
Di dalam kantor CEO Laws Group, Frendy sedang mondar-mandir saat ini, rencana penyergapan Damon oleh keluarga Ragnarson telah gagal tadi malam, jadi untuk Laws Group, situasi ini tidak terlalu optimis, lebih tepatnya sangat tidak baik.
Tiba-tiba, Isabella, yaitu asisten sekaligus sekretarisnya, mengetuk pintu kantor.
"Masuklah." Frendy sedang duduk di sofa sambil menuang secangkir teh dan mencoba untuk meredakan kecemasannya.
"Tuan CEO, laporan minggu ini menunjukkan bisnis utara kota sudah meningkat pesat, dan volume pengiriman barangnya juga hampir melampaui pusat Laws Group, ini adalah laporannya," kata Isabella.
"Apa?! Mana mungkin bisnis perusahaan cabang bisa sebesar itu, kau yakin tak salah lihat?" Frendy sibuk dengan urusan Aliansi Bisnis Bandung baru-baru ini, jadi tidak terlalu memperhatikan Giselle di utara kota, karena menurut pendapatnya, pasar utara kota itu dimonopoli oleh tiga keluarga besar, jadi cabang itu sepenuhnya hanya perusahaan cangkang tanpa isi.
"Tidak salah lagi, Giselle sudah memonopoli pasar pasokan kain, kulit, wol, dan lainnya di utara kota, jumlah karyawan di cabang sekarang sudah lebih dari 200 orang." Kat Isabella sambil menyerahkan dokumen bisnis kepada Frendy.
“Mustahil, mana mungkin Giselle itu mampu memonopoli pasar di utara kota?” Frendy tampak tidak percaya, segera mengambil dokumen laporan bisnis utara kota yang diserahkan oleh asistennya, dan langsung berdiri dari sofa begitu melihat isinya.
"Perkembangan ini terlalu cepat!"
Hanya kurang dari sebulan, bisnis gadis haram ini sudah tumbuh sedemikian rupa, kalau diberinya lebih banyak waktu lagi, bukankah itu akan jadi perusahaan besar?! Frendy diam-diam terkejut, kemampuan putri haramnya beneran membuatnya semakin kaget, bahkan tiga keluarga besar di utara kota bersedia bekerja sama, sungguh tak terduga sekali.
“Tidak, aku harus cari cara untuk menekannya, kalau dibiarkan berkembang terus, mungkin aku saja takkan mampu tekan lagi, apalagi Aaron nanti.” Frendy mengerutkan kening, dia ingin bisnis keluarga ini diwariskan kepada putranya Aaron, bukan Giselle yang merupakan putri haram.
Frendy mondar-mandir di dalam kantor sambil memikirkan tindakan pencegahan, tapi tetap tidak menemukan solusi walau sudah berpikir lama, jadi berkata kepada Isabella,
“Panggil Frank ke sini.” Frendy sangat mempercayai sepupunya, sampai-sampai mengangkat sepupunya menjadi manajer umum di perusahaan, kuncinya adalah sepupunya banyak akal dan cerdas.
Tak lama kemudian, Isabella memanggil manajer umum ke tempat.
“CEO, ada masalah apa memanggilku ke sini?” Begitu Frank masuk, dia langsung tahu pasti ada masalah besar saat melihat wajah Frendy yang tidak baik-baik saja.
"Kau yang saran pindahkan Giselle ke utara kota, kan? Sekarang terjadi masalah besar." Kata Frendy dengan sakit kepala.
__ADS_1
“Masalah besar apa?” Frank mengerutkan kening dan melanjutkan setelah berpikir sejenak, “Tentang peningkatan mendadak bisnis cabang utara kota??”
"Iya, kau sudah tahu ya? Kenapa tak beritahu aku? Di sana sudah lebih dari 200 karyawan, kalau Giselle dibiarkan berkembang terus, takutnya bahkan aku saja takkan mampu menekannya lagi." Frendy berkata dengan tidak sabar.
Kalau Giselle semakin sukses, kemungkinan besar Giselle akan keluar dan membuka perusahaan secara mandiri, itulah yang paling dia khawatirkan.
"Perkembangan Giselle di utara kota memang di luar dugaanku, tapi perkembangan cabang di sana juga ada baiknya buat Laws Group kita! Sekarang sudah saatnya kita memetik buah yang sudah panen!!" Kata Frank sambil menuangkan secangkir teh, seolah semuanya ada di dalam kendalinya.
“Apa maksudmu?” Frendy tidak bisa menahan diri dan bertanya saat melihat Frank yang sangat percaya diri, karena tahu sepupunya ini pasti sudah terpikir sebuah solusi.
"Pakai cara lama aja! Promosi Giselle itu jadi wakil manajer umum perusahaan ini, dan gunakan alasan itu untuk memindahkannya kembali ke sini, lalu mengutuskan seseorang untuk mengambil alih cabang di utara kota, dengan begitu bisnis utara kota tidak perlu ditutup, dan Giselle itu cuman dapat pekerjaan menganggur, sekaligus berada dalam pantauan kita, ini namanya membunuh dua burung dengan satu batu."
Frank memang licik, trik ini penuh keuntungan. Tanpa adanya bantuan Erwin, Giselle ini tidak mungkin bisa merubah hidupnya.
"Bagus, seperti yang diharapkan dari penasihat hebatku!! Merupakan sebuah kemalangan bagi putri haram itu untuk berurusan denganmu!"
"Akan kuutuskan seseorang untuk menjemputnya ke sini." Frendy dengan cepat menangani masalah ini.
Pada saat yang sama, di Villa Fancy Garden barat kota, Giselle sedang berdoa pada sebuah foto di dalam kamarnya, foto tersebut ada seorang wanita yang cukup cantik, terlihat sangat mirip dengan Giselle tapi sedikit lebih tua.
"Bu, aku sudah mengalami penghinaan selama ini, dan hari ini adalah saatnya bagiku untuk membalas dendam! Aku akan membuat Bajingan membunuhmu kehilangan segalanya hari ini, dan menggunakan seluruh Laws Group sebagai kompensasi untukmu!!"
Giselle berkata dengan nada dingin, kemudian berdoa dengan serius kepada foto tersebut, alasan mengapa dia hanya menahan semua penghinaan dalam keluarga Lawrence selama ini karena masih belum menemukan kesempatan untuk membalas dendam, dan hari ini akhirnya tiba.
Setelah itu, Giselle memakai gaun favorit ibunya, membuatnya merasa seolah ibunya sedang berada di sisinya.
Namun, gaun merah mawar ini juga menonjolkan bentuk tubuhnya yang bagus dan anggun, sehingga membuatnya terlihat lebih seksi dan cantik, dapat dibayangkan bahwa dulunya ibu Giselle juga sangat seksi dan cantik.
Saat Giselle hendak berbalik dan keluar, dia menerima telepon dari Frendy, dan tanpa sadar mengangkatnya.
__ADS_1
"Giselle! Terima kasih atas kerja kerasmu di utara kota baru-baru ini, ayah akan mengingat jasamu di dalam hati dan takkan memperlakukanmu dengan buruk, ayah sudah putuskan untuk mempromosimu menjadi wakil manajer umum perusahaan pusat dengan gaji dua kali lipat lebih banyak, menetaplah di perusahaan pusat, kamu tidak perlu bekerja terlalu keras lagi setiap hari." Kata-kata Frendy yang tampak sangat khawatir terdengar melalui ponsel.
"Sedangkan bisnis di utara kota, ayah akan mengutuskan seseorang untuk mengambil alih, jadi tolong bantu ayah tangani pengalihannya ya."
“Baik Ayah, aku akan ke perusahaan pusat nanti.” Giselle menjawab dengan nada dingin, hatinya benar-benar terasa dingin!
Giselle tahu dengan jelas niat Frendy, Frendy itu khawatir tentang putri haramnya akan berkembang pesat di utara kota, jadi ingin memetik buah hasil panen, dan memindahkannya ke perusahaan pusat dengan alasan promosi agar bisa diawasi secara ketat.
Cara ini sudah dialaminya berkali-kali, dan Giselle otomatis sudah tahu.
“Oke, akan ayah sambut secara langsung nanti.” Frendy melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan muka.
Setelah menutup telepon, Giselle dengan sepatu hak tinggi merah berbalik dan turun dari lantai atas dengan ekspresi muram.
Di sana ada Erwin, Lisa dan yang lainnya yang sedang menunggunya.
Ada juga timnya sendiri, yang terdiri dari asisten, konsultan hukum, direktur keuangan, dan lain sebagainya, yang totalnya enam orang, orang-orang ini adalah pengikut setianya
Apa yang Erwin katakan itu benar, pergi ke utara kota akan menciptakan kesempatan untuk berkembang secara mandiri dan membentuk tim sendiri, jadi semua ini harus berterima kasih pada Erwin.
“Ayo kita berangkat!” Giselle menegakkan tubuhnya dan berkata kepada semua orang, kemudian memimpin dan berjalan di depan.
Hari ini Giselle sangat menawan dan penuh aura, seolah seorang ratu yang kembali ke tahtanya.
Melihat ini, sudut mulut Erwin tersenyum, Giselle yang merupakan kartu pamungkas yang sudah lama dia simpan, akhirnya bisa dikeluarkan hari ini! Hal ini pasti akan menjadi gemparan besar untuk Laws Group.
__ADS_1