Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Reuni


__ADS_3

Hotel Hilton.


Pada saat ini, teman-teman Erwin pada dasarnya telah tiba, hampir 30 orang yang datang, dan semuanya berpakaian dengan bagus.


Alasan Andre si ketua kelas menyelenggarakan acara ini, adalah untuk bertemu dengan bunga kelas, Lina yang pulang dari luar negeri, faktanya, kebanyakan anak laki-laki di sini juga berpikir demikian.


Perkumpulan ini diadakan dalam bentuk prasmanan, Andre sudah menyewa seluruh aula acara di Zona C Hotel Hilton, sedangkan biaya makanan prasmanan, dibagikan rata ke semua yang hadir yaitu setidaknya 1 juta per orang.


Jadi pesta ini sudah dianggap cukup bergaya, dengan segala hal yang mulai dari anggur, makanan laut, kue, buah-buahan, barbekyu, dan lain-lain, ini sudah termasuk pesta yang lumayan bagus.


Leticia membawa pacar barunya, Adam untuk untuk diperkenalkan pada teman-teman perempuannya, yang membangkitkan keirian pada teman-temannya tersebut, dan hal itu membuat Leticia merasa sangat senang.


“Wah, Tuan Muda kedua dari Sun Group, bukankah dia itu sangat kaya? Leticia hidupmu pasti sangat menyenangkan.” Para teman-temannya iri satu per satu. Meskipun Sun Group termasuk perusahaan yang hanya lumayan besar saja, tapi itu sudah memiliki nilai pasar yang cukup tinggi, sehingga tuan muda kedua yang bernama Adam ini sudah merupakan adalah orang kaya yang bawa mobil mewah dan tinggal di sebuah vila mewah, dan tidak tahu ada berapa banyak gadis yang sibuk mendekatkan diri dengan pemuda yang begitu kaya dan tampan ini.


"Senang bertemu dengan kalian, kalian boleh datang ke Villa Sun kami sesekali, akan aku gratiskan khusus untuk kalian." Adam menyapa teman sekelas perempuan Leticia satu per satu, dan terkadang juga melirik beberapa teman sekelas perempuan Leticia yang cantik.


“Wah, benarkah? Leticia, pacarmu benar-benar murah hati sekali." Teman-temannya bertepuk tangan. Karena Villa milik Sun Group itu adalah resor terkenal di Kota Bandung, tiket masuk saja sudah sangat mahal, belum lagi fasilitas mewah lainnya.


Leticia sangat puas ketika dipuji.


“Lalu Leticia, bagaimana dengan Erwin? Dia itu pria berbakat waktu kuliah dulu, bukannya kamu berkencan dengannya?” Salah satu teman sekelas Leticia bertanya pada waktu yang tidak tepat.

__ADS_1


“Bakat apaan, dia hanya sedikit dikenal ketika kuliah dulu, tapi setelah lulus, dia hanya mengambil pekerjaan dengan gaji beberapa juta dan menyewa sebuah ruangan kecil, dan sekarang bahkan kehilangan pekerjaannya, hingga tidak mampu membayar uang sewa rumahnya. Tentu saja aku sudah putus dengannya sejak lama." Leticia terus mengatakan hal buruk tentang Erwin, seolah ingin menghapus orang ini dari pengalaman hidupnya.


"Bahkan tidak punya pekerjaan, dan tidak bisa membayar sewa? Tak kusangka pria berbakat ketika kita masih kuliah dulu itu justru menjadi begitu menyedihkan sekarang. Tapi tidak tahu apakah dia akan datang hari ini." Awalnya mereka sangat menantikan pria berbakat semasa kuliah yang bernama Erwin ini, tapi sekarang sepertinya mereka tidak berharap banyak lagi.


"Sepertinya kita tidak perlu menantikan apa-apa dari Erwin, Leticia, untungnya kamu pintar dan menemukan pasangan seperti Adam, sehingga kamu dapat menjalani kehidupan seorang istri kaya di masa depan. "Kata teman sekelas perempuan lainnya dengan iri.


“Tidak-tidak, kalian juga akan bertemu satu yang seperti ini di masa depan, tidak perlu iri padaku.” Meskipun Leticia berkata dengan sangat rendah hati, namun teman-temannya yang iri justru membuat hatinya semakin bahagia, dan semakin yakin kalau meninggalkan bocah miskin seperti Erwin itu adalah pilihan yang bijak, kalau tidak, teman-temannya pasti akan menertawakannya jika dia masih bersama Erwin.


Adam juga sangat puas serta senang ketika dipuji oleh orang lain. Sudut mulutnya mulai sedikit terangkat, dan diam-diam membanggakan dirinya.


"Erwin, ingin kulihat bagaimana kamu sok-sok di depanku, jika kamu berani datang hari ini, akan kupermalukan kau di depan semua orang."


Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba seorang pria kurus berlari masuk dengan bersemangat dari pintu, sambil berteriak dengan keras,


“Apa Lina sudah datang?” Para anak laki-laki mengalihkan pandangan mereka. Kebanyakan alasan mereka datang ke sini yaitu hanya ingin bertemu dengan wanita idaman mereka ketika mereka masih kuliah.


"Bukan, itu adalah Erwin, pria berbakat kampus kita dulu.” Karena terlalu terburu-buru, pria kurus itu terengah-engah dan belum sempat menyelesaikan kata-katanya.


"Erwin? Apanya yang menarik darinya?" Para anak laki-laki tidak peduli, begitu juga dengan para perempuan yang awalnya mengharapkan Erwin, tetapi sekarang tidak lagi setelah mendengar kata-kata Leticia.


Lagi pula mereka sama sekali tidak tertarik pada seorang pria miskin yang tidak memiliki pekerjaan yang bahkan tidak mampu membayar uang sewa.

__ADS_1


Adam justru lebih bersemangat, selama Erwin berani datang, dia pasti akan mempermalukannya di hadapan semua orang, agar Erwin ini tidak sok-sok lagi di depannya.


Namun, setelah pria kurus itu menarik napas, dia tiba-tiba berkata dengan keras.


"Dia mengendarai Ferrari F12 berlinetta yang benar-benar keren sekali, sekarang sudah ada banyak orang yang menonton di luar pintu."


"Ferrari?” Semua orang menarik napas karena terkejut.


"Ferrari F12 setidaknya seharga 10 miliar atau lebih, mengapa Erwin bisa membeli mobil semahal itu hanya dalam waktu tiga tahun setelah lulus? Ini bahkan sudah jauh dari kata kaya."


"Erwin mengendarai Ferrari, ini benar-benar mengagumkan." Teman-teman pria tidak bisa mempercayainya, dan berencana untuk meminta saran dari Erwin tentang cara menghasilkan uang, begitu juga dengan teman-teman wanita yang kaget.


"Erwin benar-benar mengendarai Ferrari, Leticia, bukannya kamu bilang Erwin itu kehilangan pekerjaannya dan merupakan orang miskin yang bahkan tidak mampu membayar uang sewa?"


Teman-teman perempuan tiba-tiba menjadi tidak percaya dengan apa yang dikatakan Leticia barusan, dan mata mereka menunjukkan harapan pada Erwin lagi.


Leticia pun terdiam, dan terkejut hingga tidak bisa mengatakan apa-apa.


"Dia, dia benar-benar mengendarai Ferrari, mustahil, bagaimana mungkin orang miskin ini mampu mengendarai mobil sport semewah seperti itu?"


Adam semakin mengerutkan kening, dan berpikir kalau akting Erwin ini benar-benar tidak ada habisnya, lihatlah bagaimana dia membongkar kebenaran tentang orang miskin ini, dan mempermalukannya di depan semua orang.

__ADS_1


Dalam suasana hati yang berbeda dari setiap orang, Erwin membawa Daniel berjalan masuk dari luar, sambil tersenyum, dan tiba-tiba menarik perhatian semua orang yang hadir.


__ADS_2