Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 207 Runtuh Perlahan


__ADS_3

Di daerah Villa Fancy Garden barat kota, Erwin dan yang lainnya tiba saat larut malam, Erwin awalnya mengira Giselle dan Nora sudah tidur, tapi saat hendak sampai pintu, Erwin melihat sosok Giselle yang pulang dari lembur perusahaan cabang utara kota dengan raut wajah lelah.


Sesampai di pintu, mereka berdua berpapasan.


"E-Erwin, kenapa kau ada di sini?" Giselle merasa tidak percaya, wajahnya sedikit terkejut karena berpikir salah liat ketika bertemu Erwin selarut ini.


“Giselle, lama tidak bertemu!” kata Erwin dengan tenang dan sapaan sambil tersenyum.


Mendengar suara itu, Giselle baru berani memastikan bahwa itu beneran Erwin, kemudian saat menyadari seluruh tubuh Erwin berlumuran darah, begitu juga dengan ketiga orang yang ada di belakang Erwin, wajah Giselle langsung menjadi pucat ketakutan.


"K-Kenapa kalian berlumuran darah?!"


"Ceritanya panjang, kita bicara di dalam aja," kata Erwin sambil mengundang Sharon, Lisa dan Leona ke dalam vila, dan menyuruh mereka mandi dulu.


Leona dan Lisa mandi di kamar mandi lantai dua, sedangkan Sharon di lantai pertama, Erwin sendiri tidak terburu-buru untuk mandi, tapi duduk dengan Giselle sambil memasang ekspresi serius dan bertanya,


"Giselle, gimana bisnis cabang utara kota Keluarga Lawrence kalian?"


Berbicara tentang ini, senyuman langsung muncul di wajah Giselle yang lelah,


"Bisnisnya berjalan lancar! Tiga keluarga besar utara kota sudah bekerja sama denganku, jadi pasar kain, kulit, wol, dan bahan lainnya di utara kota pada dasarnya dimonopoli olehku! Ditambah lagi bergabung dengan Aliansi Bisnis Dagang Erlin, aku percaya pasar kami bisa tersebar luar dan tidak hanya di utara kota saja."


Giselle berbicara dengan penuh semangat, matanya melirik Erwin dan berkata dengan penuh rasa terima kasih,


"Tapi semua ini berkatmu, tiga keluarga besar di utara kota bekerja sama denganku kamu juga."


Erwin tidak menyangkal, dia memang menginstruksikan Damon untuk membantu Giselle, sehingga pasarnya di utara kota bisa terbuka sekaligus.


"Bukannya kau selalu mau jadi CEO Laws Group? Masih ada satu saham terakhir yang diperlukan, coba pikirkan siapa yang memegang sahammya selain Frendy," kata Erwin dengan sedikit serius.


Aliansi Bisnis Bandung saat ini berada di ambang kehancuran, sehingga dari segi terbuka ataupun rahasia, keluarga Ragnarson tidak lagi menjadi ancaman bagi Aliansi Bisnis Dagang Erlin, sebaliknya, situasi Aliansi Bisnis Bandung sedang semakin memburuk dan para anggota aliansi juga bahkan lebih panik.


Erwin berencana memaksa Drake mundur dari Aliansi Bisnis Bandung, tanpa dukungan Keluarga Baxter, Aliansi Bisnis Bandung akan selangkah lebih dekat dengan kehancuran, dan cara untuk mengakhiri Aliansi Bisnis Bandung adalah dengan Keluarga Lawrence.


Laws Group adalah salah satu pemimpin Aliansi Bisnis Bandung, begitu mereka juga mengumumkan pembelotan, maka kepercayaan anggota aliansi yang tersisa akan hilang, diperkirakan setelah itu, para anggota akan bubar tidak peduli seberapa dekatnya mereka dengan keluarga Davis dan Ragnarson.


"Seharusnya cuman paman keduaku, Bruce Lawrence, dia memegang 10% saham Laws Group dan bertanggung jawab atas semua pabrik Laws Group, seperti pengolahan kain, kulit, wol, dan lainnya, kalau bisa membujuknya untuk mendukungku, kemungkinan besar menjadi CEO akan sangat meningkat." Kata Giselle setelah berpikir sejenak.


"Oke, bawa aku jumpai paman keduamu besok! Aku sudah pegang 45% saham Laws Group, jadi setelah negosiasi dengannya, itu berarti totalnya mengontrol 55% hak suara Laws Group, dan kita bisa memulai rapat Dewan direksi untuk pemilihan ulang CEO."


Setelah jeda sejenak, Erwin melanjutkan,


"Pada saat itu, aku bisa mengangkatmu menjadi CEO, tapi dengan satu syarat, yaitu Laws Group harus mundur dari Aliansi Bisnis Bandung dan beralih ke Aliansi Bisnis Dagang Erlin."


Mendengar ini, Giselle tiba-tiba merasa sedikit bersemangat, menjadi CEO Laws Group adalah apa yang telah sudah lama ingin dicapainya, tapi tidak menyangka mimpi ini sudah sedekat ini.


"Tidak masalah, tapi paman keduaku sangat setia pada Laws Group, jadi akan sulit menyetujui putri haram sepertiku jadi CEO," kata Giselle dengan sedikit khawatir.


"Aku akan membuatnya setuju," kata Erwin sambil tersenyum ringan dan sedikit nada suara yang dingin.


Keesokan paginya, Erwin menelepon Damon.

__ADS_1


Pertama-tama bertanya tentang kondisi tubuh dan penjaga, kemudian tentang Drake.


"Tuan Muda, cedera kakiku tidak terlalu serius, cuman harus baring di rumah sakit selama seminggu. Liam, Doni dan Kelvin menjagaku secara bergiliran, jadi Keluarga Ragnarson tidak akan punya kesempatan untuk mencelakaiku sama sekali."


"Sedangkan Drake sudah bangun, dan sedang ditahan dengan pengawasan ketat, jadi jangan khawatir tuan muda, dia tidak mungkin bisa kabur." Suara percaya diri Damon terdengar dari ponsel.


"Bagus, cari cara buat paksa dia mundur dari Aliansi Bisnis Bandung," Kata Erwin dengan ringan.


Langkah pertama dalam melawan Aliansi Bisnis Bandung adalah memaksa Keluarga Baxter untuk menarik diri.


Tanpa adanya Keluarga Baxter, Erwin percaya pasti banyak anggota yang akan beralih ke Aliansi Bisnis Dagang Erlin, dan begitu Laws Group beralih ke Aliansi Bisnis Dagang Erlin juga, itu akan menjadi pukulan fatal bagi Aliansi Bisnis Bandung.


Yang berarti runtuh dari dalam.


“Baik, tuan muda juga harus hati-hati di luar sana.” Damon sangat khawatir tentang keselamatan Erwin, dia takut keluarga Ragnarson akan menyerang tuan muda, kalau sesuatu terjadi pada Erwin, nyawanya juga akan terlibat.


“Jangan khawatir, aku punya tiga master yang melindungiku, mereka takkan bisa macam-macam.” Erwin tersenyum dan menyuruh Damon untuk beristirahat.


Setelah menutup telepon, mereka menaiki mobil bisnis Giselle dan berangkat ke pabrik Laws Group di barat kota.


Kantor pusat Laws Group  erada di pusat kota, sedangkan pabriknya terletak di kawasan industri barat kota, skalanya sangat besar, dengan total enam bengkel dan hampir 300 karyawan.


Puluhan menit kemudian, mobil berhenti di gerbang pabrik, Giselle membawa Erwin dan yang lainnya ke dalam pabrik, karena sering datang ke pabrik baru-baru ini, jadi penjaga keamanan sudah mengenal Giselle dan tidak menghentikannya.


Giselle membawa Erwin dan yang lainnya sampai ke kantor direktur pabrik, sementara Bruce sedang duduk di dalam kantor sambil memakai kacamata dan melihat dokumen dengan serius.


Bruce ini adalah pria paruh baya berusia lima puluhan, sedikit botak dan mengenakan kemeja abu-abu, penampilannya jujur dan berdedikasi, tapi tatapannya sangat tajam, sekilas bisa tahu kalau orang ini bukan karakter biasa.


Bruce mengangkat kepal dan melirik Giselle, sejujurnya Bruce tidak terlalu menyukai putri haram ini, tapi bisnis Giselle di utara kota sedang berkembang pesat baru-baru ini, jadi Bruce tidak berani meremehkan.


"Giselle, barang yang kau inginkan akan dikirim sore nanti, tak ada gunanya kau datang untuk mendesakku." Bruce mengira Giselle datang untuk mendesaknya, tapi sebenarnya tidak.


“Paman kedua, aku di sini bukan untuk itu, tapi untuk diskusi sebuah masalah besar.” Kemudian Giselle memperkenalkan Erwin,


"Paman kedua, ini Erwin, pemegang saham terbesar Laws Group kita, dia mau diskusi kerjasama denganmu."


“Oh?? Erwin, pemegang saham terbesar kita?” Bruce meletakkan dokumen di tangan dan menatap Erwin dengan serius, melihat Erwin yang masih muda,dka mengerutkan kening dan berkata,


"Kamu dari High Build Group?"


Bruce tidak berpikir seorang pemuda seperti Erwin punya kekuatan apapun, paling-paling hanya menjalankan tugas untuk perusahaan besar.


"Benar, Direktur punya penglihatan yang bagus, aku di sini untuk menyelamatkanmu dan Laws Group kali ini." Erwin tersenyum dan duduk tepat di kursi seberang Bruce tanpa segan-segan.


"Menyelamatkanku dan Laws Group? Aku sudah sangat berterima kasih kalau High Build Group tidak menelan Laws Group kami, sungguh lucu," kata Bruce dengan sinis.


“Kalau tidak terjadi kesalahan, Laws Group akan bangkrut dalam sebulan, dan kamu akan diturunkan dari jabatan direktur pabrik menjadi seorang pengangguran.” Erwin tersenyum, dia tidak sedang menakut-nakuti Bruce, begitu Drake umunkan pengunduran dari Aliansi Bisnis Bandung, dapat dibayangkan keruntuhan hanya masalah waktu.


"Mau coba-coba takuti aku? Laws Group akan bangkrut dalam sebulan? Aku tidak percaya!" Bruce tidak percaya dengan hal seperti itu, mana mungkin bisa bangkrut dalam waktu sebulan?


Erwin tahu Bruce tidak akan percaya semudah itu, jadi berkata lagi,

__ADS_1


"Aliansi Bisnis Bandung yang dipimpin Laws Group sudah semakin memburuk, karena pengaruh Aliansi Bisnis Dagang Erlin yang meningkat pesat, para anggota kalian lama kelamaan akan menolak untuk bekerja sama lagi, dan tanpa adanya pesanan barang, bukannya Laws Group akan bangkrut?"


"Hahaha, Aliansi Bisnis Bandung kami punya dukungan Keluarga Baxter, tak mungkin bisa bangkrut semudah itu!" Bruce menjawab dengan dingin.


"Maaf, Keluarga Baxter sudah umumkan penarikan diri dari Aliansi Bisnis Bandung!" Erwin berkata sambil tersenyum.


"Apa?! Mustahil, jangan membodohiku, aku tidak akan percaya.” Bruce berdiri dengan ekspresi tidak percaya.


“Aku akan membuatmu percaya.” Sambil berbicara, Erwin melakukan panggilan video dengan Damon, kemudian menyuruhnya mengarahkan kamera ke arah Drake. Pada saat ini, tubuh Drake penuh luka karena siksa oleh Liam, tapi mentalnya masih baik-baik saja.


"Drake, selama kau umumkan pemisaham diri dari Aliansi Bisnis Bandung, aku janji untuk melepaskanmu." Erwin berbicara langsung dengan Drake melalui obrolan video.


"Erwin, kau tak akan bohong lagi kan?" Drake berkata dengan wajah sedih, dia sudah tidak tahan disiksa lagi, Erwin ini bagaikan iblis baginya.


"Selama kamu janji dengan syaratnya, aku juga janji akan melepaskanmu." Kata Erwin dengan serius.


Kegunaan terakhir Drake hanya ini, jadi mempertahankan Drake setelah ini hanya akan menjadi beban, lagipula Erwin juga tidak ingin menghadapi Keluarga Baxter secara langsung, jadi cukup lepasakan saja setelah meraup beberapa keuntungan.


"Oke, aku, Drake Baxter, mengumumkan penarikan diri dari Aliansi Bisnis Bandung!" Drake dalam video berkata hampir sambil menggertakkan gigi.


“Baiklah, Liam, siapkan kontraknya, suruh dia tanda tangan dan cap jari." Erwin memerintah Liam melalui obrolan video.


Setelah melakukan semua ini, Erwin mengirim videonya kepada Bruce.


"Sudah percaya sekarang? Kamu itu orang pertama yang menyaksikan penarikan diri Drake dari Aliansi Bisnis Bandung."


"K-Kamu menculik Drake?! Kamu tidak takut balas dendam dari Keluarga Baxter?!" Bruce ketakutan, karena Erwin ini bahkan berani menculik tuan muda tertua dari Keluarga Baxter, itu membuatnya ketakutan sampai mundur beberapa langkah dengan wajah pucat.


"Aliansi Bisnis Dagang Erlin kami didukung Tuan Muda Smith, menurutmu kami akan takut dengan pembalasan Keluarga Baxter?" Erwin mengangkat sudut mulutnya.


Mendengar ini, Bruce tiba-tiba sadar, memang benar, mereka mendapat dukungan Tuan Muda Smitu, jadi Keluarga Baxter itu bukanlah apa-apa.


"Gimana? Percaya sekarang?” Tanya Erwin lagi saat melihat wajah Bruce memucat.


“Apa yang kamu mau dariku?” Bruce tiba-tiba bertanya balik.


"Cukup sederhana, aku mau kau gunakan 10% saham punyamu untuk mendukung Giselle menjadi CEO baru Laws Group! Tentu saja, setelah selesai, aku akan memberimu 5% saham Laws Group milik Frendy sebagai hadiah, kalau kau menolak, aku punya banyak cara lainnya untuk membuatmu setuju." Erwin mengangkat sudut mulutnya dan berkata dengan sedikit ancaman.


Bruce menelan seteguk air liur dan melirik Giselle lagi, dia tidak menyangka putri haram yang selalu tidak disukainya akan bekerjasama dengan High Build Group, ini sangat mengejutkannya.


“Aku butuh waktu untuk memikirkannya, masalah ini terlalu besar.” Bruce benaran perlu berpikir secara matang, karena masalah ini sama dengan pembalikan keadaan, jadi dia tidak berani membuat keputusan secara membabi buta.


"Akan kuberi tiga menit, mau setuju atau tidak, akan tetap kupaksa kau mendukung Giselle," kata Erwin dengan nada dingin, karena Erwin tidak mau menghabiskan banyak waktu di sini.


Bruce menggigil saat melihat mata dingin Erwin, Erwin ini terlalu menakutkan, mengingat orang-orang ini bahkan berani menangkap Drake, yang merupakan tuan muda tertua dari Keluarga Baxter, karakter kecil sepertinya pasti lebih mudah disingkirkan, terlebih lagi tubuh tua-nya mana mungkin mampu bertahan dari siksaan.


“Oke, aku setuju, tapi kamu juga harus janji memberiku 5% saham milik Frendy, jangan lupakan itu.” Setelah berpikir sejenak, Bruce akhirnya menyerah pada Erwin.


Ketika Giselle melihat paman kedua yang selalu membencinys beneran setuju untuk mendukungnya, dia langsung menjadi bersemangat! Hari mimpi menjadi kenyataan ini akhirnya akan tiba.


__ADS_1



__ADS_2