit senyum, dan berencana untuk mengadu domba lagi, dia langsung memanggil Kelvin dan berkata, "Kelvin, pergi buat satu proposal lagi, tentang keluarga Zibrano yang akan mengisi posisi salah satu dari lima pemimpin yang kosong karena keluarnya keluarga Lewis!"


“Membuat keluarga Zibrano menggantikan posisi keluarga Lewis jadi salah satu pemimpin??” Kelvin menyentuh kepala dan tak memahami ini, tapi Harry yang di sebelahnya justru sangat mengerti maksud Erwin.


"Tuan Erwin, trik Anda luar biasa sekali, dengan begini, Hartono akan percaya bahwa Paul merencanakan pengkhianatan ini untuk menggantikan posisi Keluarga Lewis di Aliansi Bisnis selatan kota."

__ADS_1


“Iya, tapi ini baru permulaan!” Erwin tersenyum sedikit, dan sudah bersiap untuk menghancurkan keluarga Lewis sampai ke akar-akarnya.


__ADS_2