
Kehidupan Keluarga Ragnarson sangat buruk baru-baru ini, karena mundurnya keluarga Baxter dan Keluarga Lawrence, anggota Aliansi Bisnis Bandung yang lain juga ikut menyusul.
Bahkan Keluarga Davis juga mengajukan gugatan cerai dan penarikan diri, melihat dua lembar surat pernyataan di atas meja kantor, Steve dan Earson tahu bahwa ini sudah di akhir jalan, tidak ada yang berpihak pada mereka lagi.
“Sepertinya Damon ini mau maksa kita menyerah.” Steve duduk di sofa kantor CEO tanpa bisa melakukan apa-apa, dan diam-diam menyesal karena melawan Damon!
Saat ini, hampir semua mitra bisnis Ragnarson Group sudah bubar, jadi arus bisnis hanya sepersepuluh dari biasanya, jika ini terus berlanjut, perusahaan akan kehabisan dana.
“Ayah, kalau tak mau bangkrut, sepertinya cuma ada satu jalan keluar.” Earson berpikir sejenak dan berkata dengan susah payah.
“Apa?” Steve tidak bisa memikirkan cara lain untuk melindungi Ragnarson Group-nya.
“Seperti yang dilakukan Fiki, pergi mencari Damon untuk menebus kesalahan secara langsung!” Earson menghela nafas, ini satu-satunya jalan keluar!
"Aku pernah mengirim orang untuk memburunya, mana mungkin dia membiarkanku begitu saja? Damon ini dulunya sudah terkenal kejam, minta dilepaskan pasti harus menanggung konsekuensi besar." Kata Steve dengan sangat cemas.
"Kalau tidak begitu, maka hanya bisa menjual Ragnarson Group, kemudian memulai Bisnis dan perusahaan baru di kota lain, sekarang High Build Group sudah menguasai Kota Bandung, jadi kalau masih mau berlanjut di sini hanya bisa minta maaf."
Earson berkata dengan tak berdaya lagi.
"Biarku pikirkan dulu." Steve membalikkan punggung dan melihat pemandangan di luar yang sedikit sunyi dan sedih, memikirkan dirinya yang merupakan orang terkaya di Kota Bandung, tiba-tiba bisa jatuh hingga berakhir di posisi seperti ini hanya dalam satu bulan, sungguh tragedi yang menyedihkan.
“Sebaiknya ayah cepat dalam mengambil keputusan, orang-orang di group sudah panik sekarang, dan Departemen Personalia menerima lebih dari selusin surat diri setiap harinya, kalau terus ditunda, takutnya kerugian akan membengkak." Setelah berbicara, Earson diam-diam keluar dari kantor CEO dan merasa bersalah.
Dia merasa punya tanggung jawab dengan semua ini, karena dia sombong dan arogan setelah berhasil mendekati Keluarga Baxter hingga memilih untuk bersaing dengan Damon, tapi yang tidak disangka adalah Kekuatan Damon sudah jauh di luar imajinasi.
Apa yang tidak disangka Earson adalah pendukung di balik Damon adalah keluarga Smith, inilah alasan mengapa rencana kali ini bisa gagal total, keluarga Ragnarson yang bersaing melawan keluarga Smith itu bagaikan memukul batu dengan telur.
Pada sore harinya, Steve tampaknya sudah mengambil keputusan, dan muncul di pintu masuk High Build Group, bersiap untuk meminta maaf kepada Damon.
Jelas tidak ada yang akan menyangka Steve yang dulunya orang terkaya di Kota Bandung akan berakhir seperti ini.
Ketika mendengar kabar bahwa Steve datang secara pribadi untuk mengaku bersalah, Damon tahu bahwa waktu untuk mengakuisisi Ragnarson Group sudah tiba!
Jadi langsung menelepon Erwin.
__ADS_1
"Tuan muda, Steve akan datang secara pribadi untuk minta maaf, sudah waktunya untuk mengambil tindakan," saran Damon melalui telepon.
"Iya, suruh mereka bubarkan Aliansi Bisnis Bandung, lalu kita beli 90% sahamnya dengan 100 miliar, kalau setuju boleh bergabung dengan Aliansi Bisnis Dagang Erlin, kalau tidak tunggu bangkrut saja!"
Pada saat ini, Erwin sedang duduk di sofa Villa Mahkota dengan kaki disilangkan dan tampak sangat puas.
Keluarga Ragnarson tidak tahan lagi dengan tekanan, jadi akan lebih mudah ditangani!
Damon yang menerima instruksi langsung bergerak.
Di ruang pertemuan VIP High Build Group, Steve duduk di kursi dengan gelisah.
"Steve, ada masalah apa mencariku?” Damon bertanya dengan sadar.
"Tuan Damon, aku di sini untuk minta maaf secara langsung! Tolong sisakan sedikit jalan dan biarkan Ragnarson Group bertahan, masih ada ratusan orang dalam perusahaan yang perlu digaji." Steve memohon belas kasihan.
"Menyisakan jalan? Steve, waktu kau menyergapku dengan orang sebanyak itu, sungguh berani sekali ya! Aku aja hampir mati di sana." Kata Damon tiba-tiba dengan wajah dingin, dia masih ingat situasi berbahaya saat itu.
"Tuan Damon, aku di sini untuk minta maaf, bilang saja kompensasi apapun yang Tuan Damon mau, pasti akan kupuaskan selama terjangkau." Inilah satu-satunya cara untuk bertahan.
"Iya, tolong disebut saja." Steve diam-diam menyeka keringat dingin.
"Baiklah, aku tidak akan basa-basi lagi! High Build Group kami bersedia beli 90% saham Ragnarson Group dengan 100 miliar, kalau setuju bukan hanya kuterima permintaan maaf ini tapi kalian juga bisa bergabung dengan Aliansi Bisnis Dagang Erlin kami, tentu saja dengan syarat bubarkan Aliansi Bisnis Bandung," kata Damon sambil tersenyum.
Ini bukan lagi sekadar permintaan berlebihan, tapi jelas ingin menelan Ragnarson Group.
“90% saham Ragnarson Group kami hanya dengan 100 miliar?!” Steve menghela nafas dengan ekspresi yang sangat jelek, ini bukan lagi kepemilikan saham, tapi akuisisi sepenuhnya.
Karena 90% saham Ragnarson Group itu setidaknya bernilai lebih dari 20 triliun, tapi mau Damon beli dengan 100 miliar, ini tidak berbeda dengan perampokan.
"Kalau tidak mau tunggu hari bangkrutnya saja!” Kata Damon ringan.
“Tuan Damon tidak takut aku jual ke orang lain? Dengan begitu aku masih bisa membuka usaha dan berkembang di kota lain, jadi tidak perlu berakhir menyedihkan seperti ini.” Steve tidak menyangka Damon akan begitu berlebihan, yang membuatnya tidak terima untuk sementara waktu.
Jika dijual ke High Build Group, maka setiap gerak-gerik Steve harus mendapat persetujuan dari Damon, karena begitu Damon tidak senang, maka posisi Steve sebagai CEO bisa diganti kapan saja.
__ADS_1
“Kalau begitu coba saja jual ke orang lain, kita lihat siapa yang berani ambil alih Ragnarson Group-mu.” Damon berkata dengan acuh tak acuh dan nada dingin.
Steve sedikit terkejut, dengan adanya Aliansi Bisnis Dagang Erlin, High Build Group secara langsung atau tidak langsung sudah menguasai 70% pasar komersial di Kota Bandung, jadi seperti memang tidak ada yang berani menyinggung Damon untuk mengambil alih Ragnarson Group-nya.
Pada akhirnya, tidak ada jalan akhir lain bagi Ragnarson Group selain bangkrut.
Steve memikirkannya untuk waktu yang lama, tapi pada akhirnya hanya bisa menerima nasib.
"Baik, aku setuju, kuharap Tuan Damon menepati janji dan menghilangkan semua dendam terhadap Ragnarson Group kami," Kata Steve tanpa daya dan pasrah.
“Jangan khawatir, Ragnarson Group akan dianggap sebagai bagian dari High Build Group kedepannya, bukan ditekan tapi akan didukung sepenuhnya!” Melihat Steve telah menyerah, Damon berdiri sambil tersenyum dan berjabat tangan dengannya.
Pada malam hari itu, Erwin sekali lagi menerima pesan dari Damon, tentang Steve yang sudah setuju tentang penjualan saham ke High Build Group. Sejauh ini, empat keluarga raksasa Kota Bandung sudah diakuisisi oleh Perusahaan Investasi Erlin, terlebih lagi adalah dalam kendali penuh.
Jadi High Build Group sudah mengendalikan lebih dari 70% industri Kota Bandung, hal ini menggemparkan seluruh Kota Bandung untuk sementara waktu, bahkan walikota juga harus hormat sekalipun pada High Build Group.
“Di Kota Bandung ini sudah tidak ada saingan.” Erwin duduk di sofa sambil melihat berita dan forum lokal dengan ponselnya, berita di atas sudah dirilis dan tersebar luas, orang-orang sangat kagum dengan keberanian dan pencapaian Damon.
Sudut mulut Erwin bergerak, karena orang luar tidak tahu bawah dialah dalang di balik semua ini.
Setelah sibuk dengan Keluarga Ragnarson, langkah selanjutnya adalah membuka Balai Seni Bela Diri Pencak Silat dan pelelangan Distrik Baru Utara Kota! Terutama distrik baru Utara Kota ini yang merupakan fokus bagus Erwin untuk rencana selanjutnya.
Lelang di Distrik Baru Utara Kota tidak hanya akan dihadiri orang kaya lokal, tapi juga pemilik perusahaan kaya di beberapa kota terdekat, terutama Kota Santa, karena dari kabarnya ada pemilik perusahaan yang senilai ratusan triliun yang ikut berpartisipasi dalam pelelangan, akan sulit berkembang jika persaingannya tidak besar.
Erwin berencana untuk berpartisipasi sebagai pewaris keluarga Smith, sehingga bisa membantu perkembangan Perusahaan Investasi Erlin agar bos kaya kota lain tahu bahwa Perusahaan Investasi Erlin itu didukung oleh Tuan Muda Smith, dengan begitu akan menarik minat banyak orang untuk berinisiatif berinvestasi di Perusahaan Investasi Erlin, dan tidak perlu lagi mengambil tindakan dengan susah payah untuk mengakuisisi satu per satu.
Selain pelelangan di Distrik Baru Utara kota, hal penting lainnya adalah membuka Balai Seni Bela Diri Pencak Silat!
"Sharon, Leona, kalian pergi cari Damon aja besok, aku sudah kasih tahu tentang Balai Seni Bela Diri Pencak Silat, dia akan bantu kalian mencari lokasi dan peminatnya, kalian hanya perlu bertanggung jawab memilih peserta yang berkualitas dan melatih mereka!"
Erwin ingin menyelesaikan masalah pembukaan Balai Seni Bela Diri Pencak Silat terlebih dahulu sebelum pembukaan lelang distrik baru utara kota! Dengan begitu, Sharon dan yang lainnya tidak perlu mengikutinya lagi sepanjang hari, karena sekarang tidak ada seorangpun di Kota Bandung yang bisa mengancamnya, jadi tidak perlu dilindungi oleh tiga orang lagi untuk saat ini.
"Terima kasih, tuan muda." Wajah Sharon dipenuhi dengan kegembiraan, karena salah satu tugas pentingnya waktu bepergian dari penguruan adalah membuka Balai Seni Bela Diri Pencak Silat dan mempromosikan seni bela diri tersebut hingga mendunia, dia tidak menyangka akan membuka perguruan pertama secepat ini.
“Bekerja keraslah, kutunggu hari di mana Pencak silat mendunia.” Erwin menyemangatinya.
__ADS_1
Erwin bermaksud untuk membuka Balai Seni Bela Diri Pencak Silat ini di seluruh dunia, sehingga ke mana pun dia pergi, dia akan memiliki sebuah tim kuat, yang pada saat yang sama bisa memastikan keselamatannya sendiri.