
Jalan Canaby di timur kota adalah satu-satunya rute yang akan dipakai oleh Damon untuk pulang dari perusahaan ke rumah, rumah-rumah yang ada disekitar jalan itu sedang dalam proses penghancuran, jadi penduduknya sudah pindah semua, sehingga ini menjadi tempat yang paling cocok untuk menyergap Damon.
Ketika malam tiba, Damon duduk di dalam mobil sambil memejamkan mata untuk beristirahat, dia kelelahan karena menangani urusan Aliansi Bisnis Dagang Erlin dan High Build Group, ponselnya bahkan sampai mati daya secara otomatis karena digunakan terus untuk menelepon pihak terkait hingga habis baterai.
Akmal, sopir sekaligus pengawal Damon, sedang mengemudi dengan penuh perhatian, ketika tiba-tiba muncul beberapa orang yang menghalangi jalan mereka, Akmal yang merupakan seorang pengawal profesional dan berpengalaman langsung tahu ada yang tidak beres.
Tepat saat Akmal menancap pedal untuk melaju melewati orang-orang yang muncul, tapi orang-orang itu tiba-tiba melempar sejumlah telur ke arah kaca depan mobil, sehingga cairan lengket dari telur mengalir dan menghalangi pandangan di depan.
“Tuan Damon, kita diserang.” Akmal langsung memberitahu Damon, tapi dia tidak gugup, melainkan dengan tenang memegang setir dengan erat dan berencana menginjak pedal gas untuk terus melaju.
Meskipun ada banyak cairan telur di kaca depan, tapi jalan di depan masih samar-samar bisa terlihat, tak lama kemudian, beberapa orang di depan melempar sejumlah tepung ke arah mobil, tepung beterbangan, bercampur dengan cairan telur dan menutupi semua kaca depan mobil.
"Panggil bala bantuan!" Damon mengerutkan kening, dia sudah banyak kali menghadapi situasi seperti ini sebelumnya, jadi reaksinya sangat tepat dan tenang.
Akmal langsung mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan ke obrolan grup tentang situasi yang terjadi di sini: Meminta penyelamatan sekarang, kami diserang!
Semua anggota grup ini adalah mantan bawahan dan rekan Damon, yang juga merupakan tokoh kuat baik dari sisi terang maupun gigi gelap Kota Bandung, mereka juga orang-orang yang sangat dipercayai Damon, selama diberi perintah, orang-orang ini akan rela bekerja untuk Damon.
“Tuan Damon, pesannya sudah dikirim, yang terdekat adalah Liam, dan paling cepat butuh sekitar lima belas menit untuk tiba!” Akmal menghentikan mobil dan berbalik ke arah Damon.
“Baiklah, kita lihat siapa yang berani menyerangku di Kota Bandung ini.” Damon melihat ke luar jendela mobil, sekelompok orang langsung berjalan keluar dari rumah pembongkaran dan mengepung mobilnya.
Karena langit sudah gelap, jadi Damon tidak bisa melihat wajah mereka dengan jelas, yang terlihat hanya sosok bentuk manusia yang ramai, tidak kurang dari empat atau lima ratus orang, sangking banyaknya sampai Damon merinding.
"Tuan Damon, di luar ada sekitar 500 orang, kita takkan bisa bertahan lama, walau Liam tiba sekalipun situasi tetap akan di luar kendali kita!" Kata Akmal sambil mengeluarkan sebuah pisau dari bawah kursi, dia sudah siap untuk bertarung sampai mati saat ini.
“Jangan khawatir, tabrak saja, kita tahan selama mungkin, paling lama satu jam bala bantuan pasti akan tiba!” Damon berkata dengan cemberut.
“Oke.” Akmal menggenggam kemudi dengan erat, dan siap untuk menabrak siapapun yang berani mendekat.
Di sebuah rumah pembongkaran tidak jauh, Steve dan Earson sedang berdiri di atas bangunan yang tinggi sambil mobil Damon yang dikepung oleh 500 personel keamanannya, dan tidak bisa menahan senyum di mulut.
"Damon mustahil bisa kabur kali ini, bawahannya memang pasti akan datang, tapi setidaknya akan tiba dalam setengah jam, tapi setengah jam ini sudah lebih dari cukup untuk menyingkirkan Damon."
"Ayah, setelah Damon disingkirkan, High Build Group dan Aliansi Bisnis Dagang Erlin yang tanpa pemimpin pasti akan berada dalam kekacauan, pada saat itulah kita punya kesempatan untuk naik ke puncak lagi." Mata Earson berkilat dingin, Earson dan Steve sudah merencanakan semua ini dengan matang.
__ADS_1
Mereka bukan hanya menyelidiki rute pulang Damon, tapi juga menyembunyikan identitas semua personel keamanan mereka dengan seragam serba hitam.
“Rencana kali ini kita mengincar Damon dan Erwin sekaligus, apa ada kabar dari Tuan Muda Drake?” Steve bertanya tanpa sadar.
“Belum, tapi seharusnya sudah beraksi sekarang, Lucius yang ada di sisi Drake itu seorang master seni bela diri yang sangat kuat, walaupun Erwin punya perlindungan dari petinju hitam Baka sekalipun tak akan bisa bertahan.” Earson hanya tahu para petinju hitam itu sekarang adalah bawahan Erwin, tapi tidak tahu Erwin masih punya master yang lebih kuat.
“Baguslah kalau begitu, setelah malam ini, situasi di Kota Bandung seharusnya akan terbalik lagi!” Steve menyipitkan mata saat melirik mobil Damon yang menabrak dengan liar di tengah keramaian, dan sudut mulutnya tanpa sadar tersenyum.
"Berpikir bisa menunda waktu seperti itu sampai bawahannya tiba? Sungguh naif!"
Ternyata benar, seperti yang dikatakan Steve, saat mobil Damon menabrak dengan liar, beberapa orang menebarkan paku ke jalan, sehingga keempat ban mobil Damon bocor dan sulit bergerak lagi.
“Tuan Damon, ban mobilnya pecah, apa yang harus kita lakukan sekarang?” Akmal sudah menggenggam pisau panjang di tangan dengan erat.
"Bunuh sebanyak yang kau bisa." Damon juga mengeluarkan pisau panjang dari bawah kursi, dan siap untuk pertumpahan darah.
Steve yang berdiri di rumah pembongkaran tidak jauh, melihat bahwa mobil Damon akhirnya berhenti, sudut mulutnya tanpa sadar terangkat.
"Akhirnya, Kota Bandung ini akan didominasi sama keluarga Ragnarson kita"
Begitu berita kematian Damon tersebar, maka itu adalah momen keluarga Ragnarson bangkit kembali!
Namun, pada saat ini, sebuah mobil Ferrari melaju kencang dari jarak yang tidak jauh, mobil tersebut tidak menarik perhatian orang di depan karena sengaja tidak menyalakan lampu, tapi Steve dan Earson yang berdiri di bangunan tinggi bisa melihat dengan jelas.
"Cepat hentikan mobil itu!" Steve tidak menyangka tim penyelamat pertama Damon akan tiba secepat itu, untungnya yang datang hanya satu mobil, jadi seharusnya tidak menampung banyak orang.
Erwin memegang kemudi dengan erat dan menginjak pedal gas sampai habis.
"Sebar pakunya dan hentikan mobil itu!" Salah satu kapten keamanan berteriak keras.
Meskipun beberapa personel keamanan sudah menebarkan paku yang tersisa, tapi jumlah pakunya masih belum cukup, karena sebagian besar paku yang mereka siapkan sudah digunakan untuk menangani mobil Damon barusan, jadi jumlah paku yang tersisa tidaklah banyak.
Erwin menggenggam kemudi dan melaju ke arah kerumunan dengan kecepatan yang sangat cepat, menakuti orang-orang di depan hingga bubar, mereka yang tidak sempat melarikan diri hanya bisa ditabrak oleh mobil Ferrari Erwin dengan kecepatan yang menakutkan.
Pada saat ini, Damon dan Akmal juga terpaksa keluar dari mobil, karena kalau tidak keluar, mobilnya pasti akan diterbalikkan oleh para personel keamanan ini.
__ADS_1
Setelah Damon turun dari mobil, dia akan menebas orang semua orang yang berani maju, meskipun sudah tua, tapi kemampuannya masih ada, jika tidak, mana mungkin dia bisa terus memanjat hingga menjadi bos organisasi gelap dulunya.
Akmal bahkan lebih kuat sebagai pengawal, dia tetap menjaga sisi Damon sambil menebas siapapun yang berani menyerang, tapi para personel keamanan itu tidak menahan diri sama sekali dan terus menyerang dengan tongkat besi mereka masing-masing.
Hanya butuh beberapa saat, baik Damon maupun Akmal sudah menderita banyak pukulan, sampai-sampai tubuh mereka penuh noda darah! Keduanya saling membelakangi, dan kelelahan karena menghadapi jumlah personel keamanan yang banyak sekali.
“Aku sudah menjadi kepala dunia bawah tanah selama lebih dari 20 tahun, apakah aku akan tewas di sini hari ini?” Damon merasa emosional, dia sudah tahu begitu memasuki dunia gelap atau bawah tanah, maka cepat atau lambat dia pasti tewas dengan menyakitkan.
"Tuan Damon, aku minta maaf karena tidak bisa melindungimu." Akmal sudah penuh luka, bahkan lengannya juga patah, tetapi dia masih melindungi Damon sekuat tenaganya, yang menunjukkan kesetiaannya pada Damon.
"Jangan salahkan dirimu sendiri." Ketika Damon hendak membunuh beberapa orang lagi, sebuah mobil mewah tiba-tiba menerobos pengepungan.
"I-itu mobil tuan muda!" Damon otomatis mengenal mobil sport Ferrari Erwin, dia tidak menyangka mobil tuan muda akan muncul di sini.
Tapi yang lebih mengejutkannya adalah Erwin keluar dari mobil sambil menggendong seseorang di pundaknya, kemudian disusul oleh Sharon, Lisa dan Leona, setelah keluar dari mobil, mereka langsung memungut salah satu tongkat besi yang berserakan dan bersiap bertarung kapan saja.
“Damon, kenapa seceroboh itu sampai disergap oleh orang lain?” Erwin berjalan ke arahnya dengan senyum tipis di bibir, sama sekali mengabaikan ratusan orang berseragam hitam di sekitar.
"T-Tuan muda, cepat lari, di sini terlalu berbahaya!" Damon merasa sulit percaya Erwin akan mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan nya.
"Aku tidak akan datang kalau takut mati!" Erwin membawa Drake yang tidak sadarkan diri ke atas mobil Damon, dan berteriak pada kerumunan di bawah.
"Drake Baxter, putra tertua keluarga Baxter dari ibu kota ada di tanganku, kalau kalian berani menyerang, aku akan membunuhnya."
Erwin tahu bahwa orang-orang ini personel keamanan dari keluarga Ragnarson dan orang-orang keluarga Ragnarson sangat menghormati Drake, jadi Erwin ingin menggunakan Drake untuk mengancam Steve dan Earson agar mundur.
Steve dan Earson yang berdiri tidak jauh langsung terkejut begitu mendengar ini, karena mereka dapat melihat dengan jelas siapa yang datang.
"Kenapa Erwin ada di sini? Apa Erwin ini sekuat itu sampai bisa mengalahkan dan menyandera Drake? "
Menghadapi ancaman itu, Steve dan Earson harus membuat keputusan dalam waktu singkat, karena menunda waktu hanya akan merugikan mereka.
__ADS_1