
Lina adalah bunga kelas di kelas Erwin dan wanita idaman di hati para anak laki-laki ini.
Kedatangan Lina membuat pandangan semua orang yang hadir tertuju padanya, begitu juga dengan Erwin, Erwin mengalihkan pandangannya untuk melihat perubahan seperti apa wanita idaman yang sudah empat tahun tidak ia temui.
Tidak jauh dari situ, terlihat seorang wanita cantik, berkaki panjang, dengan rambut hitam, yang mengenakan gaun putih sederhana lapisan tipis, ditambah selendang putih tipis yang membuatnya terlihat anggun dan seksi.
Idaman, benar-benar idaman mutlak, dibandingkan dengan empat tahun yang lalu, Lina hari ini memiliki kecantikan yang lebih dewasa, anggun, dan seksi.
Para teman sekelas laki-laki di tempat itu tampak sedikit terkejut, setelah empat tahun tidak bertemu, wanita idaman mereka ternyata menjadi semakin cantik.
“Maaf semuanya, tadi ada kemacetan lalu lintas di jalan, jadi aku akan minum tiga teguk anggur sebagai permohonan maaf.” Lina langsung berjalan ke meja minuman, mengangkat gelas dan mulai minum.
Semua orang segera berkumpul ke sana, beberapa dari mereka ingin dekat dengannya, beberapa ingin berbicara dengannya tentang bagaimana menghabiskan empat tahun terakhir di luar negeri, dan beberapa ingin mendapatkan kontaknya.
Ada banyak orang di sekitar Lina, yang membuat Lina sedikit kewalahan, tetapi dia masih tersenyum ramah dari awal hingga akhir, dan menyapa setiap teman kelas.
Sedangkan Erwin sedang duduk di kursi lain, minum air putih, sambil memperhatikan mereka dalam diam. Daniel yang berdiri di sebelahnya menjadi cemas ketika melihat Andre yang sedang berjuang untuk mendekati Lina, tetapi Erwin masih tidak bertindak juga, dan itu membuatnya tidak sanggup untuk hanya terus menonton saja.
__ADS_1
"Erwin, kamu seharusnya menyapa Lina juga, bagaimanapun kamu pernah menjalin hubungan yang dekat dengan Lina sebelumnya, jadi mungkin saja hubungan kalian bisa kembali seperti dulu."
"Itu sudah tidak mungkin, alasanku datang hari ini, hanya untuk melihat keadaan Lina sekarang, tapi sekarang aku sudah lega setelah melihat ini." Erwin tersenyum sedikit, karena dia memang hanya ingin melihat Lina setelah empat tahun tidak bertemu, lagi pula, dia sudah memiliki tunangan, jadi dia sudah tidak mungkin untuk menjalin hubungan dengan Lina.
“Ayo pergi! Kita harus kembali.” Ketika Erwin melihat bahwa Lina sedang bersenang-senang, dia ingin kembali, tetapi Daniel justru cemas.
“Jangan, kamu bahkan belum mengatakan sepatah kata pun padanya, setidaknya mintalah kontaknya!” Daniel benar-benar cemas pada Erwin, karena dari sudut pandangnya, Lina adalah kandidat pasangan terbaik untuk Erwin.
Erwin tidak menjawab, tetapi berdiri dan bersiap untuk pergi, tetapi pada saat ini, Lina mengambil inisiatif untuk datang mencarinya.
“Erwin, lama tidak bertemu.” Senyum Lina baik nan lembut, dan wajahnya yang cantik masih tetap memesona.
"Lumayan, bagaimana denganmu? Aku baru saja dengar dari teman-teman tadi kalau kamu bahkan suda mengendarai Ferrari dan membeli Rolls-Royce, sepertinya kamu sangat sukses!" kata Lina.
"Lumayan juga, aku merasa lega kamu hidup dengan bahagia, kalau begitu aku pulang dulu." Erwin ingin segera pergi, karena takut semakin lama dia tinggal bersama Lina, maka dia akan semakin enggan dan tidak tega untuk untuk pergi.
"Erwin." Lina tiba-tiba meraih Erwin dan bertanya dengan sedikit keinginan. "Apa kamu masih marah padaku?"
__ADS_1
Empat tahun lalu, Lina memilih untuk belajar di luar negeri tanpa mengucapkan selamat tinggal, meskipun Erwin memang sedikit tidak senang, tapi bagaimanapun mereka berdua tidak berada dalam hubungan romantis pada waktu itu, jadi tidak ada kemarahan yang tersisa sekarang.
“Kamu yang terlalu banyak pikir, aku hanya sedikit lelah dan ingin pulang untuk beristirahat.” Erwin menemukan alasan untuk pergi dari sini, tetapi Lina terus menarik lengan bajunya.
"Orang pertama yang ingin aku temui ketika pulang kali ini adalah dirimu. Kebetulan kamu sekarang lajang lagi, jadi kita bisa mulai dari awal."
Kata-kata Lina mengejutkan teman-teman yang hadir hingga kehabisan kata-kata, apa yang dikatakan Lina itu sudah seperti sedang mengungkapkan perasaannya pada Erwin secara tidak langsung.
Wajah Andre berubah total ketika melihat ini, karena Lina adalah wanita yang dia kagumi, dan perasaan itu telah ada selama beberapa tahun, para teman laki-laki lainnya juga memandang Erwin dengan rasa iri sekaligus benci.
"Suatu hal yang kamu lewati tetap akan terlewat, kita sudah tidak bisa kembali seperti dulu lagi." Erwin tersenyum sedih. Setelah empat tahun, Erwin mengaku bahwa dia memiliki sedikit perasaan pada Lina, kalau tidak, dia tidak akan menunggu kedatangan Lina di sini sampai sekarang, tapi masalahnya adalah dia sudah punya tunangan, jadi sudah tidak mungkin menjalin hubungan dengan Lina.
Jawaban Erwin membuat semua orang semakin terkejut, karena Erwin benar-benar menolak pengakuan dari sang wanita idaman para pria di sini, bukankah ini benar-benar jauh di luar dugaan?! Sebaliknya, Andre merasa lega, karena ini menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki kesempatan.
Bahkan Lina juga tercengang, pengakuan perasaan yang sudah lama dia pikirkan justru ditolak oleh Erwin. Tiba-tiba, dia merasa sedikit frustrasi, sekaligus masih belum puas.
“Aku tidak percaya, kamu dulu begitu berjuang keras untuk mendekatiku, bagaimana mungkin kamu menyerah padaku begitu saja? Pukul 8 malam, aku akan menunggumu di tempat lama kita, aku akan memberitahumu alasan yang sebenarnya tentang diriku yang pergi waktu itu, dan setelah itu barulah kamu putuskan pilihanmu."
__ADS_1
Erwin terkejut sejenak, apa jangan-jangan Lina memiliki alasan tersendiri sehingga pergi tanpa pamit waktu itu? Memikirkan hal ini, Erwin menyetujui janji temu itu.