
Giselle bingung dengan permintaan rendah hati Timothy, tetapi tetap setuju, tapi dia memilih Laws Group sebagai tempat untuk menandatangani kontrak.
Giselle takut Timothy merencanakan sesuatu dengan alasan menandatangani kontrak, tapi ujung-ujungnya mencoba untuk menjebaknya, jadi dia memilih Laws Group agar bisa mengikuti proses resmi, sekaligus Timothy tidak bisa macam-macam.
Setelah menutup telepon, Giselle duduk di sofa dan merenungkan apa yang dipikirkan Timothy, tapi hasilnya nihil, dia tidak akan pernah terbayang Damon yang memaksa Timothy melakukan ini.
Sementara Giselle memikirkan banyak hal, Erwin sudah siap memasak bubur daging tanpa lemak dengan telur bitan.
"Giselle, buburnya sudah siap." Sambil berbicara, Erwin meletakkan semangkuk bubur di atas meja, kemudian berjalan keluar untuk membeli cakwe.
“Erwin, kamu mau keluar?” Giselle bertanya tanpa sadar saat melihat Erwin berjalan keluar tanpa makan bubur dulu.
“Bukannya kamu mau makan Cahkwe? Aku mau pergi beli," jawab Erwin.
Giselle tersentuh sambil melihat punggung Erwin yang menghilang dari pandangannya, ini adalah pertama kalinya seorang pria begitu memanjakannya.
“Alangkah baiknya kalau bisa menghabiskan sisa hidupku bersamanya.” Giselle tiba-tiba merasa senang saat bersama, yang tidak pernah dia rasakan sejak kecil.
Pada saat yang sama, di kantor CEO Laws Group, pagi-pagi sekali Frendy sudah menelepon direktur personalia, hari ini fia ingin menghukum Giselle dengan memecatnya dari posisi wakil direktur penjualan.
“Dion, apa Giselle datang ke perusahaan hari ini?” Meskipun Frendy memanfaatkan Giselle sepanjang waktu, tapi dia tidak terlalu peduli dengan putri haramnya, jadi dia hanya membiarkan Giselle menjadi wakil direktur penjualan, namun berdasarkan kemampuan Giselle, jangankan direktur penjualan, bahkan menjabat sebagai wakil manajer umum juga mampu ditangani dengan baik..
“CEO, Giselle tidak masuk kerja hari ini.” Dion, Direktur Personalia melaporkan dengan jujur.
"Keterlaluan sekali, bukan hanya tidak menjawab teleponku, tetapi juga tidak datang kerja. Dia pikir dia siapa? Kalau begitu jangan salahkan aku."
Frendy berpikir bahwa putri haramnya akan memberi penjelasan tentang apa yang terjadi kemarin, tetapi Giselle ini benar-benar menghilang tanpa suara, itu mengecewakannya, jadi jangan salahkan dia yang sebagai ayah tidak berperasaan.
"Dion, ada kesalahan serius yang dibuat Giselle selama negosiasi dengan Sea Group kemarin, yang membawa kerugian besar bagi group kita, jadi dewan direksi memutuskan ...."
Saat Frendy mengatakan ini, Isabella, yaitu asisten sekaligus sekretarisnya buru-buru masuk kantor CEO.
"CEO, Tuan Timothy dari Sea Group, datang ke perusahaan kita secara langsung, dan ingin bertemu dengan wakil direktur Giselle!"
Frendy awalnya kesal karena diganggu oleh sekretaris, tetapi begitu mendengar Timothy dari Sea Group datang ke perusahaan secara langsung, dia untuk sementara menahan ketidaksenangannya.
“Timothy datang ke perusahaan kita secara pribadi?” Frendy tidak percaya. Baru kemarin, Giselle mengacaukan kontrak dan pengawalnya dihajar oleh Erwin, jadi kenapa dia datang ke sini secara pribadi hari ini?
“Cepat undang masuk, tidak, akan kutemui langsung!” Frendy berpikir dalam hati bahwa mungkin masih ada titik balik dalam masalah kerja sama, jadi dia buru-buru turun untuk menemui Timothy secara langsung.
__ADS_1
Pada saat ini, Timothy merasa cemas di ruang resepsi VIP lantai pertama, sebenarnya dia tidak terlalu peduli jika kerja sama dengan Laws Group kacau kemarin, karena bagaimanapun di kota Bandung ini Laws Group bukan satu-satunya perusahaan yang bisa menyediakan pasokan kain, kulit dan wol.
Tapi tanpa diduga, ketika dia baru saja kembali ke perusahaan, dia menerima panggilan telepon dari Damon secara pribadi, yaitu Boss High Build Group, dan diminta untuk melanjutkan kerja sama dengan Laws Group, dan orang yang menandatangani kontrak itu harus Giselle, sekaligus harus memohon sambil berlutut untuk menandatangani kontraknya, jika tidak, High Build Group akan menarik modal dari Sea Group.
Ini membuat Timothy cemas, High Build Group memegang 55% saham Sea Group, dengan kata lain merupakan pemegang saham terbesar, begitu modal ditarik, itu sama saja dengan memaksa Sea Group bangkrut, meskipun memohon Giselle untuk menandatangani kontrak itu sangat merusak muka dan harga dirinya, tetapi dibandingkan dengan kebangkrutan, muka dan harga diri itu bukanlah apa-apa.
Selain itu, panggilan teleponnya ke Giselle tadi malam tidak terhubung terus, yang membuatnya tidak bisa tidur nyenyak sepanjang malam. Untungnya, telepon ke Giselle saat pagi tadi terhubung, sehingga dia sempat meminta maaf, menentukan waktu dan tempat untuk menandatangani kontrak, yang membuatnya merasa lega.
Tepat ketika Timothy sedang cemas, Frendy secara pribadi datang ke ruang resepsi VIP untuk menyambutnya.
“Tuan Timothy, kenapa tidak memberitahuku kalau ingin datang, biar aku bisa menyambutmu?" Frendy menyapa Timothy sambil tersenyum.
"Mana mungkin aku berani membuat Tuan Frendy menyambutku secara pribadi? Omong-omong, apa Giselle ada di perusahaan ini?" Timothy ingin meminta maaf pada Giselle terhadap apa yang terjadi kemarin, dan menandatangani kontrak dengan lancar.
“Giselle tidak masuk kerja hari ini, boleh tahu kenapa mencarinya?” Frendy bertanya dengan bingung. Dia benar-benar ingin tahu mengapa Timothy datang ke sini.
"Tentu saja masalah kerja sama, kemarin aku terburu-buru jadi lupa tanda tangan kontraknya, aku datang untuk tanda tangan kontrak yang tidak diselesaikan kemarin." Timothy diam-diam menyeka keringat, dia tentu tidak berani memberitahu Frendy yang sebenarnya terjadi.
"Benarkah? Kenapa harus Giselle? Tanda tangan denganku juga sama saja, ayo kita ke lantai atas, aku masih punya sebotol Lafite 82 tahun di sana, kita tanda tangani sambil minum-minum."
Ketika Frendy mendengar bahwa Timothy datang untuk menandatangani kontrak, dia sangat gembira, karena dia awalnya sudah tidak menaruh harapan untuk kontrak ini, tetapi tidak menyangka Timothy akan datang untuk meminta kerja samanya, itu sangat mengejutkannya.
“Apa harus dengan Giselle?” Frendy mengerutkan kening, apa yang telah dilakukan Giselle kemarin sehingga bisa memaksa Timothy datang untuk meminta kerjasama secara langsung.
"Benar, jika Giselle tidak datang, aku tidak akan tanda tangan.” Timothy mengulangi lagi, dia tidak berani menentang perintah Damon.
"Baik, kalau begitu mohon tunggu sebentar, aku akan menyuruh putriku ke sini." Frendy langsung mengenal kembali putrinya saat ini, selama masih berguna, putri haramnya ini bagaikan putri sahnya, begitu sudah tidak berguna, Giselle akan langsung diusir.
Inilah Frendy yang hanya lebih memprioritaskan bisnis.
Ketika keluar dari ruang resepsi VIP, Frendy mengerutkan kening dan tampak bingung.
"Giselle ini lumayan licik juga, bisa-bisanya membuat Timothy datang sendiri, aku jadi semakin tidak memahami putri haram ini, sepertinya mempertahankannya masih berguna bagi perusahaan."
Memikirkan hal ini, Frendy untuk sementara membatalkan rencananya untuk memecat Giselle.
Di Villa Fancy Garden, Erwin, Giselle dan Nora baru saja selesai sarapan.
"Erwin, Timothy memintaku untuk menandatangani kontrak, aku khawatir dia akan macam-macam lagi, jadi apa kamu boleh menemaniku ke Laws Group? "Giselle sekarang sedikit bergantung pada Erwin. Dengan adanya Erwin di sisinya, dia seolah merasa tidak ada yang perlu ditakuti lagi.
__ADS_1
“Kebetulan aku mau mewakili High Build Group untuk menyelesaikan prosedur transfer saham.” Erwin mengangguk, dan sepertinya Damon sudah berhasil menjinakkan Timothy ini, sehingga bisa meminta Giselle untuk menandatangani kontrak.
Tapi tidak masalah juga, lagipula dia memang harus pergi ke Laws Group untuk menyelesaikan prosedur transfer saham yang baru saja didapatkan kemarin. Agar lebih aman, Erwin mengusik pengakuisisi saham ini dengan nama High Build Group dan akan menerima saham atas nama High Build Group.
“Nora, sebelum ke perusahaan jangan lupa cuci pakaian kotor yang kamu ganti tadi malam, dan lantainya disapu juga.” Erwin tidak lupa mengingatkan Nora sebelum pergi.
"Aku tahu, yang kamu lakukan hanya memerintahku seperti pelayan." Nora cemberut dengan ekspresi marah, ketika melihat Erwin, ekspresinya tampak seperti ingin memakannya, tetapi karena dia sangat mengemaskan, jadi tetap terlihat imut walau sedang marah.
"Tidak apa-apa Nora, pulang nanti aku belikan hadiah, aku yakin kamu pasti akan suka." Giselle menghiburnya, dan barulah Nora tersenyum.
"Kak Giselle memang yang terbaik, tidak seperti Erwin, yang cuma tahu membullyku."
Erwin tersenyum tak berdaya, 'Aku mendisiplinkanmu itu untuk kebaikanmu juga.'
Tak lama kemudian, Erwin mengantar Giselle ke Laws Group, mobil Erwin sudah dibersihkan oleh staf pusat layanan vila, sehingga baunya hilang.
Disepanjang jalan, Giselle duduk di kursi sebelah pengemudi, dan terlihat sangat gugup, dia tidak tahu apa yang akan terjadi saat bertemu dengan ayahnya nanti, ayahnya seharusnya sangat marah karena saham Aaron ditipu, apa ayahnya akan memecatnya dulu baru mengusirnya dari rumah keluarga Lawrence?
“Jangan khawatir, selama ada aku disisimu, tidak ada hal buruk yang akan terjadi.” Erwin menghibur dengan senyum tipis di sudut mulutnya.
Melihat Erwin, suasana hati Giselle sangat lega, lagipula walaupun dia benar-benar dikeluarkan dari rumah keluarga Lawrence, masih Erwin yang akan menerimanya.
Memikirkan hal ini, suasana hati Giselle sudah merasa jauh lebih baik.
Mobil berhenti di depan pintu perusahaan Laws Group, ketika Giselle muncul, semua di perusahaan berjalan seperti biasa, kecuali ada seorang wanita resepsionis yang buru-buru datang,
"Wakil Direktur Giselle, Tuan Timothy dari Sea Group telah lama menunggu Anda di ruang resepsi VIP."
"Baik, aku akan segera ke sana, bantu beritahu ayahku untuk mengirim seseorang yang akan jadi saksi penandatanganan kontraknya." Giselle melakukan ini untuk menghindari Timothy yang bermacam-macam, selain itu dia juga ingin menjalankannya sesuai prosedur dan aturan resmi perusahaan.
“CEO sudah ada di ruang resepsi VIP,” jawab wanita resepsionis itu.
"Kebetulan sekali.” Giselle tidak menyangka ayahnya akan menemani Timothy secara pribadi, itu mengejutkannya.
Setelah mengatakan itu, Giselle membawa Erwin ke ruang resepsi VIP lantai pertama, begitu membuka pintu, terlihat Timothy dan Frendy yang sedang mengobrol santai.
Saat Giselle hendak menyapa, Timothy langsung berlutut tepat di depan Giselle, yang membuat Giselle kaget sekaligus bingung, bahkan Frendy juga tercengang, apa yang terjadi dengan Timothy?
Hanya Erwin yang tahu mengapa Timothy melakukan ini, jadi dia tersenyum tak berdaya, Timothy ini sepertinya sudah diancam parah oleh Damon.
__ADS_1