Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Memancingmu Menggigit Umpan


__ADS_3

Kedatangan Erwin kali ini bukan untuk menghindari pengejaran Xavier, tapi bertujuan untuk memancing Jocelyn ikut dalam rekaman program Wilderness Life, tapi bagaimana cara memancing bintang terkenal ini untuk bergabung? Tentu dia harus berpikir semarang mungkin.


Jelas tidak baik kalau langsung blak-blakan, mungkin Jocelyn akan membencinya dan mengusirnya dari vila! Sehingga dia harus mengakali inj!


Kehidupan Jocelyn sangat sederhana, agar terhindar dari paparazzi yang memotret, dia hanya bisa bersembunyi di dalam vila, bahkan membeli barang saja Ametta yang melakukannya.


Memanfaatkan waktu Ametta pergi berbelanja, Erwin diam-diam duduk di sebelah Jocelyn, pada saat ini, Jocelyn sedang menonton acara TV sambil makan keripik kentang, yang terlihat tidak ada bedanya dengan gadis rumahan.


Melihat ini, Erwin memutar matanya dan sepertinya punya ide.


"Jo, pernah dengar Wilderness Life musim terbaru?"


“Mm.” Jocelyn mengangguk, tetapi tidak memandang Erwin, dan fokus dengan serial TVnya.


"Tertarik buat ikut Wilderness Life ini? Lagian pasti bosan harus sembunyi dalam rumah mulu, kan? Sekalian bisa main keluar," kata Erwin dengan sedikit godaan.


“Ikut acara Wilderness Life?” Jocelyn tampaknya sedikit tertarik, dan berbalik untuk melihat Erwin. Begitu sadar Erwin terlalu dekat dengannya, dia mundur sedikit untuk menjaga jarak, dan menghela nafas,


"Tante nggak bakal ngizinin aku ikut acara alam liar seperti itu."


“Gimana kalau tantemu setuju?” Erwin merasa bahwa Jocelyn ini masih lumayan tertarik dengan kehidupan hutan belantara seperti ini. Lagi pula, terlalu membosankan kalau harus tinggal di rumah setiap hari, dan sepertinya Jocelyn juga memang ingin ikut.


"Mana mungkin tanteku setuju aku ikut acara alam liat seperti itu! Kalau kamu bisa membujuknya, tentu aku tertarik buat ikut Wilderness Life ini, mau gimana pun, tinggal di dalam vila selama sebulan terlalu membosankan!"


Jocelyn meregangkan tubuhnya dengan malas, lalu memeluk sebuah boneka beruang, menemukan tempat yang nyaman untuk berbaring di sofa, dan merentangkan kaki putih nan halusnya yang panjang di depan Erwin.


Erwin yang melihat itu terpana sejenak, begitu Jocelyn sadar kalau masih ada seorang pria asing yang duduk di sampingnya, dia duduk lagi, dan menutupi paha indahnya dengan dengan boneka beruang.


“Coba liat tante udah balik belum?” Jocelyn mengerutkan kening, merasa ada seorang pria asing di rumah benar-benar merepotkan sekali, karena dia tidak bisa berbaring sesuka hati.


“Oh, oh.” Erwin dengan cepat berdiri dan pergi ke luar untuk menunggu.


Setengah jam kemudian, Ametta yang memakai masker beserta topi, akhirnya pulang dari belanja, begitu memasuki vila, dia tidak bisa menahan diri untuk mengeluh.


"Para paparazzi ini sungguh merepotkan, mereka kok bisa tau kamu tinggal di sini ya, mereka itu ada di mana-mana, aku mau keluar beli barang aja udah kayak mau maling."


Saat berbicara, Ametta melirik Erwin dengan jijik, bertemu paparazzi di luar aja sudah cukup membuatnya kesal, begitu pulang dia harus melihat anak sialan ini lagi, yang buat dia makin kesal! Benar-benar serasa ingin mengusirnya keluar dari vila ini.

__ADS_1


“Kak Ametta, aku punya cara buat usir para paparazzi yang jengkel ini." Ketika Erwin mendengar kata-kata Ametta tadi, dia akhirnya terpikir sebuah cara, yang mungkin dia bisa memancing Kak Ametta menyetujui Jocelyn untuk ikut program Wilderness Life.


"Kamu? Punya cara? Memangnya cara seperti apa yang orang sepertimu punya? Pakai kedua tinjumu buat selesaiin masalah? Lucu sekali." Ametta memandang rendah Erwin yang miskin dan tanpa kekuasaan ini, yang berpikir dengan kekerasan sudah bisa menyelesaikan masalah, sungguh sebuah lelucon besar.


“Gimana kalau aku bisa? Dan buat mereka nggak berani datang ke Villa Fancy Garden ini selama sebulan?" Erwin tersenyum tipis.


"Buat mereka menghilang sebulan?" Ametta menatap Erwin dengan tatapan menghina, "Kalau kamu bisa, aku kasih dua miliar."


Alasan mengapa Ametta membuka harga setinggi itu karena dia yakin Erwin tidak mungkin bisa melakukannya, dan dia paling tahu seberapa hebatnya para paparazzi di luar sana.


Mereka sanggup bertahan, bersembunyi, dan sangat sabar. Selain itu, mereka yang bersembunyi di sana itu tidak melanggar hukum sama sekali, jadi sangat sulit untuk mengusir mereka, dan hampir tidak mungkin untuk benar-benar membuat mereka menghilang selama sebulan penuh.


“Aku tak butuh uang, kalau aku bisa mengusir dan mencegah mereka ke sini selama sebulan, kamu harus membiarkan Jocelyn ikut program Wilderness Life." Erwin akhirnya mengatakan tujuannya.


“Biarkan Jocelyn ikut Wilderness Life??” Ametta tiba-tiba tercengang, apa yang ada dalam pikiran anak inj? Sampai-sampainya mau Jocelyn ikut acara alam liar seperti itu?


Segera, matanya tanpa sadar melihat ke arah Jocelyn yang sedang menonton TV, dan sepertinya Jocelyn tidak peduli dengan percakapan mereka.


Meskipun acara Wilderness Life ini bisa dibilang cukup populer, dan peringkatnya selalu bersaing di tiga besar, tapi Ametta hanya ingin Jocelyn fokus pada menyanyi, jadi segala jenis acara biasanya ditolak, syuting film juga tak terkecuali.


Ametta berpikir sejenak, dan berkata sambil menggertakan gigi.


"Kalau gagal, aku bakal langsung keluar dari vila ini, dan mau hidup atau mati sekalipun aku tetap tidak akan mengganggu kalian lagi.” Erwin akhirnya mengeluarkan umpan yang Ametta paling inginkan, yaitu bisa mengusir Erwin keluar dari sini, jadi Erwin yakin begitu umpan ini dilemparkan, Ametta pasti akan terpancing dan setuju.


Dan faktanya persis seperti yang diharapkan Erwin.


“Ini kamu yang bilang ya, aku nggak maksa sama sekali, Jocelyn, kamu juga dengar, kan?!” kata Ametta sambil memanggil Jocelyn dengan kuat dan memintanya untuk bersaksi.


"Jo, ini dia yang bilang sendiri ya, kalau paparazzi yang jongkok di luar itu nggak hilang sebulan, dia akan tinggalkan vila ini."


“Lalu kalau dia bisa? Aku boleh ikut Wilderness Life, kan?” Jocelyn sepertinya sangat peduli dengan ini, karena dia merasa bosan di vila dan ingin keluar untuk cari udara segar.


Ametta tidak nyangka Jocelyn sangking ingin keluar seperti ini, tapi dia bisa maklum juga.


"Oke, kalau dia buat paparazi di sekitar menghilang, aku janji membiarkan Jocelyn ikut Wilderness Life."


Ametta berpikir, bagaimanapun, orang ini tak mungkin bisa melakukannya, jadi bukan hal buruk juga biarkan Jocelyn senang sebentar, pada saat yang sama, dia juga sudah pastikan janji Erwin, dan Jocelyn sudah bersaksi, kalau dia diburu oleh Xavier, jangan pernah berpikir untuk masuk vila ini lagi.

__ADS_1


Melihat Ametta akhirnya setuju, Erwin tidak bisa menahan senyum,


"Kalau gitu, aku pergi urus masalahnya."


Setelah berbicara, Erwin langsung meninggalkan vila dan dengan cepat menghilang dari pandangan mereka berdua.


Setelah keluar dari vila, sambil berjalan menuju pusat layanan di kompleks Villa Fancy Garden ini, Erwin menelepon Damon dan memintanya menyuruh penanggung jawab kompleks Villa ini untuk datang bertemu dengannya di pusat layanan secepat mungkin.


“Oke, tuan muda.” Damon segera menyetujui permintaan Erwin, dan dengan tegas menjalankan instruksinya.


Erwin pun tiba di pusat layanan kompleks Villa Fancy Garden, tanpa menunggu lama, seorang pria paruh baya yang tinggi datang menyambut Erwin dengan ramah,


"Permisi, Anda Erwin, Tuan Muda Smith, bukan?"


“Ya, betul.” Erwin mengangguk, sepertinya pria paruh baya ini adalah penanggung jawab kompleks Villa ini.


"Halo, Tuan Muda Smith, nama saya Austin, kalau ada keperluan, tolong bilang sama saya." Kata Austin dengan rendah diri.


“Berapa banyak satpam yang ada di sini?” Tanya Erwin langsung ke intinya, tanpa basa-basi.


“Ada sekitar 30 satpam yang bertugas di sini setiap hari, dan ada sekitar 100 satpam yang siap siaga.” Austin tidak berani menyembunyikan apapun, dan mengatakan secara jujur.


Erwin mengangguk, area kompleks vila kelas atas semacam ini memang butuh setidaknya 100 satpam, tetapi Erwin masih merasa ini kurang dari yang diinginkannya.


“Rekrut lagi sampai dua kali lebih banyak, aku akan tanggung semua biayanya.” Erwin berpikir, dengan adanya sekitar hampir 300 satpam, seharusnya bisa mengusir semua paparazzi yang ada dalam radius satu kilometer di kompleks vila ini.


“Dua kali jumlahnya?” Austin sedikit tercengang, kalau begitu total satpamnya akan mencapai 300 kalau dibulatkan, memangnya untuk apa butuh satpam sebanyak itu? Tapi Austin tidak berani bertanya langsung pada Erwin.


"Kerahkan semua satpam untuk mengusir semua paparazzi atau siapapun yang mencurigakan dalam radius satu kilometer di sekitar kompleks vila ini," kata Erwin dengan ekspresi serius.


“Baik, Tuan Muda Smith, kalau boleh tau, berapa lama ini akan berlanjut?” Austin tidak bisa menahan diri untuk bertanya lagi.


“Sebulan, 24 jam setiap harinya, terus kirim satpam untuk jaga. Selama sebulan ini, paparazzi, wartawan, atau orang yang mencurigakan tidak boleh masuk ke kisaran 1 km di sekitar area vila ini, kalau tidak, kamu nggak perlu lanjut bekerja sebagai penanggung jawab di sini lagi, paham?"


Erwin sungguh kejam kali ini.


“Baik, Tuan Muda Smith, akan saya atur.” Austin menyeka keringat di dahi dan turun tangan untuk membuat mengatur ini dengan serius.

__ADS_1


Setelah melakukan semua ini, Erwin tersenyum sedikit, lalu berbalik dan berjalan kembali.


__ADS_2