Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Pembalasan Gila-gilaan dari Keluarga Lewis


__ADS_3

Peran kartu emas berlian ini di tangan Erwin sebenarnya tidak besar, karena dia tak berbisnis di lingkaran bisnis selatan, tapi berbeda dengan Rick yang di bisnis selatan, Rick itu menjalankan bisnis bahan bangunan, jadi dengan ada hanya kartu tersebut, dia akan dapat prioritas dalam pesanan dari industri seperti real estate dan konstruksi.


Dan bisa juga memanfaatkan kartu tersebut untuk mendapat lebih banyak kontak sosial di lingkaran bisnis, yang pasti lebih berharga daripada di tangan Erwin, itu juga salah satu alasan mengapa Erwin memberikan kartu emas berlian kepada Rick.


"Erwin, kan? Kakek menyukaimu nak! Gak masalah kalau miskin, yang penting Kakek menyukaimu!"


Rick segera berubah dari sikap acuh tak acuh sebelumnya menjadi senyum terbuka, meski anak ini miskin, tapi anak ini bisa punya kartu emas berlian, yang berarti anak ini punya berbagai koneksi luar yang luas, jadi takkan takut tak punya kesempatan untuk sukses.


Bagaimanapun, Rick punya pengalaman hidup lebih dari 70 tahun, jadi secara alami lebih akurat dalam menilai seseorang dibanding generasi muda.


“Cuma Kakek yang pandai nilai orang!” Lina juga sangat senang, dan melirik ke arah kedua bibinya.


Pada saat ini, Maida dan Meisha juga terkejut dengan anak miskin yang punya kartu emas berlian, dan bahkan tega memberikannya kepada Rick.


Mulut mereka terbuka dan terlihat ingin mengatakan sesuatu, tetapi saat melihat lelaki tua itu tiba-tiba sangat menyukai Erwin, mereka akhirnya terdiam.


Melihat mereka berdua terdiam, Mary tampak diberi sedikit muka, jadi merasa sedikit lebih baik.


Setelah berkenalan dengan kakek Lina dan yang lainnya, Lina membawa Erwin ke tempat lain di pertemuan untuk mengisi perut.


Makanan yang disiapkan untuk pertemuan ini benar-benar kaya. Lina yang sekarang bagaikan kucing rakus, dia membawa Erwin untuk makan di sana-sini, sehingga Erwin juga makan banyak.


“Enak banget!” Kata Lina sambil makan sepotong kecil kue stroberi, ditambah sudut mulutnya yang tersenyum imut, ekspresi imutnya membuat Erwin yang melihat ini terpana.


"Orang yang datang sini kalau bukan untuk bangun hubungan, pasti kerja sama bisnis, kamu justru ke sini buat makan," kata Erwin sambil tersenyum.


"Tujuan makanan enak ini disajikan memang untuk kita, aku awalnya mau perkenalkan dua sepupu padamu, cuma mereka kayaknya lebih suka ngobrol sama anak orang kaya."


Lina melirik kedua sepupunya di kejauhan. Mereka mengobrol dan tertawa dengan sekelompok anak orang kaya, itulah yang membuat Lina membatalkan rencananya untuk memperkenalkan Erwin kepada mereka, takut mereka akan menghina dan mempermalukan Erwin lagi.


Erwin tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, jadi dia mengambil kue yang lembut dan mulai makan.


Tetapi begitu dia makan sesuap, dia mendengar seseorang yang memanggilnya dari belakang, dengan nada yang mengandung penghinaan dan sarkasme.


"Yang dari desa memang beda, di pertemuan kelas atas seperti aliansi bisnis ini kau justru cuma fokus makan aja, beneran hal yang cuma bisa dilakukan anak miskin sepertimu."


Erwin mengerutkan kening, menoleh ke sumber suara dan melihat Farzan yang berjalan mendekat bersama seorang anak orang kaya.


“Pria yang dinafkahi wanita, ngapain ke sini? Mau kasih aku saham atau uang lagi ya?” Kata Erwin dengan senyum di sudut mulutnya.


"Erwin, jangan senang dulu, Ayahku udah hubungi anggota utama aliansi bisnis, jadi tinggal nunggu voting untuk menendang keluar semua perusahaan di aliansi bisnis yang ada hubungannya denganmu, dan penyebab mereka dikeluarkan itu dirimu!" kata Farzan sambil mencibir.

__ADS_1


Inilah kekuatan keluarga, mereka ini adalah keluarga kelas atas, tentu kekuatan mereka cukup besar. Karena menurut Farzan, Erwin hanyalah seorang anak miskin dari pedesaan yang tak punya uang dan kekuatan, jadi tak mungkin bisa melawan keluarganya.


Mendengar ini, Erwin mengerutkan kening, dia tak nyangka keluarga Lewis akan mencelakai perusahaan yang berhubungan dengannya.


Perusahaan pertama yang bakal menanggung beban berat adalah milik Ayah Lina, Hotel Aleda, tapi untungnya, tidak banyak hotel milik Aleda yang ada di selatan kota.


Yang kedua pastilah perusahaan milik Harry, dan yang ketiga mungkin perusahaan bahan bangunan milik Kakek Lina.


Memikirkan hal ini, Erwin sedikit marah.


"Cukup langsung ke aku aja, ngapain harus pakai cara licik seperti itu?"


Keluarga Lewis benar-benar licik, beraninya mengincar orang-orang di sekitarnya dan menggunakan hal itu untuk menekannya.


"Hehe, udah kubilang kau itu tak bisa melawanku! Akan kubuat orang-orang ini kena batunya satu per satu hingga mereka membencimu, akan kubuat mereka terpaksa mundur dari lingkaran bisnis, dan apa kau pikir aku akan puas setelah itu? Aku juga akan cari orang buat celakai perusahaan mereka sampai mereka bangkrut, berani-beraninya melawan keluarga Lewis kami, kau itu cari mati!"


Farzan berkata dengan tatapan muram.


“Farzan, jangan memaksa aku!” Erwin benar-benar marah kali ini, tak masalah kalau langsung mengincarnya, tapi mereka berencana mencelakai orang-orang di sekitarnya, ini adalah sesuatu yang benar-benar tak bisa ditoleransi oleh Erwin.


“Hehe, kalau aku mau paksa, memangnya kau bisa berbuat apa? Aku memang mau celakai orang-orang di sekitarmu, membuat mereka membencimu, dan membuatmu mengkhianati orang terdekatmu.” Setelah mengatakan itu, Farzan menyesuaikan suasana hatinya, dan melanjutkan,


Pandangan Erwin tanpa sadar beralih ke seorang anak orang kaya di sebelah Farzan, dan itu membuatnya sedikit mengernyit,


"Dia ini putra tertua keluarga Zibrano di selatan kota, Haven Zibrano, Zibrano itu keluarga kelas atas di selatan kota sekaligus anggota Jade Private Club, dengan bantuan keluarga Zibrano, kau pasti kalah kali ini! Tunggu dibenci aja kau!"


"Haha." Farzan tertawa penuh kemenangan.


"Pria yang dinafkahi wanita, kusaran jangan senang dulu, sebelum sampai akhir, siapa yang menang itu masih belum tentu," kata Erwin dengan dingin.


"Haha, lucu sekali, anak miskin tanpa kekuasaan ini berpikir untuk melawan keluarga Lewis dan keluarga Zibrano kita! Oke, kalau gitu aku akan tunggu dan menonton akhir tragis pengkhianatanmu nanti." Setelah mengatakan itu, Farzan membawa putra tertua keluarga Zibrano yang juga sedang tertawa, pergi begitu saja.


Erwin memperhatikan mereka pergi dengan tatapan dingin, sambil memikirkan tindakan balasan dengan cepat di dalam benaknya, tapi pada saat ini, Kelvin buru-buru datang, dan berlari kemari dengan wajah keringatan yang sepertinya tertimpa masalah serius.


"Tuan Erwin, ini gawat."


“Ada apa?” Erwin sepertinya punya firasat buruk.


"keluarga Lewis dan keluarga Zibrano bersatu dan berdiskusi untuk mengeluarkanku dari aliansi bisnis. Selain itu, mereka juga bersiap untuk menendang keluar Hotel Aleda, perusahaan Harry Anderson, dan Perusahaan Bahan Bangunan milik Rick, sekarang selain aku, keempat pemimpin lainnya kayaknya sudah setuju."


Kelvin menarik napas, kemudian melanjutkan, "Selain itu juga, sebagian besar anggota aliansi bisnis lainnya juga sudah dibujuk sama mereka, kayaknya satu jam lagi votingnya akan dimulai! Menurut aturan aliansi bisnis, kalau suara voting melebihi 50%, dan disetujui lebih dari tiga pemimpin, maka proposal tersebut akan diberlakukan."

__ADS_1


Erwin menarik napas dalam, karena tidak nyangka keluarga Lewis akan membalasnya secepat itu, begitu cepat dan kejam.


Namun, situasi saat ini lebih serius daripada yang diperkirakan Erwin. Harry, Lucas dan Rick juga datang menghampiri Erwin.


"Erwin, kamu singgung orang keluarga Lewis dan keluarga Zibrano ya? Kenapa mereka mau mengeluarkan kami bertiga dari aliansi bisnis, gimana ini?! Mereka juga mengirim orang untuk beritahu kami, karena alasan berhubungan denganmu, jadi akan mengeluarkan kami." Rick adalah yang paling cemas, dia awalnya berpikir dengan adanya kartu emas berlian, bisnisnya bisa melangkah lebih jauh, tapi tak nyangka akan ikut terjerat dalam hal ini.


"Tuan Erwin, jangan khawatir, masih kesempatan untuk perubahan dalam masalah ini, selama tingkat voting kurang dari 50%, proposal ini tak akan berlaku! Kami juga mengenal banyak orang di lingkaran bisnis ini, jadi jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri." Meski cemas, tapi Harry tahu kalau keluarga Lewis itu mau balas dendam pada Erwin.


Namun, Harry tidak percaya diri untuk bersaing dengan keluarga Lewis dan keluarga Zibrano. Bagaimanapun, lawannya adalah keluarga kelas atas dan teratas, dalam sistem voting, sepertinya tak akan ada orang yang mau berdiri di pihak Harry.


“Erwin, gak papa, tak perlu buru-buru, om pasti akan membantumu.” Hanya Lucas yang optimis pada Erwin, karena dia hanya punya dua hotel di selatan kota, jadi kerugiannya tak banyak kalau kalah sekalipun.


Mata Erwin berangsur-angsur menjadi dingin, 'Keluarga Lewis, kalianlah yang memaksaku, jangan salahkan aku karena bersikap kejam!'


"Kelvin!" Panggil Erwin dengan dingin.


“Iya, Tuan Erwin, aku di sini.” Kelvin menyeka keringat dan buru-buru datang ke hadapan Erwin, dia merasa bahwa Tuan Erwin bagaikan gunung berapi yang akan meletus sekarang.


"Kau itu salah satu dari lima pemimpin, jadi ajukan proposal untuk mengeluarkan keluarga Lewis, secepatnya." Kata Erwin dengan serius.


"Apa ini akan berhasil? keluarga Lewis dan keluarga Zibrano sudah bekerja sama, kalau mau mengeluarkan keluarga Lewis, keluarga Zibrano pasti tak akan setuju, dan keluarga Zibrano itu keluarga kaya kelas atas di selatan kota, jadi pasti ada banyak orang di lingkaran bisnis yang mendukungnya," jawab Kelvin dengan gugup.


Rick menggelengkan kepala dan sangat kecewa saat melihat ini, dia merasa anak ini masih terlalu muda dengan pemikiran yang masih terlalu sederhana, sekarang dia juga menyesal sudah menerima kartu emas berlian itu, yang membuat dirinya ikut terjerat.


Harry sebenarnya tak optimis dengan proposal tentang mengeluarkan keluarga Lewis, karena gabungan antara keluarga Lewis dan Zibrano itu bisa dibilang hampir tak terkalahkan di selatan kota, tidak mungkin bagi keluarga kecil sepertinya untuk mengalahkan mereka.


Hanya Lucas yang percaya pada Erwin.


"Kelvin, jangan basa-basi lagi dan lakukan saja apa yang Erwin suruh."


"Oke!" Kelvin juga tak punya pilihan lain, karena pertempuran ini tak bisa diselesaikan dengan kekerasan, tapi dengan kekuasaan dan koneksi.


Melihat bahwa Kelvin sudah pergi membuat proposal, Erwin juga mencari alasan untuk pergi sebentar


Kemudian dia tiba di sebuah sudut yang sepi, mengeluarkan ponselnya, dan langsung menelepon Damon, meminta Damon untuk jadi perwakilan High Build Group, dan menyuruhnya datang ke Jade Private Club Jiayu ini untuk menyumbang suara pada proposal Kelvin.


Di telepon, mendengar nada bicara Erwin yang sangat serius, Damon langsung mengerti kalau tuan mudanya akan main besar kali ini, jadi dia segera turun untuk melaksanakannya.


Industri milik High Build Group bisa dibilang cukup berpengaruh di selatan kota, tapi masih belum cukup kuat untuk melawan kekuatan gabungan dari keluarga Lewis dan keluarga Zibrano.


“Sepertinya kali ini perlu bantuan dari kekuatan Kakek.” Erwin tiba-tiba terpikir cara untuk melawan balik, yang bisa menghancurkan keluarga Lewis.

__ADS_1


__ADS_2