
Erwin melompat ke atas panggung secara langsung. Menghadapi tatapan dari 80.000 penggemar Jocelyn, Erwin justru dalam suasana hati yang sangat tenang. Lagi pula, dia hanya penggemar palsu, dan tidak terlalu merasakan bahagia saat bernyanyi dengan Jocelyn.
"Tahu lagu White Fox? Versi pria dan wanita?" tanya Jocelyn pada Erwin dengan suara rendah setelah mengangkat mikrofon.
"Sedikit, apa ada teleprompter?" Saat Erwin selesai bertanya, Jocelyn menunjuk ke arah teleprompter yang tidak jauh di depan panggung.
"Ada, nanti aku nyanyi bagian cewek, dan kamu bagian cowoknya, jangan bikin aku malu, ya."
Erwin mengangguk dan menerima mikrofon, dia masih bisa bernyanyi karena ketika masih kuliah, dia sering nyanyi bersama teman-temannya di karaoke, tapi hanya sebatas level rata-rata orang pada umumnya.
Musik diputar dan 80.000 penggemar di bawah panggung melambaikan lightstick sambil berteriak dengan penuh semangat. Lina sangat menantikan penampilan Erwin, Divia bahkan lebih iri karena ingin sekali nyanyi bersama sang idola.
Setelah pendahuluan lagu berakhir, Jocelyn mengangkat mikrofon dan menatap Erwin sambil bernyanyi dengan penuh kasih sayang.
"Aku adalah seekor rubah yang telah berlatih selama ribuan tahun,
Ribuan tahun latihan dengan ribuan tahun kesepian,
Di tengah malam, bisakah seseorang mendengar tangisanku,
Di bawah cahaya redup, apa ada yang bisa melihatku yang sedang menari."
...
Jocelyn bernyanyi dengan sangat terampil, bukan hanya memiliki paras yang cantik, tapi suara nyanyiannya juga sangat indah, terlebih lagi juga mengekspresikan perasaan pedih dalam lirik lagi tersebut. Bagian selanjutnya adalah bagian pria yang akan dinyanyikan oleh Erwin, Erwin melihat teleprompter dan bernyanyi tanpa ragu sambil memegang mikrofon.
"Aku adalah seorang sarjana yang mabuk sendirian di dunia ini,
Sepuluh tahun telah belajar dengan giat,
Membawa kehormatan kepada leluhur setelah sukses,
Setelah pernikahan, keduanya berpisah ke jalur yang berbeda."
...
__ADS_1
Nyanyian Erwin juga bagus, memang tidak sebagus Jocelyn profesional, tapi setidaknya masih ada perasaan yang tersirat di dalamnya, karena lirik lagu tersebut mewakili pengalamannya.
Ketika masih miskin, dia dan Lina bisa tetap bersama dan saling mencintai, tetapi setelah menjadi anak orang super kaya, dia harus menikah dengan Jocelyn, sehingga dia dan Lina tidak bisa lagi bersama.
Seperti yang dikatakan lirik lagu tersebut, setelah upacara pernikahan, keduanya dipisahkan ke jalur yang berbeda.
Mungkin saat Erwin dan Jocelyn mengumumkan pertunangan mereka adalah ketika Lina meninggalkannya dalam kesedihan dan kesakitan, dan bahkan Lina bisa jadi akan bunuh diri akibatnya, yang Erwin harapkan tidak akan terjadi.
Lina menyaksikan Erwin yang sedang bernyanyi dengan mata yang berbinar.
Lirik dan melodi dari lagu tersebut sangat menyentuh, dan efeknya sangat bagus saat dinyanyikan dengan penuh kasih sayang oleh Erwin dan Jocelyn.
80.000 penggemar yang mendengarkan seolah terbawa ke dalam kisah cinta yang pedih tersebut, tapi Erwin tahu bahwa lagu itu sebenarnya dinyanyikan untuk dirinya sendiri, tapi Erwin percaya dapat mengubah akhir cerita dalam lirik lagu tersebut, dan tidak akan terjadi padanya.
Lagu itu dinyanyikan dengan cepat, tapi bahaya yang sesungguhnya baru saja dimulai sekarang.
Erwin tidak turun ke bawah panggung, tapi berbisik di telinga Jocelyn. "Kamu akan diculik, bawa aku bersamamu."
“Culik aku?” Jocelyn terkejut, tapi ketika melihat ekspresi serius Erwin, dia tahu bahwa Erwin tidak sembarang berbohong, jadi ekspresinya sedikit berubah, dan segera menundukkan kepalanya untuk berbisik, "Ikut aku."
Setelah melakukan semua ini, Erwin mengikuti Jocelyn ke belakang panggung.
Begitu tiba di belakang panggung, Ametta yang ini langsung bertanya dengan ekspresi bingung.
"Kenapa Erwin ikut ke sini?"
Ini adalah balik layar, mana mungkin Erwin boleh ikut ke sini?
"Jangan bahas dulu, cepat keluar dari sini, akan kujelaskan nanti,” kata Erwin sambil mengerutkan kening, dia sangat mendesak karena saat ini Keluarga Gibson seharusnya sudah siap beraksi.
"Erwin, memangnya aku berbicara denganmu?" kata Ametta dengan tidak senang, yang dia tanya adalah Jocelyn, bukanlah Erwin.
"Tante, kita dengarkan Erwin dulu, lebih baik kita tinggalkan tempat ini, di sini akan berbahaya." kata Jocelyn dengan cukup serius, dan juga sulit baginya untuk menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu, ayo ke ruang ganti buat ganti pakaian dan hapus riasan dulu, soalnya tidak mungkin pergi dengan penampilan seperti ini, 'kan?" kata Ametta tanpa daya.
__ADS_1
"Kalau begitu Erwin ikut aku, tante tetap di sini untuk urus acara ini dulu." Setelah mengatakan itu, Jocelyn bergegas ke ruang ganti untuk ganti pakaian.
Erwin mengikuti dari dekat, kemudian mengeluarkan gelang giok putih dengan pelacak GPS dan menyerahkannya kepada Jocelyn.
"Bawa gelang giok ini, kami bisa melacak gelang ini kalau terjadi sesuatu padamu."
“Ada pelacak di gelang giok ini?” Tanpa ragu Jocelyn memakai gelang giok putih itu di pergelangan tangan kirinya kemudian melihat dengan kagum.
"Gelang giok ini cantik sekali."
Erwin terdiam untuk beberapa saat, karena sudah saat ini Jocelyn masih punya waktu untuk mengagumi gelang giok itu.
Dari belakang panggung ke ruang ganti masih jauh, dan di tengahnya terdapat banyak staf yang berlalu-lalang, Erwin diam-diam mewaspadai orang-orang ini, dan tentu saja di antara para staf ini ada bawahan Erwin yang sedang menyamar.
Selama Keluarga Gibson berani macam-macam, bawahan Erwin yang sedang menyamar akan ikut beraksi juga.
Dari belakang layar ke ruang ganti, perjalanannya sangat mulus, sangking lancarnya sampai membuat Erwin curiga apakah Jocelyn benar-benar akan diculik.
Mereka segera memasuki ruang ganti, kemudian seorang wanita berpakaian modis yang berusia tiga puluhan mengikuti mereka masuk.
“Siapa kau?” tanya Erwin sambil menatapnya dengan waspada.
"Itu yang justru ingin kutanya? Aku penata rias Jocelyn, kamu anak baru di sini, kan? Bisa-bisanya kamu tidak mengenalku, Jocelyn harus ganti pakaian, kamu itu laki-laki, cepat keluar!" teriak penata rias sambil menunjuk Erwin dengan nada yang sangat kuat.
"Erwin, Lily ini penata riasku, tolong tunggu di luar sebentar! Aku akan keluar setelah ganti pakaian dan hapus riasan," kata Jocelyn yang tidak ingin dilihat Erwin saat ganti pakaian.
"Baiklah kalau begitu, lebih baik cepat." Erwin berpikir sejenak, lalu berbalik dan menjaga di luar ruang ganti.
Setelah Erwin keluar, Lily menutup dan mengunci pintu karena takut Erwin akan masuk untuk mengintip, tetapi faktanya Erwin sama sekali tidak memiliki niat untuk itu.
Namun, Jocelyn belum keluar setelah lima menit berlalu, ini membuat Erwin merasa ada yang tidak beres, jadi berbalik untuk berteriak ke arah pintu, tapi tetap tidak ada tanggapan sama sekali.
"Gawat! Ada yang tidak beres dengan penata rias itu!" Erwin segera berbalik untuk membuka pintu, tetapi ternyata pintunya terkunci.
Dia mengertakkan gigi, langsung menendang dan mendobrak pintu, ternyata memang ada yang tidak beres dengan penata rias itu!
__ADS_1