
Pengurus Kota Bandung, yaitu Vennes Walker, biasanya akan mengadakan pertemuan para generasi muda setiap tahun, tujuannya tentu saja untuk mencari anak muda berpotensi dan berbakat yang akan berguna, dia juga akan memilih sepuluh anak muda yang akan diberikan gelar 'sepuluh pemuda terbaik'.
Tentu saja, anak-anak muda yang diundang ke resepsi ini adalah orang kaya, mereka semua adalah orang kaya di Kota Bandung atau kota-kota sekitarnya, alasan para orangtua membiarkan anak-anak mereka berpartisipasi dalam resepsi ini, selain mencoba keberuntungan agar terpilih menjadi sepuluh anak muda terbaik, sebagian besar adalah untuk memperluas pergaulan dan koneksi, resepsi ini pada dasarnya adalah reseps masyarakat kelas atas, yang bedanya cuman targetnya adalah anak muda.
Pagi-pagi sekali, Erwin sudah pergi ke rumah Lina, dan saat ini Lina sedang berdandan, begitu Lucas melihat kedatangan Erwin, dia buru-buru meletakkan sarapan roti yang di tangan dan mendekat untuk menyambut dengan senyuman,
"Erwin, udah datang ya, Lina lagi dandan di atas, kupanggil bentar ya."
“Gapapa, masih pagi juga, aku tunggu aja gapapa.” Erwin melihat sekeliling, tetapi tidak melihat adanya sosok ibu Lina, jadi bertanya, “Mana Tante?”
"Baru-baru ini, proyek Real Estate West Garden di barat kota membuatnya sakit kepala, setiap malam di lokasi konstruksi pasti ada yang diam-diam menjual bahan bangunan, walau sudah berulang kali dilarang. Jadi Mary pergi cari departemen terkait tadi buat selesaikan masalah itu."
Lucas juga sakit kepala saat membicarakan hal ini, pencurian kecil semacam ini adalah hal yang paling sulit untuk ditangani, kalau pelaku ditangkap, paing cuman akan ditahan beberapa hari, tapi kalau tidak ditangkap, setiap malam akan kehilangan sejumlah bahan bangunan.
“Di West Garden sana tak ada petugas malam?” Erwin mengerutkan kening, bahan bangunan dicuri dari lokasi konstruksi bukan hal baru juga, tetapi Erwin merasa menugaskan beberapa orang sebagai petugas malam seharusnya sudah cukup untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Ada petugas malam juga belum cukup, terkadang pelaku itu bergerak secara berkelompok, dan sangat kompak! Pihak West Garden juga lagi sakit kepala sekarang, para pelaku ini sangat licik, selalu mencuri bahan di tempat yang berbeda-beda, karena lokasi lahan konstruksi sangat besar, jadi tidak mudah untuk cari tahu juga." Lucas menghela nafas.
Erwin mengangguk, merasa bahwa para pelaku ini sepertinya sengaja menghambat kemajuan proyek ini secara terorganisir, terutama di bidang bahan bangunan, Erwin menyimpan itu dalam pikirannya secara diam-diam, karena dia harus memastikan masalah ini setelah pulang nanti.
Tak lama kemudian, setelah selesai berdandan, Lina turun ke lantai bawah dengan gaun cantik berwarna putih bersih.
Dengan langkah kaki yang ringan dan kecil, postur anggun, rambut yang dibuat bergelombang, serta riasan ringan di wajah, yang benar-benar membuat Lina terlihat semakin cantik dan menggoda, sampai menggambarkan sebagai harta negara juga tidak berlebihan.
Ketika Lina melihat Erwin yang sudah lama tidak dilihatnya, mata Lina penuh dengan kegembiraan, tetapi Erwin justru sedikit terpana dengan penampilan cantik Lina cantik yang bagaikan bidadari hari ini.
"Cocok nggak?” Lina cukup puas dengan tatapan dan ekspresi Erwin, dan dia segera memeluk lengan Erwin dengan penuh kasih sayang, dan menyandarkan setengah tubuhnya ke arah tubuh Erwin, aroma anggrek harum yang menyegarkan tiba-tiba tercium oleh hidung.
Aroma tersebut sedikit memabukkan Erwin, sepertinya Lina juga memakai parfum.
__ADS_1
“Cantik.” Erwin mengangguk, berpikir bahwa Lina sangat cantik.
Kemudian, Erwin membawa Lina ke Hotel Neon di pusat kota, ini adalah salah satu hotel paling mewah di Kota Bandung, dan tentu yang datang ke sini juga masyarakat kelas atas.
Dan kali ini pengurus kota mengadakan resepsi generasi muda di lantai delapan Hotel Neon, ketika Erwin dan Lina tiba, garasi parkir sudah penuh dengan mobil mewah, seperti Ferrari, Porsche, Rolls-Royce, dan lain sebagainya, terlalu banyak jenis sampai tidak bisa dihitung dengan jari.
“Orang yang datang ke sini kayaknya sangat kaya ya.” Erwin pernah melihat banyak mobil mewah di tempat parkir lain juga sebelumnya, tapi belum pernah melihat yang sebanyak di sini, pusat kota memang tempat berkumpulnya anak-anak orang kaya.
Namun, Hotel Neon ini sepertinya milik High Build Group juga, memikirkan hal ini, Erwin hanya bisa menghela nafas tak berdaya dengan seberapa hebatnya ayahnya.
"Yuk, resepsinya di lantai delapan, aku punya dua undangan, jadi langsung masuk saja.” Lina tersenyum dan berjalan maju sambil memeluk lengan Erwin.
Setelah memasuki Hotel Neon, terlihatlah dekorasi interior yang cukup mewah, bahkan setiap pelayan juga cantik dan tampan, yang sangat menyegarkan penglihatan.
Semua orang yang berlalu lalang adalah orang yang berstatus sosial tinggi, meskipun tempat ini milik keluarganya sendiri, tapi Erwin masih sedikit terkejut.
Erwin yang tumbuh besar di pedesaan masih sangat asing dengan tempat masyarakat kelas atas.
Sementara Erwin dan Lina sedang menunggu lift, beberapa anak muda tiba-tiba datang tidak jauh, begitu melihat Lina, mereka buru-buru berjalan kemari.
“Lina!” Sebuah suara yang memikat terdengar dari belakang, Erwin menoleh tanpa sadar dan melihat seorang pemuda kaya dan tinggi yang memimpin sekelompok anak muda berjalan kemari.
Ketika Erwin melihat ke arah mereka, Lina juga melakukan hal yang sama, tapi ada rasa jijik yang muncul di matanya, dan tanpa sadar tubuhnya semakin dekat dengan Erwin.
“Lina, kamu di sini juga ya, di sebelahmu ini?” Pemuda kaya yang berbicara bernama Nicky Greyson, dari keluarga kaya dan berkuasa di Kota Bandung, yang setara dengan empat keluarga besar, rumor mengatakan kalau dia itu anak haram keluarga Greyson, tetapi hanya sedikit orang yang ingin memverifikasi kebenaran tentang hal itu.
Ketika Nicky sedang berbicara, matanya sudah tertuju pada Erwin, anak miskin berpakaian murahan ini bisa sedekat ini dengan Lina? Itu membuatnya tiba-tiba merasa iri.
“Dia pacarku, namanya Erwin.” Lina berkata dengan blak-blakan, dia ingin beritahu Nicky ini bahwa dia sudah punya pasangan, jadi jangan ganggu dia lagi.
__ADS_1
"Pacarmu? Anak miskin ini? "Ada sedikit sarkasme di mata Nicky, tapi dia sangat iri, seorang anak miskin mendapatkan Lina? Ini adalah hal yang tidak bisa ditoleransinya.
Lina mengerutkan kening dan tak ingin basa-basi dengannya lagi, kebetulan saat ini pintu lift juga sudah terbuka, jadi Lina segera menarik tangan Erwin dan ingin masuk, tetapi pintu lift dihalangi oleh beberapa anak muda yang mengikuti Nicky, dan berkata dengan cukup arogan,
"Maaf, Tuan muda Greyson kami mau naik lift ini, jadi tolong naik tangga aja."
“Kenapa hanya kalian yang boleh naik lift ini?” Lina sedikit marah, resepsinya ada di lantai delapan, kalau naik tangga, kakinya akan sangat sakit karena dia memakai sepatu hak tinggi.
“Lina, tentu saja kamu boleh, tapi anak miskin ini tidak boleh!” Nicky sangat puas dengan pengikutnya, sekalian mau memberi anak miskin ini sedikit pelajaran, saat berbicara tadi, dia juga menatap Erwin dengan tatapan yang provokatif.
Yang artinya sudah jelas, orang miskin mau rebut Lina dengannya? Rasakan itu!
"K-kalian..." Wajah cantik Lina dipenuhi dengan kemarahan, bukankah ini jelas sedang membully Erwin? Tapi mereka terlalu ramai, dia dan Erwin pasti akan rugi kalau ini terus berlanjut, jadi Lina langsung menarik Erwin dan berkata, "Erwin, yuk kita naik tangga aja, tak usah pedulikan mereka."
“Kamu pakai sepatu hak tinggi, nggak nyaman kalau naik tangga, kamu pakai lift aja.” Erwin berkata dengan khawatir, lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Nicky, dan berkata dengan nada dingin,
"Nicky, kan? Lebih baik suruh para penjilatmu ini minggir, kalau tidak jangan salahkan aku bersikap kasar."
“Ho? Anak miskin sepertimu berani mengancamku? Memangnya kenapa kalau tak minggir, aku tetap mau kau naik tangga, mau pakai kekerasan ya? Ayo sini, kutunggu." Nada bicara Nicky sangat sombong, sama sekali aku tidak menganggap Erwin. Selain itu, mereka ada lima orang, sedangkan Erwin hanya sendiri, kalau mau adu kekerasan mereka juga tak akan kalah.
“Kalau gitu, jangan salahkan aku ya.” Erwin tersenyum sedikit, dan langsung menendang perut Nicky dengan kuat, sampai Nicky terjatuh ke tanah yang beberapa meter jauhnya.
Mulut mereka terbuka lebar karena kaget saat melihat ini, anak miskin ini benar-benar melakukan apa yang saja diucapkannya, dan tidak memandang identitas Nicky sama sekali! Nicky itu putra keluarga Greyson, yang merupakan keluarga bersejarah dan berlatar belakang yang mendalam, serta juga memiliki kontak dengan organisasi jahat, apa anak ini mau mati ya?!
Nicky bangkit dari tanah dengan menyedihkan, tetapi wajahnya berangsur-angsur menunjukkan ekspresi ganas, dan berteriak pada beberapa pengikutnya yang masih menghalangi pintu lift,
"Apa yang lamunkan, pukul dia, pukul sekuat kalian! Aku akan tanggung jawab kalau terjadi sesuatu."
Kata-kata ini langsung membangkitkan darah teman-temannya, selain satu teman wanita yang tidak melakukan apa-apa, tiga teman pria lainnya langsung mengangkat baju lengan baju mereka masing-masing dan bergegas menuju Erwin dengan ganas.
__ADS_1