Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Berani Mengancamku?


__ADS_3

Hotel Trans Luxury ini merupakan hotel bintang lima yang terkenal di selatan kota, area hotelnya sangat luas dan terdiri dari lima lantai, ini adalah hotel mewah kelas atas yang mencakup tempat makan, tidur, liburan dan hiburan.


Rata-rata orang tidak mampu untuk tinggal di hotel semacam ini.


Ketika Erwin dan lainnnya masuk, ada dua wanita cantik yang menyambut, pelayanannya sangat perhatian.


“Di mana pria itu dan Fiona? Bukannya mereka yang mengundang kita untuk makan bersama?” Saat Erwin sedang bingung, Fiona tiba-tiba berdiri dari sofa yang ada di aula dan berjalan ke arah mereka.


“Erwin, Lina, Lisa, kalian akhirnya datang juga!” Fiona menyambut dengan senyum di wajahnya, "Tuan Muda Lewis sudah lama menunggu kalian di dalam, yuk ikut aku."


Saat berbicara, Fiona memandu Erwin dan yang lainnya.


"Fiona, apa Tuan Muda Lewis ini beneran mengundang kita makan bersama untuk minta maaf pada kita?" Lina bertanya dengan naif sambil berjalan.


“Tentu saja, kalau tidak, untuk apa dia mengundang kalian makan bersama?” Ketika Fiona mengatakan ini, dia merasa sedikit bersalah, dan matanya sedikit mengelak.


Erwin menyadari perubahan ekspresi Fiona yang berbohong, dan sudut mulutnya terangkat tanpa sadar.


Fiona bisa menipu Lina, namun tak akan bisa menipu ketajaman mata Erwin.


Fiona membawa Erwin dan yang lainnya ke sebuah kamar pribadi mewah dengan dekorasi yang cukup bergaya. Farzan sedang duduk di dalam, bersama dengan seorang pria kurus berkulit gelap yang memiliki tatapan yang tajam.


Melihat Erwin dan yang lainnya masuk, Farzan berdiri lebih dulu dengan gembira, karena Erwin ini akhirnya masuk ke dalam jebakannya.


“Saudara Erwin, silakan duduk!” Farzan tersenyum, berpura-pura sangat antusias, dan mempersilahkan Erwin untuk duduk di kursi, pada saat yang sama juga mempersilahkan Lina dan Lisa ke tempat duduk


"Sepertinya wajahmu sudah sembuh, hanya dia hari saja sudah kembali ke wajah pria yang dinafkahi wanita itu." Kata Erwin dengan sedikit mengejeknya.


“Tidak juga, kalau bukan Lisa yang berbelas kasihan padaku, wajahku tidak mungkin bisa sembuh begitu cepat.” Farzan menggertakkan giginya diam-diam, tapi masih berpura-pura tersenyum dan berkata dengan sopan, sedangkan dalam hatinya berpikir untuk mencelakai Erwin nanti.


“Ngomong-ngomong, apa orang berkulit hitam ini asalnya dari tambang batu bara?” Erwin memandang pria berkulit gelap itu dan berkata sambil tersenyum. Faktanya, dia sudah tahu, bahwa orang ini mungkin bala bantuan Farzan yang dari luar.


Melihat bahwa Erwin dengan bodohnya memperlakukan Kak Goldy seperti orang yang keluar tambang batu bara, Farzan diam-diam menertawakan Erwin, anak miskin dari pedesaan ini bahkan tidak mengenal Kak Goldy dari selatan kota, tapi itu termasuk hal yang bagus juga, karena nantinya akan kuperlihatkan seberapa hebatnya Kak Goldy.

__ADS_1


“Ini Goldy, Kak Goldy, aku juga mengundangnya untuk makan bersama.” Farzan memperkenalkan.


“Ternyata Kak Goldy, maaf tidak sopan,” kata Erwin dengan berpura-pura, tapi yang terpikir dalam hatinya adalah, pria ini ternyata benar-benar meminta bantuan  Kak Goldy, tapi untungnya dia juga meminta bantuan Kelvin, kalau tidak, jebakan Fadzan kali ini mungkin akan berhasil.


“Tidak apa-apa, kau pasti orang yang memukul Tuan Muda Lewis kan? Pukulanmu benar-benar kejam sekali ya,” kata Goldy dengan nada permusuhan.


“Iya, suara tamparan juga keras, kenapa, Kak Goldy mau bantu balas dendam?” Kata-kata Erwin tidak mau kalah, dan Erwin bahkan menatap dengan tatapan provokatif, dengan sengaja menguji untuk melihat reaksinya.


“Kau cukup berani,” kak Goldy mengacungkan jempol pada Erwin, dan menunjukkan sedikit rasa apresiasi di wajahnya, tetapi dia juga sedikit marah, karena ada orang yang berani bersikap sombong di depannya, jadi dia akan pasti akan memberi pelajaran pada anak sombong ini.


“Terima kasih atas pujiannya.” Erwin tersenyum, mereka baru saja saling menguji satu sama lain.


“Nah, karena semuanya sudah sampai di sini, biarkan pelayan menyajikan makanan dulu!” Farzan berpura-pura menyambut dengan tenang.


Begitu pintu kamar pribadi terbuka, pria berpakaian pelayan masuk ke kamar pribadi sambil membawakan hidangan, masing-masing pelayan pria ini kekar dan kuat. Setelah meletakkan makanan yang ada di tangan ke atas meja, mereka masih berdiri di dalam kamar pribadi dan sepertinya tidak bermaksud untuk keluar.


Erwin melirik para pelayan ini, masing-masing dari mereka adalah pria muda dengan tubuh kekar, dilihat saja sudah tahu bahwa mereka ini terlatih, dan jumlah mereka totalnya sepuluh orang.


"Sepupuku, orang-orang ini sudah terlatih."


“Aku tahu.” Erwin mengangguk, sepuluh orang ini kemungkinan besar adalah anak buah Kak Goldy yang diatur untuk berurusan dengannya nanti, kemudian Erwin tersenyum dan bertanya dengan sedikit provokatif,


"Para pelayan di hotel ini cukup unik ya, biasanya para pelayan di hotel itu wanita muda yang cantik, tapi hotel ini justru semuanya laki-laki, terlebih lagi tubuh mereka kekar semua."


"Ini adalah pelayan kelas atas, dan biasanya mereka hanya melayani tamu terhormat." Farzan menjawab dengan senyuman dingin, 'lihat saja nanti bagaimana aku menyiksamu nanti', pikirnya dalam hati.


“Ternyata begitu ya, lumayan bagus.” Erwin tersenyum di sudut mulutnya, dan sepenuhnya tidak memedulikan mereka.


“Ayuk cepat makan, hidangan ini sangat terkenal, Lina, cobalah sedikit, semua ini makanan favoritmu.” Fiona juga mengangkat segelas anggur untuk bersulang pada Erwin dan yang lainnya dengan hormat.


Erwin langsung mulai makan tanpa ragu. Sementara Lina sedikit gugup, menghadapi situasi di mana ada begitu banyak pelayan aneh yang berada di kamar pribadi yang sama dengan mereka, dia merasa sedikit gugup dan gelisah, sampai-sampai kehilangan nafsu makan.


Hanya Lisa yang duduk di sana dengan tenang, tidak makan apa pun, dan suasana di meja tiba-tiba menjadi agak dingin.

__ADS_1


Setelah makan sebentar, Farzan tiba-tiba meletakkan sumpitnya dan berkata,


"Erwin, mengenai saham Skyrim No. 1 yang kau beli dariku kemarin, aku ingin membelinya kembali, apa kau setuju?"


“Beli kembali? Boleh, 100 miliar.” Pikiran Erwin menegang, pria ini akhirnya membahas intinya, tetapi dia juga bukan orang yang boleh sembarang disinggung.


“100 miliar? Itu terlalu banyak, gimana dengan tawaran 10 juta untuk beli kembali?" Kata Farzan.


“Tidak, tetap 100 miliar kalau mau belinya kembali, kurang 1 perak sekalipun tidak boleh.” Kata-kata Erwin jelas tidak bermaksud untuk menjualnya, 5% saham Skyrim No. 1 itu hanya bernilai 40 miliar, tapi Erwin langsung membuka harga sebesar 100 miliar, yang merupakan tindakan yang jelas tidak ingin menjualnya.


Farzan langsung mengerti, dan segera berkata dengan dingin,


"Erwin, pria di sebelahku ini adalah Kak Goldy, kalau kau tidak setuju, kau mungkin akan dibuat cacat di tempat."


Kata-kata Farzan sedikit ancaman, dan tatapannya segera melirik ke arah Lina yang secantik bidadari, kemudian melanjutkan ancamannya,


"Kalau kau tak setuju, Lina juga harus tinggal di sini untuk menghibur kami."


“Kalau kau berani menyentuhnya, akan kubuat keluarga Lewismu hancur lebur.” Erwin mengerutkan kening, dan berkata dengan nada yang penuh ancaman. Jika Farzan berani menyentuh Lina, Erwin sepertinya benar-benar akan menghancurkan seluruh keluarga Lewis.


"Kay ternyata cukup besar mulut juga, kalau begitu akan kutangkap kalian semua hari ini, Kak Goldy!" Wajah Farzan memucat karena marah, berani-beraninya anak miskin ini mengancamnya, lihat baik-baik situasi saat ini.


Goldy menepuk meja dengan keras, dan langsung mengambil botol bir untuk menghantam kepala Erwin.


Erwin belum sempat bereaksi, tapi Lisa yang ada di sebelahnya langsung meraih botol bir di atas meja, dan menghantamkannya ke atas kepala Kak Goldy terlebih dahulu, kecepatan dan refleks Lisa benar-benar mengejutkan.


"Crang" Hantaman kuat membuat botol bir pecah di kepala Goldy, dan bir mengalir turun bercampuran dengan darah merah yang mengalir keluar dari kepala Goldy.


Semua orang di tempat kejadian tercengang, karena kecepatan Lisa benar-benar mengerikan.


Farzan bahkan terkejut sampai terdiam, begitu juga dengan Fiona dan Lina yang memucat karena ketakutan.


Kak Goldy menyentuh dahinya sendiri yang penuh darah, dan langsung marah besar, "Hajar mereka!"

__ADS_1


__ADS_2