
Dalam beberapa hari setelah kembali dari berkemah di alam liar, Erwin telah menghitung hari karena konser tunangannya akan segera tiba. Dia merasa perlu untuk bertemu dengannya, sedangkan apa yang harus dikatakan saat bertemu nanti, belum Erwin putuskan.
Erwin berbaring di sofa villa sambil memegang tiket konser, dan merasa sedikit frustasi.
“Tuan muda, ada apa?” Anita yang mengenakan kostum pelayan, dengan terampil memijat Erwin sambil memberinya makan buah. Layanan ini benar-benar menakjubkan.
“Anita, kalau aku memilih untuk membatalkan pernikahan, apa orang tuaku akan marah?” Erwin ingin bersama Lina. Sedangkan Jocelyn ini, yang belum pernah dia temui sebelumnya, dia tidak memiliki perasaan padanya.
Lagipula Lina adalah cinta pertama Erwin, Erwin juga sudah mengejarnya selama tiga tahun waktu kuliah, sekarang dia bisa bersama dengan Lina, tidak semua orang bisa menandingi hubungan semacam ini, ditambah Lina juga sangat tulus padanya.
"Keluarga Taylor itu sangat kuat di negara ini, kalau kamu membatalkan pernikahanmu, itu sama saja dengan mempermalukan mereka, mereka tidak mungkin akan membiarkanmu begitu saja bukan? Selain itu, orang tua tuan muda juga seharusnya tidak setuju dengan kamu yang berpikir egois seperti itu, dan orang tuamu pasti punya alasan sendiri dalam menentukan pernikahan ini."
Analisis Anita cukup masuk akal.
“Iya, kalau aku batalkan, penggemarnya juga tidak akan membiarkanku begitu saja.” Erwin tersenyum pahit, dan hanya bisa mencoba untuk menunda selama mungkin!
Saat sore hari, Erwin mengantar Lisa dan Lina ke Skyrim No. 1 di bagian selatan kota. Ini adalah klub rekreasi terbesar di selatan kota. Baik skala dan kemewahan dekorasi tetap lebih tinggi dari klub gold di timur kota.
Namun, Skyrim No. 1 ini lebih beragam, dan organisasi jahat atau yang lainnya yang ada di sini. Oleh karena itu, Erwin juga membawa Lisa untuk berjaga-jaga.
Ketika mereka tiba, Farzan sudah memesan kamar pribadi medali emas, yang bisa dikatakan sebagai kamar pribadi paling mewah di Skyrim No.1, yang setara dengan kamar pribadi kelas atas Klub Hiburan Gold.
“Sepertinya posisi pria ini cukup terpandang di sini.” Mulut Erwin tersenyum, kemudian mendorong pintu dan berjalan masuk. Dekorasi kamar pribadinya lebih mewah daripada kamar pribadi Klub Hiburan Gold, dan areanya juga lebih luas.
Tempat seluas ini cukup untuk mengadakan pesta yang memuat lima puluh orang. Selain air mancur dan iringan piano, ada juga proyeksi holografik tiga dimensi di seluruh ruangan, termasuk langit-langit, jadi begitu masuk ke sini, rasanya seperti pergi ke dunia lain.
Selain itu, lingkungan proyeksi holografik tiga dimensi ini dapat diubah juga, yang benar-benar berteknologi tinggi.
“Woah, ini canggih sekali.” Lina sedikit terkejut saat melihat pemandangan indah dari bintang-bintang yang diproyeksikan di dinding dan langit-langit di sekitarnya.
“Kelas atas memang beda.” Erwin mengangguk, cukup puas dengan kamar pribadi medali emas super besar ini.
Pada saat ini, ada kurang lebih 30 orang campuran pria dan wanita tampan yang datang ke kamar pribadi ini, banyak di antaranya adalah kenalan Lina.
__ADS_1
“Naila, kamu di sini juga?” Lina sedikit terkejut, karena banyak pria tampan dan cantik di sini adalah teman sekelas SMAnya, dan Naila yang di sapa oleh Lina ini adalah teman sebangku Lina. Naila ini cukup cantik dan latar belakang keluarganya juga lumayan bagus, bisa dibilang termasuk anak orang kaya.
"Lina, senang sekali kamu ada di sini juga, kupikir ini reuni teman sekelas! Banyak teman sekelas SMA kita yang datang ke sini," kata Naila sambil memeluk Lina dengan erat.
Mereka berdua mengenang masa SMA sejenak, kemudian seorang pria tampan bertubuh tinggi tiba-tiba berjalan menghampiri Naila, Naila tersenyum dan dengan cepat memperkenalkan Lina,
"Perkenalkan, ini pacarku, namanya Deon, putra kedua dari keluarga pemilik Wild Group, yang punya kekayaan sebesar beberapa triliun!"
"Ngomong-ngomong, aku juga ingin perkenalkan pacarku padamu.” Lina sangat senang untuk Naila, sambil berbicara dia juga menarik Erwin kemari untuk diperkenalkan pada Naila.
"Ini pacarku, Erwin, sekarang bekerja sebagai manajer di TG Entertainment."
Setelah perkenalan, Naila tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat Erwin dari atas ke bawah, tampang Erwin masih lumayan, hanya saja pakaian yang Erwin pakai hanya biasa-biasa saja, jadi tidak terlihat seperti orang kaya sama sekali.
"Apa Perusahaan TG Entertainment ini milik orang tuanya? Jadi dia itu sedang berlatih sebagai manajer di sana." Naila bertanya tanpa sadar, karena menurut pendapatnya pribadi, pacar bunga kelas mereka yang secantik Lina ini pasti tidak buruk.
"Orang tuaku dari pedesaan." Erwin menjawab pertanyaan Naila.
Saat mendengar bahwa Erwin dari pedesaan, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerutkan kening. Naila tidak menyangka bahwa bunga kelas mereka akan berpacaran dengan seorang anak miskin dari pedesaan.
Sambil berbicara, Naila menarik pacarnya yang kaya dan tampan untuk berjalan pergi, dan mulai berbisik di belakang mereka.
"Tak kusangka, bunga kelas kami akan pacaran dengan seorang miskin dari pedesaan, benar-benar tak terpikir olehku."
Berita ini menyebar dengan cepat di antara mantan teman-teman sekelas SMA yang sedang berkumpul.
"Kau sudah dengar kalau bunga kelas kita juga ada di sini, tapi pacarnya itu orang miskin dari pedesaan."
"Serius? Lina yang secantik itu punya pacar miskin, dia tidak buta, kan?"
"Tentu saja benar, coba pergi cari tahu sendiri kalau tak percaya!"
"Akhirnya aku punya sesuatu yang bisa dipamerkan."
__ADS_1
......
Untuk sementara, orang-orang di ruang pribadi medali emas tiba-tiba membicarakan tentang Lina yang punya pacar miskin, dan yang lebih keterlaluan lagi, ada seorang gadis agak gemuk yang datang menyapa Lina bersama pacar kayanya yang tampangnya biasa-biasa saja.
Meski disebut sapaan, tapi nada bicaranya penuh dengan kritikan.
Memangnya kenapa kalau wajahmu lebih cantik? Memangnya kenapa kalau kau itu dulunya bunga kelas kami? Sekarang pacarku lebih kaya dari punyamu.
Terutama para gadis-gadis itu, seolah-olah sudah menang total, melihat bahwa bunga kelas mereka punya pacar miskin, dan pacar mereka masing-masing lebih kaya daripada pacar Lina, yang membuat mereka merasa puas akan rasa kesombongan dan perbandingan ini.
Farzan yang merupakan pelaku dari kejadian semua ini, sedang bersandar di dinding dan memperhatikan Erwin bersama dengan Fiona di sisinya.
"Tak kusangka Tuan Muda Lewis akan punya cara seperti ini, memanggil teman sekelas SMA Lina dulu untuk datang ke sini, dan secara khusus memilih yang punya pacar kaya."
"Mengejar wanita itu harus mengincar titik kelemahannya, aku juga akan menyiapkan hadiah besar untuknya nanti, yang secara bersamaan bisa mempermalukan pacarnya sekaligus memenangkan hati Lina, cukup memikirkannya saja aku sudah merasa bersemangat." Kata Farzan pada Fiona sambil menyesap anggur merah.
"Selanjutnya, aku mengandalkanmu untuk membujuknya."
“Tidak masalah.” Fiona memberi isyarat tangan OK kepada Farzan, dan segera mengambil segelas anggur merah sambil berjalan menuju Lina.
“Lina, bisa ke sini sebentar?” Akan kurang nyaman dan cocok untuk membicarakan di dekat Erwin, jadi Fiona memanggil pergi Lina ke tempat yang bisa bicara empat mata.
“Fiona, apa kamu juga ingin memamerkan pacarmu?” Lina berkata sambil tersenyum, seolah-olah dalam suasana hati yang baik dan tidak terpengaruh oleh perkataan orang lain.
"Lina, aku di sini untuk membujukmu untuk pertimbangkan Farzan lagi, lihatlah teman-teman sekelasmu yang tampangnya kalah jauh denganmu, tidak sepintarmu, dan latar belakang keluarga yang tidak sebagusmu, tapi pacar mereka semuanya kalau bukan anak kaya, CEO muda. Apa yang membuatmu tergila-gila dengan Erwin yang hanya anak miskin dari pedesaan?" Fiona membujuk lagi.
"Aku tidak perlu pamer atau membandingkan-bandingkan. Aku hanya suka Erwin, mau dia itu kaya, miskin, atau dari pedesaan sekalipun," kata Lina sambil tersenyum.
Erwin sedikit tersentuh saat mendengar ini di belakang.
Erwin melihat sekeliling, dan terlihatlah Farzan yang bersandar di dinding sambil melihat kemari juga. Saat Farzan tahu bahwa Erwin juga sedang menatapnya, dia mengangkat jari tengah sambil memberi tatapan yang sedikit provokatif.
Erwin tampaknya tiba-tiba mengerti apa yang membuat teman sekelas SMA Lina datang ke sini, sepertinya Farzan yang secara sengaja mengatur semua ini untuk mempengaruhi Lina, kemudian membuatnya merasa kesal terhadap Erwin yang miskin, tapi sayangnya Lina bukanlah Leticia, kalau itu Leticia, dia pasti sudah mengeluh dan membanding-bandingkan Erwin.
__ADS_1
Setelah emosi ini muncul, Fiona akan menjadi pembujuk, ini akan membuat Lina terguncang secara psikologis, secara keseluruhan ini memang merupakan perhitungan dan rencana yang bagus.
“Hehe, mari kita lihat berapa lama kau bisa terus sombong seperti itu.” Mulut Erwin tersenyum, setelah memberitahu Lina, dia keluar untuk mengatur sesuatu. Farzan ini sepertinya harus diberi pelajaran, kalau tidak orang ini benar-benar menganggap dirinya sendiri sebagai ahli pemikat wanita!