
Di Klub Hiburan Lime, Erwin menyambut Rizal lagi di dalam ruangan VIP, tapi kali ini dia tidak membawa penjaga keamanan, melainkan datang sendiri.
"Tuan Erwin, CEO kami sudah menyetujui permintaanmu, kontrak transfer saham Laws Group juga sudah ditandatangani, silahkan diperiksa." Kata Rizal sambil menyerahkan kontrak kepada Erwin.
Erwin terima dan melihat tanda tangan Steve Ragnarson di atas kontrak,
"Bagus, karena CEO kalian mudah diajak berkompromi, maka kami juga akan melakukan hal yang sama, Liam, bawa Earl ke sini." Erwin mengangguk puas, dan langsung menyuruh Liam untuk membawa Earl keluar.
Namun, Earl yang sudah ditahan selama dua hari, punya ekspresi yang jelek, pucat dan tampak tak berdarah, pakaiannya compang-camping dan tubuhnya juga terluka, penampilannya sangat menyedihkan dan matanya penuh kepanikan serta ketakutan, sepertinya takut karena tinju Liam.
Melihat Rizal datang menjemputnya, Earl hampir menangis.
"Paman Rizal, kamu akhirnya datang menyelamatkanku."
“Earl, akan kulepaskan kau kali ini, tapi kalau kau berani macam-macam denganku lagi, aku tak akan berbelas kasih!” Erwin berjalan ke sisi Earl dan berkata dengan nada dingin, yang membuat Earl takut hingga mundur beberapa kali, karena melewati hari yang penuh kepanikan akhir-akhir ini, jadi sejujurnya, Earl itu takut sekaligus membenci Erwin.
Rizal yang melihat Tuan Muda Earl terluka, tiba-tiba memasang wajah tidak puas, putra kedua dari orang terkaya di Kota Bandung saja dipukuli seperti ini, dia tidak bisa menahan amarah ini, tapi karena sekarang berada di wilayah lawan, jadi dia hanya bisa menahan kembali semua amarah itu.
"Terima kasih Tuan Erwin, kalau tidak ada masalah lain, kami mohon pamit."
Erwin mengangguk dan membiarkan mereka berdua pergi.
Setelah Earl dan Rizal pergi, Erwin menoleh dan bertanya pada Liam,
"Dapat semua aset Earl?"
"Tuan Erwin, semuanya dapat, aku yang turun tangan secara langsung, mana mungkin tidak dapat? "Liam tertawa dan menyerahkan setumpuk kontrak transfer saham kepada Erwin.
“Bagus, aku akan memberitahu Tuan Damon tentang jasamu, dan kamu pasti akan diperlakukan dengan baik.” Erwin tersenyum dan sangat puas dengan kinerja Liam.
"Terima kasih Tuan Erwin." Jawab Liam dengan penuh semangat.
Setelah menerima 20% saham Laws Group kali ini, total saham Laws Group yang dipegang Erwin sudah mencapai 45%.
“Sedikit lagi sudah bisa adakan rapat dewan direksi.” Sudut mulut Erwin sedikit terangkat, sebentar lagi dia bisa mengangkat Giselle menjadi CEO Laws Group, Laws Group yang merupakan salah satu perusahaan empat keluarga raksasa di Kota Bandung akan menjadi milik Erwin.
Setelah Rizal membawa Earl keluar dari Klub Hiburan Lime, mereka dengan cepat pergi ke kantor CEO Ragnarson Group.
Earl yang melihat Steve langsung mengeluh dan menangis.
__ADS_1
"Ayah, aku akhirnya bisa kembali hidup-hidup untuk melihatmu, Erwin itu tidak berkemanusiaan, ayah harus membalaskan dendamku!"
Ketika Steve melihat Earl yang penuh luka, ekspresinya sangat jelek, Erwin ini sudah keterlaluan dan sama sekali tidak menganggap penting keluarga Ragnarson mereka!
“Pulang mandi dan istirahatlah.” Steve menghibur sambil menahan amarah di hati.
“Ayah, ada satu hal penting lagi yang mau kulaporkan, Erwin menyuruh seseorang buat memaksaku tanda tangan kontrak pengalihan semua saham yang kupegang, jadi 5% saham Ragnarson Group punyaku juga direbut secara paksa," kata Earl dengan gugup.
"Apa?! Erwin ini sampai berani menjangkau Ragnarson Group kita?! Sungguh nyali yang luar biasa." Amarah Steve semakin membawa, Damon ini sudah keterlaluan sampai berani menyuruh Erwin merampas saham milik Ragnarson Group, ini membuatnya merasa seperti dipojokkan secara sengaja.
Damon justru menjadi kambing hitam, sebenarnya Damon tidak tahu apa-apa tentang apa yang telah dilakukan Erwin, tapi orang-orang dari keluarga Ragnarson menyalahkannya.
Alasan Steve bisa setuju untuk mentransfer 20% saham Laws Group itu karena Lawa Group itu perusahaan keluarga orang lain, dan tidak ada hubungannya dengan keluarga Ragnarson mereka, jadi bisa dianggap sebagai hadiah untuk Damon, tapi sekarang Erwin secara paksa mengambil 5% saham Ragnarson Group, yang berarti sudah menyentuh dan menjangkau hingga keluarga Ragnarson, hal itu membuat Steve tidak bisa menahan amarah lagi.
"Damon ini keterlaluan, sungguh berani sakli menyuruh Erwin melakukan hal seperti itu, kalau tak diberi sedikit pelajaran, keluarga Ragnarson kita takutnya akan mengikuti jejak keluarga Ricardo." Steve mengepalkan tinju dan menghantam meja, ini membuatnya marah sekaligus kesal.
Pada saat ini, Earson, putra tertua Steve, tiba-tiba membuka pintu dan berkata dengan keras.
"Sekarang ayah sudah percaya kata-kataku, kan? Damon memanfaatkan Erwin untuk mengakuisisi semua saham perusahaan yang tersebar di seluruh Kota Bandung, kalau kita tidak bersatu untuk melawan, mungkin kita beneran akan berakhir menjadi cabang perusahaan High Build Group."
Melihat bahwa putra sulungnya juga datang, Steve menoleh untuk melihatnya, dan benar-benar setuju dengan apa yang diucapkan Earson, tapi dia masih ragu, jadi mengerutkan kening dan berkata dengan cemas,
"Ayah tidak perlu khawatir tentang ini, aku sudah mengatur aliansi lingkaran bisnisnya! Tadi malam aku mengunjungi Frendy Lawrence, tidak lain adalah CEO Laws Group, dan dia sudah setuju bergabung dengan aliansi lingkaran bisnis kita untuk melawan krisis bersama." Kata Earson dengan sudut mulut terangkat.
"Oh? Frendy juga setuju bergabung? Tetapi walaupun tiga keluarga raksasa ini bersatu, kita mungkin masih belum bisa menang melawan High Build Group," kata Steve yang masih sedikit ragu.
"Ayah, aku belum selesai bicara! Selain itu, keluarga Baxter, salah satu empat keluarga raksasa di ibu kota juga akan mendukung dan bergabung dengan aliansi lingkaran bisnis kita, putra tertua keluarga Baxter juga akan umumkan secara langsung, jadi ayah sudah cukup percaya diri untuk melawan High Build Group sekarang?"
Sebelum Earson selesai berbicara, Steve dan Rizal terkejut, hati mereka bahkan lebih bersemangat dan merasa sulit percaya akan hal ini.
"Maksudmu keluarga Baxter di ibukota yang itu? Mereka juga akan bergabung dengan aliansi lingkaran bisnis kita?" Steve memastikan sekali lagi dengan tidak percaya.
Karena industri keluarga Baxter itu tersebar di seluruh Indonesia, jelas kekuatannya tak perlu diragukan lagi, dengan adanya dukungan dari mereka, kekuatan aliansi lingkaran bisnis sudah pasti meroket!
"Iya, aku sudah diskusi dengan Tuan Muda Drake pagi tadi, pada hari pernikahanku nanti, dia akan menghadiri sekaligus mewakili keluarga Baxter untuk bergabung dengan aliansi lingkaran bisnis kita dan pada saat yang sama akan memberi banyak dukungan juga." Earson seperti seorang pedagang, dengan percaya diri mendeskripsikan rencananya, seolah bisa menangani masalah ini dengan baik.
“Hari pernikahan?? Maksudmu…?” Steve sepertinya sudah menebak apa yang dipikirkan putra sulungnya.
"Iya, hari pernikahanku dengan putri keluarga Davis dipercepat, dan melalui acara bahagia ini, undangan pernikahan akan dibagikan secara luas kepada para bos bos dari berbagai perusahaan, acara ini dimanfaatkan untuk menyembunyikan rencana ini dari mata publik dan mengelabui Damon. Pada hari pernikahanku ini, lima ratus personel keluarga Ragnarson kita akan dikerahkan semua, agar setiap bos bisnis yang datang harus tanda tangan kontrak aliansi bisnis, atau ganti rugi dalam jumlah besar."
__ADS_1
Ketika Earson mengatakan ini, matanya menjadi dingin dan melanjutkan,
"Karena mereka pakai cara licik, maka kita akan melakukan hal yang sama dan melakukan serangan kejutan kepada Damon."
"Hebat, Tuan Muda Pertama memang layak disebut talenta muda no 1 di Kota Bandung, dengan tata letak rencana seperti itu, aliansi lingkaran bisnis kita pasti akan mendominasi, mungkin perusahaan di bawah High Build Group yang tidak sepenuhnya terkendali juga akan memilih untuk bergabung dengan kita."
Rizal yang ada di samping mendengar itu dengan seksama dan terkejut, setiap langkah yang direncana Earson ini sangat mantap dan kejam, dengan segala macam paksaan dan iming-iming, tidak peduli lawan bicara itu setuju atau tidak, selama mereka menghadiri acara tersebut, itu bagaikan sudah terjebak, sungguh licik sekali.
“Hahaha, seperti yang diharapkan dari anakku! Aku percaya keluarga Ragnarson pasti bisa menggantikan High Build Group dan mendominasi Kota Bandung.” Steve tertawa, dia sangat puas dengan rencana Earson, lalu melirik Earl yang tampak menyedihkan sambil menegur,
"Earl, alangkah baiknya kau punya setengah saja kemampuan dari abangmu, pasti 5% sahammu itu takkan bisa dirampas, kali ini pulanglah dan intropeksi dirimu sendiri di rumah."
“Baik ayah, aku pasti akan belajar dari abang." Earl diam-diam tidak senang, tapi tidak punya pilihan selain menyanjung saat ini.
Selama beberapa hari berikutnya, Erwin tetap tinggal di Villa Mahkota di Teluk Oak.
Saat luang, Erwin melatih kemampuan bela diri dan kekuatan fisiknya sambil menghitung hari sampai kepulangan Lisa.
Dia sangat menantikan saudara-saudari seperguruan yang akan dibawa ke sini oleh Lisa.
Namun, yang tiba bukanlah kabar kepulangan Lisa, melainkan sebuah kabar yang sangat mengejutkan.
Putra tertua keluarga Ragnarson akan menikah dengan putri Keluarga Davis dan mengundang para bos bisnis dari berbagai bidang untuk menghadiri perjamuan pernikahan, mau itu kenal ataupun tidak, mereka semua mendapat undangan, bahkan Tuan Besar dari keluarga Aleda, David Aleda, juga termasuk ke dalam daftar undangan.
Pada hari pernikahan Earson, pembentukan Aliansi Bisnis Bandung diumumkan, para bos bisnis ikut hadir, baik secara sukarela atau pasif, mereka semua menandatangani kontrak untuk bergabung dengan Aliansi Bisnis Bandung. Dalam satu hari, jumlah perusahaan Aliansi Bisnis Bandung sudah mencakup setengah total bisnis yang ada di kota Bandung, kejayaan ini sungguh mengejutkan, bahkan jauh melebihi kejayaan High Build Group.
Yang lebih mengejutkan adalah semua perusahaan yang sebagian besar sahamnya dipegang oleh High Build Group secara otomatis dikeluarkan dari Aliansi Bisnis Bandung, bahkan diumumkan bahwa anggota Aliansi Bisnis Bandung dilarang bekerja sama dengan High Build Group, yang jelas membuat Damon menjadi waspada dan mencium sinyal bahaya.
Jadi dia langsung buru-buru menelepon Erwin.
"Tuan Muda, Aliansi Bisnis Bandung ini kemungkinan besar mau melawan High Build Group kita, jadi kita harus mengambil tindakan, atau seiring waktu bisnis High Build Group kita pasti akan anjlok karena tidak ada mitra, yang lama kelamaan akan mengalami kebangkrutan."
Nada serius Damon terdengar dari ponsel, dapat dilihat bahkan Damon saja merasakan bahaya dalam masalah ini, sepertinya dia benar-benar lengah terhadap keluarga Ragnarson, sungguh sebuah rencana yang tak terduga.
"Untuk apa panik, karena mereka mau mengadakan permainan besar, kita ikuti saja permainan mereka, kita lihat saja siapa yang akan memohon belas kasih nanti!" Erwin tersenyum, keluarga Ragnarson ini jelas tampak tidak puas!
Bahkan berencana untuk menyerang High Build Group, orang terkaya di Kota Bandung ini memang lawan yang jauh lebih kuat dari yang pernah dihadapi Erwin sebelumnya, dan Drake Baxter juga sudah menunggunya di sini.
Sudut mulut Erwin tersenyum dingin, kalau begitu ayo kita bantai semuanya sekaligus!
__ADS_1