Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Harus Menanggung Resikonya


__ADS_3

   Menghadapi provokasi Vincent, bagaimana mungkin Erwin hanya diam saja.


    Kedua lukisan itu untuk sementara disimpan oleh Tuan David, dan agar tidak tertukar atau salah ambil, Vincent juga secara khusus mengusulkan untuk menandatangani nama mereka masing-masing di bagian belakang lukisan.


    Tentu saja, Erwin tidak akan menolak permintaan Vincent yang ingin mempermalukan dirinya sendiri nanti.


    Setelah perjamuan, semua orang bubar, tetapi Lina mendapat kartu emas super dari High Build Group, jadi anak-anak kaya di keluarga itu semuanya mengusulkan untuk lanjut pergi bermain ke Klub Hiburan Gold di Kota Bandung malam hari, mereka belum pernah ke klub hiburan kelas atas seperti itu, jadi selalu ingin ke sana.


    “Erwin, kau ikut?” Lina menoleh untuk bertanya pada Erwin seperti biasa, matanya berkilauan penuh berharap, sepertinya gadis kecil ini juga ingin pergi ke Klub Hiburan Gold untuk jalan-jalan.


    “Yuk, aku akan setir mobil.” Erwin tersenyum sedikit di sudut mulutnya.


    Klub Hiburan Gold adalah klub hiburan kelas atas milik High Build Group, yang berarti merupakan milik ayahnya, dan Erwin belum pernah ke tempat seperti itu juga.


    Vincent juga akan ikut, tentu saja, dia ingin pamer di depan Lina, menunjukkan keuangan dan kekuatannya, dan mencari kesempatan lain untuk menekan Erwin. Tujuan utamanya hanyalah untuk menunjukkan seberapa tidak bergunanya Erwin di depan Lina.


    Kelompok ini adalah kumpulan anak orang kaya, mereka juga mengendarai mobil Porsche dan Maserati. Vincent mengendarai Rolls-Royce yang seharga 20 miliar, yang menunjukkan bahwa mereka memang sangat kaya.


    Namun, ketika Erwin mengendarai mobil sport Ferrari senilai lebih dari 10 miliar, mereka juga sedikit terganggu.

__ADS_1


    “Woah, Erwin, bukannya kau itu dari pedesaan? Kenapa bisa punya Ferrari?” Sepupu Lina yang bernama Daisy Aleda membuka mulut, Daisy adalah wanita yang sangat seksi dan cantik dengan pakaian yang elegan, ditambah tata rias wajah yang cocok.


    “Ini mobil bosku, mana mungkin aku sanggup membeli.” Erwin dengan santai menemukan alasan untuk mengulur waktu.


    “Ternyata mobil bosmu, membosankan.” Daisy langsung kehilangan minat, dan diam-diam sedikit tidak suka dengan Erwin, karena Erwin yang sok pamer dengan mobil bosnya, lalu dia menoleh dan masuk ke dalam mobil Rolls Royce Vincent.


    Yang lain juga diam-diam mencemooh Erwin untuk sementara waktu.


    Vincent diam-diam bangga, miskin tetaplah miskin, jangan pamer kalau tidak punya uang.


    “Lihatlah bagaimana aku mempermalukanmu.” Vincent bukanlah orang yang boleh sembarang disinggung, dia bisa mencapai kekayaan yang lebih dari dua triliun rupiah di usia muda, tentu punya cara licik yang tidak sedikit.


    Erwin tersenyum dan tidak terlalu peduli.


    Garasi parkir bawah tanah penuh dengan mobil kelas atas seperti Porsche, Bentley, Maserati, Rolls Royce, dll, sehingga BMW dan Mercedes-Benz dianggap golongan terendah di sini.


    “Wah, mobil-mobil di sini mewah sekali” Sepupunya, Kay, melihat mobil-mobil mewah sekeliling dengan matanya berbinar.


    “Kau itu bukan dari pedesaan, jadi tak usah bersikap kuno seperti itu, kan?” Daisy melirik Erwin dan menyindirnya dengan alasan.

__ADS_1


    “Ya, ya, Kak Daisy itu benar.” Kay juga memandang rendah Erwin yang keluar dari pedesaan, terutama ketika mengetahui bahwa Erwin menggunakan mobil bosnya, yang membuatnya semakin tidak suka, dan terus menyanjung Vincent.


    "Kak Vincent masih tetap yang terbaik di sini, punya Rolls-Royce yang seharga 20 miliar, bahkan di parkiran tempat mobil mewah ini, mobil Kak Vincent tetap akan menjadi salah satu yang mencolok, tidak seperti seseorang yang tidak punya uang dan harus meminjam mobil mewah untuk pamer."


    Ketika Vincent melihat ini, dia diam-diam bangga, Kay Aleda ini punya pandangan jauh, jadi sepertinya dia bisa sedikit bekerja sama dengannya nanti.


    Lina tidak senang melihat mereka menyindir Erwin secara terang-terangan seperti ini, dan dia diam-diam menahan emosinya beberapa kali, tapi dia tidak tahan lagi saat Erwin diejek terus-menerus,


    "Kalian memang hebat, tapi tetap saja harus meminjam kartu emas superku nanti."


    “Kak Lina, jangan marah, tadi itu hanya obrolan kecil, kami tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun!” Melihat ini, sepupu dari Lina, Rosa Aleda langsung membujuknya untuk berdamai.


    Dia sudah lama ingin datang ke Klub Hiburan Gold ini, jadi dia tidak ingin semuanya batal hanya karena beberapa omongan.


    Ketika Vincent melihat Lina membela Erwin seperti ini, dia sedikit marah, dan segera berkata,


    "Yuk kita masuk! Kak Vincent kalian ini yang akan traktir, jadi bersenang-senanglah."


     “Mantap sekali! Seseorang dengan kekayaan bersih lebih dari dua triliun memang cocok untuk Lina, tak seperti seseorang dari desa tertentu yang tak sadar diri.” Kay tahu bahwa Vincent menyukai Lina, jadi ingin menyenangkan Vincent dengan sanjungan.

__ADS_1


    Lina sangat marah sekaligus menyesal keluar bermain bersama mereka, dia ingin berbalik dan pergi, tetapi ditahan oleh Erwin.


    “Tidak apa-apa, karena dia ingin traktir, kita cukup ikut bersenang-senang saja malam ini!” Erwin tersenyum sedikit, tetapi dia memang sedikit marah, karena mereka berulang kali menghinanya, jadi dia harus memberi mereka sedikit pelajaran nanti, terutama Vincent itu.


__ADS_2