
Di dalam kantor ketua Ragnarson Group, Steve, Earson, beserta Fiki sedang mendiskusikan tindakan pencegahan selanjutnya, tetapi asistennya tiba-tiba bergegas masuk dari pintu dengan panik.
"CEO, ini gawat, Aliansi Bisnis Bandung mendapat pemberitahuan penarikan diri dari Tuan Muda Drake." Sementara sedang berbicara, asisten itu menyerahkan sebuah dokumen pemberitahuan penarikan diri kepada Steve dengan panik.
"Apa? Tuan Muda Drake menarik diri dari Aliansi Bisnis Bandung kita?" Steve terkejut dan tidak percaya, bahkan merasa sedikit panik, aliansi bisnis bandung yang tanpa dukungan keluarga Baxter sama sekali tidak punya pengaruh yang cukup kuat dan mustahil bisa bersaing dengan Aliansi Bisnis Dagang Erlin.
"Sudah dipastikan pemberitahuan penarikan diri dari Tuan Muda Drake." Asisten itu berkata dengan gemetar, terlihat sangat gelisah karena takut akan kena imbasnya kalau CEO marah besar.
Oleh karena itu, Earson dan Fiki yang ikut berdiskusi juga menyadari akan seberapa seriusnya masalah ini.
"Sini kulihat." Steve mengambil dokumen tersebut dan melihat dengan teliti, kemudian merasa bingung untuk sementara waktu, karena Tuan Muda Drake ini benar-benar mundur dari Aliansi Bisnis Bandung.
Ekspresi Fiki dan Earson yang memperhatikan dokumen tersebut juga berubah total.
"Ini pasti ulah Damon yang paksa Tuan Muda Drake mundur." Earson dengan cepat bisa menebak akar masalahnya, Drake ditangkap oleh Erwin sebelumnya, jadi pasti orang-orang Damon yang memaksa Drake mundur, cukup pikir dengan dengkul juga tahu.
“Tanpa dukungan keluarga Baxter, bagaimana Aliansi Bisnis Bandung kita bisa berlanjut?” Fiki berkata dengan cemas, jika tidak ada mitra, maka pelabuhan keluarga Davis mereka pasti akan tutup.
“Jangan khawatir, aku panggil Frendy untuk datang diskusi bersama dulu.” Steve juga sedikit panik, tanpa adanya dukungan keluarga Baxter, Aliansi Bisnis Bandung bukanlah tandingan Aliansi Bisnis Dagang Erlin, Dapat diperkirakan para anggota perusahaan akan segera berhenti, dan kemudian lari ke Aliansi Bisnis Dagang Erlin.
Dan begitu tidak ada mitra lagi yang mau bekerja sama, maka kebangkrutan adalah akibatnya.
Namun, Steve menelepon beberapa kali, ponsel Frendy selalu tidak aktif.
“Ada apa ini, ponsel Frendy selalu tak aktif dari kemarin, apa mungkin terjadi sesuatu!” Steve merasa sangat tidak nyaman.
Namun, pada saat ini, sekretaris Steve masuk dari luar sambil memegang dokumen pemberitahuan di tangan.
"CEO, saya baru saja terima dokumen pemberitahuan penarikan diri dari Laws Group, selain itu juga sebuah berita besar yang sudah dipublikasikan ke publik."
“Laws Group juga tarik diri??” Steve dan Fiki terkejut, kenapa Laws Group ini tiba-tiba begitu? Aliansi Bisnis Bandung yang sudah goyah sepertinya sulit untuk bertahan lagi sekarang.
Steve mengambil dokumen tersebut dari sekretaris, membaca, dan bertanya kepada sekretaris pada saat yang sama.
"Pengumuman apa yang dirilis Laws Group, cepat bilang."
"CEO Laws Group saat ini adalah Giselle Lawrence, Frendy Lawrence sudah menjual sahamnya dan undur diri dari dewan direksi, setelah CEO baru menjabat, hal pertama yang diumumkan adalah bergabung dengan Aliansi Bisnis Dagang Erlin." Sekretaris itu berkata dengan sedikit gugup, takut pernyataan ini akan membuat marah CEO.
"Apa? Kekuasaan Frendy direbut?" Kali ini, tidak hanya Steve yang terkejut, tapi begitu juga dengan Earson dan Fiki. Baru berlalu beberapa hari, tapi Frendy sudah diturunkan dari CEO Laws Group, ini sungguh berita yang sulit dipercaya, tidak heran telepon Frendy selalu tidak aktif.
__ADS_1
"Berakhir sudah, keluarga Baxter dan Laws Group mundur dari Aliansi Bisnis Bandung sekaligus, jadi bagaimana kita bisa bertahan?" Fiki benar-benar panik saat ini, hanya mengandalkan keluarga Ragnarson dan Davis untuk bertahan itu mustahil, tidak hanya potensinya kecil, tapi juga lama-kelamaan akan jatuh bangkrut.
“Fiki, tenang dulu, kita masih punya kesempatan!” Steve menghibur, walaupun dia sendiri juga bingung dan kehabisan cara untuk menghadapi masalah ini.
Sungguh situasi yang krisis, dan jika kebuntuan ini berlanjut, yang menunggu mereka hanyalah kebangkrutan.
"Ayah, ayah mertua, dengan situasi saat ini, kita hanya bisa tunduk pada Damon dan bergabung dengan Aliansi Bisnis Dagang Erlin untuk meminimalisir kerugian, kalau ditunda-tunda, mitra semakin berkurangan dan kerugian akan membengkak.” Earson berpikir lama, dan pada akhirnya hanya bisa menghela nafas tanpa daya.
Di Kota Bandung, Aliansi Bisnis Dagang Erlin dari High Build Group sudah mencapai puncak, jadi status mereka tidak akan goyah lagi, bergabung dengan Aliansi Bisnis Dagang Erlin adalah satu-satunya jalan keluar, tapi jelas memerlukan biaya yang tidak kecil.
“Menurutmu Damon akan menerima kita begitu saja?” Fiki mengerutkan kening dan tampak khawatir.
"Belum coba belum tahu!!” kata Earson tak berdaya, dirinya yang merasa talenta nomor satu di Kota Bandung justru terpaksa harus menyerah, karena mereka tidak punya cara untuk mengatasi masalah kali, di malam itu juga, Erwin menerima telepon dari Damon, yang memberitahu bahwa keluarga Ragnarson dan keluarga Davis meminta untuk bergabung dengan Aliansi Bisnis Dagang Erlin.
“Biarkan saja beberapa hari ini, sampai situasi mereka sudah memburuk, baru kita minta lebih nanti.” Erwin menjawab sambil tersenyum.
“Baik tuan muda!” Suara Damon terdengar dari ponsel.
Setelah menutup telepon, Erwin dalam suasana hati yang sangat baik!
Erwin akhirnya memenangkan pertempuran besar antara aliansi bisnis ini, dan sisanya hanya menunggu kemenangan, tapi untuk Keluarga Ragnarson, Erwin tidak akan membiarkannya begitu saja, jelas akan disiksa terlebih dulu.
Setiap pukulan menembus udara dan membuat suara samar, kekuatannya jauh lebih kuat dari sebelumnya dan Erwin sangat bersemangat tentang ini.
“Sharon, dengan kekuatanku ini kira-kira setingkat apa di perguruanmu?” Erwin bertanya dengan bangga.
"Masih jauh, adik seperguruan kesembilan saja belum bisa kamu kalahkan sekarang, bahkan diberi kelonggaran hanya dengan satu tangan saja belum tentu kamu bisa menang juga." Kata Sharon tanpa ampun.
“Serius? Aku tak percaya!” Erwin merasa seharusnya bisa menang kalau diberi kelonggaran hanya dengan satu tangan oleh Leona, jadi langsung memanggil Leona, "Leona, sini latih denganku!"
Leona langsung tersenyum begitu mendengar itu,
"Tuan muda pakai dua tangan saja, kalau tidak pasti kalah total nanti!"
“Jangan meremehkan aku, ayo sini!” Erwin benar-benar tidak percaya!
Leona tidak berdaya, hanya bisa berjalan maju dan bertarung melawan Erwin, begitu sama-sama menggunakan satu tangan saja, Erwin dan Leona sama-sama ofensif sekaligus defensif.
Tapi setelah sepuluh gerakan, kecepatan Erwin secara bertahap tidak dapat mengimbangi Leona, serangan Leona sangat halus dan mulus bagaikan aliran air dan tidak melakukan gerakan tambahan yang tidak berguna sama sekali, sementara Erwin hanya bisa bertahan dengan seluruh kekuatannya, setelah dua puluh gerakan, Erwin bahkan tidak bisa bertahan dan kewalahan. .
__ADS_1
"Tuan muda pasti kalah kalau ini terus berlanjut." Leona yang melihat kondisi Erwin berhenti bergerak karena takut menyakiti Erwin.
“Sepertinya kesenjangan kita cukup jauh!” Erwin tidak marah, karena bagaimanapun Leona itu sudah berlatih selama lebih dari sepuluh tahun. Setelah menyeka keringat, Erwin diam-diam memutuskan untuk memperbanyak latihan kedepannya, karena masalah yang dihadapi akan semakin rumit, jadi beladiri untuk jaga-jaga itu sebuah keharusan.
"Tuan muda, dalam waktu sesingkat ini bisa punya kemampuan sebesar itu sudah termasuk sangat lumayan! Kalau berlatih lebih keras lagi aku percaya pasti bisa menjadi salah satu master kelas atas, apalagi kalau bisa mendapatkan bimbingan dari guru, maka prestasi akan lebih tinggi lagi." Sharon datang dan menyemangati.
"Serius? Kalau begitu kunantikan hari itu.” Entah Sharon itu bermaksud untuk menyemangati atau tidak, Erwin tetap merasa sangat senang.
Setelah beberapa hari, anggota Aliansi Bisnis Bandung pada dasarnya bubar semua, yang tersisa hanya keluarga Davis dan Keluarga Ragnarson, namun tanpa mitra, volume bisnis mereka semakin anjlok, dan itu membuat para pemegang saham sangat cemas.
Mereka memaksa pembukaan rapat dewan direksi untuk memilih CEO baru, karena tidak berdaya, Fiki diam-diam pergi menemui Damon secara pribadi untuk menyerah.
Di ruang pertemuan VIP High Build Group, Damon secara pribadi menyambut Fiki, yang langsung memohon tanpa basa-basi begitu datang.
"Tuan Damon, keluarga Davis harus berbuat apa agar bisa diterima?"
Fiki tidak bodoh, surat lamaran untuk bergabung dengan Aliansi Bisnis Dagang Erlin sudah dikirim setiap hari, tapi High Build Group tidak pernah menanggapi.
"Sebenarnya bisa saja kalau mah bergabung, selama kau setujui dua syarat, aku jamin bisa bergabung dengan Aliansi Bisnis Dagang Erlin." Kata Damon dengan ringan. Sebelum pertemuan ini, dia sudah berdiskusi dengan Erwin, dan dua syarat ini juga sebenarnya ide dari Erwin, jika keluarga Davis tidak setuju, maka yang menunggu hanya berakhir bangkrut.
“Dua syarat apa?” Fiki bertanya sedikit gelisah.
"Pertama, putrimu harus menceraikan anak dari Keluarga Ragnarson, dan yang kedua itu kami akan beli 40 miliar untuk beli 60% saham Davis Group," kata Damon sambil tersenyum.
Yang pertama itu bertujuan agar keluarga Davis dan Keluarga Ragnarson membatalkan pernikahan, atau bahkan merobek berselisih, supaya kedepannya tidak akan membentuk aliansi lagi, sedangkan yang kedua itu untuk mengendalikan keluarga Davis.
“Tuan Damon, persyaratan ini terlalu berlebihan.” Fiki sedikit canggung, sebelum datang, dia sudah menebak Damon ini pasti akan minta banyak, tapi tak menyangka akan sebesar ini, sebenarnya cerai itu bukan masalah besar, bagaimanapun putrinya memang sangat enggan dengan pernikahan politik ini, bercerai justru akan membuat putrinya puas.
Tapi syarat kedua ini jelas ingin menduduki Davis Group, itu yang membuatnya ragu, jika dia setuju, itu tidak ada bedanya dengan menyerahkan garis hidup Davis Group kepada High Build Group, yang berarti menjadi anak perusahaan High Build Group.
“Aku sudah ajukan syaratnya, terserah mau setuju atau tidak, tapi tolong diingat, kalau menolak itu akan membuat perusahaanmu berakhir bangkrut.” Damon mengingatkan dengan sikap yang pura-pura baik.
Fiki duduk di tempat sambil berpikir sejenak dan pada akhirnya menghela nafas.
"Baiklah Tuan Damon, aku setuju!"
Setelah mengatakan itu, Fiki tiba-tiba menyesal menikahkan putrinya kepada anak dari keluarga Ragnarson yang memimpin dalam pembentukan Aliansi Bisnis Bandung, bahkan dia diam-diam membenci Steve dan Earson, karena membuat keluarga Davis berakhir seperti ini.
Begitu Erwin mendapat pesan dari Damon dan mengetahui keluarga Davis sudah menyetujui persyaratannya, sudut mulutnya sedikit terangkat.
__ADS_1
"Sisa keluarga Ragnarson yang sekarang, jelas akan kupermainkan dan kusiksa secara perlahan." Pada saat yang sama saat berbicara, cahaya dingin melintas di mata Erwin.