Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Berlutut untuk Meminta Maaf


__ADS_3

Erwin mengeluarkan lebih dari sepuluh perjanjian akuisisi sekaligus, dan ingin membeli semua saham industri yang dipegang Farzan dengan harga yang sangat menghina, ini tidak ada bedanya dengan mempermalukannya. Erwin ingin memberinya pelajaran, agar Farzan ini tidak akan berani menentang lagi kedepannya.


Wajah Farzan berubah total, dan terkejut.


Fiona juga tidak menyangka Erwin akan begitu kejam, dan untuk beberapa saat dia merasa sedikit bersalah!


Namun, situasi saat ini sangat memaksa Farzan untuk menandatangani semua perjanjian akuisisinya, jika tidak, mungkin dia akan dibuat cacat oleh mereka di sini.


Dipaksa melakukan ini di hotelnya sendiri, ini adalah hari terburuk bagi Farzan, dan Farzan yang telah menandatangani semua surat itu langsung  jatuh lemas di kursi, seolah tenaganya terkuras habis akibat kehilangan begitu banyak saham.


“Terima kasih, Tuan Muda Lewis.” Erwin tersenyum di sudut mulutnya, menyimpan semua perjanjian akuisisi, dan pergi bersama orang-orangnya.


Kelvin juga ikut pergi dengan cermat sambil membawa semua orang yang dibawanya.


“Kelvin, terima kasih banyak kali ini," kata Erwin sambil tersenyum. Karena semua ini benar-benar berkat Kelvin ini, kalau tidak dia mungkin sudah dicelakai di sini hari ini.


“Sudah merupakan kewajiban saya, hati-hati di jalan Tuan Muda Smith.” Kelvin mengantarkan Erwin sampai ke pintu utama dan membukakan pintu untuk Erwin.


Setelah berpisah dengan Kelvin, Erwin langsung pulang dengan mobil.


Di tengah perjalanan, Erwin menyerahkan semua surat perjanjian pada Lisa, lalu menyuruhnya untuk menyerahkan semua ini kepada Damon, dan membiarkan Damon yang menangani keseluruhan proses akuisisinya.


Erwin menulis semua pengakuisisi ini atas nama High Build Group, dan Erwin sendiri hanya sebatas minta tanda tangan serta menjalankan tugas saja, dengan begitu, Erwin dapat menghindari identitasnya terungkap, sekaligus bisa membuat keluarga Lewis takut dan ragu untuk bertindak.


Bahkan Pameran Sun Galery juga dipindahkan ke bagian dari High Build Group oleh Erwin.


Bagaimanapun, High Build Group dan Damon relatif berpengaruh besar di Kota Bandung, jadi jika mereka ingin mencelakai Erwin, mereka perlu berhadapan dengan Damon.


"Erwin, tadi aku benar-benar takut sekali! Tapi bagaimana kamu bisa mengenal pria gemuk itu? Dia terlihat sangat galak." Lina yang sedang duduk di dalam mobil masih sedikit pucat, mengingat perkelahian tadi, dia merasa gugup, dan detak jantungnya berdegup kencang.


"Dia itu orang Tuan Damon, jadi aku hanya beruntung saja, dan semua saham ini juga milik High Build Group, aku hanya menjalankan tugas saja," kata Erwin sambil tersenyum. Dia sementara ini tidak ingin Lina tahu, karena kalau ingin menyembunyikan identitasnya dari keluarga kaya, maka dia terpaksa menyembunyikannya dari Lina juga.


“Oh, kalau begitu jangan terlalu dekat dengan orang seperti itu kedepannya ya, mereka terlihat menakutkan.” Lina tidak menyukai Kelvin ini, karena terlihat terlalu galak.


"Oke akan kuingat, malam nanti kita makan bersama di Maxi Resto ya.” Erwin dalam suasana hati yang baik hari ini, dan berencana untuk makan malam bersama Lina dengan romantis, sekaligus ingin memberi penghargaan pada Lisa.

__ADS_1


Pada saat yang sama, di dalam Hotel Trans Luxury.


Farzan yang kehilangan sebagian besar sahamnya, merasa sangat frustasi dan kesal, tetapi Goldy yang dihantam botol bir dua kali pergi begitu saja.


"Tuan Muda Lewis, masalahnya sudah usai, jadi kapan pembayaran sebesar 2 miliar akan kamu terima, dan untuk biaya pengobatanku dan bawahanku juga akan ditanggung sama kamu, kan?"


“Rencananya tidak berhasil, tapi kau masih minta uangnya denganku?” Farzan tidak bisa menahan diri dan marah, Goldy ini tidak berguna, tapi masih minta bayaran dan biaya pengobatan.


“Oke, jangan sampai aku melihatmu lagi!” Goldy tidak ingin memaksa Farzan, lagi pula, Farzan masih memiliki dukungan dari keluarga Lewis, tapi jika dia melihat Farzan lagi lain kali, dia pasti tidak akan sungkan dan bersikap sopan lagi.


“Ayo pergi!” Goldy menekan luka di kepalanya sambil pergi bersama orang-orangnya.


Sedangkan penjaga keamanan di kamar pribadi yang melihat bahwa Farzan dalam suasana hati yang buruk, mereka juga tidak berani untuk berbicara dan mundur dengan sendirinya.


Hanya Fiona yang tersisa di sini, dan dia juga tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Melihat situasi yang ini, sepertinya Farzan tidak akan berinvestasi pada proyek Ayahnya lagi, tetapi dia masih tidak mau menyerah begitu saja, bagaimanapun, Farzan masih memiliki 1 miliar dolar AS.


"Tuan Muda Lewis, jangan berkecil hati, lagi pula, bukannya kamu masih punya satu miliar dolar AS? Bagaimana kalau berinvestasi di proyek keluarga kami saja? Aku bisa membantumu bangkit kembali."


Fiona tidak benar-benar ingin membantu Farzan bangkit kembali, dia hanya mengincar satu miliar dolar AS yang dimiliki Farzan, kalau Farzan tidak memiliki uang itu, Fiona pasti sudah pergi dari sini sejak awal.


Saat ini, balas dendam hanya bisa mengandalkan kekuatan keluarganya, dan Fiona ini sudah tidak berguna lagi, apalagi keluarga mereka sudah hampir bangkrut, jadi dia tidak ingin terlibat.


Setelah mendengarkan kata-kata ini, Fiona sangat marah dan pada saat yang sama sudah menyerah total terhadap Farzan ini.


Ternyata Farzan tidak pernah berpikir untuk berinvestasi di proyek keluarga mereka, tetapi hanya ingin memanfaatkan dirinya untuk mendapatkan Lina, setelah sibuk selama berhari-hari, pada akhirnya semuanya sia-sia, dan karena ini, dia kehilangan kepercayaan Lina yang merupakan sahabatnya, Fiona sangat menyesal begitu memikirkan hal ini, dan pada saat yang sama juga merasa putus asa terhadap masa depannya.


Saat malam hari, Erwin membawa Lina dan Lisa untuk makan malam bersama di Maxi Resto, lingkungan di sini sangat bagus, dan hidangannya juga sangat lezat.


Bahkan bagi orang yang memiliki nafsu makan kecil seperti Lina saja menjadi banyak makan, dan Lina juga tidak lupa mengunggah momen kesenangan ini ke sosial medianya.


“Erwin, makanan di Maxi Resto ini benar-benar enak, hanya saja terlalu mahal!” Kata Lina.


“Kalau mau suka, aku bisa membawamu makan di sini setiap hari," kata Erwin sambil tersenyum, karena biaya di sini benar-benar tidak seberapa baginya.


"Jangan, menghasilkan uang itu tidak muda bagimu, lain kali makan di rumahku saja, Ayahku selalu mendesakku untuk membawamu ke rumah, dia sangat merindukanmu." Lina tertawa kecil, menyerahkan sebotol air mineral ke arah Erwin dan bersikap sedikit manja.

__ADS_1


"Erwin, bantu buka."


Erwin tidak bisa menahan senyum, sejak kapan gadis kecil ini bisa bersikap manja seperti ini?


Ketika mereka keluar pintu, Erwin dan yang lainnya bertemu dengan Fiona yang tampak sedang putus asa, dan sedang menunggu di luar pintu saat ini.


"Fiona~" Lina adalah yang pertama menyadari keberadaan Fiona dan berlari ke sana, "Kenapa kamu ada di sini? Bukannya kamu dengan pria yang dinafkahi wanita itu?"


Lina belajar dari Erwin dan menyebut Farzan dengan sebutan pria yang dinafkahi wanita.


“Aku datang ke sini setelah melihat posting sosial mediamu.” Fiona berhenti sejenak, lalu mengumpulkan keberanian untuk mengatakannya. "Lina, aku minta maaf atas perbuatanku sebelumnya, aku di sini untuk meminta maaf padamu, tapi apa kamu bisa membantuku?"


"Bantu? Bantu apa?" Lina bertanya dengan cukup khawatir.


"Rantai modal perusahaan Ayahku sudah mau putus, dan keluarga kami akan bangkrut, apa kamu bisa meminta Ayahmu untuk membantu sedikit dana?" Fiona memohon pada Lina.


"Bantuan dana? Tapi semua uang ayahku sudah diinvestasikan ke sebuah tanah di timur kota, jadi dia sudah tidak punya uang lagi.” Lina juga cukup kesulitan, dia benar-benar ingin membantu Fiona, tetapi tidak berdaya.


Fiona sudah menduga akan hasil ini sejak awal, hanya saja suasana hatinya menjadi semakin putus asa.


“Kalau begitu kalian lanjut saja, aku pergi dulu.” Setelah selesai berbicara, Fiona ingin pergi, tetapi Lina tidak tega dan langsung terpikir akan Erwin.


"Erwin, bukannya bosmu itu Damon? Dia pasti punya cara, bantulah Fiona"


Ketika Fiona mendengar bahwa bos Erwin adalah Damon, yang merupakan seorang tokoh penting di Kota Bandung, dia sedikit terkejut, tidak heran Kelvin yang sangat berkuasa di selatan kota begitu membantu Erwin, sekarang tampaknya saham yang Erwin dapatkan dari Farzan, mungkin juga arahan dari Damon.


“Aku hanya seorang anak miskin dari pedesaan, mana mungkin bisa meminta bantuan Tuan Damon.” Sejujurnya, Erwin tidak ingin membantu Fiona, karena wanita ini membantu Farzan untuk berurusan dengannya beberapa kali, jadi tidak balas dendam pada wanita ini sudah termasuk cukup baik.


Dan apa yang dikatakan Erwin itu memang sengaja, karena Fiona ini terus mempermalukan Erwin sebelumnya, da mengatakan bahwa anak miskin dari pedesaan seperti Erwin itu tidak cocok bersama dengan Lina yang merupakan anak orang kaya, sekarang Erwin menggunakan apa yang dikatakan Fiona untuk mempermalukan balik.


Fiona merasa sedikit malu, dan menyesal dengan perbuatannya yang mempermalukan Erwin sebelumnya. Namun, dia tahu bahwa jika Damon bersedia membantu, maka keluarganya akan selamat, ini mungkin satu-satunya harapan keluarganya.


Memikirkan hal ini, Fiona tidak peduli tentang apapun lagi, jadi dia langsung berlutut di depan Erwin dan meminta maaf,


"Erwin, perbuatanku salah sebelumnya, maafkan aku! Kuharap kamu bisa memberi muka pada Lina dan memaafkanku, tolong bantu aku kali ini, kumohon..."

__ADS_1


__ADS_2