
Dalam beberapa hari terakhir, Lina sudah mulai bekerja di Green Group, dengan paras cantik dan latar belakang, orang-orang mulai dari manajer umum hingga petugas pembersih sangat ramah padanya.
Dalam hal bisnis, CEO Darius juga menugaskan asisten tangan kanannya, Layla untuk membantu Lina, itu membuat pekerjaan Lina menjadi lebih mudah dan memungkinkannya untuk mempelajari banyak keterampilan bisnis.
Ketika pulang kerja saat malam hari, Lina berkemas dan turun dari gedung perusahaan.
Hari ini dia mengenakan gaun putih bersih dan sepatu hak tinggi berwarna merah muda sehingga kedua kakinya yang panjang serta putih sangat menarik perhatian, ditambah paras cantik yang membuatnya semakin memikat.
Setiap gerakan Lina bagaikan taburan pesona yang menarik perhatian orang-orang.
Rekan-rekan yang melihatnya juga menyambut dengan ramah, bahkan ada yang mengajaknya makan malam, tapi ditolak semuanya.
Saat ini, Erwin sudah menunggu di gerbang Green Group karena sudah beberapa hari tidak melihat Lina. Ketika Erwin mendengar bahwa Lina sudah mulai bekerja di sana, dia memutuskan untuk datang menjemput Lina pulang kerja, dia juga membeli sebuah mobil untuk ini, tetapi itu hanya mobil merek BYD yang sangat sederhana, yang harganya sekitar 200 juta rupiah karena tidak ingin mencolok.
Dibandingkan dengan mobil sport Ferrari sebelumnya, mobil BYD ini memang terlalu murah.
Lina melihat sosok yang familiar sedang menunggu di luar pintu, begitu tahu itu adalah Erwin, wajahnya berseri-seri dengan gembira dan langsung masuk ke dalam pelukan Erwin sambil berkata dengan sedikit terkejut.
"Erwin, kenapa menjemputku hari ini? Kamu tidak sibuk? "
"Semua rekanmu ada di sini, jadi jangan sampai mereka lihat ini." Erwin memeluk Lina, perasaan hangat dan lembut membuatnya enggan untuk melepaskan Lina dan aroma anggrek di tubuh Lina yang sangat memabukkan juga tercium oleh hidungnya.
"Lihatlah sesuka hati mereka, untuk apa kita bersembunyi-sembunyi." Saat berbicara, Lina melepaskan diri dari pelukan Erwin, lalu meraih lengan Erwin dengan penuh kasih sayang dan sambil menatapnya.
Rekan-rekan yang lewat tidak bisa menahan rasa ingin tahu dan kaget ketika melihat ini, kemudian pandangan mereka tertuju pada Erwin.
"Itu pacar Lina?"
"Tidak mungkin, Lina secantik itu tapi punya pacar yang biasa-biasa saja? Terlebih lagi mobilnya cuman merek BYD, jelas bukan orang yang mampu."
__ADS_1
"Perbedaannya terlalu besar, sungguh keduanya terlalu besar sekali! "
...
Rekan-rekan yang lewat mau tidak mau menoleh untuk melihat ke sini, kemudian mulai gosip dengan suara rendah.
Erwin tidak peduli, bagaimanapun, dia telah mendengar banyak kali desas-desus yang mirip seperti itu sehingga sudah terbiasa.
“Yuk kita makan malam!” Erwin berkata sambil membawa Lina ke dalam mobil.
Lina tidak peduli mau itu mobil bagus atau jelek, selama Erwin datang menjemputnya, dia sudah sangat senang.
"Ngomong-ngomong, Erwin, besok itu pernikahan sahabat aku sejak SMP, dia menikah dengan anggota Keluarga Gibson di Kota Santa, kudengar juga keluarga kaya, jadi ikutlah denganku!" Lina teringat sesuatu dan menoleh ke arah Erwin.
"Sahabatmu sejak SMP akan menikah, tentu saja aku akan ikut denganmu dan menyiapkan sebuah hadiah besar, aku tidak mungkin membiarkanmu kehilangan muka di depan sahabat dan teman-temanmu." Erwin mengangguk. Gadis-gadis pada usia Lina sudah mulai menikah, Erwin sepertinya baru saja menangkap informasi penting tadi sehingga tiba-tiba menginjak rem sambil bertanya,
"Anggota Keluarga Gibson di Kota Santa, kudengar merupakan cabang dari Keluarga Gibson yang menduduki peringkat keenam keluarga terkaya." Lina merasa pusing karena rem dadakan, tapi untungnya dia memakai sabuk pengaman atau seluruh tubuhnya pasti sudah menabrak ke depan.
"Ternyata Keluarga Gibson." Erwin bergumam karena terkejut, lalu bertanya lagi, "Di mana perjamuannya?"
"Sepertinya di Hotel Bellagio timur kota, akan ada banyak orang yang datang besok, teman SMP saja sudah satu meja, seharusnya seluruh hotel itu mereka sewa sepenuhnya." Lina berpikir sejenak, dia sangat senang untuk pesta pernikahan sahabatnya besok.
Mendengar ini, Erwin berpikir diam-diam. Selain membantu Jocelyn, ada satu hal penting lainnya di benak Erwin, yaitu hilangnya Tuan Besar Taylor.
Dia percaya hilangnya Tuan Besar Taylor pasti berkaitan dengan Keluarga Gibson, bahkan berspekulasi bahwa Tuan Besar Taylor diculik oleh keluarga Gibson.
Jika Tuan Besar Taylor tidak dapat ditemukan, bahkan jika Jocelyn berhasil diselamatkan sekalipun, kedua belah pihak keluarga akan mengumumkan pertunangan Erwin dan Jocelyn dan identitas Erwin pasti akan terungkap.
Begitu identitasnya terungkap, Lina pastilah orang yang paling terluka. Erwin bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan Lina lakukan nanti.
__ADS_1
"Sepertinya besok kesempatan yang baik karena mereka semua akan pergi ke Hotel Bellagio, jadi rumah dan perusahaan Keluarga Gibson seharusnya kosong dan lemah dalam pertahanan, jelas merupakan kesempatan emas untuk menyusup dan selidiki."
Erwin berpikir dalam hati, tubuhnya mulai sedikit bersemangat, jika dia benar-benar dapat menemukan Tuan Besar Taylor, itu pasti akan jadi kejutan di luar nalar.
Saat malam tiba, setelah Erwin dan Lina menikmati makan malam berdua di sebuah restoran timur kota, Erwin langsung mengantar Lina ke rumah Divia.
Kemudian kembali ke Vila Gardeners, memberitahu Lisa dan Sharon untuk datang ke Kota Santa dari Kota Bandung dalam satu malam dengan kereta api karena Erwin sangat membutuhkan bantuan mereka, pada saat yang sama menyuruh mereka untuk membawa lebih banyak ahli seni bela diri yang akan sangat berguna nantinya.
Setelah itu, Erwin mengirim pesan kepada Delny, menyuruhnya menggambar denah rumah Gibson dan perusahaan Gibson, kemudian mengirimkannya besok pagi, harus cepat karena sangat dibutuhkan.
"Lisa dan Sharon akan menyelidiki secara diam-diam besok, jika bisa menemukan petunjuk, maka semua ini tidak akan sia-sia." Meskipun Erwin juga tahu bahwa ini bagaikan menemukan jarum di tumpukan jerami, tapi bagaimana kalau Tuan Besar Taylor benar-benar ditemukan?
Keesokan paginya, Lisa dan Sharon yang belum tidur sepanjang malam bergegas datang menemui Erwin.
"Tuan Muda, apa ada hal penting yang mendesak sehingga membutuhkan kami?" Lisa tidak tidur sepanjang malam, tapi masih dalam semangat yang baik, yang melegakan hati Erwin. Tampaknya kekuatan fisik seorang ahli senja bela diri memang jauh lebih baik daripada orang biasa.
"Tentu saja ada sesuatu yang sangat penting. Hari ini aku ingin kalian berdua membantuku menyusup serta menyelidiki rumah Gibson dan Perusahaan Gibson, kemudian cari orang ini." Kata Erwin sambil mengeluarkan dua foto potret dari Tuan Besar Taylor.
Erwin menemukan foto ini dari Internet. Keluarga Taylor adalah keluarga besar, otomatis Tuan Besar Taylor pernah diwawancarai oleh banyak media, Erwin hanya perlu mengunduh dan mencetaknya dari foto berita online.
Erwin menyerahkan dua foto tersebut, masing-masing satu kepada Lisa dan Sharon.
"Jangan khawatir, Tuan Muda. Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk mencarinya," kata Sharon dengan mata serius.
"Sebagai tambahan, aku mengirim denah rumah dan Perusahaan Gibson ke ponsel kalian masing-masing. Tolong teliti dan jangan sampai tersesat." Erwin mengirim denah yang digambar tangan Delny pada Lisa dan Sharon.
Setelah semuanya diatur dengan benar, Lisa dan Sharon bertindak secara terpisah. Hari ini, Erwin ganti pakaian yang lebih layak dan menyiapkan hadiah yang murah hati. Kali ini, dia pergi ke pesta pernikahan sahabat Lina dan hal penting lainnya adalah menahan mereka untuk tidak pergi dari tempat itu.
Jika memang tidak bisa menahan mereka, Erwin tidak keberatan untuk menggunakan kekerasan!
__ADS_1